10 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

BALI RUSAK KARENA PARTAI?

Sugi Lanus by Sugi Lanus
April 4, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 3 April 2026

Bali memiliki sejarah panjang yang kelam akibat kontestasi partai. Dari pemilu pertama tahun 1955, banjir berdarah 1965, sampai era reformasi, Bali tak pernah lepas dari cengkeraman kepentingan partai, menjadikan tanah Bali sebagai korban ambisi kekuasaan dan investasi.

Sejak fajar kemerdekaan, Bali telah menjadi arena kontestasi yang intens. Pada Pemilu 1955, Bali menunjukkan pluralisme politik yang nyata dengan kemenangan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dominan, disusul oleh kekuatan partai lain seperti PSI dan PKI.

Indahnya multipartai ini berakhir tragis ketika gesekan ideologi memicu Tragedi Bali Berdarah 1965, yang mengubah wajah politik Bali menjadi monolitik di bawah tekanan Orde Baru lewat dominasi Golkar. 

Pasca-tumbangnya Soeharto, era Reformasi membawa harapan baru namun juga luka fisik dan trauma dari peristiwa amuk ”Bali Bakar Bali” ketika Megawati tidak terpilih sebagai presiden pada Sidang Umum MPR, Oktober 1999.

Memasuki dekade ketiga Reformasi, Bali terjebak dalam ”monoloyalitas” baru. Meskipun sistem nasional menganut multipartai, secara de facto Bali menjadi benteng kokoh satu warna yang menguasai hampir seluruh lini kebijakan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Awal Kemerdekaan dan Tragedi Berdarah 1965

Dari awal kemerdekaan Bali menjadi panggung multipartai yang problematik dan berubah menjadi “perang saudara”. Konflik ideologi, terutama antara pendukung PNI (Partai Nasional Indonesia) dan simpatisan PKI (Partai Komunis Indonesia), meruncing. Puncaknya adalah tragedi berdarah 1965-1966.

Bali menjadi salah satu lokasi pembantaian massal terbesar di Indonesia. Diperkirakan puluhan ribu (bahkan ada dugaan seratusan ribu) orang Bali yang dituduh komunis dibantai. Peristiwa ini menciptakan trauma mendalam dan mengubah karakteristik masyarakat Bali yang semula kritis menjadi tertutup dan ketakutan.

Era Orde Baru: Sapi Perah dan Kronisme

Jatuhnya Sukarno membawa Bali ke dalam pelukan Orde Baru dengan Golkar sebagai partai penguasa tunggal. Tekanan pusat sangat kuat untuk menguasai Bali. Selama lebih dari 30 tahun, Bali “dijinakkan” dan diubah menjadi “sapi perah” pariwisata.

Pembangunan infrastruktur dan perhotelan mewah didominasi oleh kroni Soeharto dan anak-anaknya. Reklamasi Pulau Serangan adalah peninggalan ambisi-beringas kronis Soeharto. Lahan-lahan produktif diubah menjadi kawasan wisata eksklusif, yang menguntungkan modal besar namun kerap mengabaikan kearifan lokal. Bali menjadi mesin uang, namun masyarakat lokal seringkali hanya menjadi penonton atau pekerja kelas bawah, hingga akhirnya tumbang oleh gerakan reformasi 1998.

Reformasi, ‘Bali Bakar Bali’, dan Dominasi PDIP

Tahun 1999 menjadi titik balik mengejutkan. Ketika Megawati Soekarnoputri (PDIP) kalah dalam pemilihan presiden oleh Gus Dur di Sidang Umum MPR, pendukung PDIP di Bali mengamuk. Peristiwa “Bali Bakar Bali” terjadi, di mana pembakaran dan unjuk rasa terjadi di berbagai titik, terutama di Buleleng, Badung, dan Denpasar. Bali membara karena kekecewaan politik.

Pasca kerusuhan tersebut, PDIP menguasai Bali secara total. PDIP memenangkan hampir setiap pemilu, bupati, dan gubernur berturut-turut.

Apakah Bali serta merta menjadi lebih baik?

Dominasi PDIP selama lebih dari dua dekade ini menyisakan rapor merah di tengah narasi pembangunan:
▪ Konversi Lahan: Masalah konversi lahan produktif dan kawasan suci menjadi perumahan dan vila-vila mewah terus berlanjut.
▪ Isu Lingkungan: Masalah sampah, krisis air, dan kerusakan lingkungan akibat pariwisata massal yang tak terkendali di bawah izin pemerintahan daerah (PDIP) semakin akut.
▪ Ketimpangan: Meski ekonomi pariwisata tumbuh, ketimpangan antara Bali Selatan dan Utara-Timur masih terjadi, serta alih fungsi lahan yang mengancam subak (sistem irigasi tradisional).

