4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

Putu Ayu Arundhati Gitanjali by Putu Ayu Arundhati Gitanjali
March 12, 2026
in Esai
Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

Planet Merkurius, sumber: Canva

Tangkapan layar WhatsApp, sumber: dokumentasi penulis

MALAM itu, muncul notifikasi di layar ponsel saya. Pesan WhatsApp dari seorang teman.

“Kok masalah datang keroyokan ya?”

Beberapa detik kemudian ia mengirim pesan lagi.

“Mercuri ya… sampai kapan?”

Saya hampir tertawa saat membacanya. Bukan karena menganggap remeh masalah yang sedang ia hadapi, tetapi karena beberapa minggu terakhir istilah Mercury in Retrograde rasanya saya jumpai di mana-mana.

Beberapa hari sebelumnya, seorang teman lain mengirim tangkapan layar lewat direct message Instagram. Isinya adalah sebuah tweet dari akun astrologi di platform X yang mencoba mengaitkan konflik Israel dan Iran dengan posisi planet-planet.

Tangkapan layar DM Instagram, sumber: dokumentasi penulis

“I know it probably cocoklogi but bro…,” tulisnya.

Saya sendiri tidak pernah benar-benar percaya astrologi, saya menganggapnya sebagai hiburan. Tapi anehnya, selama periode Mercury in Retrograde pertama tahun 2026 ini, saya juga merasa hidup terasa sedikit kacau. Miskomunikasi dengan orang lain, sulit memahami sebuah pesan darri teman, sinyal internet tiba-tiba bermasalah, hingga kegiatan yang meleset dari rencana awal.

Apakah itu semua kebetulan? Atau memang mercury in retrograde ini benar adanya? Tanya saya dalam hati.

Percakapan dengan teman-teman, ditambah berbagai postingan yang terus muncul di beranda media sosial, membuat saya penasaran. Mengapa begitu banyak orang dengan mudah mengaitkan masalah yang dijumpai sehari-hari, dari hal sepele sampai peristiwa global, dengan satu fenomena astrologi bernama Mercury in Retrograde?

Apa sebenarnya Mercury in Retrograde?

Secara astronomi, mercury in retrograde atau merkurius bergerak mundur adalah fenomena optik. Planet Merkurius sebenarnya tidak mundur. Yang terjadi adalah ilusi dari perspektif pengamat di Bumi.

Merkurius mengorbit Matahari jauh lebih cepat daripada Bumi. Ketika kedua planet berada pada posisi tertentu dalam orbitnya, pergerakan Merkurius tampak melambat, berhenti, lalu bergerak ke arah berlawanan jika dilihat dari Bumi.

Peristiwa ini terjadi sekitar tiga hingga empat kali dalam setahun dan biasanya berlangsung selama tiga minggu. Seperti yang dilansir dari situs Almanac.com, pada tahun 2026, periode tersebut jatuh pada:

  • 26 Februari – 20 Maret
  • 29 Juni – 23 Juli
  • 24 Oktober – 13 November

Dalam sains, fenomena ini tidak memiliki pengaruh terhadap kehidupan manusia. Sejauh ini tidak ada bukti mutlak bahwa posisi Merkurius dapat mengacaukan komunikasi, merusak teknologi, atau memicu konflik.

Namun dalam astrologi, penjelasannya sedikit berbeda.

Astrologi mengaitkan Planet Merkurius dengan komunikasi, perjalanan, informasi, dan teknologi. Ketika planet ini memasuki fase retrograde (mundur), astrolog percaya bahwa area-area tersebut menjadi rentan “mundur” juga, rentan terhadap gangguan. Kesalahpahaman meningkat, perubahan rencana tiba-tiba, benda elektronik bermasalah, dan orang-orang cenderung merasa lebih emosional saat berkomunikasi.

Narasi inilah yang membuat banyak orang mulai menghubungkan berbagai kejadian sehari-hari dengan Mercury in Retrograde.

Mengapa orang masih memercayainya?

Ketertarikan manusia terhadap astrologi sebenarnya bukan hal baru. Dalam jurnal berjudul Astroscience: A Tool for Prediction vs. Introspection, Dr. Shipra Saxena (2024) menjelaskan bahwa astrologi sejak lama digunakan manusia sebagai alat untuk memprediksi peristiwa sekaligus sebagai sarana refleksi diri.

