23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengingat Masa Lalu di Gubuk Reod Nenek

Penulis Cerita Katagori Umum by Penulis Cerita Katagori Umum
March 28, 2020
in Esai
Mengingat Masa Lalu di Gubuk Reod Nenek

Rumah nenek

Oleh: Komang Agus Subawa – Desa Pedawa, Buleleng


Agus adalah nama akrabku yang dipanggil oleh orang-orang di sekitar rumah. Rambutku hitam ke kuning-kuningan dan sedikit botak di atasnya mungkin penyebabnya adalah kurangnya perawatan seperti yang dilakukan kebanyakan orang.

Kulit hitam dan tanah liat yang melekat adalah ciri khas yang kumiliki.

Kala itu, 24 tahun yang lalu aku terlahir ke dunia ini, aku lahir dan berkembang di keluarga yang sederhana, rumah yang sederhana, serta jauh dari kata mewah sehingga kurus kering tubuh yang kumiliki. Dulu waktu aku kecil mungkin semasih merangkak, ubi-ubian dan sayur alami ditambah garam adalah makanan yang amat sangat mewah bagiku dan keluargaku.

Tetapi di balik semua itu terdapat banyak hal yang membuatku dan keluargaku bahagia.

Aku berasal dari salah satu desa tua yaitu Desa Pedawa di wilayah Balii Aga. Dan aku tinggal di tempat yang jauh dari pusat desa apalagi keramaian kota dan hampir tiap hari jalan terjal dan berliku tajam kulalui untuk mencari pundi-pundi kehidupan.

Di tempat inilah di gubuk sederhana reod yang hampir rubuh aku tinggal dan beraktivitas. Di tempat ini aku tidur, memasak, bercanda tawa dan semua kegiatan kulakukan di bawah atap gubuk yang bercelah dan berlobang. Namun di balik kesederhanaan itu aku mendapat pelajaran tentang arti sebuah perjuangan dan kerasnya hidup ini.

Sang waktu terus melangkah dan akhirnya tiba aku harus bersekolah, aku pun memasuki tempat untuk menimba ilmu di salah satu sekolah dasar yang ada di desaku. Hari silih berganti dan aku sudah mulai bisa berpikir dan dari sana aku lihat peluh perjuangan kedua orang tuaku untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan yang aku perlukan saat menimba ilmu, siang malam mereka berjuang seakan mereka  tidak kenal lelah.

Suatu ketika aku tinggal bersama nenek dan kakekku di bawah gubuk yang sederhana juga. Atap bocor dimana-mana dan sang surya seakan menyelinap masuk lewat celah dinding dan bocornya atap. Ukiran alami yang dibuat oleh sang rayap dan lantai tanah penuh debu menjadi teman hidupku selama ini.

Di suatu hari yang cerah dan umurku saat ini telah menginjak belasan tahun, aku mendengar kabar duka, langit yang awalnya cerah seakan menjadi mendung dikarenakan  aku mendengar kabar duka bahwa sang kakek  telah berpulang dari indahnya dunia ini. Tubuh seakan kaku dan langkah kaki semakin berat untuk melangkah dan sesampainya di gubuk sederhana kakekku aku mendengar riuh tangis dari luar gerbang bambu yang hampir rapuh.

Air mataku bercucuran seakan membasahi lantai tanah yang penuh debu itu dan tak lama kemudian aku pun tak sanggup membendung air mata dan akhirnya aku juga ikut menangis.

Beberapa waktu kemudian setelah semua proses upacara dan peralatan telah disiapkan akhirnya kami berjalan menuju kuburan untuk melakukan proses kremasi yang diiringi oleh riuh tangis yang seakan berirama.

