4 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyepi, Ogoh-ogoh dan Kenangan Pahit Saat Memandu Acara Radio

Dian Suryantini by Dian Suryantini
March 23, 2020
in Esai
Nyepi, Ogoh-ogoh dan Kenangan Pahit Saat Memandu Acara Radio

Ogoh-ogoh ST. PUTRA YASA di Banjar Pengiasan, Dauh Puri Kauh Denpasar Barat [Foto Dian]

Tulisan ini sebenarnya lebih kepada curhat yang tak pernah tersampaikan. Cerita yang dituliskan ini nyata. Saya mengalaminya sekitar tahun 2017 . Saya masih ingat, hari itu hari Rabu jam 7 pagi. Saya masih bekerja di salah satu stasiun radio.

Pagi itu saya menggantikan jadwal on air rekan saya. Acaranya semacam opini-opini pendengar tentang topik tertentu yang sedang hits. Saat itu, topik yang saya angkat adalah “Haruskah saat Nyepi ada Ogoh-ogoh?” Karena kebetulan seminggu kemudian adalah Hari Raya Nyepi dan sehari sebelum Nyepi, identik dengan pengarakan ogoh-ogoh.

Sesi on air saat itu saya buka. Saya mengundang siapa saja yang ingin berkomentar dan menyampaikan opininya terkait topik yang saya berikan. Mereka bebas memberikan jawaban beserta alasannya.

Di tengah-tengah acara, ada satu penelepon yang saya pikir akan menyampaikan saran ataupun komentar keharusan adanya ogoh-ogoh atau tidak. Ternyata saya salah. Seorang bapak dari suatu kelurahan malah memaki saya saat on air.

Bayangkan saja, suaranya bapak itu, suara yang memarahi saya, didengar banyak orang. Mungkin didengar satu kabupaten. Mungkin ya. Dengan suara lantang di udara si bapak mengatakan bahwa saya adalah orang yang tak paham sastra. Tidak bisa memilih topik yang menarik. Bahkan mengatakan saya lebih buruk dari seseorang yang sedang magang.

Mendengar kalimat-kalimat itu tentu saja saya terkejut. Tapiapa daya, marah pun saya tak bisa. Ingin mengomentari balik, tapi saya tidak boleh melakukan itu. Saya hanya memberikan topik, merekalah yang berkomentar. Jadi saya tahan saja kemarahan saya.

Si bapak mengatakan bahwa ogoh-ogoh itu tidak mungkin tidak ada saat Nyepi. Jika tidak ada ogoh-ogoh maka bukan Nyepi namanya. Dengan nada yang sedikit kasar si bapak juga menyebutkan saya kurang membaca literatur. Dia mengatakan ogoh-ogoh itu sudah ada turun temurun dan disebutkan dalam lontar Hindu.

Entah lontar apa. Saya tak tau. Saya tak paham mengenai itu. Karena saya tak pernah membaca lontar dan tak bisa. Sempat saya merasa diri saya bodoh saat itu. Saya malu sekali. Saya sempat down. Sampai tante saya menelepon saya ke kantor menanyakan kondisi saya. Karena memang saat itu dia mendengar hujatan yang diberikan kepada saya lewat radio.

Supaya tak terlalu larut, terpaksa telepon si bapak saya putus dengan alasan mungkin si bapak kehabisan pulsa karena terlalu lama mengudara. On air saya tutup, lanjut saya konfirmasi dengan Majelis Madia Desa Pakraman (MMDP) yang sekarang namanya Majelis Desa Adat Pakraman (MDAP).

Dewa Putu Budarsa yang sering saya sapa dengan Aji Dewa menjelaskan keterkaitan Hari Raya Nyepi dan Ogoh-ogoh. Beliau mengatakan memang saat Nyepi identik dengan adanya ogoh-ogoh. Boleh saja ada ogoh-ogoh asal ada uang yang dipakai untuk membuat. Keberadaan ogoh-ogoh saat malam pengrupukan itu tidak wajib dan tidak bersifat memaksa.

