4 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debat Mabasa Bali: Keras, Tangkas, Kadang Lucu, Tapi Ini Bukan ILC

tatkala by tatkala
February 25, 2020
in Pertanian
Debat Mabasa Bali: Keras, Tangkas, Kadang Lucu, Tapi Ini Bukan ILC

Dua tim sedang berdebat dalam Lomba Debat Mabasa Bali di Taman Budaya Denpasar

Ada satu perlombaan (wimbakara) yang bisa dikata langka dan menarik dalam serangkaian perayaan Bulan Bahasa Bali 2020 di Taman Budaya Provinsi Bali di Denpasar,  Selasa 25 Februari 2020 siang. Yakni, Lomba Debat Mabasa Bali, atau lomba berdebat dengan menggunakan Bahasa Bali.

Lomba debat itu berlangsung di Kalangan Ayodya, diikuti oleh 8 peserta yang menjadi perwakilan masing-masing kabupaten dan kota di Bali, kecuali Kabupaten Klungkung yang tidak mengirimkan perwakilannya. Lomba yang langka itu tentu menjadi perhatian penonton yang ada di Taman Budaya. Penonton Seperti juga menonton drama pertunjukkan, banyak penonton tampak tegang, ada juga yang senyum-senyum, ada juga yang mengernyitkan dahi mungkin karena tak mengerti apa yang sedang diperdebatkan di atas panggung.

Kadang ada juga yang tertawa, tentu karena ada peserta yang bertingkah lucu, misalnya susah mengeluarkan kata-kata dalam bahasa Bali alus untuk mengungkapkan pikirannya. Istilah kata-kata seperti “di muncuk layahe” atau di ujung lidah, namun beberapa tampak kesulitan mengucapkannya.

“Kami terkendala dalam berdebat yang menggunakan bahasa Bali halus. Jujur, mabahasa Bali halus itu kami kurang lancar. Terkadang tahu bahasanya, tetapi susah menyampaikan. Contohnya, ketika kami mengatakan aksara Bali tenget dan lainnya,” kata Tata Pradnya siswa SMAN1 Gianyar sebagai perwalikan Kabupaten Gianyar.

Masing-masing tim terdiri dari tiga anggota yang masih berstatus pelajar SMP ataupun SMA. Setiap sesi lomba menampilkan dua tim yang terdiri dari Tim Tungkas (tim yang membantah atau tidak setuju) dan Tim Cumpu (tim yang setuju sesuai topik yang disodorkan). Kedua tim itu kemudian adu argument yang topiknya tekait dengan Bahasa dan Aksara Bali

Seperti juga debat-debat di TV, kedua tim juga bicara tegas, tangkas, bahkan terkesan keras. Tapi meski terdengar keras dan saling serang, debat ini tentu bukan acara debat dalam acara ILC (Indonesia Lawyer Club) yang disiarkan di salah satu TV swasta itu. Anak-anak itu masih terlalu polos dan masih ketat ikut aturan dan sopan-santun untuk tidak menggunakan kata-kata yang menjurus kasar atau jatuh pada kata makian. Mereka kan bukan politikus atau pengamat politik atau kritikus sosial yang ulung.

Seperti biasa, masing-masing tim itu saling mengajukan gagasan, melontarkan pertanyaan, sekaligus kritik tentang keberadaan bahasa dan akrasa Bali yang menjadi topik debat. Dengan menggunakan bahasa Bali halus, Tim Tungkas dan Tim Cumpu itu mengungkap keberadaan bahasa aksara Bali kini yang kurang diminati anak muda, lalu membeberkan akar permasalahannya serta memberikan solusi.

Penampilan mereka sangat kreatif, sehingga di panggung mereka tampak seperti sedang bermain drama.


Lomba ngewacen lontar

Selain lomba debat, pada Selasa (25/2) ini juga digelar Lomba Ngwacen Lontar yang berlangsung di Kalangan Angsoka yang diikuti oleh 9 peserta yang juga merupakan perwakilan dari kabupaten dan kota di Bali. Lomba ini juga menarik, karena masing-masing peserta membaca lontar secara berkesinambungan, bukan berulang-ulang.

Artinya, lontar dengan ceritera “Sigir Jelema Tuah Asibak” itu dibaca oleh peserta pertama, hingga terakhir.

