6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [38]: Sesumbar Tak Percaya Hal Gaib

Chusmeru by Chusmeru
October 30, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

SETIAP masyarakat memiliki mitos dan cerita mistis. Setiap daerah juga memiliki cerita tentang tempat-tempat yang angker, keramat, gaib, dan mistis. Namun tidak semua orang percaya pada hal yang gaib dan berbau mistis.

Orang yang percaya pada hal gaib dan mistis didasari oleh keyakinan yang diperolehnya secara turun-temurun dari para leluhur. Semua adalah kepercayaan. Semakin yakin orang pada kepercayaan itu, semakin yakin pula bahwa hal gaib dan mistis memang ada.

Sebaliknya, orang yang tidak percaya pada hal mistis dan gaib dilandasi pemikiran rasional. Semua cerita mistis yang ada di masyarakat hanyalah dongeng dan khayalan manusia. Tidak ada tempat yang angker dan keramat. Semua hanya bertujuan menakut-nakuti orang lain.

Seno Wahyudi termasuk dosen yang tidak percaya pada hal mistis dan gaib. Ia sama sekali tidak percaya bahwa kampus tempatnya mengajar disebut angker dan sarang hantu. Apalagi dia mengajar mata kuliah Teknologi Komunikasi dan Metode Penelitian Kuantitatif. Bahkan ia sesumbar, orang yang percaya pada hal gaib adalah orang yang kurang kerjaan.

Menurut Seno Wahyudi, semua cerita mistis adalah konstruksi sosial. Kepercayaan terhadap hal gaib merupakan hasil pemikiran yang dibangun oleh masyarakat. Saat menghadapi kesulitan dan tak mampu mengatasi, orang akan mengambil jalan masa lalu, takhayul, mistik, klenik, dan gaib. Jadi semua itu bentuk kepasrahan manusia pada ketidakmampuan mengatasi masalah.

Masih menurut Seno Wahyudi, masyarakat kita sudah terlanjur terjebak pada hal gaib dan klenik. Pemilihan kepala desa, bupati, gubernur, presiden, dan legislatif diwarnai cerita mistis dan gaib. Dukun dan paranormal laris manis bersanding dengan lembaga survei dan konsultan politik.

Bukan hanya urusan politik. Masalah perjodohan dan rumah tangga juga tak lepas dari dukun. Masih saja ada orang yang percaya kepada dukun saat dirinya masih jomblo. Ibarat guyonan anak muda di media sosial, cinta ditolak dukun bertindak.

Setiap ada teman dosen di kampus yang bercerita tentang hantu atau hal gaib lain, Seno Wahyudi selalu tertawa dan tak percaya. Ia sesumbar tak percaya hal gaib, dan akan berhenti sebagai dosen jika apa yang dia alami dan lakukan dikaitkan dengan hal mistis dan gaib. Teman-teman dosen yang lain memaklumi apa yang dikatakan Seno Wahyudi. Selain selalu berpikir rasional, Seno Wahyudi juga senantiasa mendasarkan sesuatu pada yang empiris. Hantu dan hal gaib baginya tidak rasional dan tidak empiris.

***

Pagi yang cerah dan tanggal muda, beberapa dosen mengobrol di ruang tengah jurusan. Wajah mereka ceria. Perbincangan mengalir, dari topik politik, ekonomi, hingga perselingkuhan artis. Seno Wahyudi yang punya jadwal mengajar siang ikutan mengobrol. Ruang tengah jurusan memang tempat menyenangkan di kampus. Banyak dosen yang kangen pada ruangan ini jika sedang libur panjang.

Saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba lampu di ruang jurusan padam. Beberapa saat kemudian tercium bau kemenyan. Perbincangan terhenti. Dosen saling pandang. Sri Pangesti, dosen senior di jurusan tampak ketakutan. Sedang Dina Bestiari merasa merinding. Seno Wahyudi tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

“Kenapa kok sepertinya pada takut..?” tanya Seno Wahyudi pada dosen yang berhenti mengobrol.

“Aneh.. lampu mendadak mati, dan bau kemenyan,” jawab Sri Pangesti dengan raut muka takut.

“Apanya yang aneh..? Mati lampu kan hal biasa,” ujar Seno Wahyudi

“Jangan-jangan ada penunggu ruangan ini yang terganggu dengan obrolan kita,” kata Aldo Nugroho yang membuat Dina Bestiari tambah merinding.

“Semua kok mesti dihubungkan dengan dunia gaib lho..,” ujar Seno Wahyudi dengan nada sinis.

Bagi Seno Wahyudi, kebiasaan dosen untuk selalu percaya pada hal gaib maupun cerita mistis harus diluruskan. Semua menurutnya adalah imajinasi dan konstruksi sosial para dosen.

“Bisa saja lampu padam karena korsleting listrik, jadi mengeluarkan aroma bau,” tambah Seno Wahyudi.

