2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meraba Arah Pariwisata Indonesia 2026

Chusmeru by Chusmeru
December 14, 2025
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

AKAN seperti apa pariwisata Indonesia di tahun 2026 dapat diraba dari capaian yang telah ditoreh dan permasalahan yang mencoreng selama tahun 2025. Torehan postif barangkali dari angka kunjungan wisatawan selama 2025, baik wisatawan mancanegara maupun nusantara.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengeklaim bahwa Indonesia telah dikunjungi 8,5 juta wisatawan mancanegara hingga Juli 2025. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari-Agustus 2025 mencapai 807,55 juta perjalanan, meningkat 19,71% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Capaian positif lain terkait dengan upaya promosi pariwisata. Secara internasional, pemerintah terus mempromosikan “Wonderful Indonesia” secara global, fokus pada keunikan budaya dan alam, serta menjajaki pasar baru seperti Eropa dan Amerika. Sedangkan di dalam negeri, Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 meningkatkan citra pariwisata Indonesia dan membantu pemerintah daerah mempromosikan event unggulan.

Akan tetapi, meraba arah pariwisata Indonesia tahun 2026 bukan semata berdasar torehan prestasinya. Sederet masalah juga akan menganjal perkembangan dan pertumbuhan pariwisata Tanah Air. Masalah-masalah itu datang mulai dari hulu hingga hilir.

Kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran sempat menguncang industri pariwisata dalam negeri. Sektor perhotelan, restoran, dan transportasi terkena imbasnya. Bisnis pariwisata mengalami tekanan pada okupansi dan pendapatan, terutama karena realokasi anggaran pemerintah yang mengurangi kegiatan pertemuan dan acara.

 Di bagian hilir, operasionalisasi dan pelayanan pariwisata masih kerap menjadi kendala pengembangan. Beberapa kali terjadi insiden negatif yang melibatkan oknum masyarakat terhadap wisatawan maupun ulah wisatawan yang berdampak pada citra pariwisata. Insiden di Raja Ampat pada pertengahan 2025 menjadi sorotan tentang pengelolaan pariwisata bahari di Indonesia, yang berdampak pada citra dan sektor wisata di Indonesia.

Belanja Masalah

Menyambut pariwisata Indonesia 2026, selayaknya pemerintah secepatnya melakukan belanja masalah agar dapat menjadi pertimbangan arah kebijakan. Masalah dapat diraba dan diurai dari hulu hingga ke hilir; mulai perencanaan, kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengelolaan dan konservasi lingkungan. Pada hilirnya, masalah yang perlu diurai berkaitan dengan akomodasi, transportasi, objek dan daya tarik wisata, serta layanan pendukung.

Pembangunan infrastruktur pariwisata masih menjadi masalah besar dalam pengembangan pariwisata Indonesia hingga saat ini. Pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata masih belum optimal, terutama di daerah terpencil dan antarpulau, yang menghambat konektivitas dan akses ke destinasi wisata.

Persoalan regulasi dan  tata kelola pariwisata di bagian hulu acapkali menimbulkan masalah dan konflik. Di satu sisi, perizinan yang rumit dan mahal dapat menghambat investasi sektor pariwisata. Namun di lain sisi, ada pula daerah yang begitu longgar membuka pintu investasi dengan mengabaikan regulasi dan menerabas tata ruang. Banyak daerah yang kehilangan sawah produktif demi pembangunan infrastuktur pariwisata.

Koordinasi antarinstansi dalam pengembangan pariwisata juga sangat lemah. Banyak peraturan yang tumpang tindih antarinstansi sehingga menghambat implementasi kebijakan yang efektif dan investasi di sektor pariwisata. Belum lagi masalah buruknya perencanaan. Pengembangan pariwisata di daerah kerap tergesa-gesa dengan alasan peningkatan pendapatan. Dampaknya, muncul persoalan berkaitan dengan kerusakan lingkungan, seperti abrasi pantai, tanah longsor, dan banjir bandang.

Sektor hilir pariwisata ditandai lemahnya promosi dan publikasi. Meskipun potensi wisata Indonesia melimpah, publikasi dan promosi seringkali masih kurang optimal dibandingkan dengan negara lain. Apalagi di daerah,minimnya anggaran promosi sering menjadi masalah klasik. Akibatnya, destinasi wisata di daerah harus bersaing dengan destinasi wisata yang telah mapan dengan promosi yang lebih baik.

Pelayanan menjadi kunci dalam pengembangan pariwisata di tahun 2026 nanti. Sayangnya, hingga saat ini kualitas pelayanan di sektor pariwisata masih jauh dari memuaskan. Kualitas layanan bukan sekadar hospitality, tapi juga standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. Masih saja terjadi kasus kecelakaan yang menimpa wisatawan dengan antisipasi pertolongan yang terlambat.

