2 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemimpin dan Ajaran Bhaerawa: Memimpin dengan Kesadaran, Bukan Sekadar Jabatan

Raka Prama Putra by Raka Prama Putra
September 7, 2025
in Esai
Pemimpin dan Ajaran Bhaerawa: Memimpin dengan Kesadaran, Bukan Sekadar Jabatan

acara Bedah Buku *Bhaerawa Jnana* karya Ida Dukuh Celagi

TULISAN ini lahir dari perenungan yang mendalam setelah saya berkesempatan menjadi moderator dalam acara Bedah Buku *Bhaerawa Jnana* karya Ida Dukuh Celagi. Buku ini membuka tabir Bhaerawa yang menekankan bahwa pembebasan dari penderitaan dapat dicapai melalui pelenyapan ego, keinginan, dan ketakutan.

Diskusi dalam acara tersebut membuka pandangan saya: bahwa ajaran Bhaerawa—yang selama ini kerap dipersepsikan ekstrem, gelap, atau bahkan mistis—justru menyimpan nilai-nilai yang luhur yang bisa menjadi pedoman kepemimpinan. Nilai-nilai yang relevan dan sangat kontekstual dengan tantangan zaman, bahkan untuk konteks sosial-politik masa kini.

Ajaran Bhaerawa tidak hanya menguraikan jalan spiritual secara personal, tetapi juga menunjukkan bagaimana kekuatan batin, keberanian moral, dan kedalaman kesadaran bisa menjadi fondasi kuat dalam menjalankan roda pemerintahan maupun kepemimpinan sosial.

Di tengah tantangan zaman yang kompleks, —krisis moral, ekonomi, ketimpangan sosial, kerusakan lingkungan, hingga polarisasi politik—muncul pertanyaan mendasar: seperti apakah pemimpin yang ideal? Bukan hanya cerdas dan tegas, seorang pemimpin sejati juga harus matang secara spiritual dan emosional.

Tulisan ini mencoba merefleksikan bagaimana nilai-nilai Bhaerawa bisa dihayati oleh pemimpin masa kini, sekaligus menelusuri jejak historis para pemimpin Nusantara—termasuk di Bali—yang pernah menapaki jalan ini dengan gagah dan bijak.

Jejak Bhaerawa dalam Sejarah Kepemimpinan Nusantara

Ajaran Bhaerawa merupakan bagian dari khazanah Tantrayana Hindu-Buddha yang dikenal berani, nonkonvensional, dan transformatif. Ajaran ini tidak sekadar berkembang di India atau Tibet, tetapi juga berakar kuat dalam sejarah Nusantara.

Di Jawa, ajaran ini pernah menjadi fondasi spiritual dan ideologis pemerintahan Raja Kertanegara dari Kerajaan Singhasari. Ia dikenal sebagai pemimpin dengan visi besar, keberanian luar biasa, dan keterbukaan spiritual—ciri khas pemimpin Bhaerawa.

Di Bali, ajaran ini juga dipercaya dianut oleh Ratu Mahendradatta, istri Raja Udayana Warmadewa dan ibu dari Raja Airlangga. Beberapa peninggalan arkeologis, seperti arca Bhaerawa di Pura Kebo Edan, menjadi saksi bagaimana ajaran ini menjadi bagian dari tradisi kerajaan dan spiritualitas elite pada masa lalu.

Para pemimpin tersebut bukan hanya penguasa politik, tetapi juga praktisi spiritual yang menghayati kekuasaan sebagai sarana pelayanan, bukan dominasi.

Ajaran Bhaerawa dalam Konteks Kepemimpinan

Secara esoterik, Bhaerawa adalah aspek Tuhan (Siwa) dalam manifestasi yang tegas, keras, bahkan destruktif terhadap ilusi, ketidakseimbangan, dan kebodohan. Namun, hal ini sebenarnya merupakan manifestasi kasih yang lebih tinggi.

Bhaerawa tidak mengajarkan lari dari kegelapan, melainkan menaklukkannya dari dalam. Dalam konteks kepemimpinan, ajaran ini menekankan:

•⁠  ⁠Penguasaan atas ego dan nafsu pribadi

•⁠  ⁠Ketegasan terhadap ketidakadilan

•⁠  ⁠Kemampuan mentransformasi krisis menjadi peluang

•⁠  ⁠Kepemimpinan yang berlandaskan kesadaran spiritual

Dengan penggalian ajaran ini, pemimpin tidak boleh hanya menyukai yang indah dan terang, tetapi harus mampu memasuki dan menaklukkan kekacauan, penderitaan, dan sisi gelap kekuasaan, agar dapat diubah menjadi kekuatan yang menyejahterakan.

Jadi, di era modern, nilai-nilai Bhaerawa tetap sangat relevan. Meski tanpa atribut spiritual formal, intisari ajarannya adalah kepemimpinan yang berani, rendah hati, dan transformatif.

