2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

TERBIT (Teknologi Belajar Intensif Terjadwal) Sebagai Solusi Inovatif Digital Mengatasi Prokastinasi Akademik Mahasiswa

Ni Luh Putu Nathania Utami by Ni Luh Putu Nathania Utami
November 28, 2025
in Esai
TERBIT (Teknologi Belajar Intensif Terjadwal) Sebagai Solusi Inovatif Digital Mengatasi Prokastinasi Akademik Mahasiswa

Di era kompetitif global saat ini, pencapaian akademik mahasiswa merupakan fondasi strategis dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Bukan hanya untuk kepentingan individu, tetapi sebagai agen perubahan untuk kesejahteraan bangsa. Dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya tujuan ke-empat tentang Pendidikan Berkualitas, pemerintah Indonesia menekankan peningkatan mutu pembelajaran sebagai fondasi pembangunan SDM unggul (KemenPPN/Bappenas, 2020).

Mahasiswa dipandang sebagai aktor kunci yang menentukan masa depan bangsa, sehingga capaian akademik mereka menjadi indikator penting bagi kesiapan menghadapi tuntutan era digital yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis, literasi teknologi, dan adaptabilitas tinggi. Prestasi akademik yang optimal telah terbukti berkontribusi pada kesiapan kerja lulusan serta kualitas partisipasi mereka dalam pembangunan nasional (Rizkika & Pratiwi, 2021).

Dari sudut biopsikologi, keberhasilan akademik tidak lepas dari peran fungsi eksekutif yang dikendalikan oleh korteks prefrontal meliputi memori kerja, kontrol inhibisi, dan fleksibilitas kognitif yang memfasilitasi fokus, perencanaan, serta regulasi diri mahasiswa dalam proses belajar. Studi Indonesia menunjukkan bahwa fungsi eksekutif berkaitan erat dengan performa kognitif dan kendali perilaku yang menjadi dasar efektivitas belajar, termasuk dalam konteks mahasiswa (Hidayat dkk., 2021).

Meskipun peningkatan mutu pendidikan menjadi agenda strategis nasional, berbagai indikator menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Salah satu fenomena yang paling terlihat di kalangan mahasiswa adalah tingginya tingkat prokrastinasi akademik. Penelitian nasional menunjukkan bahwa lebih dari 68% mahasiswa Indonesia berada pada kategori prokrastinasi sedang hingga tinggi, menandakan bahwa penundaan akademik telah menjadi pola perilaku yang meluas di lingkungan perguruan tinggi.

Prokrastinasi akademik merujuk pada kecenderungan menunda secara sengaja tugas-tugas penting meskipun individu memahami konsekuensi negatif yang akan muncul. Dampaknya tidak dapat diabaikan, mulai dari menurunnya prestasi akademik, meningkatnya stres, hingga munculnya perasaan bersalah dan penurunan kesejahteraan psikologis mahasiswa.

Dari sudut biopsikologi, perilaku ini dijelaskan melalui ketidakseimbangan aktivitas otak: sistem limbik yang berorientasi pada pencarian reward cepat seperti hiburan digital lebih dominan dibandingkan korteks prefrontal yang mengatur pengambilan keputusan, kontrol diri, dan perencanaan jangka panjang. Kondisi ini membuat mahasiswa lebih rentan memilih perilaku instan seperti penggunaan media sosial dibanding menyelesaikan tugas akademik yang menuntut usaha kognitif berkelanjutan (Salsabila, 2021).

Akar permasalahan prokrastinasi akademik pada mahasiswa umumnya berawal dari lemahnya manajemen waktu dalam proses belajar mandiri. Banyak mahasiswa tidak memiliki strategi belajar yang terstruktur, sehingga kesulitan mengatur jadwal belajar intensif, menentukan prioritas tugas, serta menjaga konsistensi dalam menjalankan rencana belajarnya. Temuan penelitian oleh Ismail (2022) menunjukkan bahwa mahasiswa dengan jadwal belajar yang tidak teratur memiliki risiko lebih tinggi mengalami prokrastinasi dibandingkan mereka yang memiliki perencanaan waktu yang jelas.

