2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menimbang Kembali Arah Bali

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
December 6, 2025
in Esai
Menimbang Kembali Arah Bali

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

BELAKANGAN ini, isu transmigrasi tiba-tiba kembali menyeruak di Bali. Ia datang tanpa mengetuk pintu, lalu menjadi perbincangan publik seperti angin yang meniupkan debu di halaman rumah. Tanggapan publik pun beragam. Seperti biasa, ada yang pro, ada pula yang kontra. Sebagian lagi hanya menghela napas sambil berkata, “Ah, masalah lama berseragam baru.” Bahkan, Gubernur Bali pun angkat berbicara secara pragmatis, yang intinya “Kalau mau, silakan. Kalau tidak, ya tidak apa-apa.”

Dari sini, muncul sebuah pernyataan sederhana yang justru membuka ruang diskusi lebih dalam. “Benarkah transmigrasi masih relevan bagi Bali?

Jika kita jujur, persoalannya bukan sekadar perpindahan penduduk. Yang paling mendasar adalah apa yang sedang terjadi di tanah Bali sendiri saat ini?

Zaman dulu, satu kelempung (petak) sawah bisa dikerjakan oleh seluruh garis keluarga, baik orang tua, anak, sepupu, bahkan penyanding pun datang membantu dengan suka cita tanpa dipanggil. Semua dikerjakan dengan penuh kebersamaan dan gotong-royong. Suara rindik dan tembang pengangon selalu terdengar lirih dari kejauhan.  Ketika panen tiba, petani bekerja sambil bercanda, dan subak berdiri kokoh bukan hanya sebagai lembaga irigasi, tetapi sebagai roh kebersamaan.

Kini? Sawah menjadi ruang sepi. Bukan semuanya mutlak karena tidak ada air, tetapi karena tidak ada orang. Generasi muda memilih bekerja di kafe, hotel, kantor, atau merantau. Tenaga kerja pertanian menjadi barang mahal, nyaris “barang mewah”. Upah mencangkul seharian terkadang setara dengan sebulan UMK di sektor lain. Petani yang sudah sepuh menyerah dalam sunyi. Lahan dibiarkan tidur, sebelum akhirnya dikontrakkan atau dijual perlahan-lahan oleh anak cucunya. Kadang dengan alasan yang terdengar sederhana, “Sudah tidak sanggup menggarapnya.”

Akibat krisis tenaga kerja, sawah dan ladang menjadi museum hidup. Dari sinilah cerita tentang alih fungsi lahan tumbuh seperti rumput liar. Selain karena keserakahan, juga karena keputusasaan.

Subak selama ini dibanggakan sebagai warisan dunia. Benar. Tetapi status UNESCO tidak cukup menghidupi petani. Pun tidak cukup menahan anak-cucu dari anggota subak kita agar mau tetap bertani. Kita tidak cukup kuat pula menghadang godaan dunia usaha lain yang lebih menjanjikan. Ternyata, Subak tidak roboh dari luar. Sesungguhnya ia rapuh dari dalam. Rapuh karena kehilangan tangan-tangan yang dulu menghidupkannya.

Maka dari itu, ketika pemerintah pusat mengimbau transmigrasi bagi warga Bali, pertanyaan besar pun muncul, “Kalau tenaga kerja pertanian di Bali saja tidak ada, bagaimana kita bisa mengurus lahan pertanian di luar daerah? Dan kalau lahan di Bali sendiri semakin habis, siapa yang sebenarnya butuh transmigrasi? Penduduk atau pemerintah? Lalu, pertanyaan besarnya di sini adalah, “Alih fungsi lahan, siapa salah?

Bali sering dituding kehabisan lahan. Akan tetapi, sebelum menunjuk siapa pun, mari kita lihat cermin. Pajak tanah naik. Harga pupuk naik. Harga tenaga kerja naik. Harga gabah tak pernah naik dengan pantas.

