15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

Putu Ayu Arundhati Gitanjali by Putu Ayu Arundhati Gitanjali
March 12, 2026
in Esai
Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

Planet Merkurius, sumber: Canva

Tangkapan layar WhatsApp, sumber: dokumentasi penulis

MALAM itu, muncul notifikasi di layar ponsel saya. Pesan WhatsApp dari seorang teman.

“Kok masalah datang keroyokan ya?”

Beberapa detik kemudian ia mengirim pesan lagi.

“Mercuri ya… sampai kapan?”

Saya hampir tertawa saat membacanya. Bukan karena menganggap remeh masalah yang sedang ia hadapi, tetapi karena beberapa minggu terakhir istilah Mercury in Retrograde rasanya saya jumpai di mana-mana.

Beberapa hari sebelumnya, seorang teman lain mengirim tangkapan layar lewat direct message Instagram. Isinya adalah sebuah tweet dari akun astrologi di platform X yang mencoba mengaitkan konflik Israel dan Iran dengan posisi planet-planet.

Tangkapan layar DM Instagram, sumber: dokumentasi penulis

“I know it probably cocoklogi but bro…,” tulisnya.

Saya sendiri tidak pernah benar-benar percaya astrologi, saya menganggapnya sebagai hiburan. Tapi anehnya, selama periode Mercury in Retrograde pertama tahun 2026 ini, saya juga merasa hidup terasa sedikit kacau. Miskomunikasi dengan orang lain, sulit memahami sebuah pesan darri teman, sinyal internet tiba-tiba bermasalah, hingga kegiatan yang meleset dari rencana awal.

Apakah itu semua kebetulan? Atau memang mercury in retrograde ini benar adanya? Tanya saya dalam hati.

Percakapan dengan teman-teman, ditambah berbagai postingan yang terus muncul di beranda media sosial, membuat saya penasaran. Mengapa begitu banyak orang dengan mudah mengaitkan masalah yang dijumpai sehari-hari, dari hal sepele sampai peristiwa global, dengan satu fenomena astrologi bernama Mercury in Retrograde?

Apa sebenarnya Mercury in Retrograde?

Secara astronomi, mercury in retrograde atau merkurius bergerak mundur adalah fenomena optik. Planet Merkurius sebenarnya tidak mundur. Yang terjadi adalah ilusi dari perspektif pengamat di Bumi.

Merkurius mengorbit Matahari jauh lebih cepat daripada Bumi. Ketika kedua planet berada pada posisi tertentu dalam orbitnya, pergerakan Merkurius tampak melambat, berhenti, lalu bergerak ke arah berlawanan jika dilihat dari Bumi.

Peristiwa ini terjadi sekitar tiga hingga empat kali dalam setahun dan biasanya berlangsung selama tiga minggu. Seperti yang dilansir dari situs Almanac.com, pada tahun 2026, periode tersebut jatuh pada:

  • 26 Februari – 20 Maret
  • 29 Juni – 23 Juli
  • 24 Oktober – 13 November

Dalam sains, fenomena ini tidak memiliki pengaruh terhadap kehidupan manusia. Sejauh ini tidak ada bukti mutlak bahwa posisi Merkurius dapat mengacaukan komunikasi, merusak teknologi, atau memicu konflik.

Namun dalam astrologi, penjelasannya sedikit berbeda.

Astrologi mengaitkan Planet Merkurius dengan komunikasi, perjalanan, informasi, dan teknologi. Ketika planet ini memasuki fase retrograde (mundur), astrolog percaya bahwa area-area tersebut menjadi rentan “mundur” juga, rentan terhadap gangguan. Kesalahpahaman meningkat, perubahan rencana tiba-tiba, benda elektronik bermasalah, dan orang-orang cenderung merasa lebih emosional saat berkomunikasi.

Narasi inilah yang membuat banyak orang mulai menghubungkan berbagai kejadian sehari-hari dengan Mercury in Retrograde.

Mengapa orang masih memercayainya?

Ketertarikan manusia terhadap astrologi sebenarnya bukan hal baru. Dalam jurnal berjudul Astroscience: A Tool for Prediction vs. Introspection, Dr. Shipra Saxena (2024) menjelaskan bahwa astrologi sejak lama digunakan manusia sebagai alat untuk memprediksi peristiwa sekaligus sebagai sarana refleksi diri.