Dosen-dosen yang sedang mengobrol tetap saja merasa merinding. Jika memang korsleting listrik tentu seluruh ruangan di kampus padam. Nyatanya yang padam hanya di ruang tempat mereka ngobrol. Dan itu pun tak berlangsung lama, lampu menyala kembali.

Ketidakpercayaan Seno Wahyudi kepada hal gaib bukan hanya sekali dua kali. Setiap ada dosen yang menceritakan sesuatu yang mistis, Seno Wahyudi mencibirnya. Ketika ia sedang berjalan bersama Aldo Nugroho menuju ruang kuliah, ia tak percaya omongan Aldo Nugroho tentang pohon randu yang angker di dalam kampus.

“Saya setiap melewati melewati pohon randu ini pasti merinding lho,” ujar Aldo Nugroho saat mereka berjalan dekat pohon randu.

“Ahh… takhayul itu..!!” bantah Seno Wahyudi.

Sebagai bentuk ketidakpercayaan omongan Aldo Nugro, lantas Seno Wahyudi menendang pohon randu itu. Aldo Nugroho terkejut. Seno Wahyudi begitu berani menendang pohon randu keramat itu. Padahal dosen-dosen lain banyak yang bercerita jika pohon randu itu dihuni makhluk halus.

Ruang kuliah Aldo Nugroho dan Seno Wahyudi bersebelahan. Ruang kuliah yang bersih, karena selalu rutin dibersihkan oleh cleaning service fakultas. Aldo Nugroho memasuki ruang kuliah. Belum sempat duduk, terdengar suara “Braaakkkk…”. Siapa yang jatuh di kelas sebelah?, tanya Aldo Nugroho dalam hati.

Aldo Nugroho bergegas menuju ruang sebelah. Tampak Seno Wahyudi jatuh dan terkapar di lantai ruang kuliah. Wajahnya menyeringai kesakitan sambil memegangi kakinya. Seno Wahyudi tak mampu bangun. Kakinya terkilir. Aldo Nugroho jadi teringat, baru saja Seno Wahyudi menendang pohon randu angker itu.

“Pak Seno tadi menendang pohon randu itu. Mungkin penghuninya marah,” kata Aldo Nugroho sambil membantu Seno Wahyudi berdiri.

“Ahhh… takhayul itu..!! Ini pasti kerja cleaning service yang tidak becus mengepel lantai ruangan, jadinya licin..!!!” umpat Seno Wahyudi merasa tak percaya apa yang dikatakan Aldo Nugroho.

Perlahan Seno Wahyudi berdiri. Ia berjalan tertatih-tatih untuk duduk di kursi dalam ruang kuliah. Kakinya tampak bengkak. Ia menghela napas menahan rasa sakit. Namun ia tetap sesumbar tak percaya hal gaib yang ada di kampus.

***

Dosen-dosen sudah berkumpul di lobi fakultas. Hari ini berlangsung acara syukuran pembangunan gedung baru. Kursi-kursi sudah tertata rapi. Berbagai kudapan jajan tradisional telah disiapkan. Suasana suka cita tampak di wajah para dosen. Gedung baru ini sudah lama ditunggu pembangunannya sebagai ganti gedung lama yang telah rapuh dimakan usia.

Selain jajanan, panitia syukuran juga menyediakan menu makan sesuai dengan tradisi syukuran. Tumpengan nasi putih yang dikelilingi dengan kluban, yaitu perpaduan rebusan sayur kangkung, daun singkong, tauge, kacang panjang, dan sambal terasi dicampur parutan kelapa muda. Tumpeng nasi juga dikeliling lauk ikan lembutan, yaitu ikan-ikan kecil dari sungai air tawar. Lembut dalam bahasa Banyumasan berarti kecil. Ikan kecil dalam tumpeng nasi simbol dari lelembut atau makhluk halus. Maknanya, ikan kecil itu sebagai tolak bala agar para dosen, pegawai, dan mahasiswa terhindar dari gangguan lelembut dan makhluk halus yang ada di kampus.

Mendengar penjelasan tentang makna tumpeng dan ikan lembutan, Seno Wahyudi tertawa ngakak. Ia sama sekali tidak percaya dengan penafsiran hal gaib itu. Baginya, semua hanya alasan pembenar yang dicocok-cocokkan saja.

“Ikan ya ikan saja, maknanya ya untuk lauk makan..,” ucap Seno Wahyudi sambil tertawa.

Acara makan bersama pun tiba. Dosen dan pegawai menikmati nasi tumpeng yang telah disediakan. Seno Wahyudi tampak lahap menyantap nasi tumpeng. Sesekali ia berbincang dengan dosen lain saat makan. Tanpa diduga, tiba-tiba ia tersedak duri kecil ikan lembutan yang menyangkut di tenggorokannya. Berkali-kali ia berusaha mengeluarkan duri tersebut. Berbagai cara dilakukan, namun duri itu tetap menyangkut di tenggorokan.