Secara biopsikologis, ketidakmampuan mengatur waktu berkaitan erat dengan melemahnya fungsi eksekutif korteks prefrontal, yang berperan dalam penetapan target, penghambatan distraksi, dan kemampuan mempertahankan fokus pada aktivitas kognitif jangka panjang. Ketidakteraturan belajar ini membuat mahasiswa lebih rentan terdistraksi, kehilangan orientasi terhadap tujuan akademiknya, dan pada akhirnya menunda pengerjaan tugas-tugas penting.

Di tengah berbagai hambatan regulasi diri mahasiswa, digitalisasi menghadirkan mekanisme solusi yang semakin relevan. Penelitian Ramadhani (2021) menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran berbasis aplikasi penjadwalan mampu meningkatkan self-regulation dan menurunkan kecenderungan prokrastinasi melalui struktur belajar yang lebih terarah.

Dalam konteks ini, TERBIT (Teknologi Belajar Intensif Terjadwal) dirancang untuk berfungsi sebagai intervensi digital yang menyediakan jadwal terprogram, pengingat otomatis, serta fitur monitoring progres yang memperkuat disiplin belajar. Secara biopsikologis, aplikasi pembelajaran bekerja dengan menyediakan external cue (isyarat eksternal) yang membantu mengarahkan perilaku, memicu pelepasan dopamin melalui fitur pencapaian seperti progress tracking atau sistem reward serta memperkuat kebiasaan belajar hingga aktivitas kognitif lebih mudah terbentuk.

Mekanisme ini membantu menekan dominasi sistem limbik yang cenderung mencari kesenangan instan, sekaligus memperkuat fungsi eksekutif korteks prefrontal dalam mengatur fokus, perencanaan, dan kontrol diri. Dengan demikian, Esai ini bertujuan untuk mengangkat gagasan aplikasi digital berupa TERBIT (Teknologi Belajar Intensif Terjadwal) sebagai rancangan yang masih berupa konsep pengembangan, guna meningkatkan disiplin belajar dan mengatasi prokrastinasi akademik mahasiswa.

TERBIT merupakan gagasan aplikasi digital yang dirancang sebagai Teknologi Belajar Intensif Terjadwal yang berfungsi membantu mahasiswa membangun rutinitas belajar yang terstruktur dan terukur. Konsep utamanya mencakup manajemen waktu yang sistematis, fokus belajar yang diarahkan melalui sesi terjadwal, serta pemantauan perkembangan akademik secara berkala.

Fitur utama yang ditawarkan seperti timer fokus, penjadwalan harian berulang, dan pelacak kemajuan bekerja selaras untuk mendukung pembentukan kebiasaan belajar yang konsisten. Secara neurobehavioral, mekanisme ini dijelaskan melalui habit cueing dan time blocking yang membantu korteks prefrontal dalam mengatur prioritas dan mempertahankan fokus, serta reinforcement melalui umpan balik perkembangan yang meningkatkan motivasi belajar. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi pembelajaran digital efektif dalam meningkatkan regulasi diri dan kebiasaan belajar mahasiswa karena menyediakan stimulus eksternal yang mendukung proses kognitif dan kontrol diri (Ramadhani, 2021).

Desain Aplikasi Terbit

Cara kerja TERBIT dirancang mencangkup aspek sederhana namun adaptif untuk mendukung rutinitas belajar yang berkelanjutan. Dalam konsepnya, pengguna cukup menyusun jadwal belajar harian, mengaktifkan timer fokus, dan aplikasi akan memberikan pengingat otomatis serta umpan balik berupa laporan perkembangan harian maupun mingguan. Pengguna akan difasilitasi untuk dapat mengakses elemen gamifikasi seperti poin, level, dan achievement badge ditambahkan untuk meningkatkan motivasi melalui sistem penghargaan berbasis capaian.

