24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

HUJAN

Oka Rusmini by Oka Rusmini
October 7, 2019
in Esai
RIPUH

Edisi 7/10/19

KOPLAK memeriksa seluruh surat-surat di ruang kerjanya yang semakin menumpuk, dari urusan surat cerai mati, sampai urusan surat miskin. Belakangan ini Koplak sering merasa heran dengan banyaknya warganya tiba-tiba saja mencari surat keterangan miskin. Padahal padahal pengertian miskin itu tidak memiliki rumah tetap, rumah masih kontrak. Tidak memiliki kendaraan roda dua. Ini aneh, berjibun surat permohonan miskin justru datang dari warga desanya yang memiliki tanah luas bahkan ada yang memiliki mobil pribadi.

“Tolonglah, Koplak. Anak saya  biar bisa masuk sekolah favorit di Denpasar, berikan saya rekomendasi surat miskin. Kau tidak inginkan anak saya tidak bisa masuk sekolah favorit. Jika anak saya bisa masuk sekolah favorit kelak nasibnya bisa lebih baik. Minimal negara akan membiayai sekolahnya sampai tuntas lalu kita sebagai orang tua tinggal tenang-tenang saja,” rayu seorang warganya pada Koplak.

Bahkan perempuan yang memiliki tubuh super tambun itu mengerlingkan matanya yang tidak indah kepada Koplak. Koplak merengut sambil menatap perempuan itu tajam. Perempuan bertubuh tambun itu terdiam, ada sedikit gelisah terurai di pinggir matanya. Sebagai seorang Ibu, perempuan itu tidak mau kalah tidak juga mau menyerah yang penting seluruh keinginannya dipenuhi Koplak.

Koplak terdiam agak lama sambil mengeryitkan alis matanya. Wajahnya yang biasanya datar kali ini terlihat dipulas sedikit aroma kemarahan. Perempuan tambun yang duduk di kursi tamu di ruangan Koplak sebentar-sebentar menggeser pantatnya yang besar, pantat yang memenuhi seluruh kursi ruang tamu yang harusnya bisa diduduki dua orang.

“Seorang Ibu akan melakukan apa saja untuk anaknya demi masa depan yang lebih baik,” suara perempuan itu terdengar bergetar. Koplak menangkap hawa kecemasan terurai di nada suaranya.

Surat miskin? Kenapa belakangan ini Koplak harus menemani tamu-tamu yang sesungguhnya tidak perlu. Tamu-tamu yang seharusnya sudah bisa menyelesaikan persoalannya sendiri. Jika ingin mendapatkan sekolah yang bagus kenapa tidak memilih memacu anak untuk belajar dengan lebih baik.

Sebagai Ibu segaligus Ayah, dulu Koplak tidak pernah punya persoalan dengan anak semata wayangnya, Kemitir. Walaupun sebagai orang tua, Koplak pasti akan lebih bangga jika Kemitir tumbuh sebagai anak yang selalu menjadi nomor satu, prestasi akademik gemilang. Siapa yang tidak bangga bercerita di warung kopi atau di warung nasi be guling tentang prestasi anak.

Faktanya prestasi Kemitir biasa-biasa, juara kelas juga tidak pernah mengikuti langkahnya. Kemitir sekolah juga santai-santai saja, jika ada kesulitan belajar Koplak hanya mengikutkan Kemitir les tambahan untuk membuat Kemitir lebih nyaman dan percaya diri. Target Koplak tidak tinggi-tinggi sekali, Koplak juga enggan menuruti keingin Kemitir ketika anak itu merengek Koplak harus mempersiapkan uang sekian puluh juta, untuk memesan satu kursi di sebuah sekolah menengah di Denpasar. Sekolah yang memang diinginkan Kemitir, Koplak enggan, dan membiarkan Kemitir hampir satu bulan merengut. Akhirnya toh Kemitir bisa juga mendapatkan tiket untuk seluruh sekolah dan kuliah di tempat-tempat yang dia inginkan.

Karena alasan itulah Koplak menolak menandatangani seluruh surat miskin yang ada di mejanya, karena pada dasarnya para orang tua itu tidak miskin.

Koplak tidak mengerti kenapa belakangan ini banyak sekali orang-orang yang hanya memikirkan diri mereka sendiri. Orang-orang jang jemawa merasa paling benar, paling top, dan paling ingin dilihat. Orang-orang yang lapar menjadi “tokoh”, atau tepatnya merasa menjadi “tokoh” lagaknya sudah melebihi artis, juga melebihi lagak para koruptor yang ditangkap KPK, mengenakan baju orange eh, masih melempar senyum manis kepada para wartawan. Bahkan ada yang sengaja memasang pose gaya karena akan difoto.

Apakah yang sesungguhnya terjadi dengan negeri ini? Apa yang sedang menjangkiti manusia-manusia di negeri ini? Koplak bukan sok bijak, sok suci, tidak mau menandatangani surat miskin palsu, bukan! Yang Koplak pikirkan apa yang ada dibenak orang-orang itu sehingga tega begitu manipulatif. Bahkan untuk diri mereka sendiri.

Bayangkan mengaku miskin untuk dapat sekolah favorit. Mengaku miskin untuk dapat beasiswa dari pemerintah.

Di luar Koplak mendengar bisik-bisik yang tidak sedap. Bisik-bisik yang menganggap dirinya gaya, dan sok berlagak jadi Tuhan.

“Sekarang ini para pemimpin-pemimpin juga banyak yang berbohong pada rakyat untuk dirinya sendiri? Ketua DPR ditangkap karena korupsi e-KTP, belum lagi hakim dan jaksa, ini baru kepala desa saja sudah gaya. Mana ada orang yang akan menangkap Kades?

Rumah saja cuma satu, ke kantor juga naik motor keluaran jaman tidak enak. Mana mungkin ditangkap KPK orang seperti Koplak itu. Solidaritasnya pada teman tidak ada, belum jadi camat, belum jadi gubernur. Bayangkan saja kalau Koplak jadi menteri, pasti sok kuasa,” begitu desas-desus kata-kata yang di dengar Koplak. Hujan makian, hujan kritikan, hujan hinaan. Ini baru jadi Kades bagaimana kalau jadi gubernur?

Koplak menarik nafas alangkah susahnya menjadi orang baik di jaman “now” seperti sekarang ini. Lalu hujan janji dari 575 anggota DPR yang baru saja diangkat untuk periode 2019-2024 menjaga marwah rakyat apa bisa dipercaya? Koplak menutup pintu ruang Kades pelan, sambil menyandarkan tubuhnya di kursi. Matanya menerawang ke atas dan berbisik pada pak Sekdes, hari ini tidak mau terima tamu. Mau fokus melihat eforia sepak terjang dan gaya anggota DPR yang baru saja diangkat.

Di TV mereka terlihat glamour, pasti harum juga, melihat gaya mereka Koplak mengernyitkan alisnya, kira-kira kerja apa yang akan mereka lakukan dengan membawa nama dan suara rakyat? [T]

Tags: KoplakOka Rusmini
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Film Pendek “Fauve”, Kisah Melanggar Sebuah Aturan Alam

Next Post

“Mecik Manggis”, Kunci Prestasi Fiksi

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Sastrawan & Jurnalis

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
“Mecik Manggis”, Kunci Prestasi Fiksi

“Mecik Manggis”, Kunci Prestasi Fiksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co