Sementara itu, sektor kuliner, pariwisata, dan jasa menawarkan pendapatan lebih cepat, lebih pasti, dan lebih “modern”. Maka di sinilah garis finisnya: petani menyerah. Lahan dijual. Sawah berubah jadi vila. Ladang berubah jadi tempat parkir. Pekarangan berubah jadi ruko.

Lalu kita bertanya, “Mengapa alih fungsi kerap terjadi?” Jawabannya jelas, karena sistem membuat bertani menjadi pekerjaan paling tidak dihargai.

Isu transmigrasi seolah menawarkan jalan keluar: pindah saja, cari lahan baru.
Khawatirnya, ini hanya memindahkan masalah, bukan menyembuhkan akar penyakitnya.

Bila tenaga kerja pertanian di Bali saja tidak tersedia, bagaimana mungkin masyarakat Bali mau mengolah ratusan hektar di daerah luar? Bila bertani tidak lagi menarik di Bali, apakah akan menarik di tanah baru?

Dengan demikian, transmigrasi termasuk obat atau hanya plester luka? Jadi, transmigrasi bukan solusi ketika mental, ekonomi, dan sistem pendukung pertanian sendiri melemah.

Di sisi lain terbitnya Instruksi Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2025 tentang larangan alih fungsi lahan pertanian ke sektor lain, patut diacungi jempol. Instruksi ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pangan dan pemertahanan eksistensi lahan produktif di seluruh wilayah Bali. Bahwa perlindungan lahan pertanian adalah bagian dari upaya menjaga jati diri Bali sebagai daerah agraris sudah sangat mendesak untuk dilakukan.

Penguatan Pendidikan Pertanian

Lebih dari semua itu, seyogianya penguatan pendidikan pertanian merupakan solusi yang terlupakan. Jika ada satu solusi yang paling realistis untuk menyelamatkan pertanian Bali, jelas itu adalah mengembalikan kejayaan pendidikan pertanian.

Pemerintah perlu menguatkan SMK pertanian, memperluas praktikum, menjadikan subak sebagai laboratorium hidup, dan memberikan insentif bagi siswa pertanian dan lulusan yang mau bertani. Dunia industri pariwisata pun harus ikut bertanggung jawab. Hotel, restoran, dan kafe harus berani menyerap lulusan SMK pertanian sebagai agro-technician, quality control, atau food-supply specialist.

Pendidikan adalah jalan panjang, memang. Akan tetapi, hanya itu satu-satunya jalan yang tidak menipu.

Jika transmigrasi untuk Bali ingin dibahas, marilah jujur dalam menimbang, “Apakah benar transmigrasi dibutuhkan? Atau kita hanya ingin mengalihkan pandangan dari persoalan pelik pertanian kita sendiri? Apakah kita ingin mengirim warga ke daerah lain, sementara sawah di Bali berubah jadi bangunan tanpa perlawanan?”

Bali tidak membutuhkan keputusan tergesa-gesa. Bali membutuhkan keberanian untuk mengakui bahwa kita sedang kehilangan akar kita sebagai masyarakat agraris.

Maka, sebelum berbicara tentang transmigrasi, mari kita berbicara tentang rumah kita sendiri—tentang tanah, air, subak, dan pendidikan pertanian sebagai masa depan kita bersama. Kalau akar sudah patah, ke mana pun kita ditransmigrasikan, kita tidak akan pernah tumbuh dengan sehat. Mari menimbang kembali arah Bali! [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

Tags: baliorang baliPariwisataPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“If You Leave Me Now”: Saat Langit Denpasar Muram

Next Post

Enam Perupa Sad Rasa Pamerkan ‘Paradiso’ di ARMA Ubud: Ungkap ‘Surga’ yang Kian Compang-camping

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Enam Perupa Sad Rasa Pamerkan ‘Paradiso’ di ARMA Ubud: Ungkap ‘Surga’ yang Kian Compang-camping

Enam Perupa Sad Rasa Pamerkan ‘Paradiso’ di ARMA Ubud: Ungkap ‘Surga’ yang Kian Compang-camping

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co