Hari demi hari berlalu dan perihnya luka yang menyelimuti hati ini mulai terobati oleh sang waktu dan langkah kaki sudah mulai ringan untuk di langkahkan lagi. Beberapa tahun berjalan sepulang sekolah kembali ku dengar irama tangis yang tersendu-sendu, dan setelah aku mendekat kulihat tubuh kusut sang nenek telah terbujur kaku di salah satu tempat tidur. Luka yang selama ini ku sembuhkan bertahun-tahun kini tergores kembali dan di sini aku berpikir haruskah semua orang yang menyayangiku pergi dan tak bisa kulihat lagi.

Hari silih berganti dan luka yang selama ini kutahan sudah mulai terobati dan kini aku harus melangkah sampai akhirnya aku tiba di suatu masa dan aku duduk di salah satu perguruan tinggi dan semua ini kudapatkan dari bimbingan gubuk reod serta kedua orang tuaku.

Di sini aku merasa amat teramat sangat bangga meskipun aku lahir di keluarga yang amat sangat sederhana akan tetapi aku mampu menyelesaikan pendidikan sampai tingkat ini.

Beberapa waktu kemudian setelah lulus aku mencoba melangkahkan kaki ini dan aku mencoba meninggalkan gubuk reod itu ke tempat yang jauh dari desaku ini. Beberapa meter melangkah dari gubuk reod itu air mataku terus menetes seakan tak rela meninggalkan tempat sederhana itu.

Beberapa jam berlalu aku sampai di pusat keramaian kota dan aku tinggal di sebuah kamar kost yang amat teramat sangat mewah bagiku. Hari demi hari ku lalui namun apa daya hatiku berkata lain dan aku sangat rindu akan kesederhanaan di gubuk sederhana di kampungku.

Beberapa tahun berlalu dan tubuhku merasa sudah sangat kelah kemudian aku memutuskan untuk mengakhiri pekerjaanku dan aku akan kembali melangkah ke gubik sederhanaku. Beberapa hari sebelum pulang aku merasa sangat gelisah seakan makan tak enak, tidurpun tak nyenyak hanya gubuk reod-lah yang terdapat di benak dan pikiranku saat ini.

Malam telah berganti pagi dan kini tiba saatnya aku pulang dan mungkin karena kerinduan yang begitu dalam akan gubuk reod itu, aku pulang dengan dengan menempuh waktu yang sangat singkat.

Setelah kaki ini menginjak tanah kelahiranku, aku langsung bergegas menuju gubuk reod peninggalan kakek dan nenek yang sangat berjasa terhadap perjalanan hidupku selama ini. Terkejut aku melihat setelah sekian lama ku tinggalkan, gubuk reod ini masih tetap terjaga dan tidak satu pun peralatan yang kurang, hanya saja warna yang mulai memudar dan bertambah lagi ukiran alami yang di buat oleh sang rayap.

Di sini aku mendapat sebuah pelajaran yang besar dari sebuah gubuk bahwa tidak ada tempat ternyaman selain rumah sendiri meski bagaimanapun keadaannya.

Meski gubuk reod ini sudah tidak kutempati lagi, akan tetapi aku dan keluargaku tidak mengusik ataupun merusaknya, kegiatan persembahyangan dan peringatan-peringatan tertentu masih terus kami lakukan disini. Hal ini kami lakukan karena berkat gubuk reod dan bimbingan orang-orang di dalamnya aku bisa melawan keras dan tajamnya hidup.

Selain itu gubuk reod ini juga menyadarkanku akan sesuatu yang sangat besar bahwa kebahagian sesungguhnya tidak semata-mata karena materi akan tetapi kebahagian yang di yang sesungguhnya adalah kebahagiaan yang berasal dari rasa syukur serta kenyamanan hati. [T]

Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang Rumah
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Di “Teba” Ada “Butternut Squash”, Merambatlah Harapan dari Belakang Rumah

Next Post

Mengintip Bintang Dari Rumah

Penulis Cerita Katagori Umum

Penulis Cerita Katagori Umum

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori umum

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Mengintip Bintang Dari Rumah

Mengintip Bintang Dari Rumah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co