6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Pilu Sekaa Gong Wanita Baturiti-Kerambitan:  Jawara Tabanan Tapi Jatah PKB Digugurkan

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 13, 2025
in Liputan Khusus
Kisah Pilu Sekaa Gong Wanita Baturiti-Kerambitan:  Jawara Tabanan Tapi Jatah PKB Digugurkan

Momen-momen Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi latihan sebelum tampil dalam Lomba GKW Tabanan 2024. Foto: Tim Dokumentasi Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi.

SUNGGUH kasihan. Sekelompok remaja putri dari Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, Tabanan—yang tergabung dalam  Sekaa Gong Kebyar Wanita Tri Yowana Sandhi—harus mengubur mimpinya untuk tampil di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2025 ini. Jatah mereka untuk jadi duta Tabanan dalam Parade Gong Kebyar Wanita (GKW) digugurkan dengan alasan yang tak pernah bisa mereka pahami.  

Kisahnya bikin hati pilu. Dalam lomba sekaligus seleksi gong kebyar wanita se-Kabupaten Tabanan,  yang digelar November 2024, para remaja putri itu menjadi jawara—meraih juara satu. Nilainya tertinggi. Namun mereka tak ditunjuk untuk jadi wakil Tabanan di PKB. Padahal, dalam ketentuan khusus saat lomba tingkat kabupaten itu, tersebutkan bahwa sekaa gong yang juara satu—yang nilainya tertinggi—bakal otomatis dikirim untuk ikut Parade Gong Kebyar Wanita (GKW) di PKB, Juni-Juli 2025 mendatang.

Mereka kecewa.

“Kecewa pastinya, patah semangat, bahkan sampai ada penabuh yang menangis setelah mendengar keputusan tersebut,” kata  I Putu Suta Muliartawan bersama Putu Agus Wahyu, pembina Sekaa Gong Kebyar Wanita Tri Yowana Sandhi.

Kepada tatkala.co, Agus Wahyu dan Suta Muliartawan secara bergantian bercerita, Sabtu, 8 Februari 2025,  tentang proses perjuangan sekaligus kekecewaan sekaa  gong yang mereka bina.

Sekaa Gong Kebyar Wanita Tri Yowana Sandhi dari Desa Baturiti, Kerambitan, itu sudah berjuang sungguh-sungguh untuk menjadi yang terbaik di Tabanan dengan asa yang besar untuk bisa menjadi duta Tabanan di PKB 2025.

Sekaa Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi dari Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan berfoto bersama sebelum unjuk gigi dalam Lomba GKW Tabanan serangkaian HUT ke-531 Kota Singasana, 28 November 2024 lalu | Foto: Tim Dokumentasi Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi

Mereka berjuang, berlatih siang-malam—mulai dari kemampuan nol hingga lahirlah sekaa gong wanita dengan talenta-talenta muda yang mumpuni di Tabanan. Perjuangan mereka benar-benar bikin takjub dan kagum.  

Cerita Dimulai dari Lomba Gong Kebyar Wanita HUT Kota Singasana Tabanan

Begini awal ceritanya:

Pada 28 November 2024, sehari setelah Pilkada serentak, di Gedung Kesenian I Ketut Marya, diadakan Lomba Gong Kebyar Wanita (GKW) se-Kabupaten Tabanan dalam rangka Perayaan HUT ke-531 Kota Singasana Tabanan. Setiap kecamatan mengirim satu perwakilan.

“Kami (Sekaa Gong Kebyar Wanita Tri Yowana Sandhi) menjadi duta Kecamatan Kerambitan dan menjadi juara satu atas pilihan dewan juri,” cerita Suta Muliartawan tentang proses perjuangan gong kebyar wanita yang dibinanya itu.

Juara dua adalah Sanggar Seni Santi Werdi Gita Banjar Dinas Anyar Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, dan juara tiga diraih Sekaa Gong Ratnakanya, Banjar Dinas Cekik, Desa Brembeng, Kecamatan Selemadeg.

Dalam petunjuk teknis lomba tertulis: peserta yang lolos dengan nilai tertinggi atau peserta yang mendapatkan juara satu, akan dikirim ke tingkat Provinsi Bali pada pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII sebagai Duta Gong Kebyar Wanita tahun 2025.

