12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Nyawa Tak Lagi Relevan

I Kadek Okta Dharmadhyaksa by I Kadek Okta Dharmadhyaksa
October 19, 2025
in Esai
Ketika Nyawa Tak Lagi Relevan

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

Hari itu—16 Oktober 2025, di saat saya masih meratapi kegagalan Timnas masuk piala dunia, tiba-tiba handphone saya berdering tak karuan. Muncul banyak kabar, dari rekan maupun dari media sosial: seorang mahasiswa Universitas Udayana telah mengakhiri hidupnya kemarin—di Rabu, 15 Oktober 2025 (Gisela, 2025).

Teman-teman, bunuh diri tidak pernah menjadi soal yang sederhana. Ia dipicu karena banyak hal: depresi, trauma, maupun gangguan mental lainnya. Ia bisa bermula karena adanya kecenderungan genetik, maupun pengalaman hidup yang menyesakkan—luas sekali (Narayana et al., 2020; Beghi et al., 2021).

Sederhananya, setiap orang menjalani pertempuran yang tak akan sepenuhnya dipahami orang lain. Kita memiliki beban yang berbeda, juga kekuatan yang berbeda. Maka membandingkan derita atau berlomba menjadi yang paling menderita tak akan pernah bijak.

Membandingkan derita adalah kekeliruan, apalagi menghardik kematian. Tak ada satu pun di antara kita yang pantas mengkakimi kematian seseorang, karena pertanyaannya: siapa Anda? Siapa yang memberi hak untuk merasa paling tahu tentang kehidupan dan dosa orang lain?

Hari ini, laman media sosial saya—terutama Instragram, ramai dengan unggahan jika beberapa individu, alih-alih bersimpati justru mencemooh peristiwa itu. Aneh rasanya, melihat orang bangga menertawakan tragedi. Seolah kehilangan empati kini telah menjadi hal yang lumrah.

Peristiwa ini, tidak hanya tentang kematiannya, tetapi tentang bagaimana kita, sebagai masyarakat, merespon kematian tersebut. Ia adalah tamparan bagi kesadaran kolektif kita: bahwa literasi mental belum benar-benar tumbuh. Masih banyak yang menganggap jika meminta bantuan atau pergi ke Psikolog/Psikiater adalah tanda kelemahan. Akibatnya, banyak yang memilih diam, menahan sakit, atau menutupi ketakuannya dengan mencemooh mereka yang berani mencari pertolongan, atau yang telah usai pertarungannya (Jackson & Ross, 2025) (jikateman-teman tertarik, sila membaca tentang defense mechanism—salah satunya adalah discplacement).

Pada akhirnya, mereka yang menjadikan kematian sebagai bahan lelucon, bukanlah orang yang paling kuat atau yang paling sehat di dunia. Mungkin, tawa mereka hanyalah cara lain menutupi luka yang tak ingin mereka akui.

Teman-teman, saya percaya satu hal, jika tidak ada individu yang benar-benar sehat mentalnya seratus persen. Kondisi mental tidak statis, ia bergerak secara dinamis menyesuaikan apa yang kita alami sehari-hari. Sekarang, yang terpenting adalah bagaimana cara kita meregulasi stress dan emosi (Urano et al., 2022). Namun, sebelum kita mampu meregulasi, kita harus lebih dulu sadar—sadar bahwa setiap manusia pasti memiliki masalahnya sendiri, dan mencari pertolongan bukanlah hal yang hina.

Tidak peduli apakah itu pergi ke Psikolog, nongkrong, mancing, semedi—jika itu membuatmu merasa lebih baik, lakukan saja. Asal itu bukan judi online, atau tindakan yang membuat istri marah. Pada akhirnya, setiap orang memiliki caranya masing-masing, tak ada yang lebih baik, tak ada yang lebih buruk. Semua sama derajatnya!

Akhir kata, tulisan ini memang tidak didesain untuk mengulas kematian seseorang. Beberapa media juga harus menyadari bahwa mengekspos detail pribadi korban bukanlah hal yang pantas. Ia memiliki privasi, dan ada keluarga yang sedang berduka—yang seharusnya kita jaga, tidak dilukai atas dasar keingintahuan atau target tulisan semata. Yang seharusnya menjadi sorotan adalah ketiadaan empati di sekitar kita—tanda bahwa ada yang sakit dalam sistem sosial masyarakat kita, yang seakan-akan membuat nyawa tak lagi relevan. [T]

Daftar Acuan:

Beghi, M., Butera, E., Cerri, C. G., Cornaggia, C. M., Febbo, F., Mollica, A., … & Lozupone, M. (2021). Suicidal behaviour in older age: A systematic review of risk factors associated to suicide attempts and completed suicides. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 127, 193–211.

Gisela, S. (2025, 15 Oktober). Mahasiswa Unud Bali tewas usai jatuh dari lantai 2 gedung kampus. Tirto. https://tirto.id/mahasiswa-unud-bali-tewas-usai-jatuh-dari-lantai-2-gedung-kampus-hjGL

Jackson, J., & Ross, V. (2025). Understanding suicide stigma in fly-in/fly-out workers: A thematic analysis of attitudes towards suicide, help-seeking and help-offering. International Journal of Environmental Research and Public Health, 22(3), 395.

Surya Narayana, G., Suresh, C., & Kolli, K. (2020, October). Predicting students’ transformation to maximum depressive disorder and level of suicidal tendency. In ICCCE 2020: Proceedings of the 3rd International Conference on Communications and Cyber Physical Engineering (pp. 1199–1208). Singapore: Springer Nature Singapore.

Urano, Y., Ikeda, T., & Mearns, J. (2022). Receiving assistance in emotion regulation: A preliminary investigation. Personality and Individual Differences, 188, 111445.

Penulis: I Kadek Okta Dharmadhyaksa
Editor: Adnyana Ole

Tags: bunuh dirifilosofiPsikologirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pernapasan adalah Kehidupan Memberi dan Menerima

Next Post

Lev Landau: Keberanian Tanpa Arogan, Kebenaran Tanpa Kekerasan

I Kadek Okta Dharmadhyaksa

I Kadek Okta Dharmadhyaksa

Seorang Mahasiswa S2 Psikologi, berminat pada perubahan konstruksi “ke-Bali-an” dari masa kolonial hingga masa kontemporer.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Lev Landau: Keberanian Tanpa Arogan, Kebenaran Tanpa Kekerasan

Lev Landau: Keberanian Tanpa Arogan, Kebenaran Tanpa Kekerasan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co