2 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saraswati dan Cara Kita Menghargai Ilmu

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
April 4, 2026
in Esai
Tumpek Landep dan Ketajaman Pikiran

I Wayan Yudana

SETIAP enam bulan sekali, tepat pada Saniscara Umanis Watugunung, umat Hindu merayakan Hari Saraswati. Di sekolah-sekolah, dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, suasana menjadi berbeda. Buku-buku disusun rapi, pelinggih dihias, dan doa-doa dipanjatkan dengan khidmat. Namun, pertanyaannya sederhana: apakah Saraswati hanya berhenti pada ritual?

Bagi dunia pendidikan, Saraswati seharusnya tidak hanya menjadi perayaan seremonial. Ia adalah momen sakral untuk berhenti sejenak—merenung, menundukkan ego, dan membuka hati terhadap makna ilmu pengetahuan yang sesungguhnya. Sebab ilmu bukan sekadar angka di rapor, bukan hanya gelar yang disandang, dan bukan pula sekadar alat untuk mencari pekerjaan.

Ilmu adalah cahaya. Cahaya itu tidak akan pernah menyala jika hanya disimpan tanpa makna.

Hari Saraswati mengingatkan kita bahwa ilmu berasal dari Sang Hyang Aji Saraswati, sumber segala kaweruhan. Dalam kesadaran ini, belajar bukan lagi kewajiban, melainkan bentuk bhakti. Membaca bukan sekadar aktivitas, tetapi laku spiritual. Mengajar pun bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian.

Namun demikian, penting untuk disadari bahwa Saraswati bukan hanya milik siswa, mahasiswa, atau guru. Ia bukan sekadar Hari raya bagi dunia pendidikan. Saraswati adalah milik setiap insan yang hidup dengan kesadaran akan pentingnya ilmu.

Siapa pun kita—petani, pedagang, pekerja, pemimpin, atau anggota masyarakat—selama kita meyakini bahwa Saraswati adalah sumber cahaya pengetahuan, maka sejatinya kita juga memiliki kewajiban untuk merayakannya. Tidak harus selalu dalam bentuk upacara besar, tetapi setidaknya dalam diri—melalui kesadaran, sikap, dan cara kita menghargai ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Sampai saat ini, menariknya dalam tradisi Bali, perayaan Saraswati tidak hanya berlangsung di sekolah atau kampus. Ia juga masih hadir di griya, puri, jero, rumah tangga, bahkan di berbagai tempat lain yang menyimpan warisan ilmu pengetahuan. Setiap ruang yang memiliki koleksi pustaka—baik berupa buku, lontar, maupun peninggalan lain yang mengandung nilai pengetahuan—menjadi tempat suci untuk menghaturkan penghormatan.

Ini menegaskan satu hal penting bahwa ilmu tidak hanya hidup di ruang kelas, tetapi juga di rumah, di keluarga, di masyarakat dan dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah makna srada dan bhakti menemukan bentuknya yang paling sederhana, namun paling dalam.

Merayakan Saraswati dalam diri berarti: mau belajar dari pengalaman hidup dan mau mendengar sebelum merasa paling tahu. Selain itu, bermakna pula mau menggunakan pengetahuan untuk kebaikan, bukan untuk kesombongan.

Dalam konteks perlembangan zaman sekarang, pemaknaan ini menjadi semakin penting. Ijazah memang tetap diperlukan sebagai bentuk pengakuan formal, tetapi ia bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Dunia nyata menuntut lebih dari sekadar lembar kertas—ia membutuhkan kompetensi nyata, keterampilan hidup (soft skills), kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta karakter yang kuat.

Tidak sedikit orang yang memiliki ijazah tinggi, tetapi gagap menghadapi realitas. Sebaliknya, banyak pula yang mampu bertahan dan berkembang karena memiliki keterampilan, sikap, dan kemauan untuk terus belajar. Di sinilah letak pentingnya memahami hakikat menuntut ilmu.

Belajar bukan sekadar mengejar nilai, tetapi membangun kapasitas diri. Bukan hanya untuk lulus, tetapi untuk hidup. Bukan sekadar tahu, tetapi mampu menggunakan pengetahuan dengan bijak. Melalui momen Saraswati inilah waktu yang tepat untuk membuka kesadaran tersebut.

Selanjutnya, Saraswati seakan selalu mengingatkan kita,“Apa yang kau pelajari hari ini, apakah sudah membantumu menjadi manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan?”

Di tengah arus zaman yang serba cepat, makna itu sering terpinggirkan. Banyak yang belajar untuk lulus, bukan untuk memahami. Banyak yang bekerja tanpa terus belajar. Bahkan, tidak sedikit yang merasa cukup dengan tahu, tanpa pernah benar-benar mencari makna.

Di sinilah Saraswati menjadi “pengingat yang halus, tapi menampar.”

Ia bukan hanya tentang menghaturkan banten di depan buku, tetapi tentang bagaimana kita memperlakukan ilmu itu sendiri. Apakah kita menjadikannya sebagai jalan untuk memperbaiki diri? Atau hanya sebagai alat untuk meninggikan diri?

Bagi siswa, Saraswati adalah ajakan untuk belajar dengan hati, bukan sekadar menghafal.
Bagi guru, Saraswati adalah panggilan untuk mengajar dengan ketulusan, bukan sekadar menyelesaikan jam pelajaran. Bagi setiap insan, Saraswati adalah kesadaran bahwa belajar tidak pernah selesai—bahwa kehidupan itu sendiri adalah ruang belajar yang luas.

Barangkali, yang perlu kita lakukan di Hari Saraswati bukan hanya menghaturkan sesajen, tetapi juga “membersihkan” cara kita memandang ilmu. Mengembalikan kesadaran bahwa setiap pengetahuan yang kita peroleh adalah anugerah, bukan semata hasil usaha pribadi.

Sebab pada akhirnya, ilmu yang sejati bukan hanya yang membuat kita pintar berbicara, tetapi yang mampu menuntun kita untuk rendah hati. Mungkin, di situlah Saraswati benar-benar hidup—bukan di altar, bukan di buku, tetapi di dalam hati dan sikap kita sehari-hari. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hari Raya Saraswatihinduilmuilmu pengetahuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BALI RUSAK KARENA PARTAI?

Next Post

Sunyi yang Dilanggar Ponsel Kita

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails

Memang Pasar Malam

by Angga Wijaya
May 30, 2026
0
Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

Read moreDetails
Next Post
Sunyi yang Dilanggar Ponsel Kita

Sunyi yang Dilanggar Ponsel Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati
Khas

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

by Emi Suy
June 1, 2026
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif
Esai

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara
Budaya

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

by Satria Aditya
May 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co