“Sebagai juara satu, kami digadang-gadang menjadi perwakilan Tabanan di PKB 2025. MC juga mengumumkan hal yang sama saat penyerahan hadiah,”  kata Suta Muliartawan.

Sekaa Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi tampil dalam Lomba GKW Tabanan serangkaian HUT ke-531 Kota Singasana, 28 November 2024 | Foto: Tim Dokumentasi Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi

Menurut Suta Muliartawan, tahun-tahun sebelumnya, di Tabanan, tidak ada sistem seleksi melalui lomba untuk memilih duta gong kebyar wanita ke PKB. Biasanya, sekaa gong yang dikirim menjadi duta Tabanan terpilih melalui sistem tunjuk. Namun, sejak tahun 2023 digagas dan diadakan Lomba Gong Kebyar Wanita yang dirangkaikan dengan Perayaan HUT Kota Singasana.

Tahun 2024 merupakan pelaksanaan lomba yang kedua kalinya. Pada tahun 2023, sekaa yang mendapat juara satu  otomatis terpilih untuk dikirim menjadi duta Tabanan di PKB 2024.

Ketentuan khusus Lomba Gong Kebyar Wanita dalam perayaan HUT Kota Singasana | Foto: Ist

Berkaca dari ketentuan khusus lomba, dan proses penunjukan tahun 2023 itu, Sekaa Gong Kebyar Wanita Tri Yowana Sandhi bersiap-siap untuk melaju ke PKB 2025. Tentu karena mereka juara satu. Sepertinya tak sabar mereka—para penabuh remaja putri yang sedang penuh gairah memukul gamelan itu—untuk menjajagi panggung besar Ardha Candra di Taman Budaya Bali, di Denpasar.   

Namun, pada hari-hari berikutnya mereka justru resah dan gelisah. Setelah mereka ditetapkan sebagai juara satu dengan nilai terbesar,  mereka tak kunjung mendapat pemberitahuan resmi dari Dinas Kebudayaan atau lembaga lain yang berwenang di Pemkab Tabanan, bahwa mereka ditunjuk untuk dikirim ke PKB.

Meski resah dan gelisah, para penabuh tetap melakukan persiapan, mulai dari latihan rutin hingga mempersiapkan kostum, untuk ditampilkan nanti di PKB. Mereka tetap berlatih sembari menunggu kabar dari Pemkab Tabanan.

Dan Berita Mengecewakan itu Akhirnya Tiba

Awalnya, Sekaa Gong Kebyar Wanita Tri Yowana Sandhi dari Baturiti-Kerambitan itu mendengar desas-desus, kabar angin, bahwa mereka tidak jadi ditunjuk sebagai duta Tabanan di PKB.

“Desas-desus dibatalkan mewakili kabupaten sebenarnya sudah ada sejak hasil seleksi diumumkan, desas-desus yang mengatakan bahwa yang akan mewakili kabupaten bukan Kerambitan, tapi yang lain,” kata Suta Muliartawan.

Perwakilan Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi menerima piagam penghargaan setelah diumumkan menjadi Juara 1 dalam Lomba GKW Tabanan 2024 dan diumumkan akan mewakilkan Tabanan dalam PKB 2025 | Foto: Tim Dokumentasi Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi

Nah, dari desas-desus itulah Agus Wahyu bersama Suta Muliartawan, sebagai pembina sekaa, mencoba untuk mencari informasi langsung ke Dinas Kebudayaan, dua minggu setelah pengumuman juara. “Agus Wahyu dan saya dua kali mendatangi Disbud,”  kata Suta Muliartawan.

Dari Disbud Tabanan, mereka tak mendapatkan jawaban yang pasti.  Mereka menunggu sampai akhir Januari, dan tidak mendapat jawaban juga.

Akhirnya, tanggal 4 Februari 2025 sekitar jam 9 pagi, panitia bersama pembina sekaa diundang ke Kantor Camat Kerambitan. Di kantor camat itulah kabar resmi mereka terima. Di kantor camat itulah, mereka mendengar keputusan bahwa Kerambitan (sekaa gong dari Baturiti) tidak ditunjuk menjadi wakil Tabanan di PKB 2025.

