6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Tangga Sekolah, Aku Melihatmu Tumbuh

Emi Suy by Emi Suy
June 27, 2025
in Esai
Di Tangga Sekolah, Aku Melihatmu Tumbuh

Emi Suy (penulis) dan anak | Foto: Dok. penulis

AKU sempat ingin memberi kejutan kecil pagi ini–sebuah prank yang sederhana:

“Rapormu, nanti biar kakak aja yang ambil, ya.”

Tapi jauh di dalam hatiku, aku tahu, ada sesuatu yang tak bisa kubiarkan berlalu — lewat begitu saja. Ini bukan sekadar hari pembagian rapor. Ini adalah hari di mana seorang ibu harus hadir, memeluk waktu yang tak akan terulang, dan menyaksikan tumbuhnya anaknya dalam ruang-ruang yang ia titipkan pada doa dan harapan.

Aku datang bukan hanya ingin tahu angka-angka di selembar kertas bernama rapor. Aku datang karena aku ingin bertemu dengan bapak guru wali kelasmu, guru yang selama satu tahun ini bukan hanya mengajar, tetapi juga menuntun, menjaga hatimu, dan dengan caranya sendiri menenun kasih sayang ke dalam ruang belajar. Aku mohon maaf bila selama duduk di bangku kelas 8 ada kesalahan dari anakku, dan menyampaikan rasa terima kasih yang tak akan cukup dibayar oleh ucapan–atas didikan, perhatian, dan cinta yang mungkin tak terlihat tapi nyata terasa.

Aku menitikkan air mata. Bukan karena nilai-nilaimu yang bagus. Bukan karena rangking pertama yang kau raih. Tapi karena aku menyaksikan sesuatu yang lebih penting dari semua itu: kau tumbuh.

Kau, anakku yang dulu pemalu dan senyap, kini mulai membuka diri. Kau ikut OSIS. Kau ikut ekskul tari Saman. Kau bahkan mewakili sekolah di olimpiade matematika. Dan pagi ini, aku melihat dengan mataku sendiri–kau menyapa teman-temanmu, sambil tersenyum, melambaikan tangan dari lantai atas, bercengkerama dengan ceria di lapangan. Anak introvertku kini belajar menjalin ruang dengan sekitarnya.

Aku tercenung. Di tangga sekolah, aku bukan hanya melihat murid yang naik kelas, tapi anak yang belajar menjadi manusia.

Bagi banyak orang tua, mungkin prestasi akademik adalah segalanya. Tapi bagiku, yang utama justru akhlak, etika, dan sikapmu pada guru dan teman-temanmu. Bagaimana kamu mengucap salam, bagaimana kamu menghargai teman sebangkumu, bagaimana kamu belajar berkata maaf dan terima kasih, itulah rapor yang sesungguhnya dalam hidup ini.

Hari ini, aku ingin kau tahu: aku tidak datang sendirian. Aku membawa kakakmu, Vanessya, ke sekolah. Bukan hanya untuk ambil rapor bersama, tapi agar kau tahu: kamu tidak sendiri dalam perjalanan ini. Ada kami, yang mencintaimu. Ada keluarga, yang memberi tepuk tangan paling tulus bahkan sebelum orang lain tahu kamu menang.

Selamat naik ke kelas 9, Valen. Jalanmu masih panjang. Apa yang kau capai hari ini bukan puncak, tapi bekal untuk langkah selanjutnya. Belajarlah bukan hanya demi nilai, tapi demi memahami dunia dan memahami dirimu sendiri.

Dan ibu… akan tetap di sini. Mendoakanmu, menunggumu di tangga-tangga kehidupan, dan bersujud syukur pada Tuhan setiap kali melihatmu tumbuh.

Karena bagi ibu, anak yang tumbuh dalam cinta dan akhlak baik… adalah nilai tertinggi dari hidup ini.

Alhamdulillah.

Sujud yang Tak Tertampakkan

Tak ada yang benar-benar sederhana bagi seorang ibu. Bahkan ketika hanya berjalan dari ruang guru ke ruang kelas, ada air mata yang menahan diri untuk tak tumpah, ada doa yang diam-diam dikirim dari balik senyum, dan ada harapan yang menggigil di sudut dada.

Mengambil rapor anak bukanlah rutinitas administratif–ia adalah ziarah batin ke masa kecil yang terus menjauh, ke waktu-waktu yang tak akan pernah bisa diulang, ke kesunyian yang hanya bisa dipahami oleh hati yang mencintai dalam diam.

Hari ini, aku pulang membawa lebih dari selembar kertas nilai. Aku pulang membawa cerita tentang tumbuh, tentang perubahan kecil yang nyaris tak terlihat, dan tentang cinta yang tak pernah meminta kembali.

Sebab sejatinya, rapor terbaik anak adalah saat kita, orang tuanya, belajar menjadi lebih hadir, lebih sabar, dan lebih tahu kapan harus diam dan cukup bersyukur.

Di ujung langkah ini, aku tidak hanya mengucap:

“Selamat naik kelas, Nak.”

Tapi juga:

“Terima kasih, Tuhan… karena hari ini aku melihat anakku–bukan hanya naik kelas, tapi naik satu tangga kedewasaan.”

