3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meraba Arah Pariwisata Indonesia 2026

Chusmeru by Chusmeru
December 14, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

AKAN seperti apa pariwisata Indonesia di tahun 2026 dapat diraba dari capaian yang telah ditoreh dan permasalahan yang mencoreng selama tahun 2025. Torehan postif barangkali dari angka kunjungan wisatawan selama 2025, baik wisatawan mancanegara maupun nusantara.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengeklaim bahwa Indonesia telah dikunjungi 8,5 juta wisatawan mancanegara hingga Juli 2025. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari-Agustus 2025 mencapai 807,55 juta perjalanan, meningkat 19,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Capaian positif lain terkait dengan upaya promosi pariwisata. Secara internasional, pemerintah terus mempromosikan “Wonderful Indonesia” secara global, fokus pada keunikan budaya dan alam, serta menjajaki pasar baru seperti Eropa dan Amerika. Sedangkan di dalam negeri, Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 meningkatkan citra pariwisata Indonesia dan membantu pemerintah daerah mempromosikan event unggulan.

Akan tetapi, meraba arah pariwisata Indonesia tahun 2026 bukan semata berdasar torehan prestasinya. Sederet masalah juga akan menganjal perkembangan dan pertumbuhan pariwisata Tanah Air. Masalah-masalah itu datang mulai dari hulu hingga hilir.

Kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran sempat menguncang industri pariwisata dalam negeri. Sektor perhotelan, restoran, dan transportasi terkena imbasnya. Bisnis pariwisata mengalami tekanan pada okupansi dan pendapatan, terutama karena realokasi anggaran pemerintah yang mengurangi kegiatan pertemuan dan acara.

 Di bagian hilir, operasionalisasi dan pelayanan pariwisata masih kerap menjadi kendala pengembangan. Beberapa kali terjadi insiden negatif yang melibatkan oknum masyarakat terhadap wisatawan maupun ulah wisatawan yang berdampak pada citra pariwisata. Insiden di Raja Ampat pada pertengahan 2025 menjadi sorotan tentang pengelolaan pariwisata bahari di Indonesia, yang berdampak pada citra dan sektor wisata di Indonesia.

Belanja Masalah

Menyambut pariwisata Indonesia 2026, selayaknya pemerintah secepatnya melakukan belanja masalah agar dapat menjadi pertimbangan arah kebijakan. Masalah dapat diraba dan diurai dari hulu hingga ke hilir; mulai perencanaan, kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengelolaan dan konservasi lingkungan. Pada hilirnya, masalah yang perlu diurai berkaitan dengan akomodasi, transportasi, objek dan daya tarik wisata, serta layanan pendukung.

Pembangunan infrastruktur pariwisata masih menjadi masalah besar dalam pengembangan pariwisata Indonesia hingga saat ini. Pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata masih belum optimal, terutama di daerah terpencil dan antarpulau, yang menghambat konektivitas dan akses ke destinasi wisata.

Persoalan regulasi dan  tata kelola pariwisata di bagian hulu acapkali menimbulkan masalah dan konflik. Di satu sisi, perizinan yang rumit dan mahal dapat menghambat investasi sektor pariwisata. Namun di lain sisi, ada pula daerah yang begitu longgar membuka pintu investasi dengan mengabaikan regulasi dan menerabas tata ruang. Banyak daerah yang kehilangan sawah produktif demi pembangunan infrastuktur pariwisata.

Koordinasi antarinstansi dalam pengembangan pariwisata juga sangat lemah. Banyak peraturan yang tumpang tindih antarinstansi sehingga menghambat implementasi kebijakan yang efektif dan investasi di sektor pariwisata. Belum lagi masalah buruknya perencanaan. Pengembangan pariwisata di daerah kerap tergesa-gesa dengan alasan peningkatan pendapatan. Dampaknya, muncul persoalan berkaitan dengan kerusakan lingkungan, seperti abrasi pantai, tanah longsor, dan banjir bandang.

Sektor hilir pariwisata ditandai lemahnya promosi dan publikasi. Meskipun potensi wisata Indonesia melimpah, publikasi dan promosi seringkali masih kurang optimal dibandingkan dengan negara lain. Apalagi di daerah,minimnya anggaran promosi sering menjadi masalah klasik. Akibatnya, destinasi wisata di daerah harus bersaing dengan destinasi wisata yang telah mapan dengan promosi yang lebih baik.

Pelayanan menjadi kunci dalam pengembangan pariwisata di tahun 2026 nanti. Sayangnya, hingga saat ini kualitas pelayanan di sektor pariwisata masih jauh dari memuaskan. Kualitas layanan bukan sekadar hospitality, tapi juga standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. Masih saja terjadi kasus kecelakaan yang menimpa wisatawan dengan antisipasi pertolongan yang terlambat.

