2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengingat Masa Lalu di Gubuk Reod Nenek

Penulis Cerita Katagori Umum by Penulis Cerita Katagori Umum
March 28, 2020
in Esai
Mengingat Masa Lalu di Gubuk Reod Nenek

Rumah nenek

Oleh: Komang Agus Subawa – Desa Pedawa, Buleleng


Agus adalah nama akrabku yang dipanggil oleh orang-orang di sekitar rumah. Rambutku hitam ke kuning-kuningan dan sedikit botak di atasnya mungkin penyebabnya adalah kurangnya perawatan seperti yang dilakukan kebanyakan orang.

Kulit hitam dan tanah liat yang melekat adalah ciri khas yang kumiliki.

Kala itu, 24 tahun yang lalu aku terlahir ke dunia ini, aku lahir dan berkembang di keluarga yang sederhana, rumah yang sederhana, serta jauh dari kata mewah sehingga kurus kering tubuh yang kumiliki. Dulu waktu aku kecil mungkin semasih merangkak, ubi-ubian dan sayur alami ditambah garam adalah makanan yang amat sangat mewah bagiku dan keluargaku.

Tetapi di balik semua itu terdapat banyak hal yang membuatku dan keluargaku bahagia.

Aku berasal dari salah satu desa tua yaitu Desa Pedawa di wilayah Balii Aga. Dan aku tinggal di tempat yang jauh dari pusat desa apalagi keramaian kota dan hampir tiap hari jalan terjal dan berliku tajam kulalui untuk mencari pundi-pundi kehidupan.

Di tempat inilah di gubuk sederhana reod yang hampir rubuh aku tinggal dan beraktivitas. Di tempat ini aku tidur, memasak, bercanda tawa dan semua kegiatan kulakukan di bawah atap gubuk yang bercelah dan berlobang. Namun di balik kesederhanaan itu aku mendapat pelajaran tentang arti sebuah perjuangan dan kerasnya hidup ini.

Sang waktu terus melangkah dan akhirnya tiba aku harus bersekolah, aku pun memasuki tempat untuk menimba ilmu di salah satu sekolah dasar yang ada di desaku. Hari silih berganti dan aku sudah mulai bisa berpikir dan dari sana aku lihat peluh perjuangan kedua orang tuaku untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan yang aku perlukan saat menimba ilmu, siang malam mereka berjuang seakan mereka  tidak kenal lelah.

Suatu ketika aku tinggal bersama nenek dan kakekku di bawah gubuk yang sederhana juga. Atap bocor dimana-mana dan sang surya seakan menyelinap masuk lewat celah dinding dan bocornya atap. Ukiran alami yang dibuat oleh sang rayap dan lantai tanah penuh debu menjadi teman hidupku selama ini.

Di suatu hari yang cerah dan umurku saat ini telah menginjak belasan tahun, aku mendengar kabar duka, langit yang awalnya cerah seakan menjadi mendung dikarenakan  aku mendengar kabar duka bahwa sang kakek  telah berpulang dari indahnya dunia ini. Tubuh seakan kaku dan langkah kaki semakin berat untuk melangkah dan sesampainya di gubuk sederhana kakekku aku mendengar riuh tangis dari luar gerbang bambu yang hampir rapuh.

Air mataku bercucuran seakan membasahi lantai tanah yang penuh debu itu dan tak lama kemudian aku pun tak sanggup membendung air mata dan akhirnya aku juga ikut menangis.

Beberapa waktu kemudian setelah semua proses upacara dan peralatan telah disiapkan akhirnya kami berjalan menuju kuburan untuk melakukan proses kremasi yang diiringi oleh riuh tangis yang seakan berirama.

