3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengingat Masa Lalu di Gubuk Reod Nenek

Penulis Cerita Katagori Umum by Penulis Cerita Katagori Umum
March 28, 2020
in Esai
Mengingat Masa Lalu di Gubuk Reod Nenek

Rumah nenek

Oleh: Komang Agus Subawa – Desa Pedawa, Buleleng


Agus adalah nama akrabku yang dipanggil oleh orang-orang di sekitar rumah. Rambutku hitam ke kuning-kuningan dan sedikit botak di atasnya mungkin penyebabnya adalah kurangnya perawatan seperti yang dilakukan kebanyakan orang.

Kulit hitam dan tanah liat yang melekat adalah ciri khas yang kumiliki.

Kala itu, 24 tahun yang lalu aku terlahir ke dunia ini, aku lahir dan berkembang di keluarga yang sederhana, rumah yang sederhana, serta jauh dari kata mewah sehingga kurus kering tubuh yang kumiliki. Dulu waktu aku kecil mungkin semasih merangkak, ubi-ubian dan sayur alami ditambah garam adalah makanan yang amat sangat mewah bagiku dan keluargaku.

Tetapi di balik semua itu terdapat banyak hal yang membuatku dan keluargaku bahagia.

Aku berasal dari salah satu desa tua yaitu Desa Pedawa di wilayah Balii Aga. Dan aku tinggal di tempat yang jauh dari pusat desa apalagi keramaian kota dan hampir tiap hari jalan terjal dan berliku tajam kulalui untuk mencari pundi-pundi kehidupan.

Di tempat inilah di gubuk sederhana reod yang hampir rubuh aku tinggal dan beraktivitas. Di tempat ini aku tidur, memasak, bercanda tawa dan semua kegiatan kulakukan di bawah atap gubuk yang bercelah dan berlobang. Namun di balik kesederhanaan itu aku mendapat pelajaran tentang arti sebuah perjuangan dan kerasnya hidup ini.

Sang waktu terus melangkah dan akhirnya tiba aku harus bersekolah, aku pun memasuki tempat untuk menimba ilmu di salah satu sekolah dasar yang ada di desaku. Hari silih berganti dan aku sudah mulai bisa berpikir dan dari sana aku lihat peluh perjuangan kedua orang tuaku untuk membiayai kebutuhan-kebutuhan yang aku perlukan saat menimba ilmu, siang malam mereka berjuang seakan mereka  tidak kenal lelah.

Suatu ketika aku tinggal bersama nenek dan kakekku di bawah gubuk yang sederhana juga. Atap bocor dimana-mana dan sang surya seakan menyelinap masuk lewat celah dinding dan bocornya atap. Ukiran alami yang dibuat oleh sang rayap dan lantai tanah penuh debu menjadi teman hidupku selama ini.

Di suatu hari yang cerah dan umurku saat ini telah menginjak belasan tahun, aku mendengar kabar duka, langit yang awalnya cerah seakan menjadi mendung dikarenakan  aku mendengar kabar duka bahwa sang kakek  telah berpulang dari indahnya dunia ini. Tubuh seakan kaku dan langkah kaki semakin berat untuk melangkah dan sesampainya di gubuk sederhana kakekku aku mendengar riuh tangis dari luar gerbang bambu yang hampir rapuh.

Air mataku bercucuran seakan membasahi lantai tanah yang penuh debu itu dan tak lama kemudian aku pun tak sanggup membendung air mata dan akhirnya aku juga ikut menangis.

Beberapa waktu kemudian setelah semua proses upacara dan peralatan telah disiapkan akhirnya kami berjalan menuju kuburan untuk melakukan proses kremasi yang diiringi oleh riuh tangis yang seakan berirama.