Dampak negatif pariwisata yang mengarah pada overtourism, masalah sampah, kemacetan lalu lintas, dan ketidaknyamanan penduduk lokal belum direspons secara optimal oleh pemerintah. Orientasi pemerintah dalam sektor pariwisata masih pada jumlah kunjungan dan perolehan devisa. Upaya serius untuk mengatasi dampak negatif belum sepenuhnya dilakukan.

Beruntung Indonesia tidak masuk dalam “No List 2026” yang dikeluarkan Fodor’s Travel. Beberapa negara seperti Spanyol, Italia, Swiss, Meksiko, Kenya, dan Prancis masuk dalam daftar negara yang destinasi wisatanya disarankan untuk tidak dikunjungi tahun 2026. Alasannya, destinasi di negara-negara tersebut mengalami kerusakan lingkungan dan mengarah pada overtourism.

Masyarakat setempat yang ada di hilir kurang mendapat perhatian serius.  Manfaat ekonomi dari pariwisata seringkali tidak sepenuhnya menyentuh masyarakat lokal, menyebabkan ketimpangan ekonomi di daerah wisata. Apalagi dalam banyak kasus, pemerintah daerah lebih berpihak kepada investor ketimbang masyarakat lokal ketika terjadi sengketa pariwisata. Maka, pungutan liar kerap muncul di objek wisata sebagai bentuk perlawanan masyarakat lantaran tidak merasa memiliki objek wisata itu.

Pembenahan 4A Pariwisata

Terlepas dari segala permasalahan yang ada di sektor pariwisata, tahun 2026 pemerintah sangat perlu untuk melakukan pembenahan pada faktor 4A, yaitu Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Ansilari. Kuatnya persaingan di sektor pariwisata menuntut adanya inovasi dan diversifikasi atraksi wisata. Sayangnya, Indonesia termasuk negara yang lemah dalam hal inovasi produk wisata dibanding negara-negara lain di kawasan Asia.

Semestinya setiap daerah di Indonesia melakukan inovasi produk wisata disesuaikan profil wisatawan yang selalu berubah. Pasar wisata dunia, termasuk Indonesia kini didominasi oleh wisatawan dari generasi milenial, Z, dan Alpha yang memiliki preferensi wisata tertentu. Tidak sedikit daerah yang terlalu fokus pada satu jenis daya tarik, sehingga kurang mampu menarik segmen pasar yang beragam.

Amenitas atau fasilitas pendukung pariwisata perlu dibenahi demi kenyamanan wisatawan. Masih banyak daerah yang memiliki objek wisata, namun kurang mempertimbangkan amenitas seperti akomodasi, rumah makan, layanan parkir, kebersihan toilet, serta penerapan teknologi digital dalam pelayanan dan promosi destinasi yang belum merata.

Pembenahan amenitas ini juga perlu dibarengi dengan mentalitas pengelola dan masyarakat setempat dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan. Kasus pungutan liar yang terjadi di beberapa destinasi wisata tentu saja mencoreng citra pariwisata dan mengurangi kenyamanan wisatawan.

Aksisibilitas merupakan kemudahan akses ke destinasi wisata yang patut dibenahi, meliputi infrastruktur jalan, transportasi, dan akses teknologi komunikasi. Di hulu pemerintah memang telah menetapkan kembali beberapa bandara internasional yang sempat dicabut statusnya. Namun tidak dibarengi dengan konektivitas transportasi di hilirnya, sehingga wisatawan masih kesulitan untuk mencapai destinasi wisata yang ada di daerah.

Masalah yang berkaitan dengan ansilari di daerah juga masih sering dijumpai. Layanan pendukung pariwisata belum optimal diterapkan. Masih banyak ditemui kurangnya layanan pendukung pariwisata daerah, seperti pusat informasi pariwisata, layanan kesehatan, standar keamanan yang kurang memadai. Kasus kecelakaan yang merenggut nyawa wisatawan masih saja terjadi. Hal ini membuat wisatawan merasa tidak nyaman dan aman berkunjung ke destinasi.

Layanan pendukung kelembagaan pariwisata yang belum tertata baik serta regulasi yang tumpang tindih juga mengakibatkan arah perkembangan pariwisata di daerah menjadi tidak jelas. Konflik kepentingan masih sering terjadi antara asosiasi pariwisata, UMKM, Pokdarwis, BumDes, dan lembaga-lembaga lain yang terlibat dalam pariwisata.

Arah pariwisata Indonesia tahun 2026 memang tak lepas dari timbunan masalah di tahun sebelumnya. Namun yang paling mendasar untuk diperbaiki adalah paradigma berpikir pemerintah tentang pariwisata. Bahwa pariwisata bukan semata untuk mengejar devisa negara, tetapi juga berkeadilan, menyejahterakan rakyat, dan melestarikan semesta. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: ilmu pariwisataPariwisatapariwisata indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggarap Dekorasi, Melampaui Batas Generasi –-Catatan Persiapan Calonarang di Desa Demulih, Bangli

Next Post

Puisi-puisi Rizan Panda | Air Mata Api

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Rizan Panda | Air Mata Api

Puisi-puisi Rizan Panda | Air Mata Api

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co