Kenangan itu hingga kini sudah 2020 masih lekat diingatan saya. Diam-diam saya ketika bertemu seseorang yang berkutat dengan lontar, saya tanyakan. Apakah ada yang menyinggung tentang ogoh-ogoh. Mereka memang bilang “rasanya” tidak ada. Tapi dengan raut wajah yang meragukan. Saya pun sempat melupakan dan memutuskan untuk tidak menanyakannya lagi. Karena saya rasa percuma. Tak ada yang bisa memberikan jawaban yang pasti.

Sekarang tahun 2020. Kemeriahan hari Raya Nyepi tak lagi sama. Benar-benar sepi. Tak ada arak-arakan ogoh-ogoh disepanjang jalan. Karya seni ogoh-ogoh masing-masing sekaha teruna sudah diringkes rapi. Kenapa? Karena saat ini Bali, bahkan dunia tengah dilanda kegawatan. Ada virus jenis baru yang suka jalan-jalan lalu menyerang manusia. Hingga menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan serius. Virus itu disebut virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Penularan virus ini sangat cepat. Bahkan melebihi perkembangan era 4.0. Virus ini dapat menular melalui kontak langsung dengan pasien yang positif. Untuk itu pemerintah menyarankan untuk menghindari keramaian dan melakukan social distancing dengan berdiam diri di rumah selama kurang lebih 2 pekan. Tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 ini.

Dengan himbauan yang demikian, maka diputuskan parade ogoh-ogoh yang seharusnya dilakukan di malam pengrupukan (sehari sebelum Nyepi) diputuskan untuk ditiadakan. Jika tetap diadakan maka sangat berpotensi terjadi penularan virus massal. Karena banyaknya orang yang berkerumun di keramaian.

Sempat ada yang tidak terima dengan himbauan itu. Dan imbasnya pada saya. Tempat kerja saya yang baru menugaskan saya untuk menggali informasi dari berbagai sumber mengenai sejarah ogoh-ogoh. Saya iyakan saja dulu. Tiba-tiba saya teringat seorang budayawan yang juga ahli dibidang lontar, Sugi Lanus.

Saya langsung saja tanya tanpa bertele-tele. Karena saya tidak suka basa-basi. Saat saya tanya, Om Sugi, begitu saya sapa, mengatakan tidak ada lontar yang menyinggung tentang ogoh-ogoh. Pawai ogoh-ogoh hanyalah sebuah perayaan saja. Sesungguhnya ogoh-ogoh itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Tawur Agung dan Hari Raya Nyepi.

Sama halnya seseorang yang sedang menikah lalu mengadakan resepsi. Resepsi itu sebenarnya tidak mesti dirayakan, cukup banten biakaon saja. Resepsi itu hanya sebuah perayaan. Ogoh-ogoh sendiri muncul sekitar tahun 1983. Diwali di Denpasar. Tetapi filosofi dan sejarah adanya ogoh-ogoh tidak banyak diungkap.

Mungkin karena dari tahun 80-an ogoh-ogoh terus bermunculan dari tahun itu dan tetap ada hingga kini, maka dianggap suatu tradisi. Memang menjadi salah satu budaya Bali, tapi penjelasan mengenai ogoh-ogoh itu tak pernah disosialisasikan hingga kini. Makanya sedikit orang yang tahu bahwa sebenarnya memang tak ada kaitannya.

Termasuk saya. Dari tahun 2017, sekarang sudah 2020 baru mengetahui tentang ogoh-ogoh walau hanya ujungnya saja. Setidaknya saya dengan percaya diri megatakan ogoh-ogoh itu memang tidak wajib. Semoga bapak yang menghujat saya di tahun itu masih sehat dan membaca tulisan saya. Sehingga kedepannya tidak lagi menghujat orang dengan percaya diri tapi dengan pengetahuan yang terbatas. [T]

Tags: curhatHari Raya Nyepiogoh-ogohradio
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

Next Post

Efektifkah Stimulus Moneter di Tengah Resesi Ekonomi Akibat Covid-19?