Menurut Campion (2012) dalam jurnal tersebut,  praktik astrologi sudah ada sejak peradaban Babilonia, Mesir, dan Yunani kuno. Pada masa itu, posisi benda langit sering digunakan untuk meramalkan musim panen, bencana alam, bahkan nasib para raja. Seiring waktu, astrologi berkembang menjadi sistem yang juga digunakan untuk memahami kepribadian dan pengalaman hidup seseorang.

Meski begitu, penelitian tersebut juga menekankan bahwa bukti ilmiah yang mendukung kemampuan astrologi dalam memprediksi kejadian secara konsisten masih sangat terbatas.

Adapun penelitian yang dilakukan Shubo Kou dan Xiyuan Ma (2023), mereka menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap mercury retrograde dapat memengaruhi perekonomian. Studi tersebut menunjukkan bahwa harga saham di pasar Tiongkok cenderung mengalami penurunan selama periode mercury retrograde dan kembali naik setelah periode tersebut berakhir.

Menurut Kou dan Ma, fenomena ini berkaitan dengan psikologi takhayul yang memengaruhi suasana hati dan persepsi risiko para investor. Banyak orang memaknai mercury retrograde sebagai periode ketika berbagai hal cenderung berjalan tidak sesuai rencana. Keyakinan itu pun yang kemudian memengaruhi cara mereka mengambil keputusan.

Dalam psikologi, ada konsep confirmation bias. Manusia cenderung lebih mudah mengingat kejadian yang mendukung keyakinannya dan mengabaikan pengalaman yang tidak sesuai.

Jika seseorang percaya mercury retrograde menyebabkan miskomunikasi, ia mungkin akan lebih mengingat setiap kejadian miskomunikasi selama periode tersebut. Ketika komunikasi berjalan lancar, hal itu cenderung diabaikan.

Di era media sosial, pola ini menjadi semakin kuat. Meme, thread di platform X, hingga video TikTok terus mengulang narasi yang sama tentang mercury in retrograde. Lama-kelamaan, fenomena ini berubah menjadi semacam bahasa bersama di internet untuk membicarakan hari yang terasa kacau.

Hingga saat ini mungkin orang-orang mengaitkan fenomena Mercury in Retrograde ada pengaruhnya terhadap dinamika kehidupan manusia, cenderung tidak megetahui penjelasan astronominya. Ketika masalah datang bertubi-tubi, dari hal yang besar seperti ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran hingga pertengkaran sepele dengan teman, menyalahkan posisi Merkurius terasa lebih mudah dibanding menerima bahwa hidup memang kadang berjalan tidak sesuai rencana, bisa datang kapan saja. Tanpa pengaruh pergerakan planet.

Ada perasaan yang menghibur ketika berkata, “Oh, lagi mercury in retrograde.”

Dengan melontarkan istilah itu kita merasakan ketenangan atau alasan atas terjadinya suatu kegagalan, membuat kita yakin ada sesuatu di luar diri kita-lah yang menjadi faktor kegagalan tersebut.

Bagi sebagian orang, astrologi mungkin sekadar hiburan. Bagi yang lain, ia menjadi cara untuk memahami kehidupan. Tidak ada salahnya kok, selama tidak dijadikan satu-satunya pedoman untuk menjalani hidup ini. [T]

Sumber:

Casad, B. J., & Britannica Editors. (2026, February 19). Confirmation bias. Britannica. https://www.britannica.com/science/confirmation-bias

Crockford, S. (2018). A mercury retrograde kind of day: Exploring astrology in contemporary new age spirituality and american social life. Correspondences, 6(1).

Longacre, C. (2026, March 10). Mercury retrograde dates. The Old Farmer’s Almanac. https://www.almanac.com/content/mercury-retrograde-dates

Ma, X., & Kou, S. (2023). Mercury, mood, and mispricing: A natural experiment in the chinese stock market. Available at SSRN 4455435.

Shipra Saxena, D. (2024). Astroscience: A Tool for Prediction Vs. Introspection: A Critical Analysis. International Journal For Multidisciplinary Research. https://doi.org/10.36948/ijfmr.2024.v06i04.26856

Penulis: Putu Ayu Arundhati Gitanjali
Editor: Adnyana Ole

Tags: Instagrammedia sosialMercury
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

Next Post

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Putu Ayu Arundhati Gitanjali

Putu Ayu Arundhati Gitanjali

Mahasiswa Ilmu Komunikasi President University, Head of Local Project Department (Kepala Departemen Local Project) AIESEC (Association internationale des étudiants en sciences économiques et commerciales) in President University

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral 'Victim Blaming' di Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co