BERTEPATAN dengan perayaan Ngembak Geni, sembari diselimuti hawa dingin Kintamani dan hujan yang mengguyur dari langit yang tinggi, bertempat di Jaba Tengah Pura Ulun Danu Batur pada Minggu, 30 Maret 2025 siang hari, sebuah aturan penting dikukuhkan sepenuh hati, yaitu Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura atau Aturan Pengingat berupa lima usaha menjaga pura agar selalu bersih dan suci.
Lima butir pengingat tersebut bukan sekadar kata-kata yang diucapkan, melainkan titah luhur yang diharapkan menjadi pedoman bagi siapapun yang berkunjung dan bersembahyang di Pura Ulun Danu Batur untuk menjaga kebersihan dan kesucian pura, sekaligus sebagai wujud kepedulian terhadap tempat suci yang menjadi jantung spiritual umat.
Inisiatif tersebut lahir dari semangat BASAbali Wiki sebagai bentuk implementasi dari Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari, sebuah ajakan bagi generasi muda untuk berani bersuara, menulis pemikiran mereka, dan menyuarakan kepedulian dalam video berbahasa Bali berfokuskan pada upaya pengurangan sampah dalam setiap aktivitas keagamaan. Pada dasarnya, kesucian pura bukan hanya soal sesajen yang dihaturkan, doa-doa yang dipanjatkan, atau mantra-mantra yang dirapalkan, tapi juga soal menjaga warisan suci agar tetap lestari di masa depan.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh Jero Penyarikan Duuran Batur, Pamangku Pura Ulun Danu Batur, Kesinoman Desa Adat Batur, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, Akademisi UHN IGB Sugriwa Denpasar, DPK Peradah Kabupaten Bangli, Komunitas PlastikDetox, Tempek Roban-Daha Bunga Desa Adat Batur, Koordinator Yowana Abhinaya BASAbali Wiki, pemenang Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari, pangayah serta krama Desa Adat Batur.

Representasi BASAbali Wiki bersama Jero Penyarikan Duuran Batur berfoto sambil bersama-sama mengangkat Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura yang sudah dikukuhkan | Foto: BASAbali Wiki
Sebagai organisasi yang bertujuan memperkuat peran pemuda untuk menyikapi isu publik bersama pemerintah melalui platform digital berbahasa Bali, BASAbali Wiki memberikan wadah yang aman untuk para pemuda dalam menyampaikan ide dan gagasannya. Karya para pemenang lomba kemudian dirumuskan dalam Risalah Kebijakan (policy brief), yang disusun bersama pemuda, pemerintah, praktisi, akademisi, komunitas lingkungan, dan media melalui Dialog Kebijakan BASAbali Wiki pertama pada Desember 2024 dan Dialog Kebijakan BASAbali Wiki kedua pada Januari 2025.
Risalah Kebijakan (policy brief) itulah yang kemudian menjadi dasar pembuatan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura, berkolaborasi dengan Pangamong Pura Ulun Danu Batur yang dipimpin oleh Jero Gede Duuran (Kanginan) Batur. Jero Penyarikan Duuran Batur juga terlibat langsung dalam pembuatan lima aturan pengingat tersebut. Ia menyoroti masalah sampah menjadi tantangan serius di Pura Ulun Danu Batur dan berharap penerapan dan kampanye Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura dapat menjadi acuan bagi umat yang bersembahyang ke Pura Ulun Danu Batur untuk turut serta menjaga kebersihan dan kesucian pura. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting atas permasalahan sampah sisa upacara keagamaan di Pura Ulun Danu Batur, sekaligus menegaskan bahwa nilai spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan.
Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura ini mengandung lima imbauan utama untuk menjaga kebersihan dan kesucian pura.
Pertama, tidak diperbolehkan membawa sarana persembahan baik berupa banten, aturan, dan sarana persembahan lainnya menggunakan tas plastik. Apabila ada yang masih menggunakan plastik agar dibawa pulang setelah persembahyangan selesai dilakukan.
Kedua, mengurangi banten dan persembahan lainnya yang masih menggunakan bungkus plastik agar tidak mengurangi kesucian dan bisa mencemari lingkungan.
Ketiga, setelah selesai sembahyang, sarana persembahyangan seperti sampian, canang, dan dupa diambil lalu dibawa pulang atau dapat dibuang di tempat sampah.
Keempat, masyarakat yang akan memohon tirta diimbau membawa tempat tirta masing-masing sehingga tidak menggunakan plastik.
Dan yang terakhir, setelah selesai bersembahyang dan menikmati sisa persembahan di halaman pura, sangat dimohon sampah yang dihasilkan dibawa pulang, tidak diperbolehkan menyisakan sampah di area suci pura ataupun di jalan.
Pangeling-eling tersebut akan diterapkan pada upacara Ngusaba Kadasa 2025 di Pura Ulun Danu Batur dan seterusnya.
Nyoman Diana selaku Ketua DPK Peradah Indonesia Kabupaten Bangli sangat mengapresiasi kegiatan pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur. Sosialisasi terkait Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura tersebut sangat diperlukan agar seluruh masyarakat tahu tentang aturan pengingat yang sudah dikukuhkan. Harapannya, seluruh umat yang akan bersembahyang ke Pura Ulun Danu Batur meminimalisir penggunaan plastik.