“Waktu itu ada Camat Kerambitan, Kepala Desa Baturiti, Kepala Dusun Baturiti Kelod yang menjadi Ketua Panitia untuk mengkordinir Sekaa Gong Tri Yowana Sandhi dalam seleksi lomba GKW Tabanan, beberapa perwakilan dari Dinas Kebudayaan, dan saya bersama beberapa teman-teman dari sekaa gong,” ujar Suta Muliartawan.

Agus Wahyu dan Suta Muliartawan selaku pembina mencoba untuk tabah, namun ketika ingat betapa semangatnya para remaja putri di Desa Baturiti berlatih untuk bisa tampil di PKB, mereka merasa kecewa juga. Penabuh seperti patah semangat, ada juga yang menangis.

Bagian Paling Mengharukan: Persiapan Matang, Semangat Membara, Akhirnya Tak Jadi ke PKB

Ini bagian cerita yang menyedihkan, atau bisa dikata paling mengharukan.  Desa Baturiti, Kerambitan, terutama para senimannya, punya mimpi besar untuk memiliki sekaa gong wanita dengan penabuh yang masih muda. Maka, para remaja putri di desa itu, mulai dari siswa SMP, SMA, hingga mahasiswa, dirayu agar mau berlatih menabuh sampai akhirnya sekaa bisa terbentuk, terbangun, punya kepercayaan diri, dan bisa melakukan proses latihan secara rutin.

Dalam proses yang panjang itu, para penabuh senior, dibantu oleh para orang tua mereka, secara terus-terusan menjaga agar anak-anak itu tidak bosan, karena beberapa tabuh yang mereka mainkan memang ada yang sulit untuk dipelajari dengan cepat.

 “Ini seperti ngempu,” kata Suta Muliartawan.

Untuk tampil dalam lomba dan seleksi di Tabanan, mereka—Sekaa Gong Wanita Tri Yowana Sandi itu—mulai serius latihan sejak 20 Juli 2024. Sekitar empat bulan mereka melakukan persiapan dengan durasi latihan tiga kali seminggu. Pada proses latihan, para perempuan muda itu berjuang tak kenal lelah untuk bisa memainkan tabuh secara sempurna. Sejak awal mereka punya tekad untuk meraih juara satu.

Momen-momen Sekaa Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi latihan sebelum tampil dalam Lomba GKW Tabanan 2024 | Foto: Tim Dokumentasi Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi

Perjuangan mereka memang tidak percuma. Mereka meraih juara satu. Setelah meraih juara satu, mereka semakin bersemangat untuk latihan menuju PKB. Main di PKB adalah mimpi mereka sejak awal, sampai akhirnya mimpi itu pupus oleh sesuatu yang tidak mereka pahami.

 “Iya, persiapan kami (ke PKB) sebenarnya sudah matang. Biasanya orang sewa baju. Kami membuat baju sendiri,” kata Suta Muliartawan

Putu Agus Wahyu menegaskan, sejak diumumkan menjadi juara, mereka sudah mempersiapkan diri untuk melaju ke PKB. “Karena kami sudah menang, sudah diumumkan secara lisan oleh MC beberapa kali, dan ada poin 7 (dalam ketentuan lomba) di mana juara satu akan mewakili Tabanan di PKB,” katanya.

Momen-momen Sekaa Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi latihan sebelum tampil dalam Lomba GKW Tabanan 2024 | Foto: Tim Dokumentasi Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi

Saking semangatnya, hadiah lomba di Tabanan itu pun masih disimpan oleh sekaa gong, dan rencananya mau dipakai untuk modal tambahan saat tampil di PKB.

 “Apresiasi yang kami terima saat lomba di Tabanan senilai 10 juta, dipotong pajak jadi 8.5 juta. Saya di panitia (sekaa gong) mendapat dana 50 juta lewat penggalian dana,”  tambah Suta Muliartawan.

Soal kostum, bahkan sebelum lomba di Tabanan mereka sudah membuat pakaian. “Maunya dipakai dua kali. Pada saat seleksi atau lomba di Tabanan, dan langsung pakai pentas saat PKB. Nanti upgrade saja lagi beberapa persen. Bros dan lain-lain,” kata Suta Muliartawan.

Yang menarik, menurut Agus Wahyu, desain pakaian yang mereka buat menyesuaikan dengan selera pejabat Tabanan, yakni warna tri datu.  “Tri datu, sesuai syarat yang ditentukan. Tri datu. Baju hitam, kain kamen putih, tampih  pada saput merah,” ujarnya.

