6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Cerita Made” Karya Mandy Fessenden Brauer: Mendekatkan Anak pada Cerita dan Imajinasi

Son Lomri by Son Lomri
July 31, 2025
in Khas
“Cerita Made” Karya Mandy Fessenden Brauer: Mendekatkan Anak pada Cerita dan Imajinasi

Moderator Putu Putik Padi (kiri) dan Mandy Fessenden Brauer, penulis buku Cerita Made | Foto: Dok. SLF 2025

TERASA hangat diskusi anak-anak pada acara peluncuran buku cerita anak berjudul Cerita Made karya Mandy Fessenden Brauer” serangkaian Singaraja Literary Festival 2025 di Museum Buleleng, Bali, Sabtu, 26 Juli.

Saat mengenalkan bukunya, Mandy Fessenden Brauer atau biasa dipanggil Mandy, tampak sangat senang karena anak-anak yang hadir dalam diskusi itu begitu antusias mendengarkan. Peserta yang datang sebagian besar adalah anak-anak bersama orang tua mereka.

Anak-anak itu duduk di kursi, ada juga lesehan di gundukan berumput di bawah teduh daun-daun pepohonan. Mereka menyimak dengan baik tentang bagaimana buku cerita anak Cerita Made itu dibuat.

Anak-anak antusias mengikuti acara peluncuran buku Cerita Made di Singaraja Literary Festival 2025 | Foto: Dok. SLF 2025

“Saya mengerjakan buku itu dengan banyak orang, terutama dalam proses ilustrasi dan terjemahan,” kata Mandy bercerita tentang proses pengerjaan bukunya.

Mandy dibantu Desi Wulandari untuk ilustrasinya, dan Anak Agung Anitya Dewi, Dewa Gede Agung Oka Sukawati dan Sheena Monaghan untuk terjemahannya.

Dalam proses pengerjaan ilustrasinya, pertama, Mandy memberikan (semacam) draft naskah ceritanya per bagian kepada Desi. Kemudian Desi membuatkan ilustrasinya sesuai bagian-bagian cerita yang sudah dikirim.

“Terus dibuat sketnya dulu, lalu didiskusikan dengan Mandy. Jika tidak cocok, kembali dibuat ulang dan didiskusikan dan terus begitu. Sampai jadi,” kata Desi Wulandari ilustrator buku cerita anak Cerita Made.

Pada proses pembuatan ilustrasi itu dengan diskusi terbuka, Mandy merasa bebas dan lebih nyaman karena ia tahu di penerbit lain tidak bisa seintens itu, tidak bisa berdiskusi lebih dekat dan lebih lama.

“Karena jika di perusahaan, hal semacam itu sangat kaku,” kata Mandy Ia mengaku senang bukunya diilustrasikan Desi Wulandari dengan cara dilukis langsung.

Dalam ilustrasi, Mandy menghindarkan diri pada cerita dengan ilustrasi yang tak masuk akal, misalnya, seorang anak menunggangi buaya di sebuah sungai. Karena imajinasi semacam itu lebih berisiko untuk mengajarkan si anak berimajinasi liar yang tak masuk akal.

Sebab, buaya bisa makan orang, buaya bisa makan anak-anak jika mereka menirukannya pergi ke sungai lalu mencari buaya untuk ditunggangi.

Di buku Cerita Made, itu berbeda, tokoh Made berenang di pantai, dan ia ditemani oleh orang tuanya sebagai pengawasan. Hal itu penting menurut Mandy, anak-anak mesti diawasi agar tidak celaka.

Sehingga ilustrasi dan cerita (teks), tidak ngawang-ngawang. Cerita itu memberikan edukasi, bukan yang liar tak masuk akal.

Sekilas tentang buku itu, ada dua cerita dari dua tokoh yang memiliki kehidupan berbeda—sebagai perbandingan sosial dan kultur, yang memperkaya buku Cerita Made menjadi unik untuk dikonsumsi anak-anak, juga para orang tua untuk anaknya.

Yaitu Cerita Made dan Putu. Made tinggal di kota, dan Putu tinggal di desa.

Kisah Made membawa kita ke kehidupan seorang anak perempuan Bali yang memiliki seorang kakak laki-laki bernama Wayan, dan tinggal di Denpasar.

Moderator Putu Putik Padi (kiri) dan Mandy Fessenden Brauer, penulis buku Cerita Made | Foto: Dok. SLF 2025

Cerita Made dikuatkan secara ilustrasi tentang kehidupan sehari-hari anak perempuan Bali yang tinggal di sebuah kota, mengunjungi kakek-neneknya yang tinggal di pegunungan dan memulai bisnis kecilnya sambil tetap bersenang-senang.

Sedang pada kisah (tokoh) Putu, memperkenalkan seorang anak laki-laki Bali yang tinggal di pedesaan, tempat padi ditanam dan membagikan dunianya kepada kita dan adik laki-lakinya yang bernama Kadek.

Di Balik (Proses) Pembuatan Cerita Made

“Ketika saya pertama datang ke Bali, saya bertemu dengan teman yang sudah punya anak berusia dua tahun, dan si anak itu gak pernah melihat bule seperti saya. Dia ketakutan hingga menjerit sangat kencang,” kata Mandy.

Agar anak itu tidak merasa ketakutan atas kehadirannya karena kulit berserat dan rambut yang dibiarkan bebas, Mandy, memberikan pemahaman sangat halus, bahwa hewan memiliki banyak macam bentuk dan warna, begitupun dengan manusia. Ia ada banyak jenis soal warna kulit dengan ras berbeda-beda pula.

