24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

Putu Ayu Arundhati Gitanjali by Putu Ayu Arundhati Gitanjali
March 12, 2026
in Esai
Harimu Terasa Kacau? Mungkin Karena Lagi ‘Mercury in Retrograde’

Planet Merkurius, sumber: Canva

Tangkapan layar WhatsApp, sumber: dokumentasi penulis

MALAM itu, muncul notifikasi di layar ponsel saya. Pesan WhatsApp dari seorang teman.

“Kok masalah datang keroyokan ya?”

Beberapa detik kemudian ia mengirim pesan lagi.

“Mercuri ya… sampai kapan?”

Saya hampir tertawa saat membacanya. Bukan karena menganggap remeh masalah yang sedang ia hadapi, tetapi karena beberapa minggu terakhir istilah Mercury in Retrograde rasanya saya jumpai di mana-mana.

Beberapa hari sebelumnya, seorang teman lain mengirim tangkapan layar lewat direct message Instagram. Isinya adalah sebuah tweet dari akun astrologi di platform X yang mencoba mengaitkan konflik Israel dan Iran dengan posisi planet-planet.

Tangkapan layar DM Instagram, sumber: dokumentasi penulis

“I know it probably cocoklogi but bro…,” tulisnya.

Saya sendiri tidak pernah benar-benar percaya astrologi, saya menganggapnya sebagai hiburan. Tapi anehnya, selama periode Mercury in Retrograde pertama tahun 2026 ini, saya juga merasa hidup terasa sedikit kacau. Miskomunikasi dengan orang lain, sulit memahami sebuah pesan darri teman, sinyal internet tiba-tiba bermasalah, hingga kegiatan yang meleset dari rencana awal.

Apakah itu semua kebetulan? Atau memang mercury in retrograde ini benar adanya? Tanya saya dalam hati.

Percakapan dengan teman-teman, ditambah berbagai postingan yang terus muncul di beranda media sosial, membuat saya penasaran. Mengapa begitu banyak orang dengan mudah mengaitkan masalah yang dijumpai sehari-hari, dari hal sepele sampai peristiwa global, dengan satu fenomena astrologi bernama Mercury in Retrograde?

Apa sebenarnya Mercury in Retrograde?

Secara astronomi, mercury in retrograde atau merkurius bergerak mundur adalah fenomena optik. Planet Merkurius sebenarnya tidak mundur. Yang terjadi adalah ilusi dari perspektif pengamat di Bumi.

Merkurius mengorbit Matahari jauh lebih cepat daripada Bumi. Ketika kedua planet berada pada posisi tertentu dalam orbitnya, pergerakan Merkurius tampak melambat, berhenti, lalu bergerak ke arah berlawanan jika dilihat dari Bumi.

Peristiwa ini terjadi sekitar tiga hingga empat kali dalam setahun dan biasanya berlangsung selama tiga minggu. Seperti yang dilansir dari situs Almanac.com, pada tahun 2026, periode tersebut jatuh pada:

  • 26 Februari – 20 Maret
  • 29 Juni – 23 Juli
  • 24 Oktober – 13 November

Dalam sains, fenomena ini tidak memiliki pengaruh terhadap kehidupan manusia. Sejauh ini tidak ada bukti mutlak bahwa posisi Merkurius dapat mengacaukan komunikasi, merusak teknologi, atau memicu konflik.

Namun dalam astrologi, penjelasannya sedikit berbeda.

Astrologi mengaitkan Planet Merkurius dengan komunikasi, perjalanan, informasi, dan teknologi. Ketika planet ini memasuki fase retrograde (mundur), astrolog percaya bahwa area-area tersebut menjadi rentan “mundur” juga, rentan terhadap gangguan. Kesalahpahaman meningkat, perubahan rencana tiba-tiba, benda elektronik bermasalah, dan orang-orang cenderung merasa lebih emosional saat berkomunikasi.

Narasi inilah yang membuat banyak orang mulai menghubungkan berbagai kejadian sehari-hari dengan Mercury in Retrograde.

Mengapa orang masih memercayainya?

Ketertarikan manusia terhadap astrologi sebenarnya bukan hal baru. Dalam jurnal berjudul Astroscience: A Tool for Prediction vs. Introspection, Dr. Shipra Saxena (2024) menjelaskan bahwa astrologi sejak lama digunakan manusia sebagai alat untuk memprediksi peristiwa sekaligus sebagai sarana refleksi diri.

