6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diplomasi Kontra-Presional untuk Menghadapi Kebijakan Tarif Trump

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
May 2, 2025
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

KEBIJAKAN tarif resiprokal 32% yang diumumkan Presiden Donald Trump terhadap Indonesia pada April 2025 telah menciptakan gejolak ekonomi yang signifikan. Meskipun kemudian ditunda selama 90 hari dengan penerapan tarif sementara 10%, kebijakan ini tetap mengancam sektor ekspor padat karya Indonesia yang mempekerjakan jutaan orang.

Pendekatan diplomatik yang ditempuh pemerintah Indonesia perlu diperkuat dengan strategi kontra-presional, sebuah pendekatan yang menggabungkan unsur tekanan balik sebagai respons terhadap tekanan ekonomi dari negara lain. Konsep ini relevan karena Indonesia membutuhkan posisi tawar yang lebih kuat dalam menghadapi kebijakan “America First” yang cenderung mengabaikan diplomasi konvensional.

Ketidakseimbangan kekuatan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat menciptakan posisi tawar yang tidak menguntungkan dalam perundingan tarif bilateral. Indonesia dengan PDB sekitar 1,3 triliun dolar AS berada pada posisi lemah ketika berhadapan dengan Amerika Serikat yang memiliki PDB 30 triliun dolar AS. Kesenjangan ini diperburuk oleh strategi negosiasi AS yang memanfaatkan kekuatan ekonominya sebagai senjata utama.

Buktinya, meskipun Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa United States Trade Representative (USTR) sangat mengapresiasi posisi Indonesia yang bersedia berdialog, realitas menunjukkan bahwa pendekatan diplomatik seringkali kurang efektif menghadapi kebijakan Trump yang unilateral. Dengan demikian, Indonesia harus mengakui keterbatasan fundamental dari pendekatan diplomatik konvensional.

Pendekatan Saat ini

Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto telah memilih jalur diplomasi dengan membentuk tiga satgas (satuan tugas) khusus untuk menangani masalah ini. Menurut pernyataan Airlangga, satgas tersebut meliputi satgas perundingan perdagangan investasi dan keamanan ekonomi, satgas perluasan kesempatan kerja dan mitigasi PHK, serta satgas deregulasi kebijakan.

Pembentukan satgas ini menunjukkan keseriusan pemerintah, namun belum memasukkan elemen tekanan balik yang diperlukan dalam menghadapi kebijakan tarif Trump. Respons singkat Prabowo terhadap laporan Sri Mulyani tentang negosiasi tarif, hanya dengan mengatakan “good, bagus”, menunjukkan pendekatan yang terlalu hati-hati. Konsekuensinya, Indonesia perlu memperkuat strateginya dengan elemen kontra-presional agar mampu menegosiasikan hasil yang lebih menguntungkan.

Strategi pivot geopolitik ke China dapat menjadi elemen kontra-presional yang kuat untuk meningkatkan posisi Indonesia. Amerika Serikat memiliki kepentingan vital untuk mempertahankan pengaruhnya di kawasan Indo-Pasifik dalam konteks rivalitas dengan China. Faktanya, Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapat penundaan tarif sementara menjadi 10%, berbeda dengan China yang tarifnya dinaikkan secara signifikan, mengindikasikan faktor geopolitik turut dipertimbangkan dalam kebijakan tarif Trump.

Oleh karena itu, Indonesia dapat memanfaatkan situasi ini dengan memberikan sinyal kuat tentang kemungkinan pendalaman hubungan strategis dengan China jika tarif tinggi tetap diberlakukan.

Taktik koalisi regional melalui kerja sama ASEAN dapat menjadi pendekatan kontra-presional lainnya yang efektif. Indonesia sebagai salah satu dari beberapa negara yang terkena dampak kebijakan tarif Trump dapat mengambil inisiatif membangun koalisi regional untuk melakukan tekanan kolektif.

Koordinasi respons dari negara-negara ASEAN terdampak akan menciptakan kompleksitas yang lebih besar bagi Amerika Serikat. Hal ini terbukti dari pernyataan Airlangga bahwa Indonesia “tidak membedakan satu negara dengan negara lain” yang dapat dimaknai sebagai kesediaan untuk membangun solidaritas regional. Dengan demikian, front bersama ASEAN akan jauh lebih efektif dalam mendorong Amerika Serikat meninjau kembali kebijakan tarifnya secara menyeluruh.

