13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senjakala Hierarki Informasi: Ketika Media Sosial Melumat Segalanya

I Gede Joni Suhartawan by I Gede Joni Suhartawan
January 14, 2026
in Esai
Senjakala Hierarki Informasi: Ketika Media Sosial Melumat Segalanya

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

DUNIA informasi kita hari ini tidak lagi sekadar berputar; ia sedang mengalami disrupsi yang bersifat kanibalistik. Belum genap luka menganga di tubuh media cetak akibat hantaman media online, kini keduanya justru sedang berada di ruang gawat darurat yang sama. Mereka sedang dilumat oleh kekuatan baru yang lebih masif, lebih intim, sekaligus lebih beringas: Media Sosial.

Jika dulu media online bangga karena berhasil melibas media konvensional dengan kecepatan (speed), kini mereka terkapar karena media sosial menawarkan sesuatu yang tidak mereka miliki—yaitu eksistensi yang egaliter dan algoritma yang mendikte kesadaran.

Kanibalisme Digital: Dari Kertas ke Klik, dari Klik ke Scroll

Dua dekade lalu, kita menyaksikan “pembantaian” pertama. Media cetak yang berbasis kertas—koran, majalah, tabloid—tumbang satu per satu. Musuhnya adalah portal berita digital. Logikanya sederhana: mengapa harus menunggu besok pagi untuk membaca berita yang sudah terjadi pagi ini? Media online menawarkan efisiensi. Namun, media online sebenarnya masih membawa “gen” yang sama dengan media konvensional, yaitu kurasi redaksional.

Peta peperangan berubah total ketika platform bernama Facebook, X, TikTok, dan Instagram mengambil alih panggung. Media sosial tidak sekadar menjadi saluran distribusi; ia menjadi ekosistem. Kini, media sosial secara de facto telah menggantikan media massa dalam tiga fungsi fundamental: sebagai sumber berita utama, penentu agenda (agenda setting), dan penyedot kue iklan paling rakus.

Media sosial menang karena ia menghapus jarak antara subjek dan objek. Dalam media online, pembaca masih menjadi konsumen. Dalam media sosial, setiap orang adalah produser, editor, sekaligus distributor. Di sinilah letak ironinya: media online yang dulu dianggap praktis, kini dianggap “berisik” karena penuh dengan iklan pop-up yang mengganggu, sementara media sosial menawarkan pengalaman mengonsumsi konten yang mulus (seamless) dan terpersonalisasi.

Publisher Rights: Keadilan atau Sekadar “Uang Damai”?

Di tengah hegemoni algoritma ini, lahirnya regulasi Publisher Rights (Perpres Nomor 32 Tahun 2024) di Indonesia seharusnya menjadi oase. Namun, kebijakan ini tidak boleh hanya dipandang sebagai urusan bagi hasil recehan. Ia adalah pertaruhan kedaulatan digital.

Ada analisis tajam yang harus kita garis bawahi: Publisher Rights adalah bentuk restitusi ekonomi. Selama bertahun-tahun, raksasa teknologi (Big Tech) telah memanen keuntungan dari konten berita tanpa membayar “dapur” yang memproduksinya. Mereka mengambil cuplikan (snippet), menarik perhatian pengguna, dan menjual data tersebut kepada pengiklan.

Namun, kita harus waspada. Jangan sampai regulasi ini hanya menjadi “uang damai” yang menutup mulut kritis media. Ada risiko media justru menjadi semakin haus akan validasi platform demi mengejar insentif. Jika parameter “jurnalisme berkualitas” tidak didefinisikan dengan rigid, media akan terjebak dalam dilema: tetap memproduksi konten yang “disukai algoritma” agar trafik tinggi, yang kemudian dikonversi menjadi nilai tawar dalam negosiasi. Apakah regulasi ini akan memperbaiki kualitas jurnalisme, atau justru mempermanenkan ketergantungan media pada platform digital?

Apa yang Harus Dilakukan?

Fenomena ini bukan lagi sekadar tren, melainkan perubahan struktur sosial. Perlu langkah strategis dari tiga pilar utama:

1. Peran Pemerintah: Penegakan Kedaulatan Digital

Pemerintah, melalui Komite Independen, tidak boleh membiarkan negosiasi Publisher Rights hanya menjadi urusan business-to-business (B2B) yang tertutup. Jika transaksinya gelap, hanya media besar (konglomerasi) yang punya daya tawar kuat, sementara media lokal akan gigit jari. Pemerintah juga harus mendesak platform untuk transparan mengenai perubahan algoritma yang seringkali menghancurkan trafik media dalam semalam secara sepihak.

2. Organisasi Asosiasi Pers: Menjaga Marwah Etika

Asosiasi seperti PWI, AJI, dan Dewan Pers harus berhenti terjebak pada romantisme masa lalu. Harus ada redefinisi produk jurnalistik. Jika jurnalisme ikut-ikutan gaya media sosial yang dangkal demi mengejar viralitas, maka jurnalisme akan kehilangan alasan untuk tetap ada. Asosiasi harus memastikan bahwa dana dari Publisher Rights benar-benar dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan jurnalis dan kualitas ruang redaksi, bukan sekadar mempercantik laporan keuangan pemilik modal.

3. Industri Media: Membangun Loyalitas, Bukan Trafik

Industri media harus sadar bahwa mereka tidak akan pernah menang jika bertarung di arena “kecepatan” melawan algoritma. Media harus mulai beralih dari model bisnis berbasis tayangan iklan (impression) ke model komunitas atau langganan (subscription). Gunakan momentum Publisher Rights untuk membangun infrastruktur data mandiri. Jangan jadikan kompensasi dari Big Tech sebagai pendapatan utama, melainkan sebagai modal untuk melakukan transformasi digital yang independen.

Penutup: Kembali ke Makna

Media sosial memang telah melibas media online dan konvensional dalam hal kecepatan. Namun, media sosial memiliki cacat bawaan: ia tidak memiliki moralitas dan tanggung jawab sosial. Ia hanyalah algoritma yang dirancang untuk menjaga mata tetap menatap layar.

Inilah peluang bagi jurnalisme. Di saat dunia semakin bising dan membingungkan oleh hoaks yang viral, manusia akan selalu merindukan kompas yang jelas. Media tidak perlu mati, mereka hanya perlu “bermetamorfosis” menjadi penyedia makna, bukan sekadar penyedia data. Jika jurnalisme gagal melakukan ini, maka kita tidak hanya kehilangan industri media, tapi kita akan kehilangan akal sehat kolektif sebagai sebuah bangsa. [T]

Prambanan, 14 Januari 2026

Penulis: I Gede Joni Suhartawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasi informasimedia massamedia sosialteknologi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Cotton Fields”: Masa Silam Abadi dalam Swamp Rock

Next Post

‘Kuangan Tutur’ dan ‘Lebihan Tutur’, Parenting ala Bali

I Gede Joni Suhartawan

I Gede Joni Suhartawan

Penulis tinggal di Prambanan Klaten Jawa Tengah. Pernah bekerja di SCTV dan pernah menjadi Head of Production Creative Development Center di Trans Corp (TransTV and Trans|7)

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
‘Kuangan Tutur’ dan ‘Lebihan Tutur’, Parenting ala Bali

'Kuangan Tutur' dan 'Lebihan Tutur', Parenting ala Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co