14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

MENULIS: Sebuah Perjalanan dari Satu Kata Menuju Keabadian

I Putu Aryawan by I Putu Aryawan
December 21, 2025
in Esai
MENULIS: Sebuah Perjalanan dari Satu Kata Menuju Keabadian

Ilustrasi tatkala.co | Canva

Mulailah dengan satu kata. Lalu, rentangkan menjadi sebuah kalimat. Susun kalimat-kalimat itu menjadi sebuah paragraf yang utuh. Kemudian, satukan paragraf-paragraf itu hingga membentang menjadi satu halaman, dan akhirnya, berlipatgandalah menjadi sebuah buku. Begitulah sebuah ungkapan bijak yang kerap kita dengar, menggambarkan menulis sebagai sebuah proses organik yang bertumbuh, layaknya benih yang merengkuh akar, batang, daun, hingga akhirnya berbuah. Namun, di balik metafora yang indah ini, tersembunyi sebuah kebenaran yang sering kali hanya diketahui oleh mereka yang telah mencoba menyelami dasarnya: menulis adalah pekerjaan yang sangat tidak mudah.

Kesulitan itu terasa begitu nyata dan, ironisnya, kadang disampaikan melalui kelucuan. Masih terngiang jelas dalam ingatan, sebuah cerita dari seorang sahabat yang mengundang tawa sekaligus renungan. Diceritakan tentang seorang profesor di Bali yang menjalani ujian disertasi dengan waktu tercepat, hanya lima menit. Rahasianya? Judul disertasinya sederhana namun dahsyat: MENULIS. Anekdotnya berlanjut, para penguji dikabarkan “takut” untuk menguji lebih dalam, khawatir sang profesor justru akan menyodorkan kertas kosong dan berkata, “Silakan, tuliskan pertanyaan dan kritik Anda.” Hehehe… 😃.

Di balik gelak tawa, kisah ini menyimpan pelajaran tajam:, bahwa menulis adalah tindakan berani yang bahkan bisa membuat para ahli segan, karena ia menuntut kejujuran, kejelasan, dan keberanian untuk mengekspos pikiran.

Lalu, apa yang menjadikan pekerjaan merangkai kata ini begitu kompleks? Pada intinya, kesulitan itu terletak pada cara kita mengolah dan menyusun pikiran ke dalam struktur tulisan yang efektif. Setidaknya, ada tiga gaya penulisan utama yang menjadi kerangka dasar pengolahan itu. Pertama, Deskripsi, yaitu seni memberikan fakta secara apa adanya dengan detail yang hidup, sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, dan merasakan apa yang digambarkan. Kedua, Narasi, yaitu keterampilan menguraikan fakta atau peristiwa secara kronologis (berdasarkan waktu) atau spasial (berdasarkan ruang), membentuk alur cerita yang mengalir dan memikat. Ketiga, Argumentasi, yaitu kemampuan menjelaskan fakta dengan logika sebab-akibat, membangun pondasi rasional yang kuat untuk meyakinkan pembaca. Kekuatan sebuah tulisan sering kali terletak pada pemaduan ketiga gaya ini dengan porsinya masing-masing.

Oleh karena itu, pesan kuncinya adalah: kembangkanlah gaya yang paling cocok dengan karakter Anda sebagai penulis atau tema yang Anda bahas. Setiap gaya memiliki efek psikologis yang berbeda pada pembaca. Deskripsi membangun imajinasi dan empati, narasi menciptakan keterikatan emosional dan suspense, sementara argumentasi menantang nalar dan keyakinan. Menemukan “suara” personal dalam menulis dan mengetahui kapan harus mendeskripsikan, bercerita, atau berargumen, inilah yang membutuhkan latihan yang tekun, eksperimen yang tak kenal lelah, dan refleksi yang jujur.

Namun, perjalanan menulis tidak berjalan di ruang hampa. Untuk dapat menuangkan pikiran, kita harus terlebih dahulu mengisi diri. Di sinilah simbiosis mutualisme yang indah terjadi: hobi menulis menjadikan kita pembaca yang haus, dan kebiasaan membaca membekali kita dengan bahan yang kaya untuk dituliskan. Membaca segala hal, dari sastra klasik hingga artikel populer, dari puisi yang puitis hingga laporan yang faktual, adalah seperti mengumpulkan berbagai warna dan alat lukis sebelum mulai melukis di kanvas kosong. Setiap bacaan menambah kedalaman wawasan, memperkaya kosakata, dan memperluas perspektif.

Pada akhirnya, esensi dari menulis dan membaca ini menyentuh ranah yang lebih dalam tentang makna belajar dan hidup. Seperti kata bijak Mahatma Gandhi yang abadi: “Hiduplah seakan engkau meninggal esok hari, dan belajarlah seakan engkau hidup selamanya.” Menulis adalah perwujudan dari filosofi tersebut. Tulislah setiap gagasan dengan kesungguhan seolah itu adalah kesempatan terakhir kita untuk menyampaikannya. Dan bacalah dengan ketidakpuasan yang lapang, seolah waktu kita untuk memahami dunia tidak pernah akan habis. Dalam setiap kata yang kita tulis, ada upaya untuk meninggalkan jejak; dalam setiap huruf yang kita baca, ada pengakuan bahwa kita adalah bagian dari sungai pengetahuan yang mengalir tanpa henti.

Menulislah. Mulailah dari satu kata. Biarkan ia membawa kita pada petualangan pemikiran yang tak terduga. Karena dari satu kata itu, mungkin saja akan lahir sebuah buku, dan dari buku itu, mungkin saja akan lahir sebuah perubahan. Rahayu. [T]

Penulis: I Putu Aryawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: kata-kataLiterasimenulis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kentongan Pak Mbung di Pasar Blahkiuh dan Tipat Tahu yang Tak Pernah Sepi

Next Post

GERAK Bali dan MTN Seni Budaya: Pertemuan Kreatif dan Tumbuhnya Generasi Seniman Rupa

I Putu Aryawan

I Putu Aryawan

Pengamat atau akademisi, aktif sebagai dosen di fakultas filsafat dan ilmu agama UNHI Denpasar

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
GERAK Bali dan MTN Seni Budaya: Pertemuan Kreatif dan Tumbuhnya Generasi Seniman Rupa

GERAK Bali dan MTN Seni Budaya: Pertemuan Kreatif dan Tumbuhnya Generasi Seniman Rupa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co