Strategi Ekonomi

Pendekatan “economic triage” melalui kebijakan tarif balasan selektif terhadap produk dari swing-states Amerika Serikat dapat menciptakan tekanan politik internal yang efektif. Trump sangat sensitif terhadap dukungan politik domestik, terutama dari negara-negara bagian yang menjadi basis pendukungnya. Penerapan tarif tinggi secara selektif terhadap produk pertanian dari Wisconsin atau Iowa dapat menciptakan tekanan dari konstituen Trump sendiri.

Data menunjukkan bahwa produk-produk ini memiliki nilai strategis tinggi dalam ekonomi politik domestik AS. Hasilnya, strategi ini dapat mendorong pemerintah AS untuk lebih kompromi dalam negosiasi tarif dengan Indonesia.

Implementasi strategi kontra-presional perlu dilakukan secara bertahap dan terukur untuk menghindari eskalasi yang kontraproduktif. Indonesia tidak perlu langsung menerapkan seluruh elemen kontra-presional secara bersamaan, melainkan dapat mengadopsi pendekatan bertahap yang dimulai dengan diplomasi lunak kemudian secara progresif meningkat menjadi strategi yang lebih tegas.

Sebagai langkah awal, perlu ditetapkan parameter dan red lines yang jelas sebagai trigger point, misalnya jika AS menolak menurunkan tarif di bawah tingkat tertentu setelah periode tertentu. Akibatnya, Indonesia akan memiliki kerangka kerja yang sistematis untuk eskalasi strategis tanpa merusak hubungan bilateral secara keseluruhan.

Ketahanan Domestik

Langkah-langkah mitigasi domestik harus berjalan paralel dengan strategi kontra-presional untuk menghadapi kemungkinan kegagalan negosiasi. Pembentukan satgas perluasan kesempatan kerja dan mitigasi PHK menunjukkan kesadaran pemerintah akan risiko domestik dari kebijakan tarif Trump.

Indonesia perlu mempersiapkan paket stimulus ekonomi yang komprehensif untuk sektor-sektor terdampak, termasuk insentif fiskal dan program pelatihan ulang tenaga kerja. Berdasarkan pengalaman negara-negara yang menghadapi perang dagang, ketahanan ekonomi domestik merupakan prasyarat bagi keberhasilan diplomasi kontra-presional.

Dengan demikian, pemerintah perlu mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk memperkuat ketahanan sektor-sektor yang rentan terdampak kebijakan tarif Trump.

Pendekatan kontra-presional tidak berarti Indonesia harus meninggalkan jalur diplomatik secara total. Keseimbangan antara ketegasan dan pragmatisme tetap menjadi kunci dalam menghadapi kebijakan tarif Trump.

Pernyataan Airlangga bahwa Presiden Prabowo mengarahkan Indonesia untuk menawarkan win-win solution tetap relevan, namun perlu diperkuat dengan strategi kontra-presional sebagai insurance policy. Indonesia masih dapat memanfaatkan jalur diplomasi formal seperti Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) sambil mempersiapkan elemen kontra-presional. Hasilnya, Indonesia dapat memaksimalkan hasil negosiasi tarif tanpa mengorbankan hubungan bilateral jangka panjang dengan Amerika Serikat.

Dalam era ketidakpastian global saat ini, Indonesia perlu mengembangkan kapasitas diplomasi kontra-presional sebagai bagian dari arsitektur politik luar negerinya. Pemerintah Indonesia sebaiknya mempertimbangkan secara serius integrasi elemen kontra-presional dalam strategi diplomatiknya, tidak hanya untuk menghadapi kebijakan tarif Trump tetapi juga sebagai persiapan menghadapi tantangan serupa di masa depan.

Pengalaman dari kasus tarif Trump dapat menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya memiliki berbagai opsi diplomatik dalam menghadapi kekuatan ekonomi besar. Oleh karena itu, diplomasi kontra-presional harus menjadi bagian integral dari kebijakan luar negeri Indonesia yang adaptif dan berdaulat. [T]

Penulis: Elpeni Fitrah
Editor: Adnyana Ole

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Inisiatif 6 Negara, 1 Tujuan: Tantangan Baru bagi Kepemimpinan Indonesia di ASEAN?
Bersiaplah Menghadapi 5 Pergeseran Diplomasi Global di Era Trump 2.0
Dua Minggu Pasca IAF 2024: Menimbang Hasil, Tantangan, dan Prospek
Tags: Amerika SerikatDonald Trumpekonomipolitik luar negeri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendidikan Kita Sedang Tersesat?

Next Post

Bali Blackout, Romantisme Gelap Bersama Strongking, Lilin dan Lentera

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Bali Blackout, Romantisme Gelap Bersama Strongking, Lilin dan Lentera

Bali Blackout, Romantisme Gelap Bersama Strongking, Lilin dan Lentera

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co