Selain itu, fitur yang diusulkan meliputi laporan analisis memungkinkan mahasiswa memetakan pola belajar mereka, termasuk waktu fokus paling optimal, durasi konsentrasi, serta area yang masih memerlukan peningkatan. Secara biopsikologis, penggunaan timer fokus membantu mempertahankan aktivasi korteks prefrontal dalam satu rentang waktu sehingga meningkatkan kontrol atensi, sementara reward digital memicu pelepasan dopamin yang memperkuat habit loop, membuat kebiasaan belajar semakin otomatis dan stabil dari waktu ke waktu.

Jika dibandingkan dengan metode belajar konvensional di mana mahasiswa belajar tanpa alat bantu terstruktur, TERBIT menawarkan keunggulan dengan gagasan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan regulasi diri di era digital. Pertama, struktur waktu yang jelas membuat mahasiswa tidak perlu terus-menerus menentukan kapan harus mulai belajar, sehingga mengurangi decision fatigue dan membantu korteks prefrontal mengalokasikan fokus secara lebih stabil. Kedua, fitur feedback dan self-monitoring melalui laporan progres harian memungkinkan mahasiswa mengevaluasi efektivitas belajar mereka. Mekanisme ini sejalan dengan temuan Lestari (2020) yang menunjukkan bahwa self-monitoring meningkatkan performa akademik secara signifikan. Ketiga, elemen reward digital melalui gamifikasi memperkuat disiplin belajar karena dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi hingga 40% (Fadillah, 2023).

Dengan rangkaian fitur yang dirancang secara strategis, TERBIT dirancang layaknya “pelatih digital” yang membantu mahasiswa keluar dari siklus prokrastinasi dengan menyediakan struktur, pengingat, serta umpan balik yang memperkuat perilaku belajar adaptif. Aplikasi ini mendorong disiplin diri, meningkatkan konsistensi fokus, serta membuat proses belajar lebih menarik dan terukur melalui kombinasi jadwal intensif, timer fokus, dan elemen gamifikasi. Dari perspektif biopsikologi, mekanisme ini mendukung penguatan fungsi eksekutif seperti kontrol atensi, perencanaan, dan regulasi perilaku yang berada di bawah kendali korteks prefrontal, sehingga dorongan impulsif dari sistem limbik yang biasanya memicu penundaan dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, TERBIT tampil sebagai gagasan inovatif yang efektif untuk menjawab krisis prokrastinasi akademik mahasiswa, terutama di era digital yang penuh distraksi. Dengan mengusung tiga keunggulan utama yaitu penjadwalan terstruktur, pemantauan diri yang konsisten, dan sistem reward digital. TERBIT tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan tugas tepat waktu, tetapi juga membangun kebiasaan belajar yang lebih disiplin dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar aplikasi produktivitas, TERBIT berpotensi berkembang menjadi alat pendukung kesehatan mental akademik, membantu mahasiswa mengelola stres, kecemasan tugas, hingga tekanan akademik yang sering kali tidak terlihat. Dalam jangka panjang, diharapkan inovasi seperti TERBIT dapat menjadi bagian penting dari ekosistem pembelajaran Indonesia, menghadirkan teknologi yang tidak hanya meningkatkan performa belajar, tetapi juga menjaga keseimbangan psikologis mahasiswa agar tetap sehat, fokus, dan tangguh menghadapi tantangan akademik modern. [T]

Penulis: Ni Luh Putu Nathania Utami
Editor: Adnyana Ole

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Stagnation”: Mahakarya Genesis Seperti Puisi yang Hidup

Next Post

Puisi-puisi Faqod Faaz | Menipu Tuhan

Ni Luh Putu Nathania Utami

Ni Luh Putu Nathania Utami

Lahir di Singaraja. Mahasiswa S1 Psikologi, Universitas Brawijaya

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Faqod Faaz | Menipu Tuhan

Puisi-puisi Faqod Faaz | Menipu Tuhan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co