Seno Wahyudi harus dibawa ke rumah sakit. Mulutnya tidak bisa dibuka. Ia mengalami kesulitan berbicara. Duri ikan lembutan masih berada di tenggorokan. Dengan bantuan dokter, duri itu dapat diambil dan dilakukan tindakan medis. Meski begitu, Seno Wahyudi tetap saja tidak percaya pada hal gaib; dan tenggorokannya yang tersedak tak mau dikaitkan dengan ketidakpercayaan dia pada makna ikan lembutan dalam ritual gedung baru di kampus.

Kepercayaan dan ketidakpercayaan pada hal gaib memang selalu ada. Dua hal itu menetap dan sulit diubah. Beberapa orang yang percaya hal gaib menganggap sebagai bagian dari tradisi turun-temurun. Mereka yang tak percaya, termasuk Seno Wahyudi menyebut hal gaib tidak relevan lagi dengan era 5.0.

Suatu hari Seno Wahyudi secara tak sengaja menabrak seeokor kucing di pintu keluar kampus. Kucing itu tewas tergilas mobil Seno Wahyudi. Beberapa pegawai menyarankan Seno Wahyudi untuk melakukan ritual selamatan, karena kucing dianggap binatang yang sakral. Namun Seno Wahyudi tak percaya. Ia hanya menyuruh salah satu pegawai untuk mengubur kucing itu di pekarangan kampus.

Malam harinya Seno Wahyudi mimpi buruk. Ia dikejar-kejar binatang aneh dalam tidurnya. Kepala binatang itu seperti kucing, namun tubuhnya menyerupai seekor harimau. Seno Wahyudi terbangun dan gelagapan. Tubuhnya berkeringat.

“Saya mimpi buruk..,” tutur Seno Wahyudi keesokan harinya kepada para dosen.

“Itu karena Pak Seno tidak melakukan ritual setelah menabrak kucing kemarin,” komentar Aldo Nugroho menaggapi mimpi Seno Wahyudi.

“Ahhh.. mungkin karena saya terlalu capai, jadi malamnya mimpi buruk,” timpal Seno Wahyudi tak percaya komentar Aldo Nugroho.

Seno Wahyudi tetap kukuh pada pendiriannya. Tidak ada hal gaib. Tidak ada hubungan antara kejadian menabrak seekor kucing dengan mimpi buruk dikejar-kejar binatang aneh. Jika begitu, kecelakaan di jalan raya yang setiap hari terjadi akan selalu dikaitkan dengan hal gaib, pikirnya.

Ketidakpercayaan Seno Wahyudi pada hal mistis dan gaib memang sulit diubah, meski banyak orang yang meyakinkannya. Sepanjang tidak empiris, selama tidak dapat dibuktikan dengan logika dan terukur, Seno Wahyudi tetap saja tak percaya.

Bahkan Seno Wahyudi tidak percaya pada kekuatan doa yang seringkali dikaitkan dengan keberhasilan di bidang olah raga. Ia penggemar berat sepak bola. Namun ia lebih menyukai klub sepak bola asal Inggris, Chelsea. Setiap kali ada jadwal siaran langsung Liga Inggris di televisi pasti ia saksikan. Ia tidak begitu suka dengan sepak bola dalam negeri yang jika bertanding penonton selalu diminta berdoa agar menang. Menurutnya, tidak ada korelasi antara doa dan kemenangan klub sepakbola.

Malam ini klub kesayangannya, Chelsea akan bertanding melawan Fulham. Pertandingan berjalan mendebarkan. Menjelang akhir pertandingan, skor masih imbang 1-1. Namun di menit terakhir, Chelsea kebobolan dan kalah 1-2. Seno Wahyudi seolah tak percaya klub kesayangannya kalah. Ia begitu terpukul dan emosi. Dadanya berdebar. Jantungnya berdetak kencang.

Tidak jelas mengapa, mendadak kepala Seno Wahyudi pusing. Napasnya tersengal-sengal. Wajahnya sangat pucat. Leher, tapak tangan, dan kakinya berkeringat dingin. Seno Wahyudi merasa mual dan muntah. Ia berjalan sempoyongan, lalu jatuh pingsan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Seno Wahyudi masuk di ruang gawat daurat.

Entah apa yang dirasakan Seno Wahyudi di ranjang rumah sakit. Mungkin ia tak percaya sepak bola menyebabkannya pingsan. Mungkin juga ia tak percaya dan tak mau tahu kapan malaikat maut akan datang menjemputnya. Bahkan mungkin saja ia tak percaya bahwa maut adalah sesuatu yang gaib. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterimisterimistis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ni Luh Putu Linda Jessica Maharani dari Badung: Dulu Tak Suka Tampil, Kini Juara Dharmawacana

Next Post

Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co