12 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saraswati dan Cara Kita Menghargai Ilmu

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
April 4, 2026
in Esai
Tumpek Landep dan Ketajaman Pikiran

I Wayan Yudana

SETIAP enam bulan sekali, tepat pada Saniscara Umanis Watugunung, umat Hindu merayakan Hari Saraswati. Di sekolah-sekolah, dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, suasana menjadi berbeda. Buku-buku disusun rapi, pelinggih dihias, dan doa-doa dipanjatkan dengan khidmat. Namun, pertanyaannya sederhana: apakah Saraswati hanya berhenti pada ritual?

Bagi dunia pendidikan, Saraswati seharusnya tidak hanya menjadi perayaan seremonial. Ia adalah momen sakral untuk berhenti sejenak—merenung, menundukkan ego, dan membuka hati terhadap makna ilmu pengetahuan yang sesungguhnya. Sebab ilmu bukan sekadar angka di rapor, bukan hanya gelar yang disandang, dan bukan pula sekadar alat untuk mencari pekerjaan.

Ilmu adalah cahaya. Cahaya itu tidak akan pernah menyala jika hanya disimpan tanpa makna.

Hari Saraswati mengingatkan kita bahwa ilmu berasal dari Sang Hyang Aji Saraswati, sumber segala kaweruhan. Dalam kesadaran ini, belajar bukan lagi kewajiban, melainkan bentuk bhakti. Membaca bukan sekadar aktivitas, tetapi laku spiritual. Mengajar pun bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian.

Namun demikian, penting untuk disadari bahwa Saraswati bukan hanya milik siswa, mahasiswa, atau guru. Ia bukan sekadar Hari raya bagi dunia pendidikan. Saraswati adalah milik setiap insan yang hidup dengan kesadaran akan pentingnya ilmu.

Siapa pun kita—petani, pedagang, pekerja, pemimpin, atau anggota masyarakat—selama kita meyakini bahwa Saraswati adalah sumber cahaya pengetahuan, maka sejatinya kita juga memiliki kewajiban untuk merayakannya. Tidak harus selalu dalam bentuk upacara besar, tetapi setidaknya dalam diri—melalui kesadaran, sikap, dan cara kita menghargai ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Sampai saat ini, menariknya dalam tradisi Bali, perayaan Saraswati tidak hanya berlangsung di sekolah atau kampus. Ia juga masih hadir di griya, puri, jero, rumah tangga, bahkan di berbagai tempat lain yang menyimpan warisan ilmu pengetahuan. Setiap ruang yang memiliki koleksi pustaka—baik berupa buku, lontar, maupun peninggalan lain yang mengandung nilai pengetahuan—menjadi tempat suci untuk menghaturkan penghormatan.

Ini menegaskan satu hal penting bahwa ilmu tidak hanya hidup di ruang kelas, tetapi juga di rumah, di keluarga, di masyarakat dan dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah makna srada dan bhakti menemukan bentuknya yang paling sederhana, namun paling dalam.

Merayakan Saraswati dalam diri berarti: mau belajar dari pengalaman hidup dan mau mendengar sebelum merasa paling tahu. Selain itu, bermakna pula mau menggunakan pengetahuan untuk kebaikan, bukan untuk kesombongan.

Dalam konteks perlembangan zaman sekarang, pemaknaan ini menjadi semakin penting. Ijazah memang tetap diperlukan sebagai bentuk pengakuan formal, tetapi ia bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Dunia nyata menuntut lebih dari sekadar lembar kertas—ia membutuhkan kompetensi nyata, keterampilan hidup (soft skills), kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta karakter yang kuat.

Tidak sedikit orang yang memiliki ijazah tinggi, tetapi gagap menghadapi realitas. Sebaliknya, banyak pula yang mampu bertahan dan berkembang karena memiliki keterampilan, sikap, dan kemauan untuk terus belajar. Di sinilah letak pentingnya memahami hakikat menuntut ilmu.

Belajar bukan sekadar mengejar nilai, tetapi membangun kapasitas diri. Bukan hanya untuk lulus, tetapi untuk hidup. Bukan sekadar tahu, tetapi mampu menggunakan pengetahuan dengan bijak. Melalui momen Saraswati inilah waktu yang tepat untuk membuka kesadaran tersebut.

Selanjutnya, Saraswati seakan selalu mengingatkan kita,“Apa yang kau pelajari hari ini, apakah sudah membantumu menjadi manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan?”

Di tengah arus zaman yang serba cepat, makna itu sering terpinggirkan. Banyak yang belajar untuk lulus, bukan untuk memahami. Banyak yang bekerja tanpa terus belajar. Bahkan, tidak sedikit yang merasa cukup dengan tahu, tanpa pernah benar-benar mencari makna.

Di sinilah Saraswati menjadi “pengingat yang halus, tapi menampar.”

Ia bukan hanya tentang menghaturkan banten di depan buku, tetapi tentang bagaimana kita memperlakukan ilmu itu sendiri. Apakah kita menjadikannya sebagai jalan untuk memperbaiki diri? Atau hanya sebagai alat untuk meninggikan diri?

Bagi siswa, Saraswati adalah ajakan untuk belajar dengan hati, bukan sekadar menghafal.
Bagi guru, Saraswati adalah panggilan untuk mengajar dengan ketulusan, bukan sekadar menyelesaikan jam pelajaran. Bagi setiap insan, Saraswati adalah kesadaran bahwa belajar tidak pernah selesai—bahwa kehidupan itu sendiri adalah ruang belajar yang luas.

Barangkali, yang perlu kita lakukan di Hari Saraswati bukan hanya menghaturkan sesajen, tetapi juga “membersihkan” cara kita memandang ilmu. Mengembalikan kesadaran bahwa setiap pengetahuan yang kita peroleh adalah anugerah, bukan semata hasil usaha pribadi.

Sebab pada akhirnya, ilmu yang sejati bukan hanya yang membuat kita pintar berbicara, tetapi yang mampu menuntun kita untuk rendah hati. Mungkin, di situlah Saraswati benar-benar hidup—bukan di altar, bukan di buku, tetapi di dalam hati dan sikap kita sehari-hari. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hari Raya Saraswatihinduilmuilmu pengetahuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BALI RUSAK KARENA PARTAI?

Next Post

Sunyi yang Dilanggar Ponsel Kita

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Sunyi yang Dilanggar Ponsel Kita

Sunyi yang Dilanggar Ponsel Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co