Menurut Campion (2012) dalam jurnal tersebut,  praktik astrologi sudah ada sejak peradaban Babilonia, Mesir, dan Yunani kuno. Pada masa itu, posisi benda langit sering digunakan untuk meramalkan musim panen, bencana alam, bahkan nasib para raja. Seiring waktu, astrologi berkembang menjadi sistem yang juga digunakan untuk memahami kepribadian dan pengalaman hidup seseorang.

Meski begitu, penelitian tersebut juga menekankan bahwa bukti ilmiah yang mendukung kemampuan astrologi dalam memprediksi kejadian secara konsisten masih sangat terbatas.

Adapun penelitian yang dilakukan Shubo Kou dan Xiyuan Ma (2023), mereka menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap mercury retrograde dapat memengaruhi perekonomian. Studi tersebut menunjukkan bahwa harga saham di pasar Tiongkok cenderung mengalami penurunan selama periode mercury retrograde dan kembali naik setelah periode tersebut berakhir.

Menurut Kou dan Ma, fenomena ini berkaitan dengan psikologi takhayul yang memengaruhi suasana hati dan persepsi risiko para investor. Banyak orang memaknai mercury retrograde sebagai periode ketika berbagai hal cenderung berjalan tidak sesuai rencana. Keyakinan itu pun yang kemudian memengaruhi cara mereka mengambil keputusan.

Dalam psikologi, ada konsep confirmation bias. Manusia cenderung lebih mudah mengingat kejadian yang mendukung keyakinannya dan mengabaikan pengalaman yang tidak sesuai.

Jika seseorang percaya mercury retrograde menyebabkan miskomunikasi, ia mungkin akan lebih mengingat setiap kejadian miskomunikasi selama periode tersebut. Ketika komunikasi berjalan lancar, hal itu cenderung diabaikan.

Di era media sosial, pola ini menjadi semakin kuat. Meme, thread di platform X, hingga video TikTok terus mengulang narasi yang sama tentang mercury in retrograde. Lama-kelamaan, fenomena ini berubah menjadi semacam bahasa bersama di internet untuk membicarakan hari yang terasa kacau.

Hingga saat ini mungkin orang-orang mengaitkan fenomena Mercury in Retrograde ada pengaruhnya terhadap dinamika kehidupan manusia, cenderung tidak megetahui penjelasan astronominya. Ketika masalah datang bertubi-tubi, dari hal yang besar seperti ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran hingga pertengkaran sepele dengan teman, menyalahkan posisi Merkurius terasa lebih mudah dibanding menerima bahwa hidup memang kadang berjalan tidak sesuai rencana, bisa datang kapan saja. Tanpa pengaruh pergerakan planet.

Ada perasaan yang menghibur ketika berkata, “Oh, lagi mercury in retrograde.”

Dengan melontarkan istilah itu kita merasakan ketenangan atau alasan atas terjadinya suatu kegagalan, membuat kita yakin ada sesuatu di luar diri kita-lah yang menjadi faktor kegagalan tersebut.

Bagi sebagian orang, astrologi mungkin sekadar hiburan. Bagi yang lain, ia menjadi cara untuk memahami kehidupan. Tidak ada salahnya kok, selama tidak dijadikan satu-satunya pedoman untuk menjalani hidup ini. [T]

Sumber:

Casad, B. J., & Britannica Editors. (2026, February 19). Confirmation bias. Britannica. https://www.britannica.com/science/confirmation-bias

Crockford, S. (2018). A mercury retrograde kind of day: Exploring astrology in contemporary new age spirituality and american social life. Correspondences, 6(1).

Longacre, C. (2026, March 10). Mercury retrograde dates. The Old Farmer’s Almanac. https://www.almanac.com/content/mercury-retrograde-dates

Ma, X., & Kou, S. (2023). Mercury, mood, and mispricing: A natural experiment in the chinese stock market. Available at SSRN 4455435.

Shipra Saxena, D. (2024). Astroscience: A Tool for Prediction Vs. Introspection: A Critical Analysis. International Journal For Multidisciplinary Research. https://doi.org/10.36948/ijfmr.2024.v06i04.26856

Penulis: Putu Ayu Arundhati Gitanjali
Editor: Adnyana Ole

Tags: Instagrammedia sosialMercury
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

‘Langkah Kita’, Langkah Awal ‘Vertical Limit’ Menembus Batas

Next Post

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Putu Ayu Arundhati Gitanjali

Putu Ayu Arundhati Gitanjali

Mahasiswa Ilmu Komunikasi President University, Head of Local Project Department (Kepala Departemen Local Project) AIESEC (Association internationale des étudiants en sciences économiques et commerciales) in President University

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral ‘Victim Blaming’ di Indonesia

Korban Dipermalukan, Pelaku Dilupakan: Kebusukan Moral 'Victim Blaming' di Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co