Dan itu cukup membuatku sujud–bukan di lantai sekolah, tapi di ruang paling sunyi dalam hatiku yang seorang ibu.

Antara Dasar dan Ajar

Kita sering tergoda melihat hasil, terburu pada angka, terpesona pada ranking dan piagam penghargaan. Tapi pelan-pelan aku belajar: pendidikan bukan hanya tentang siapa yang paling tahu, tapi siapa yang paling kokoh ketika sendiri.

Karena sekolah boleh mengajar, tapi rumah yang harus menanam. Guru boleh menuntun, tapi dasar hidup dibentuk dari nilai-nilai yang diajarkan di rumah: kejujuran, tanggung jawab, hormat pada sesama, sopan santun, dan keberanian untuk tetap baik meski tak disorot.

Suatu hari, para pengajar akan pergi. Dan yang tersisa hanyalah pondasi. Jika pondasi itu baik, anak akan tahu ke mana berpulang, tahu mana benar mana keliru, bahkan tanpa disuruh.

Tapi jika pondasi itu lemah, maka ketika pengajar pergi, anak akan kehilangan arah.

Maka hari ini, aku bersyukur bukan hanya karena anakku bisa menjawab soal matematika atau fisika, tapi karena ia juga belajar menyapa orang yang lebih tua, merapikan kursi sebelum pulang, dan tidak meninggalkan teman yang sedang terjatuh.

Karena pendidikan bukan hanya soal otak. Tapi juga hati.

Dan aku, sebagai orang tua, ingin terus menjaga agar dasar itu tetap kuat. Sebab anak yang tumbuh dengan dasar baik, meski kadang tersesat, akan selalu tahu jalan pulang.

Tangga yang Tak Pernah Selesai

Akan selalu ada tangga-tangga baru yang harus kita lewati bersama anak-anak kita. Tangga dari TK ke SD, dari SMP ke SMA, dari bangku sekolah ke dunia yang tak punya kurikulum tetap. Tapi setiap anak naik satu anak tangga, sejatinya kita juga ikut tumbuh: sebagai orang tua, sebagai manusia yang belajar mencintai tanpa ingin mengendalikan.

Aku tahu, kelak aku tak bisa selalu hadir di setiap anak tangga berikutnya. Akan ada saatnya aku hanya bisa menatap dari jauh—dalam diam, dalam doa, dalam harapan agar dasar yang kutanam cukup kuat untuk menuntunnya sendiri.

Tapi hari ini, aku ingin diam sebentar di tangga ini. Mengabadikan momen ini dalam ingatan dan syukur. Karena di sinilah aku belajar, bahwa mendampingi anak tumbuh bukan tentang menuntun terus-menerus, tapi tentang tahu kapan harus melepas dan tetap mencintai dari kejauhan.

Dan di sinilah aku percaya, bahwa cinta yang benar… adalah yang rela berdiri di tangga terbawah, agar anak-anak bisa naik lebih tinggi. [T]

Cengkareng, 26 Juni 2025

Penulis: Emi Suy
Editor: Adnyana Ole

BACA tulisan-tulisan lain dari penulis EMI SUY

Sukacinta Desember: Kasih Natal, Kasih Ibu, Kasih Musik & Puisi Melebihi Segala Bencana Alam dan Kemanusiaan
Pedih Padi dan Tuhan Yang ‘Mabuk’ [Untuk Bapak dan Ibu]
Dua Bandit Kecil dan Seorang Ibu yang Dihujani Banyak Masalah | Cerpen Sonhaji Abdullah

Tags: anak-anakibuibu dan anakPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Monolog Ayu Laksmi “Apabila Aku Kembali dan Mengobati Diriku Sendiri” di Rabu Puisi #10 Komunitas Mahima

Next Post

Polemik Pendidikan Formal di Suku Baduy – [Bagian 1]

Emi Suy

Emi Suy

Lahir di Magetan, Jawa Timur, dengan nama Emi Suyanti. Emi penyair perempuan Indonesia yang ikut mendirikan Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan saat ini aktif menjadi pengurus, serta menjabat sebagai sekretaris redaksi merangkap redaktur Sastramedia, sebuah jurnal sastra daring. Sampai saat ini Emi sudah menerbitkan lima buku kumpulan puisi tunggal, yaitu Tirakat Padam Api (2011), serta trilogi Sunyi yang terdiri dari Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018), Api Sunyi (2020) serta Ibu Menanak Nasi Hingga Matang Usia Kami (2022), buku kumpulan esai sastra Interval (2023), serta satu buku kumpulan puisi duet bersama Riri Satria berjudul Algoritma Kesunyian (2023). Penulis Naskah Opera (Libretto) I’m Not For Sale tentang perjuangan tokoh perempuan Ny. Auw Tjoei Lan menantang kematian menyelamatkan kehidupan, oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Puisi Emi Suy dimuat di lebih dari 200 buku kumpulan puisi bersama, serta di berbagai media online, seperti Basabasi.co, Sastramedia.com, juga dimuat di media nasional, antara lain Malutpost, Lampung Post, Banjarmasin Post, Suara Merdeka, Media Indonesia, serta Kompas. Puisinya pernah dimuat di majalah internasional dalam bahasa Inggris; majalah Porch Litmag.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Polemik Pendidikan Formal di Suku Baduy - [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co