Relevansi Ajaran Bhaerawa untuk Pemimpin Masa Kini

Berikut adalah nilai-nilai dari ajaran Bhaerawa yang bisa dijadikan prinsip kepemimpinan masa kini:

1. Empati dalam Kekuasaan

Pemimpin Bhaerawa hadir dalam penderitaan rakyat, bukan sekadar tampil dalam seremonial, bukan hanya dalam kemewahan.

Ia memahami bahwa kekuasaan adalah sarana untuk melayani, bukan menikmati. Ini relevan dalam menghadapi krisis ekonomi dan sosial. Pemimpin mesti turun tangan, bukan lepas tangan.

2. Berani Mengambil Keputusan Sulit

Layaknya Bhaerawa yang tidak ragu menghancurkan kejahatan, pemimpin ideal harus berani menindak korupsi, membela yang tertindas, dan menegakkan keadilan. Pemimpin ideal berdiri membela yang lemah, meski harus melawan arus.

3. Mengendalikan Nafsu Pribadi dan Citra

Dalam era pencitraan dan hedonisme dewasa ini, pemimpin Bhaerawa tidak butuh panggung atau pengakuan. Ia bekerja dalam keheningan, namun hasilnya berdampak nyata. Ia tidak “flexing”, tidak haus pujian, dan tidak memanipulasi kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

4. Menjaga Keseimbangan Sakala dan Niskala

Pemimpin bukan hanya seorang birokrat, tetapi juga pemelihara nilai. Ia harus bisa mengatur dunia fisik (sakala) sembari menjaga kesucian, etika, dan spiritualitas masyarakat (niskala).

Kepemimpinan: Jalan Ke Dalam, Bukan Sekadar Naik ke Atas

Dalam dunia yang semakin bising oleh popularitas semu, ajaran Bhaerawa menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati berasal dari kedalaman kesadaran, bukan sorotan kamera. Seorang pemimpin sejati adalah ia yang mampu menaklukkan dirinya sendiri, sebelum mencoba mengatur orang lain.

Kekuasaan sejati tidak terletak pada posisi, melainkan pada kekuatan batin untuk bertanggung jawab, melayani, dan bertransformasi demi kebaikan bersama. Keberanian menghadapi tantangan-tantangan yang ada untuk membebaskan masyarakat dari penderitaan.

Bhaerawa mengajarkan bahwa keberanian, empati, dan kedalaman jiwa jauh lebih penting daripada gelar, popularitas, atau pengaruh. Di sinilah pemimpin sejati lahir—bukan dari ambisi, tetapi dari kesadaran.

Di tengah dunia yang gaduh oleh ego dan citra, kita butuh lebih banyak pemimpin yang sunyi, namun bekerja dengan kekuatan sejati—seperti semangat Bhaerawa yang tak gentar menghadapi gelap, demi menghadirkan terang. Di titik inilah, ajaran Bhaerawa kembali menemukan relevansinya—bukan sebagai dogma, tapi sebagai jiwa kepemimpinan sejati.

Semoga tulisan ini menginspirasi para pemimpin—baik di lingkup pemerintahan, organisasi, maupun komunitas—untuk melihat kepemimpinan bukan sebagai tangga kekuasaan, tetapi sebagai jalan pelayanan spiritual yang mulia. [T]

Kemenuh, 6 September 2025
Rahajeng rahina Saraswati lan Banyupinaruh. Rahayu

Penulis: Raka Prama Putra
Editor: Jaswanto

Tags: bhaerawaBukukepemimpinanpemimpin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Tatapan Rangga ke “Screenshot” Kekerasan: Transformasi Ruang Sosial Remaja dalam Sinema Indonesia (2002 – 2022)

Next Post

Rawon, Rujak, Mi

Raka Prama Putra

Raka Prama Putra

Nama lengkapnya I Putu Gede Raka Prama Putra. Penulis, wartawan

Related Posts

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails

Memang Pasar Malam

by Angga Wijaya
May 30, 2026
0
Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

Read moreDetails

Kuta dan Peradaban Palegongan: Radikalisme Estetika di Ambang Pesisir

by I Gusti Made Darma Putra
May 29, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

KETIKA dunia menyebut Kuta hari ini, ingatan kolektif yang muncul hampir selalu seragam, pesisir yang riuh, lanskap global pariwisata, komodifikasi...

Read moreDetails

‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

by Ruben Cornelius Siagian
May 29, 2026
0
‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

TERBITNYA ensiklik Magnifica Humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence karya Paus Leo XIV menandai...

Read moreDetails
Next Post
Rawon, Rujak, Mi

Rawon, Rujak, Mi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati
Khas

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

by Emi Suy
June 1, 2026
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif
Esai

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara
Budaya

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

by Satria Aditya
May 31, 2026
Radio Tua Kakek Panjul
Dongeng

Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi
Cerpen

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu
Puisi

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya
Ulas Buku

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co