Hari demi hari berlalu dan perihnya luka yang menyelimuti hati ini mulai terobati oleh sang waktu dan langkah kaki sudah mulai ringan untuk di langkahkan lagi. Beberapa tahun berjalan sepulang sekolah kembali ku dengar irama tangis yang tersendu-sendu, dan setelah aku mendekat kulihat tubuh kusut sang nenek telah terbujur kaku di salah satu tempat tidur. Luka yang selama ini ku sembuhkan bertahun-tahun kini tergores kembali dan di sini aku berpikir haruskah semua orang yang menyayangiku pergi dan tak bisa kulihat lagi.

Hari silih berganti dan luka yang selama ini kutahan sudah mulai terobati dan kini aku harus melangkah sampai akhirnya aku tiba di suatu masa dan aku duduk di salah satu perguruan tinggi dan semua ini kudapatkan dari bimbingan gubuk reod serta kedua orang tuaku.

Di sini aku merasa amat teramat sangat bangga meskipun aku lahir di keluarga yang amat sangat sederhana akan tetapi aku mampu menyelesaikan pendidikan sampai tingkat ini.

Beberapa waktu kemudian setelah lulus aku mencoba melangkahkan kaki ini dan aku mencoba meninggalkan gubuk reod itu ke tempat yang jauh dari desaku ini. Beberapa meter melangkah dari gubuk reod itu air mataku terus menetes seakan tak rela meninggalkan tempat sederhana itu.

Beberapa jam berlalu aku sampai di pusat keramaian kota dan aku tinggal di sebuah kamar kost yang amat teramat sangat mewah bagiku. Hari demi hari ku lalui namun apa daya hatiku berkata lain dan aku sangat rindu akan kesederhanaan di gubuk sederhana di kampungku.

Beberapa tahun berlalu dan tubuhku merasa sudah sangat kelah kemudian aku memutuskan untuk mengakhiri pekerjaanku dan aku akan kembali melangkah ke gubik sederhanaku. Beberapa hari sebelum pulang aku merasa sangat gelisah seakan makan tak enak, tidurpun tak nyenyak hanya gubuk reod-lah yang terdapat di benak dan pikiranku saat ini.

Malam telah berganti pagi dan kini tiba saatnya aku pulang dan mungkin karena kerinduan yang begitu dalam akan gubuk reod itu, aku pulang dengan dengan menempuh waktu yang sangat singkat.

Setelah kaki ini menginjak tanah kelahiranku, aku langsung bergegas menuju gubuk reod peninggalan kakek dan nenek yang sangat berjasa terhadap perjalanan hidupku selama ini. Terkejut aku melihat setelah sekian lama ku tinggalkan, gubuk reod ini masih tetap terjaga dan tidak satu pun peralatan yang kurang, hanya saja warna yang mulai memudar dan bertambah lagi ukiran alami yang di buat oleh sang rayap.

Di sini aku mendapat sebuah pelajaran yang besar dari sebuah gubuk bahwa tidak ada tempat ternyaman selain rumah sendiri meski bagaimanapun keadaannya.

Meski gubuk reod ini sudah tidak kutempati lagi, akan tetapi aku dan keluargaku tidak mengusik ataupun merusaknya, kegiatan persembahyangan dan peringatan-peringatan tertentu masih terus kami lakukan disini. Hal ini kami lakukan karena berkat gubuk reod dan bimbingan orang-orang di dalamnya aku bisa melawan keras dan tajamnya hidup.

Selain itu gubuk reod ini juga menyadarkanku akan sesuatu yang sangat besar bahwa kebahagian sesungguhnya tidak semata-mata karena materi akan tetapi kebahagian yang di yang sesungguhnya adalah kebahagiaan yang berasal dari rasa syukur serta kenyamanan hati. [T]

Tags: Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang Rumah
Share9TweetSendShareSend
Previous Post

Di “Teba” Ada “Butternut Squash”, Merambatlah Harapan dari Belakang Rumah

Next Post

Mengintip Bintang Dari Rumah

Penulis Cerita Katagori Umum

Penulis Cerita Katagori Umum

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori umum

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Mengintip Bintang Dari Rumah

Mengintip Bintang Dari Rumah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co