Lebih tegas Mandy menjelaskan pada para peserta yang dihadiri anak-anak itu, bahwa manusia itu beragam. Tak mestilah takut perbedaan rupa atau warna. Manusia adalah makhluk yang unik. Harus saling mengenal untuk memperindah kehidupan.

Dan itu, buku pertamanya Mandy yang dibuat sekaligus dengan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan gambar-gambar yang kuat sebagai ilustrasi cerita.

Setelah diskusi, Mandy mengajak penonton untuk mendengar pembacaan cerita oleh moderator Putu Putik Padi (bahasa Indonesia) dan Made Puspa (Bahasa Inggris).

Putik Padi :

Namaku Made. Aku Tinggal di sebuah pulau di Indonesia yang bernama Bali. Aku tinggal bersama ayah, ibu, dan kakak laki-lakiku, Wayan.

Made Puspa :

My Name is Made. I live in Indonesia on the island of Bali with my father, mother, and older brother, Wayan.

Putik Padi :

Dari rumahku di Denpasar, ibu kota provinsi Bali, aku bisa melihat banyak bangunan tinggi, beberapa ekor sapi, sekumpulan ayam, dan banyak anjing. Kami punya seekor anjing yang kami beri nama Doggie dan seekor kucing yang kami panggil Dida yang baru saja melahirkan empat anaknya.

Made Puspa :

From our home in Denpasar, the capitol Bali, I See big buildings, a few cows, chikens, and many dogs. We have a dog named Doggie and a cat named Dida. Dida has four kittens.

Di sela pembacaan itu, Mandy berdiri dan terus mengangkat halaman buku Cerita Made sesuai pembacaan Putik dan Made ke arah peserta agar bisa dinikmati ilustrasinya.

Setelah pembacaan itu selesai, di akhir sesi, Mandy ingin menunjukkan kepada anak-anak Bali, bahwa mereka bisa berimajinasi dengan mengambil sisi unik kehidupan sehari-hari, atau yang biasa ditemukan di sekitar rumah.

Bercecer Cerita-cerita kecil di Bali

Ada banyak cerita unik yang didapatkan Mandy ketika datang ke Bali lima belas tahun lalu. Ya, ia asalnya dari Amerika, dan melalui buku pertamanya itu, Mandy ingin menunjukkan ke semua orang yang berlayar ke Bali, bahwa ada banyak hewan-hewan di Bali.

Juga dia ingin menunjukkan ke orang-orang itu, maksudnya para turis seperti dia, bahwa Bali sangat indah dan masyarakat lokal begitu indah hidup di Bali. Ada keramahan. Ada kesejukan.

Cerita Putu dan Made, misalnya, sama-sama memiliki orang tua kakek nenek dan saudara masing-masing.

Dia juga pengen anak-anak di Bali membaca buku tentang anak-anak Bali, tentang dirinya sendiri.

Moderator Putu Putik Padi (kiri) dan Mandy Fessenden Brauer, penulis buku Cerita Made | Foto: Dok. SLF 2025

Cerita Putu di buku itu, seorang anak yang tinggal di daerah persawahan. Sedang Made dengan suasana rumah yang lebih kompleks di perkotaan dengan kemacetan jalan luar biasa. Kedua orang tua mereka dua-duanya bekerja. Keluarga mereka memiliki keunikannya tersendiri.

Mandy tinggal di Bali sudah cukup lama, cerita itu sangat terekam jelas diingatannya walaupun umurnya sudah 84 tahun.

Dia juga mengingat betul bagaimana teman-temannya di Bali, memiliki gaun-gaun banyak sekali. Dia juga mengingat, bahwa dunia anak kecil di Bali, sangatlah ceria, dan ada banyak cerita.

Mandy berharap, semua anak-anak bisa bercerita seperti dirinya di buku itu, tentang Bali, dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris menceritakan hal-hal apa saja dan mendiskusikannya dengan teman yang akrab.

Ia juga berpesan pada orang tua yang hadir ketika itu, untuk menuangkan idenya tentang imajinasi cerita anak atau apa saja untuk menuliskannya dalam bentuk buku, karena di Bali sangat kaya akan cerita-cerita unik yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

Satu waktu, Mandy pernah pergi berjalan-jalan dan ia melihat segerombolan anak-anak melakukan gerak jalan untuk acara kemerdekaan di bulan Agustus.

Di salah satu mereka, satu anak dengan sepatunya lebih besar dari ukuran kakinya, dan ketika berjalan itu, ia terlihat sangat kesulitan saat melangkah. Mandy tertawa. Lantas ia bertanya pada temannya, apakah anak itu membutuhkan ukuran sepatu lebih besar dari kakinya, untuk bisa bergerak? [T]

Reporter/Penerjemah: Putu Putik Padi
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Rekam 100 Tahun Dinamika Batur dalam Bedah Buku “Seabad Relokasi Batur” di Singaraja Literary Festival 2025
Ekologi Sastra dalam Buda Kecapi di Singaraja Literary Festival 2025
Sembuh Oleh Sastra, Mengapa Tidak? — Cerita Ratih Kumala, Oka Rusmini dan Cyntha Hariadi di Singaraja Literary Festival 2025
Tags: Bukucerita anakSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rekam 100 Tahun Dinamika Batur dalam Bedah Buku “Seabad Relokasi Batur” di Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Bincang Buku “Lolohin Malu”: Pahit, Getir, Tapi Menyembuhkan

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Bincang Buku “Lolohin Malu”: Pahit, Getir, Tapi Menyembuhkan

Bincang Buku "Lolohin Malu": Pahit, Getir, Tapi Menyembuhkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co