24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Lawar Getih”, Menjaga Selera Mengusir Petaka

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 9, 2019
in Esai
Nyepi: Terapi Kesehatan, Terapi Kita, Bumi dan Peradaban

Sebuah tradisi, yang sedemikian lama melekat dan mengendap dalam kehidupan masyarakat, sering kali dapat menimbulkan suatu keadaan yang boleh kita sebut sebagai “adiksi budaya”.

Hal-hal yang telah mentradisi, jika tak dilakukan lagi, itu dapat menimbulkan satu kegelisahan sosial yang dapat bergejala terjadinya konflik dalam masyarakat atau bencana yang penyebabnya tak jelas. Mungkin juga adanya masalah kesehatan yang tak memberi respon dengan terapi medis, bahkan kadang kala gejala trans yang menyampaikan pesan-pesannya secara terang-terangan. Fenomena ini tak dapat dinilai kadar rasionalitasnya karena ia bertumpu pada sebuah keyakinan yang mendalam, beyond science.

Berbagai contoh misalnya, tradisi manak salah di salah satu desa di Buleleng. Jika seorang ibu melahirkan anak kembar buncing (laki dan perempuan), maka sesuai tradisi desa setempat, ibu itu sekeluarga mesti tinggal di sebuah gubuk yang ditempatkan dekat setra atau pemakaman, seetidaknya selama tiga bulan.

Apabila itu tak dilakukan, ada risiko gagal panen mengancam petani desa atau prahara lain yang akan mengenai masyarakat desa. Atau tradisi mempersembahkan kurban seekor rusa untuk satu upacara besar di sebuah desa lain di Buleleng. Jika itu tak dilakukan, akan terjadi kekecewaan para dewa yang dapat menimbulkan kekacauan dalam masyarakat.

Dalam skala kecil, fenomena ini memang mirip dengan seseorang yang sudah biasa minum kopi, merokok atau memakai sejenis obat tertentu yang tiba-tiba dihentikan, maka ia akan mengalamai gejala-gejala adiksi atau withdrawl. Ia gelisah, kacau bahkan merasakan nyeri seluruh tubuh hingga setiap lubang dalam tubuhnya mengeluarkan lendir.

Yang menarik dari fenomena ini adalah, meski secara medis ia sebetulnya tak memerlukan kopi, rokok atau jenis obat tersebut, namun lantaran ia terlanjur memakainya terus-menerus, maka terjadilah gejala-gejala  yang sebetulnya juga tak perlu tersebut. Artinya, manuasi takkan mati tanpa kopi, rokok atau heroin.

Mengapa saya membicarakan fenomena ini? Begini, kemarin kami mengadakan satu pertemuan informal di sebuah rumah makan di Pantai Penimbangan yang dihadiri oleh sejawat-sejawat dokter yang bekerja di RSUD Buleleng.

Sejawat saya yang dokter ahli saraf (neurolog) berkeluh kesah, dalam satu bulan terakhir ini sudah merawat setidaknya tiga orang pasien terduga kuat menderita meningitis babi atau meningitis suis. Meningitis atau radang selaput otak adalah salah satu kasus medis yang tergolong berat. Tanpa perawatan intensif, penderitanya dapat mengalami kematian.

Dalam pengkajian klinis, ketiga pasien tersebut didapatkan data positif telah mengonsumsi lawar getih atau lawar barak sekitar 3-7 hari sebelum timbul gejala. Makanan yang bukan alang kepalang nikmatnya ini adalah masakan khas Bali yang terbuat dari paduan daging babi cincang, parutan kelapa, dengan bumbu lengkap dan siraman darah babi mentah yang kemudian diaduk rata.

Lawar getih ini memang tersaji memikat dalam warna merah yang mengundang selera, terutama lidah kita orang Bali yang sedari kanak-kanak sudah mengenalnya. Tanpa kehadiran lawar getih dalam sebuah kegiatan adat budaya Bali, tak ubahnya bagai seorang gadis seksi tanpa lipstik, muram dan tak menyengat kelaki-lakian kaum pria. Percayalah, lipstik itulah yang sering membawa lelaki pada kubangan derita.

Meningitis streptococcus suis atau dikenal dengan meningitis bakteri akut zoonosis, adalah penyakit radang selaput otak yang ditularkan dari babi ke manusia melalui hidangan babi mentah, seperti darah segar, usus, jeroan dan daging yang terinfeksi.

Selama beberapa tahun terakhir, penularan infeksi bakteri ini pada manusia mengalami peningkatan secara signifikan terutama pada wilayah Asia Tenggara, yang mana dianggap sebagai penyakit endemik karena terdapat populasi babi dalam jumlah yang sangat banyak. Tanda-tanda jika terjangkit meningitis babi umumnya memiliki gejala yang mirip dengan meningitis lainnya seperti mengalami demam, sakit kepala, muntah, dan tanda-tanda meningeal (kaku kuduk) hingga koma.

Salah satu faktor mencolok gejala ini adalah gangguan pendengaran. Dalam beberapa kasus yang parah, seseorang yang menderita meningitis babi mengalami gangguan pendengaran permanen (tuli). Maka, meski seseorang nyawanya dapat diselamatkan namun ia dapat saja kemudian mengidap ketulian permanen. Selain itu beberapa komplikasi lainnya adalah dapat terjadinya radang sendi, radang paru, syok septik, endokarditis (penyakit infeksi jantung), infeksi mata, bahkan kematian.

Sejawat saya menambahkan, ia cukup heran mengapa hal ini masih saja terjadi, meskipun pemerintah melalui dinas kesehatan dan rumah sakit telah gencar mengadakan sosialisasi kepada masyarakat. Kuman yang terkandung dalam darah babi yang mentah takkan pernah terbasmi hanya dengan sedikit memanaskan atau cuma menggunakan air perasan jeruk limau saja.

Ia harus dipanaskan setidaknya dalam suhu sekitar 80 C hingga 15 menit lamanya. Meski kemudian lawar getih tak lagi tampil dalam warna merah bersemangat namun kini berwarna lebih gelap, percayalah rasanya tetap gurih dan Bali banget! Sudah saatnya kita harus semakin cerdas dalam menjaga tradisi.

Sebab, bukan hanya kita, manusianya saja yang wajib menjaga budaya tradisionalnya, juga sebaliknya, segala budaya, apapun itu bentuknya haruslah juga dapat melestarikan manusianya bukan justru mencelakainya. [T]

Tags: bulelengkesehatankulinermeningitis babipenyakitTradisi
Share1400TweetSendShareSend
Previous Post

Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir

Next Post

Dewa Brahma & Dewi Saraswati, Sepasang Kera, dan Anugerah untuk Charles Darwin

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Dewa Brahma & Dewi Saraswati, Sepasang Kera, dan Anugerah untuk Charles Darwin

Dewa Brahma & Dewi Saraswati, Sepasang Kera, dan Anugerah untuk Charles Darwin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co