Hari demi hari berlalu dan perihnya luka yang menyelimuti hati ini mulai terobati oleh sang waktu dan langkah kaki sudah mulai ringan untuk di langkahkan lagi. Beberapa tahun berjalan sepulang sekolah kembali ku dengar irama tangis yang tersendu-sendu, dan setelah aku mendekat kulihat tubuh kusut sang nenek telah terbujur kaku di salah satu tempat tidur. Luka yang selama ini ku sembuhkan bertahun-tahun kini tergores kembali dan di sini aku berpikir haruskah semua orang yang menyayangiku pergi dan tak bisa kulihat lagi.

Hari silih berganti dan luka yang selama ini kutahan sudah mulai terobati dan kini aku harus melangkah sampai akhirnya aku tiba di suatu masa dan aku duduk di salah satu perguruan tinggi dan semua ini kudapatkan dari bimbingan gubuk reod serta kedua orang tuaku.

Di sini aku merasa amat teramat sangat bangga meskipun aku lahir di keluarga yang amat sangat sederhana akan tetapi aku mampu menyelesaikan pendidikan sampai tingkat ini.

Beberapa waktu kemudian setelah lulus aku mencoba melangkahkan kaki ini dan aku mencoba meninggalkan gubuk reod itu ke tempat yang jauh dari desaku ini. Beberapa meter melangkah dari gubuk reod itu air mataku terus menetes seakan tak rela meninggalkan tempat sederhana itu.

Beberapa jam berlalu aku sampai di pusat keramaian kota dan aku tinggal di sebuah kamar kost yang amat teramat sangat mewah bagiku. Hari demi hari ku lalui namun apa daya hatiku berkata lain dan aku sangat rindu akan kesederhanaan di gubuk sederhana di kampungku.

Beberapa tahun berlalu dan tubuhku merasa sudah sangat kelah kemudian aku memutuskan untuk mengakhiri pekerjaanku dan aku akan kembali melangkah ke gubik sederhanaku. Beberapa hari sebelum pulang aku merasa sangat gelisah seakan makan tak enak, tidurpun tak nyenyak hanya gubuk reod-lah yang terdapat di benak dan pikiranku saat ini.

Malam telah berganti pagi dan kini tiba saatnya aku pulang dan mungkin karena kerinduan yang begitu dalam akan gubuk reod itu, aku pulang dengan dengan menempuh waktu yang sangat singkat.

Setelah kaki ini menginjak tanah kelahiranku, aku langsung bergegas menuju gubuk reod peninggalan kakek dan nenek yang sangat berjasa terhadap perjalanan hidupku selama ini. Terkejut aku melihat setelah sekian lama ku tinggalkan, gubuk reod ini masih tetap terjaga dan tidak satu pun peralatan yang kurang, hanya saja warna yang mulai memudar dan bertambah lagi ukiran alami yang di buat oleh sang rayap.

Di sini aku mendapat sebuah pelajaran yang besar dari sebuah gubuk bahwa tidak ada tempat ternyaman selain rumah sendiri meski bagaimanapun keadaannya.

Meski gubuk reod ini sudah tidak kutempati lagi, akan tetapi aku dan keluargaku tidak mengusik ataupun merusaknya, kegiatan persembahyangan dan peringatan-peringatan tertentu masih terus kami lakukan disini. Hal ini kami lakukan karena berkat gubuk reod dan bimbingan orang-orang di dalamnya aku bisa melawan keras dan tajamnya hidup.

Selain itu gubuk reod ini juga menyadarkanku akan sesuatu yang sangat besar bahwa kebahagian sesungguhnya tidak semata-mata karena materi akan tetapi kebahagian yang di yang sesungguhnya adalah kebahagiaan yang berasal dari rasa syukur serta kenyamanan hati. [T]

Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang Rumah
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Di “Teba” Ada “Butternut Squash”, Merambatlah Harapan dari Belakang Rumah

Next Post

Mengintip Bintang Dari Rumah

Penulis Cerita Katagori Umum

Penulis Cerita Katagori Umum

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori umum

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Mengintip Bintang Dari Rumah

Mengintip Bintang Dari Rumah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co