23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

April Banyak yang Nikah: MUA Galau, Pilih Job atau di Rumah Aja

Rina Wijayanti by Rina Wijayanti
March 22, 2020
in Esai
Rias Pengantin Puluhan Juta? Ah, Santai, MUA Punya Rincian…

Setelah mencuat kabar tentang virus corona, cara penularan, dan korbannya di Cina, seperti kebanyakan orang Indonesia, saya awalnya biasa-biasa saja. Awalnya saya merasa Cina berjarak sangat jauh dari Indonesia terlebih dari Bali, pulau kecil yang kalau di Peta Dunia nyaris tidak tampak.

Kenyataan berkata lain, virus itu sudah sampai di pulau kecil ini, entah siapa yang sudah membawanya. Atas keputusan pemerintah, sekolah-sekolah ditutup, siswa dirumahkan, sistem belajar online diberlakukan. Guru-guru mengeluarkan metodenya masing-masing dalam menyampaikan materi. Siswa mengeluhkan tugas dari guru tanpa berfikir cerdas. Beberapa orang tua juga.

Wabah ini semakin mengkawatirkan saat semua media mengabarkan peningkatan jumlah kasus pada setiap daerah. Larangan-larangan juga mulai tersiar dimana-mana. Intinya di rumah aja. Mungkin beberapa orang dengan profesi tertentu bisa di rumah aja, tetapi tidak dengan mereka yang ada di garda terdepan penanganan kasus ini, mereka yang mengais rupiah di perusahaan-perusahaan swasta, berwirausaha, dan yang kejar setoran di jalanan.

Mereka yang tidak memungkinkan di rumah aja pasti punya kegalauan yang luar biasa, tenaga kesehatan misalnya. Sudah pasti perasaan takut bertemu dengan keluarga tercinta setelah pulang bekerja sangat membelit, hingga harus menggunakan perlindungan diri secara maksimal. 

Salah satu profesi yang juga ngak mungkin di rumah aja selain tenaga kesehatan adalah MUA (Make-Up Artis). Ini agak horror. Ini masalah kepercayaan dan uang. Apalagi, banyak caon pengantin sudah menjadwalkan pernikahan di bulan April. Dewasa ayu sesuai kalender Bali di bulan itu mungkin memang banyak, apalagi masa uncal balung sudah lewat.

Pertama-tama saya ingin berterima kasih kepada seluruh calon pengantin yang sudah memilih bulan April sebagai bulan pernikahan dan saya berterima kasih juga karena sudah memilih MUA-MUA terpercaya untuk menjadi bagian hari bahagia itu karena hari bahagia kalian merupakan keberlangsungan hidup mereka yang bergelut di bidang itu.

Saya  paham hari pernikahan bukanlah hal main-main. Biasanaya surat undangan, dekorasi, catering dan MUA sudah dipesan sebulan sebelum hari bahagia itu datang. Itu artinya di Bulan April nanti semua sudah harus bekerja. Mungkin pencetak surat undangan masih bisa menggunakan masker dan sarung tangan dan mencetaknya di rumah atau di toko aja tanpa harus bersentuhan langsung dengan calon pengantin atau semuanya dapat dilakukan dengan media online kecuali pengiriman kalau sudah selesai dicetak. Tukang dekorasi juga masih bisa jaga jarak satu sama lain, tukang catering juga.

Tentu yang  tidak mungkin di rumah aja, menjaga jarak dengan calon pengantin  dan tidak bertemu dengan banyak orang adalah  MUA. Terlebih di Bali kita mengenal istilah mepingit. Mepingit di beberapa daerah adalah tradisi yang mengharuskan calon pengantin untuk tidak keluar rumah dan bertemu calon pasangannya sebelum hari pernikahan. Jadi menyuruh pengantin datang ke salon atau studio tempat MUA untuk mengurangi bertemu dengan orang banyak  sudah tidak mungkin karena akan ada beberapa tradisi yang terlewatkan.

MUA harus tetap datang dan menjalankan tugasnya.  

Lalu apa yang harus kami lakukan sebagai MUA  untuk menyikapi ini. Coba bayangkan jika kita yang biasanya datang ke rumah pengantin dengan kebaya yang anggun, makeup, dan tataan rambut yang rapi harus pakai APD (Alat Perlindungan Diri) seperti tenaga medis secara maksimal pasti pengap dan membuat semua jadi sulit.

Atau semua brush kita sambung dengan tongkat, pemasangan pensil alis, lipstick dan bikin hair do juga dari jarak jauh, pasti lucu  dan itu tidak mungkin terjadi karena mata MUA tidak sehebat itu dalam melihat detail makeup dari jauh. Kami harus bersentuhan, jarak kami harus dekat. Kami tidak pernah tahu siapa yang sudah terjangkit diantara kami tetapi yang kami tahu hanya cemas, menggunakan pengamanan seadanya, dan semua tetap harus berjalan.

Saya dan mungkin perias lainnya memiliki pemikiran sama tentang arahan, aturan hingga larangan-larangan yang ada tetapi bagaimana nanti orang-orang bisa percaya pada kami jika hari ini harus undur diri dari job yang sudah kita sepakai dari jauh-jauh hari kecuali mereka batal menikah. Meskipun kemungkinannya kecil. Peraturan di rumah aja juga belum totalitas, buktinya undangan pernikahan dan perayaan sweet seventeen masih berdatangan, pasar, supermarket, dan bank-bank masih memberikan layanan meskipun terbatas.

Semua pasti sudah tahu, sebagian besar dari kami bergantung hidup dari profesi yang modalnya ngak main-main ini.  Jika  job dalam satu bulan dihapuskan gara-gara tidak berani berjarak dekat dengan orang, maka kerugian juga tidak akan main-main. Mungkin saja sebagian besar dari kami akan jatuh. Persediaan pakaian dan antek-anteknya untuk merias bulan depan sudah dipesan bahkan sudah dibayar separuh harga.

Saya sadar dan sangat peduli dengan diri saya, bahkan seminggu terakhir saya sudah di rumah  aja kecuali ada hal mendesak seperti membeli bahan makanan barulah saya keluar. Saya juga sangat mencemaskan  keluarga saya, teman-teman saya, Indonesia dan Bumi ini.

Tapi apa boleh buat, selain butuh sehat saya juga butuh hidup. Kalau nanti ada aturan setegas Negara sebelah saya pasti akan menyerah, tak perlu galau untuk pilih job atau tinggal di rumah. Semua menyerah dan kita di rumah apapun resikonya meskipun sekarang mungkin saja ada resiko yang lebih besar menanti kita. [T]

Tags: covid 19kecantikanMUApernikahan
Share56TweetSendShareSend
Previous Post

Covid-19, LPD Baiknya Ringankan Kredit Krama – Contoh LPD Peliatan Ubud

Next Post

Covid-19 Menurut Teologi Hindu – Hadapi dengan Vira & Dharma

Rina Wijayanti

Rina Wijayanti

Setelah lulus dari Undiksha Singaraja, ia jadi guru yang ulet di Jembrana, Bali barat, juga menekuni make-up artist. Sesekali menulis puisi. Statusnya bahagia bersama suami yang juga sesekali menulis puisi

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 Menurut Teologi Hindu – Hadapi dengan Vira & Dharma

Covid-19 Menurut Teologi Hindu - Hadapi dengan Vira & Dharma

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co