Mampukah Partai Memperbaiki Bali?

Jika tolak ukurnya adalah kemenangan politik, Golkar pernah 30an tahun berkuasa total, dan sejak tahun 1999 PDIP terus jawara di Bali .

Namun, jika tolak ukurnya adalah pelestarian alam, budaya, dan kesejahteraan yang merata, dominasi kepartaian—baik era Orba maupun Reformasi—menunjukkan bahwa Bali seringkali dikorbankan demi investasi dan kekuasaan.

Apakah Bali akan lebih baik ke depan?

Jawabannya kompleks. Kalaupun ada beberapa infrastruktur fisik kelihatannya membaik, seperti jalan raya dan rumah sakit, namun ekologi dan budaya Bali justru mengalami tekanan terberat sepanjang sejarah.

Partai politik, terlepas dari warnanya, dalam sejarah politik Bali umumnya menjadikan Bali hanya sebagai aset, bukan subjek yang harus dilindungi. Narasi kekuasaan politik yang silih berganti pada ujungnya menjadikan Bali hanya sebagai “aset” yang dieksploitasi, bukan sebagai “subjek” yang harus dilindungi kelestarian alam dan budayanya.

Belajar dari sejarah dan realitas lapangan, di mana Pulau Serangan direklamasi, sawah-sawah produktif diberi ijin untuk dikonversi menjadi villa, hutan mangrove dicaplok investor, sudah saatnya masyarakat Bali berhenti bersandar pada partai politik untuk perubahan yang substansial.

Bali mesti mandiri, berdiri di atas kakinya sendiri. Kekuatan sesungguhnya untuk menyelamatkan Bali bukan pada wakil-wakil partai, melainkan pada kekuatan kultural yang berakar pada sistem banjar dan tradisi gotong royong (ngayah) yang lintas partai dan melampaui kepentingan politik formal.

Jika masyarakat Bali mau berbenah: Jangan mau dijebak dalam “monoloyalitas” partai. [T]

Tags: baliOrde BaruPartai PolitikPolitikReformasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lolot Band Rilis ‘Tajir Melintir’: Album ke-11 yang Ringkas dan Mengena

Next Post

Saraswati dan Cara Kita Menghargai Ilmu

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails

Terbang di Atas Sepi

by Angga Wijaya
May 8, 2026
0
Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

Read moreDetails

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
0
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua...

Read moreDetails

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

by Agung Sudarsa
May 8, 2026
0
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Jejak Kehidupan Tiga Ilmuwan Penjaga Sistem Imun Dunia ilmu pengetahuan sering melahirkan tokoh-tokoh besar yang bekerja dalam kesunyian laboratorium, jauh...

Read moreDetails

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

by Asep Kurnia
May 7, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

Read moreDetails

Tengah Malam Rokok Habis                           

by Angga Wijaya
May 7, 2026
0
Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

Read moreDetails

KENAPA MASYARAKAT BALI MENSAKRALKAN MANGROVE (Prapat/Pedada/Pidada)?

by Sugi Lanus
May 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Mengenang Kembali Pohon Pesisir yang Dimuliakan Danghyang Nirartha Oleh: Sugi Lanus Di sepanjang garis pantai pulau Serangan dan pantai-pantai...

Read moreDetails

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

by Nur Kamilia
May 5, 2026
0
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

Read moreDetails
Next Post
Tumpek Landep dan Ketajaman Pikiran

Saraswati dan Cara Kita Menghargai Ilmu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna
Esai

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
Puting Beliung | Cerpen Supartika
Cerpen

Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

by I Putu Supartika
May 9, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

by Sugi Lanus
May 9, 2026
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot
Esai

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
Terbang di Atas Sepi
Esai

Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

by Angga Wijaya
May 8, 2026
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single
Pop

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama
Esai

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua...

by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan
Esai

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Jejak Kehidupan Tiga Ilmuwan Penjaga Sistem Imun Dunia ilmu pengetahuan sering melahirkan tokoh-tokoh besar yang bekerja dalam kesunyian laboratorium, jauh...

by Agung Sudarsa
May 8, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

by Asep Kurnia
May 7, 2026
Tengah Malam Rokok Habis                           
Esai

Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

by Angga Wijaya
May 7, 2026
Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar
Pendidikan

Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) Kelompok VI Tahun 2026 sukses menyelenggarakan serangkaian program...

by Dede Putra Wiguna
May 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co