4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senjakala Hierarki Informasi: Ketika Media Sosial Melumat Segalanya

I Gede Joni Suhartawan by I Gede Joni Suhartawan
January 14, 2026
in Esai
Senjakala Hierarki Informasi: Ketika Media Sosial Melumat Segalanya

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

DUNIA informasi kita hari ini tidak lagi sekadar berputar; ia sedang mengalami disrupsi yang bersifat kanibalistik. Belum genap luka menganga di tubuh media cetak akibat hantaman media online, kini keduanya justru sedang berada di ruang gawat darurat yang sama. Mereka sedang dilumat oleh kekuatan baru yang lebih masif, lebih intim, sekaligus lebih beringas: Media Sosial.

Jika dulu media online bangga karena berhasil melibas media konvensional dengan kecepatan (speed), kini mereka terkapar karena media sosial menawarkan sesuatu yang tidak mereka miliki—yaitu eksistensi yang egaliter dan algoritma yang mendikte kesadaran.

Kanibalisme Digital: Dari Kertas ke Klik, dari Klik ke Scroll

Dua dekade lalu, kita menyaksikan “pembantaian” pertama. Media cetak yang berbasis kertas—koran, majalah, tabloid—tumbang satu per satu. Musuhnya adalah portal berita digital. Logikanya sederhana: mengapa harus menunggu besok pagi untuk membaca berita yang sudah terjadi pagi ini? Media online menawarkan efisiensi. Namun, media online sebenarnya masih membawa “gen” yang sama dengan media konvensional, yaitu kurasi redaksional.

Peta peperangan berubah total ketika platform bernama Facebook, X, TikTok, dan Instagram mengambil alih panggung. Media sosial tidak sekadar menjadi saluran distribusi; ia menjadi ekosistem. Kini, media sosial secara de facto telah menggantikan media massa dalam tiga fungsi fundamental: sebagai sumber berita utama, penentu agenda (agenda setting), dan penyedot kue iklan paling rakus.

Media sosial menang karena ia menghapus jarak antara subjek dan objek. Dalam media online, pembaca masih menjadi konsumen. Dalam media sosial, setiap orang adalah produser, editor, sekaligus distributor. Di sinilah letak ironinya: media online yang dulu dianggap praktis, kini dianggap “berisik” karena penuh dengan iklan pop-up yang mengganggu, sementara media sosial menawarkan pengalaman mengonsumsi konten yang mulus (seamless) dan terpersonalisasi.

Publisher Rights: Keadilan atau Sekadar “Uang Damai”?

Di tengah hegemoni algoritma ini, lahirnya regulasi Publisher Rights (Perpres Nomor 32 Tahun 2024) di Indonesia seharusnya menjadi oase. Namun, kebijakan ini tidak boleh hanya dipandang sebagai urusan bagi hasil recehan. Ia adalah pertaruhan kedaulatan digital.

Ada analisis tajam yang harus kita garis bawahi: Publisher Rights adalah bentuk restitusi ekonomi. Selama bertahun-tahun, raksasa teknologi (Big Tech) telah memanen keuntungan dari konten berita tanpa membayar “dapur” yang memproduksinya. Mereka mengambil cuplikan (snippet), menarik perhatian pengguna, dan menjual data tersebut kepada pengiklan.

Namun, kita harus waspada. Jangan sampai regulasi ini hanya menjadi “uang damai” yang menutup mulut kritis media. Ada risiko media justru menjadi semakin haus akan validasi platform demi mengejar insentif. Jika parameter “jurnalisme berkualitas” tidak didefinisikan dengan rigid, media akan terjebak dalam dilema: tetap memproduksi konten yang “disukai algoritma” agar trafik tinggi, yang kemudian dikonversi menjadi nilai tawar dalam negosiasi. Apakah regulasi ini akan memperbaiki kualitas jurnalisme, atau justru mempermanenkan ketergantungan media pada platform digital?

Apa yang Harus Dilakukan?

Fenomena ini bukan lagi sekadar tren, melainkan perubahan struktur sosial. Perlu langkah strategis dari tiga pilar utama:

1. Peran Pemerintah: Penegakan Kedaulatan Digital

Pemerintah, melalui Komite Independen, tidak boleh membiarkan negosiasi Publisher Rights hanya menjadi urusan business-to-business (B2B) yang tertutup. Jika transaksinya gelap, hanya media besar (konglomerasi) yang punya daya tawar kuat, sementara media lokal akan gigit jari. Pemerintah juga harus mendesak platform untuk transparan mengenai perubahan algoritma yang seringkali menghancurkan trafik media dalam semalam secara sepihak.

2. Organisasi Asosiasi Pers: Menjaga Marwah Etika

Asosiasi seperti PWI, AJI, dan Dewan Pers harus berhenti terjebak pada romantisme masa lalu. Harus ada redefinisi produk jurnalistik. Jika jurnalisme ikut-ikutan gaya media sosial yang dangkal demi mengejar viralitas, maka jurnalisme akan kehilangan alasan untuk tetap ada. Asosiasi harus memastikan bahwa dana dari Publisher Rights benar-benar dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan jurnalis dan kualitas ruang redaksi, bukan sekadar mempercantik laporan keuangan pemilik modal.

3. Industri Media: Membangun Loyalitas, Bukan Trafik

Industri media harus sadar bahwa mereka tidak akan pernah menang jika bertarung di arena “kecepatan” melawan algoritma. Media harus mulai beralih dari model bisnis berbasis tayangan iklan (impression) ke model komunitas atau langganan (subscription). Gunakan momentum Publisher Rights untuk membangun infrastruktur data mandiri. Jangan jadikan kompensasi dari Big Tech sebagai pendapatan utama, melainkan sebagai modal untuk melakukan transformasi digital yang independen.

Penutup: Kembali ke Makna

Media sosial memang telah melibas media online dan konvensional dalam hal kecepatan. Namun, media sosial memiliki cacat bawaan: ia tidak memiliki moralitas dan tanggung jawab sosial. Ia hanyalah algoritma yang dirancang untuk menjaga mata tetap menatap layar.

Inilah peluang bagi jurnalisme. Di saat dunia semakin bising dan membingungkan oleh hoaks yang viral, manusia akan selalu merindukan kompas yang jelas. Media tidak perlu mati, mereka hanya perlu “bermetamorfosis” menjadi penyedia makna, bukan sekadar penyedia data. Jika jurnalisme gagal melakukan ini, maka kita tidak hanya kehilangan industri media, tapi kita akan kehilangan akal sehat kolektif sebagai sebuah bangsa. [T]

Prambanan, 14 Januari 2026

Penulis: I Gede Joni Suhartawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasi informasimedia massamedia sosialteknologi informasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Cotton Fields”: Masa Silam Abadi dalam Swamp Rock

Next Post

‘Kuangan Tutur’ dan ‘Lebihan Tutur’, Parenting ala Bali

I Gede Joni Suhartawan

I Gede Joni Suhartawan

Penulis tinggal di Prambanan Klaten Jawa Tengah. Pernah bekerja di SCTV dan pernah menjadi Head of Production Creative Development Center di Trans Corp (TransTV and Trans|7)

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
‘Kuangan Tutur’ dan ‘Lebihan Tutur’, Parenting ala Bali

'Kuangan Tutur' dan 'Lebihan Tutur', Parenting ala Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co