6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wajar Tapi Tak Wajar: Normalisasi Kekerasan Digital terhadap Perempuan

Agnes Monica Marpaung by Agnes Monica Marpaung
July 20, 2025
in Esai
Wajar Tapi Tak Wajar: Normalisasi Kekerasan Digital terhadap Perempuan

Agnes Monica Marpaung

ERA kemudahan digital saat ini, media sosial seperti TikTok, Instagram, dan bahkan kolom komentar Live (siaran langsung), perempuan kerap menjadi sasaran komentar seksual yang berulang dan brutal. “Info lokasi, mbak,” “Malem Minggu sendirian nih?” hingga “Buka dikit lagi dong” kerap menjadi suara latar yang seolah lumrah di ruang digital.

Anehnya, bukan pelaku yang ditegur, tapi seringkali sang perempuan yang disalahkan: “Ya salah sendiri, bajunya gitu”, “Ngapain juga Live malam-malam?” dan lain sebagainya. Saya bukan korban langsung, tetapi saya muak melihat betapa wajar kekerasan ini diperlakukan. Kita telah gagal menciptakan ruang digital yang aman, bahkan untuk sekedar tampil dan berbicara.

Perempuan dan Kekerasan Digital: Bentuknya Nyata, Dampaknya Luka

Mungkin bagi pelaku pelecehan, hal tersebut hanya sebatas guyonan semata. Namun, pelecehan digital terhadap perempuan bukan sekadar komentar iseng belaka. Menurut U.S Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tahun 2024, “kekerasan seksual dapat terjadi secara langsung, daring, atau melalui teknologi, seperti dalam kasus memposting atau membagikan gambar seksual seseorang tanpa izin mereka, atau pengiriman pesan seksual tanpa persetujuan”. Bentuk pelecehan di era digital ini sangat beragam: mulai dari komentar seksual eksplisit di media sosial, pesan pribadi yang mengganggu, pengiriman gambar vulgar tanpa persetujuan, hingga praktik ekstrem seperti doxing (menyebarkan data pribadi) dan revenge porn.

Adapun yang lebih mengkhawatirkan, pelaku merasa aman karena bersembunyi di balik layar. Mereka merasa tidak akan pernah benar-benar dihukum. Bahkan banyak yang merasa “lucu-lucuan saja” atau “cuma bercanda.” Padahal bagi korbannya, ini bukan lelucon, ini adalah bentuk kekerasan yang berujung luka. Hak dan kebebasan perempuan untuk sekadar menari, berbicara, atau menunjukkan ekspresi diri di internet, bisa menjadi sasaran hanya karena menjadi seorang ‘perempuan’.

Ketika Semua Diam: Budaya Membiarkan Pelecehan

Apa yang lebih menyakitkan dari pelecehan? Normalisasi. Saat perempuan melaporkan pelecehan online, reaksi umum adalah “jangan lebay,” atau “ya udah sih, tinggal blok aja.” Atau lebih parah lagi, korban justru disalahkan karena dianggap mengundang. Budaya victim blaming ini membuat banyak perempuan enggan bersuara. Laporan yang ditulis oleh SAFENet Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan bahwa kekerasan berbasis gender online (KBGO) di triwulan 2024 terdapat 480 laporan, dengan lebih dari setengahnya dilaporkan oleh perempuan.

Tidak ada ruang aman untuk mengadukan pelecehan digital, karena tanggapannya selalu meremehkan atau mengalihkan kesalahan. Yang seharusnya malu adalah pelaku dan bukan korban. Tapi dalam budaya digital kita, yang malu justru yang berani bersuara. Platform digital seperti TikTok dan Instagram juga belum cukup tegas. Fitur moderasi dan pelaporan kadang hanya formalitas. Bahkan akun-akun yang jelas-jelas menyebarkan konten seksis atau melecehkan bisa tetap bertahan lama.

Ruang Publik Digital yang Tak Lagi Milik Perempuan

Pelecehan digital menciptakan ketakutan yang nyata. Banyak perempuan akhirnya memilih untuk membatasi diri, tidak berani mengunggah foto, tidak berani bersuara, bahkan menghapus media sosial mereka. Ini bukan hanya soal kenyamanan. Ini tentang kebebasan berekspresi yang direnggut secara sistematis oleh atmosfer yang penuh kekerasan dan bias gender.

Saat perempuan dipaksa bungkam karena takut dilecehkan, kita sedang menciptakan ruang publik digital yang tidak inklusif, yang hanya memberi tempat pada suara mayoritas pelaku pelecehan. Pelecehan digital juga tidak berhenti di dunia maya. Banyak kasus yang berlanjut ke dunia nyata: pelaku mencari alamat korban, mengancam, atau bahkan melakukan kekerasan fisik. Jadi jangan pernah menganggap pelecehan digital itu tidak nyata.

Lalu, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Pertama, platform digital harus memperbaiki sistem yang ada dan menjadi ruang aman bagi perempuan untuk berekspresi. Jangan hanya membangun algoritma yang membuat pengguna  betah scroll, tetapi abai terhadap keamanan penggunanya. Moderasi konten harus lebih ketat dan transparan. Komentar pelecehan harus bisa langsung dilaporkan dan ditindak.

Kedua, kesadaran masyarakat pengguna internet, kita perlu lebih sadar dan berani bersuara. Diam berarti membiarkan. Normalisasi ini tidak akan selesai kalau yang bersuara hanya korban. Harus ada solidaritas, harus ada penolakan kolektif.

Ketiga, negara dan hukum. UU ITE selama ini lebih sering dipakai untuk menjerat korban atau aktivis, daripada melindungi dari kekerasan berbasis gender. Perlu ada peraturan hukum yang secara tegas mengakui dan menangani kekerasan berbasis gender online dan itu bukan hal yang berlebihan, itu adalah kebutuhan.

Diam Bukan Lagi Emas

Pelecehan digital terhadap perempuan bukan masalah sepele, bukan “cuma online,” dan bukan hal yang bisa kita biarkan lewat. Jika ruang digital adalah masa depan ruang publik kita, maka memperjuangkan ruang digital yang aman bagi perempuan adalah bagian dari memperjuangkan demokrasi.

Membiarkan kekerasan berlangsung karena kita terbiasa melihatnya, bukanlah alasan untuk tetap diam. Karena kalau kita tahu ini salah, lalu kenapa kita masih mewajarkan hal yang tak wajar?

Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. (2024, January 23). About sexual violence. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/sexual-violence/about/index.html
  2. SAFEnet. (2024, Oktober). Laporan pemantauan situasi hak-hak digital di Indonesia triwulan III 2024. https://safenet.or.id/id/2024/10/laporan-pemantauan-situasi-hak-hak-digital-di-indonesia-triwulan-iii-2024/

Penulis: Agnes Monica Marpaung
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Literasi Media bagi Orang Tua Saat Viralnya Anomali AI
Krisna Aji, Psikiater Langka yang Menulis dari Ruang Sunyi Jiwa
Tags: digitalPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Koster Senang Karena Seniman Menggarap Karya Seni Berdasar Kearifan Lokal di Daerah Masing-masing

Next Post

Yuliana Citra, Bintang Penjuru dari SMAN 2 Kuta Selatan

Agnes Monica Marpaung

Agnes Monica Marpaung

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Fisip Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Yuliana Citra, Bintang Penjuru dari SMAN 2 Kuta Selatan

Yuliana Citra, Bintang Penjuru dari SMAN 2 Kuta Selatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co