Menurut Campion (2012) dalam jurnal tersebut,  praktik astrologi sudah ada sejak peradaban Babilonia, Mesir, dan Yunani kuno. Pada masa itu, posisi benda langit sering digunakan untuk meramalkan musim panen, bencana alam, bahkan nasib para raja. Seiring waktu, astrologi berkembang menjadi sistem yang juga digunakan untuk memahami kepribadian dan pengalaman hidup seseorang.

Meski begitu, penelitian tersebut juga menekankan bahwa bukti ilmiah yang mendukung kemampuan astrologi dalam memprediksi kejadian secara konsisten masih sangat terbatas.

Adapun penelitian yang dilakukan Shubo Kou dan Xiyuan Ma (2023), mereka menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap mercury retrograde dapat memengaruhi perekonomian. Studi tersebut menunjukkan bahwa harga saham di pasar Tiongkok cenderung mengalami penurunan selama periode mercury retrograde dan kembali naik setelah periode tersebut berakhir.

Menurut Kou dan Ma, fenomena ini berkaitan dengan psikologi takhayul yang memengaruhi suasana hati dan persepsi risiko para investor. Banyak orang memaknai mercury retrograde sebagai periode ketika berbagai hal cenderung berjalan tidak sesuai rencana. Keyakinan itu pun yang kemudian memengaruhi cara mereka mengambil keputusan.

Dalam psikologi, ada konsep confirmation bias. Manusia cenderung lebih mudah mengingat kejadian yang mendukung keyakinannya dan mengabaikan pengalaman yang tidak sesuai.

Jika seseorang percaya mercury retrograde menyebabkan miskomunikasi, ia mungkin akan lebih mengingat setiap kejadian miskomunikasi selama periode tersebut. Ketika komunikasi berjalan lancar, hal itu cenderung diabaikan.

Di era media sosial, pola ini menjadi semakin kuat. Meme, thread di platform X, hingga video TikTok terus mengulang narasi yang sama tentang mercury in retrograde. Lama-kelamaan, fenomena ini berubah menjadi semacam bahasa bersama di internet untuk membicarakan hari yang terasa kacau.

Hingga saat ini mungkin orang-orang mengaitkan fenomena Mercury in Retrograde ada pengaruhnya terhadap dinamika kehidupan manusia, cenderung tidak megetahui penjelasan astronominya. Ketika masalah datang bertubi-tubi, dari hal yang besar seperti ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran hingga pertengkaran sepele dengan teman, menyalahkan posisi Merkurius terasa lebih mudah dibanding menerima bahwa hidup memang kadang berjalan tidak sesuai rencana, bisa datang kapan saja. Tanpa pengaruh pergerakan planet.

Ada perasaan yang menghibur ketika berkata, “Oh, lagi mercury in retrograde.”

Dengan melontarkan istilah itu kita merasakan ketenangan atau alasan atas terjadinya suatu kegagalan, membuat kita yakin ada sesuatu di luar diri kita-lah yang menjadi faktor kegagalan tersebut.

Bagi sebagian orang, astrologi mungkin sekadar hiburan. Bagi yang lain, ia menjadi cara untuk memahami kehidupan. Tidak ada salahnya kok, selama tidak dijadikan satu-satunya pedoman untuk menjalani hidup ini. [T]

Sumber:

Casad, B. J., & Britannica Editors. (2026, February 19). Confirmation bias. Britannica. https://www.britannica.com/science/confirmation-bias

Crockford, S. (2018). A mercury retrograde kind of day: Exploring astrology in contemporary new age spirituality and american social life. Correspondences, 6(1).

Longacre, C. (2026, March 10). Mercury retrograde dates. The Old Farmer’s Almanac. https://www.almanac.com/content/mercury-retrograde-dates

Ma, X., & Kou, S. (2023). Mercury, mood, and mispricing: A natural experiment in the chinese stock market. Available at SSRN 4455435.

Shipra Saxena, D. (2024). Astroscience: A Tool for Prediction Vs. Introspection: A Critical Analysis. International Journal For Multidisciplinary Research. https://doi.org/10.36948/ijfmr.2024.v06i04.26856

Penulis: Putu Ayu Arundhati Gitanjali
Editor: Adnyana Ole

Tags: Instagrammedia sosialMercury
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

Next Post

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Putu Ayu Arundhati Gitanjali

Putu Ayu Arundhati Gitanjali

Mahasiswa Ilmu Komunikasi President University, Head of Local Project Department (Kepala Departemen Local Project) AIESEC (Association internationale des étudiants en sciences économiques et commerciales) in President University

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral 'Victim Blaming' di Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co