Berlangsungnya acara Pengukuhan Pengeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur | Foto: BASAbali Wiki
Koordinator Yowana Abhinaya BASAbali Wiki, Gede Adrian Maha Putra menyatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki dampak besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Suara pemuda membawa perubahan, dari Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari hingga lahirnya Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di Pura Ulun Danu Batur,” ujarnya.
Lebih lanjut, melalui kampanye tersebut diharapkan generasi muda dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area pura.
“Sampah yang kita bawa sendiri, harus kita bersihkan sendiri, kebersihan pura adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.
Selain pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura, BASAbali Wiki juga menayangkan video kolaborasi BASAbali Wiki dengan pemenang Wikithon Partisipasi Publik-Bali Lestari lewat videotron. Penayangan video tersebut merupakan bagian dari kampanye untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengurangan sampah dalam setiap aktivitas keagamaan di Pura Ulun Danu Batur. Nantinya, kampanye akan dilanjutkan melalui media sosial berkolaborasi dengan Jero Gede Duuran (Kanginan) Batur dan Jero Penyarikan Duuran Batur.
K. L. Herdayatamma selaku Program & Engagement Director BASAbali Wiki, menegaskan Pura Ulun Danu Batur, sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat yang terletak di hulu Bali, memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan stabilitas Bali. Oleh karena itu, ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh yang menginspirasi seluruh pura di Bali dan membawa manfaat bagi lingkungan di Batur khususnya, serta bagi Bali secara lebih luas.
Isi Pangeling-Eling dalam Tiga Bahasa yang Dikukuhkan di Pura Ulun Danu Batur, 30 Maret 2025
PANGELING-ELING
Panca Pamahayu Pura
Om Swastyastu. Ida Dané para pamedek sané jagi ngamargiang pamuspan ring Pura Ulun Danu Batur mangda lédang nguratiang indiké puniki:
1. Banten, aturan, miwah sarana pamuspan nénten kalugra nganggén tas krésék. Yéning kantun wénten sané nganggén krésék utawi plastik, patut kabakta budal sasampuné pamuspan puput kalaksanayang.
2. Ngiring kirangin banten miwah aturan druéné sané mabungkus antuk plastik mangda nénten ngirangin kasucian tur nyemerin palemahan utawi ramah lingkungan.
3. Ri sampuné wusan muspa, sarana pamuspan sakadi sampian, canang, miwah dupa mangda lédang kaambil raris kabakta budal utawi dados kagenahang ring genah luu utawi tong sampah.
4. Krama sané pacang nunas tirta, mangda ledang makta genah tirta soang-soang mangda nénten malih nganggén plastik.
5. Sasampune puput ngaturang bakti tur nunas lungsuran ring bencingah, banget katunas mangda sakancan luu druene kabakta budal, nenten kangkat nyisaang luu ring wewidangan suci pura utawi ring margine.
Ngiring sareng-sareng raksa kaasrian miwah kasucian pura druéné makajalaran pamaripurna bakti ring Ida Batara sakala miwah niskala.
Om Santih Santih Santih Om.

Foto bersama dalam acara Pengukuhan Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura | Foto: BASAbali Wiki
ATURAN PENGINGAT
Lima Usaha Menjaga Kebersihan dan Kesucian Pura
Om Swastyastu. Masyarakat yang akan melaksanakan persembahyangan di Pura Ulun Danu Batur dimohon untuk memperhatikan hal-hal berikut ini.
- Tidak diperbolehkan membawa sarana persembahan baik berupa banten, aturan, dan sarana persembahan lainnya menggunakan tas plastik. Apabila ada yang masih menggunakan plastik agar dibawa pulang setelah persembahyangan selesai dilakukan.
- Mari kita kurangi banten dan persembahan lainnya yang masih menggunakan bungkus plastik agar tidak mengurangi kesucian dan bisa mencemari lingkungan.
- Setelah selesai sembahyang, sarana persembahyangan seperti sampian, canang, dan dupa agar diambil lalu dibawa pulang atau dapat dibuang di tempat sampah.
- Masyarakat yang akan memohon tirta agar membawa tempat tirta masing-masing sehingga tidak menggunakan plastik.
- Setelah selesai bersembahyang dan menikmati sisa persembahan di halaman pura, sangat dimohon agar sampah yang dihasilkan dibawa pulang, tidak diperbolehkan menyisakan sampah di area suci pura ataupun di jalan.
Mari kita jaga kebersihan dan kesucian pura kita sebagai bagian dari penyempurna rasa bakti kepada Ida Batara, baik sakala maupun niskala.
Om Santih Santih Santih Om.
*
REMINDER RULES
Five Efforts to Maintain the Cleanliness and Sacredness of the Temple
Om Swastyastu.
To all visitors and worshippers to Pura Ulun Danu Batur, please pay attention to the following guidelines:
- It is prohibited to bring offerings (banten, aturan, or other ceremonial items) in plastic bags. If plastic is used, it must be taken back home after the prayer is completed.
- Let us reduce the use of offerings wrapped in plastic to maintain the sacredness of the temple and prevent environmental pollution.
- After completing the prayer, ceremonial items such as sampian, canang, and incense sticks should be collected and either taken home or disposed of properly in the trash and recycling bins.
- Those seeking tirta (holy water) are encouraged to bring their own containers instead of using plastic.
- After finishing the prayer and consuming leftover offerings in the temple courtyard, all waste must be taken home. Leaving trash in the sacred temple area or along the pathways is strictly prohibited.
Thank you for upholding the cleanliness and sacredness of our temple.
Om Santih Santih Santih Om.
Link Video kampanye Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura di media sosial:
Link Kampanye Pangeling-eling Panca Pamahayu Pura 3 bahasa:
Penulis: Julio Saputra
Editor: Adnyana Ole