Dampak negatif pariwisata yang mengarah pada overtourism, masalah sampah, kemacetan lalu lintas, dan ketidaknyamanan penduduk lokal belum direspons secara optimal oleh pemerintah. Orientasi pemerintah dalam sektor pariwisata masih pada jumlah kunjungan dan perolehan devisa. Upaya serius untuk mengatasi dampak negatif belum sepenuhnya dilakukan.

Beruntung Indonesia tidak masuk dalam “No List 2026” yang dikeluarkan Fodor’s Travel. Beberapa negara seperti Spanyol, Italia, Swiss, Meksiko, Kenya, dan Prancis masuk dalam daftar negara yang destinasi wisatanya disarankan untuk tidak dikunjungi tahun 2026. Alasannya, destinasi di negara-negara tersebut mengalami kerusakan lingkungan dan mengarah pada overtourism.

Masyarakat setempat yang ada di hilir kurang mendapat perhatian serius.  Manfaat ekonomi dari pariwisata seringkali tidak sepenuhnya menyentuh masyarakat lokal, menyebabkan ketimpangan ekonomi di daerah wisata. Apalagi dalam banyak kasus, pemerintah daerah lebih berpihak kepada investor ketimbang masyarakat lokal ketika terjadi sengketa pariwisata. Maka, pungutan liar kerap muncul di objek wisata sebagai bentuk perlawanan masyarakat lantaran tidak merasa memiliki objek wisata itu.

Pembenahan 4A Pariwisata

Terlepas dari segala permasalahan yang ada di sektor pariwisata, tahun 2026 pemerintah sangat perlu untuk melakukan pembenahan pada faktor 4A, yaitu Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Ansilari. Kuatnya persaingan di sektor pariwisata menuntut adanya inovasi dan diversifikasi atraksi wisata. Sayangnya, Indonesia termasuk negara yang lemah dalam hal inovasi produk wisata dibanding negara-negara lain di kawasan Asia.

Semestinya setiap daerah di Indonesia melakukan inovasi produk wisata disesuaikan profil wisatawan yang selalu berubah. Pasar wisata dunia, termasuk Indonesia kini didominasi oleh wisatawan dari generasi milenial, Z, dan Alpha yang memiliki preferensi wisata tertentu. Tidak sedikit daerah yang terlalu fokus pada satu jenis daya tarik, sehingga kurang mampu menarik segmen pasar yang beragam.

Amenitas atau fasilitas pendukung pariwisata perlu dibenahi demi kenyamanan wisatawan. Masih banyak daerah yang memiliki objek wisata, namun kurang mempertimbangkan amenitas seperti akomodasi, rumah makan, layanan parkir, kebersihan toilet, serta penerapan teknologi digital dalam pelayanan dan promosi destinasi yang belum merata.

Pembenahan amenitas ini juga perlu dibarengi dengan mentalitas pengelola dan masyarakat setempat dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Kasus pungutan liar yang terjadi di beberapa destinasi wisata tentu saja mencoreng citra pariwisata dan mengurangi kenyamanan wisatawan.

Aksisibilitas merupakan kemudahan akses ke destinasi wisata yang patut dibenahi, meliputi infrastruktur jalan, transportasi, dan akses teknologi komunikasi. Di hulu pemerintah memang telah menetapkan kembali beberapa bandara internasional yang sempat dicabut statusnya. Namun tidak dibarengi dengan konektivitas transportasi di hilirnya, sehingga wisatawan masih kesulitan untuk mencapai destinasi wisata yang ada di daerah.

Masalah yang berkaitan dengan ansilari di daerah juga masih sering dijumpai. Layanan pendukung pariwisata belum optimal diterapkan. Masih banyak ditemui kurangnya layanan pendukung pariwisata daerah, seperti pusat informasi pariwisata, layanan kesehatan, standar keamanan yang kurang memadai. Kasus kecelakaan yang merenggut nyawa wisatawan masih saja terjadi. Hal ini membuat wisatawan merasa tidak nyaman dan aman berkunjung ke destinasi.

Layanan pendukung kelembagaan pariwisata yang belum tertata baik serta regulasi yang tumpang tindih juga mengakibatkan arah perkembangan pariwisata di daerah menjadi tidak jelas. Konflik kepentingan masih sering terjadi antara asosiasi pariwisata, UMKM, Pokdarwis, BumDes, dan lembaga-lembaga lain yang terlibat dalam pariwisata.

Arah pariwisata Indonesia tahun 2026 memang tak lepas dari timbunan masalah di tahun sebelumnya. Namun yang paling mendasar untuk diperbaiki adalah paradigma berpikir pemerintah tentang pariwisata. Bahwa pariwisata bukan semata untuk mengejar devisa negara, tetapi juga berkeadilan, menyejahterakan rakyat, dan melestarikan semesta. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: ilmu pariwisataPariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggarap Dekorasi, Melampaui Batas Generasi –-Catatan Persiapan Calonarang di Desa Demulih, Bangli

Next Post

Puisi-puisi Rizan Panda | Air Mata Api

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Rizan Panda | Air Mata Api

Puisi-puisi Rizan Panda | Air Mata Api

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co