Dalam waktu 10 menit, peserta yang membaca paling banyak dapat membaca, berpeluang sebagai pemenang. Selain itu, tentu menjadi pertimbangan dewan juri pula adalah intonasi, ketepatan bacaan, penampilan dan lainnya. Lontar ini juga disiapkan panitia, sehingga kepiawaian membaca lontar menjadi hal utama.

Kasi Inventarisasi dan Pemeliharaan Dokumentasi Budaya Dinas Kebudataan Provinsi Bali, Made Mahesa Yuma Putra, SS.,M.Si mengatakan, lomba ngwacen lontar dan lomba debat mabasa Bali ini serangkaian dengan kegiatan Bulan Bahasa Bali 2020. Kegiatan ini sebagai upaya melestarikan tradisi, sehingga melibatkan peserta dari tingkat SMP hingga kejenjang yang lebih tinggi. “Tujuannya agar bahasa dan aksara Bali itu tetap lestari dan ajeg,” katanya.

Melalui ngwacen lontar ini, jelas Mahesa, generasi muda akan lebih mudah belajar makekawin atau matembang, sehingga nilai-nilai yang ada dalam naskah lontar itu bisa diserap, baik itu nilai etika, moral dan budi pekerti yang ada dalam lontar itu. Sementara untuk lomba debat itu mengajak generasi muda untuk membahas apa yang menjadi kendala dan tantangan untuk pelestarian bahasa dan aksara Bali.

“Dengan tema dan topik yang diberikan oleh panitia, masing-masing peserta membahas lalu diperdebatkan,” imbuhnya.

Mahesa mengatakan, dari debat itu akan dapat meningkatkan penguasaan bahasa dan aksara Bali khususnya pada generasi muda, sebagai ajang generasi muda memberikan suatu solusi pemahaman dan melestarikan bahasa dan aksara Bali, serta adanya semangat generasi muda untuk tidak malu berbahasa Bali. [T] [*]

Tags: Bahasa BaliBulan Bahasa Balidebat
Share40TweetSendShareSend
Previous Post

Salam Konor dari Nusa Penida, Sebuah Alarm Autokritik

Next Post

Gugusan Energi Alam Batin Wirantawan dalam Pameran Tunggal di Danes Art Veranda

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Gugusan Energi Alam Batin Wirantawan dalam Pameran Tunggal di Danes Art Veranda

Gugusan Energi Alam Batin Wirantawan dalam Pameran Tunggal di Danes Art Veranda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan
Ulas Rupa

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

by Made Chandra
May 4, 2026
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial
Esai

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

by Angga Wijaya
May 4, 2026
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari
Cerpen

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

by Kadek Windari
May 3, 2026
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo
Puisi

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

by Kim Young Soo
May 3, 2026
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja
Khas

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

by Gading Ganesha
May 2, 2026
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?
Opini

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi
Esai

Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) semestinya tidak terjebak pada rutinitas seremonial yang berulang dan kehilangan makna. Ia perlu dimaknai sebagai...

by Ahmad Fatoni
May 2, 2026
Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Torehkan Prestasi di Ajang Confident 2026
Pendidikan

Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Torehkan Prestasi di Ajang Confident 2026

SUASANA semarak terasa di ajang Confident 2026 yang digelar Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar (STAID) pada 26 April 2026. Kegiatan...

by Dede Putra Wiguna
May 2, 2026
Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi
Esai

Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

Kejadian sekelompok siswi SMA di Purwakarta, Jawa Barat yang merundung gurunya sendiri itu benar-benar tidak manusiawi. Maksudnya, hati siapa yang...

by Dodik Suprayogi
May 2, 2026
Guru Profesional Bekerja Proporsional
Esai

Guru Profesional Bekerja Proporsional

TEMA Hardiknas2026 adalah Menguatkan Partisipasi  Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Frase “partisipasi semesta” pertama muncul melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan...

by I Nyoman Tingkat
May 2, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Mengeja Ulang Arah Pendidikan Kita

TANGGAL 2 Mei adalah hari yang keramat bagi dunia pendidikan Indonesia. Ada suasana yang khas menyelimuti hati para pendidik dan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 2, 2026
‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam
Esai

‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

Di Bali, saya jarang benar-benar melihat orang menganggur. Bahkan ketika tidak ada pekerjaan tetap, selalu saja ada yang dikerjakan. Menyapu...

by Angga Wijaya
May 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co