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

by Angga Wijaya
May 4, 2026
0
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

Read moreDetails

Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

by Ahmad Fatoni
May 2, 2026
0
Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) semestinya tidak terjebak pada rutinitas seremonial yang berulang dan kehilangan makna. Ia perlu dimaknai sebagai...

Read moreDetails

Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

by Dodik Suprayogi
May 2, 2026
0
Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

Kejadian sekelompok siswi SMA di Purwakarta, Jawa Barat yang merundung gurunya sendiri itu benar-benar tidak manusiawi. Maksudnya, hati siapa yang...

Read moreDetails

Guru Profesional Bekerja Proporsional

by I Nyoman Tingkat
May 2, 2026
0
Guru Profesional Bekerja Proporsional

TEMA Hardiknas2026 adalah Menguatkan Partisipasi  Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Frase “partisipasi semesta” pertama muncul melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan...

Read moreDetails

Mengeja Ulang Arah Pendidikan Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 2, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

TANGGAL 2 Mei adalah hari yang keramat bagi dunia pendidikan Indonesia. Ada suasana yang khas menyelimuti hati para pendidik dan...

Read moreDetails

‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

by Angga Wijaya
May 2, 2026
0
‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

Di Bali, saya jarang benar-benar melihat orang menganggur. Bahkan ketika tidak ada pekerjaan tetap, selalu saja ada yang dikerjakan. Menyapu...

Read moreDetails

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

by Arief Rahzen
May 1, 2026
0
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

Read moreDetails

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
0
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

Read moreDetails

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

by Sugi Lanus
April 30, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

Read moreDetails

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
0
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

Read moreDetails
Next Post
Efektifkah Stimulus Moneter di Tengah Resesi Ekonomi Akibat Covid-19?

Efektifkah Stimulus Moneter di Tengah Resesi Ekonomi Akibat Covid-19?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan
Ulas Rupa

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

by Made Chandra
May 4, 2026
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial
Esai

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

by Angga Wijaya
May 4, 2026
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari
Cerpen

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

by Kadek Windari
May 3, 2026
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo
Puisi

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

by Kim Young Soo
May 3, 2026
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja
Khas

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

by Gading Ganesha
May 2, 2026
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?
Opini

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi
Esai

Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) semestinya tidak terjebak pada rutinitas seremonial yang berulang dan kehilangan makna. Ia perlu dimaknai sebagai...

by Ahmad Fatoni
May 2, 2026
Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Torehkan Prestasi di Ajang Confident 2026
Pendidikan

Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Torehkan Prestasi di Ajang Confident 2026

SUASANA semarak terasa di ajang Confident 2026 yang digelar Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar (STAID) pada 26 April 2026. Kegiatan...

by Dede Putra Wiguna
May 2, 2026
Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi
Esai

Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

Kejadian sekelompok siswi SMA di Purwakarta, Jawa Barat yang merundung gurunya sendiri itu benar-benar tidak manusiawi. Maksudnya, hati siapa yang...

by Dodik Suprayogi
May 2, 2026
Guru Profesional Bekerja Proporsional
Esai

Guru Profesional Bekerja Proporsional

TEMA Hardiknas2026 adalah Menguatkan Partisipasi  Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Frase “partisipasi semesta” pertama muncul melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan...

by I Nyoman Tingkat
May 2, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Mengeja Ulang Arah Pendidikan Kita

TANGGAL 2 Mei adalah hari yang keramat bagi dunia pendidikan Indonesia. Ada suasana yang khas menyelimuti hati para pendidik dan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 2, 2026
‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam
Esai

‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

Di Bali, saya jarang benar-benar melihat orang menganggur. Bahkan ketika tidak ada pekerjaan tetap, selalu saja ada yang dikerjakan. Menyapu...

by Angga Wijaya
May 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co