Sebelum latihan, coba-coba dulu pakaiannya. Momen anggota Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi mencoba baju baru | Foto: Tim Dokumentasi Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi

Selain mempersiapkan kostum, tentu saja mereka juga semakin sibuk untuk latihan agar bisa menampilkan hal terbaik di PKB. 

 “Setelah pengumuman juara, bulan Desember kami sudah mulai latihan. Karena setiap minggu kami latihan tiga kali,” ujar Suta Muliartawan.

Namun—lagi-lagi namun, harapan mereka gugur, macepol, atau digugurkan. Mereka batal tampil di PKB. Dan, setelah batal, pekerjaan terberat para seniman senior dan para orang tua di Desa Baturiti adalah menjaga perempuan-perempuan muda itu agar tidak ngambul, agar mereka mau latihan menabuh lagi, atau agar mereka tidak kapok megambel, tidak kapok berkesenian, tidak kapok menjaga seni adiluhung warisan leluhur.

Ketika menggagas sekaa ini, para pembina seperti orang tua sedang ngempu, bagaimana caranya merayu anak-anak agar mau megambel. Sekarang, ketika sudah mau akan tampil, justru dibatalkan, dan para pembina berpikir keras bagaimana caranya merayu adik-adik mereka agar tidak ngambul.

“Syukurnya tidak ada yang ngambul. Malah makin jengah. Di Tabanan tidak dapat panggung, kami main di luar Tabanan,” kata Suta Muliartawan.

Kebetulan Desa Baturiti mendapat undangan ngayah di Ubud. “Kebetulan langsung ditelepon sama Cok Ace (tokoh Puri Ubud) lewat prajuru. Ngayah di Pura Lebah, Tjampuhan, di situ ada upacara. Di situ nanti sekaa gong wanita diajak ngayah sekalian untuk mengobati kekesalan para penabuh (yang tak jadi tampil di PKB),” kata Suta Muliartawan.

Pembina Sekaa Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi mendampingi dan membimbing latihan | Foto: Tim Dokumentasi Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi

Secara pribadi, Suta Muliartawan sebenarnya menganggap tampil atau tidak tampil di PKB adalah hal yang biasa.  Sebagai seniman karawitan ia sudah sering keluar-masuk panggung PKB. Namun, ia merasa sungguh kasihan kepada anak-anak binaannya. Anak-anak itu sangat giat berlatih, dari lomba di Tabanan, hingga persiapan ke PKB, karena sebagai seniman muda mereka tentu punya mimpi untuk tampil di PKB. 

“Kalau saya pribadi, saya ini seniman idealis. Sejak kecil saya di dunia itu (dunia kesenian), PKB nak montoan gen (begitu-begitu saja),”  kata Suta Muliartawan.

Apakah Pembatalan Berkaitan dengan Hasil Pilkada Tabanan?

Suta Muliartawan dan kawan-kawan di Desa Baturiti-Kerambitan mengaku tidak mengetahui alasan pembatalan itu dengan jelas, termasuk apakah hal itu berkaitan dengan masalah politik, terutama berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tabanan.

Tatkala.co sempat menanyakan kepada sejumlah sumber di Tabanan, apakah dianulirkan jatah sekaa gong dari Baturiti-Kerambitan untuk PKB itu berkaitan dengan hasil Pilkada Tabanan? Hampir semua sumber yang ditanya, terutama para seniman, menjawab tidak tahu.

Namun, berkaitan dengan masalah politik, tatkala.co menemukan data-data menarik pada Pilkada Tabanan. Seperti diketahui, Pilkada Tabanan 2024 diikuti dua pasang calon Bupati dan Wakil Bupati, yakni pasangan Nyoman Mulyadi-Nyoman Ardika dan pasangan I Komang Gede Sanjaya-Made Dirga. Seperti juga diketahui, pasangan Sanjaya-Dirga memenangkan Pilkada Tabanan dengan perolehan 204.374 suara. Sementara Mulyadi-Ardika mendapat 100.104 suara.

Meski secara keseluruhan Sanjaya-Dirga menang di Kabupaten Tabanan, namun di markas Sekaa Gong Tri Yowana Sandhi, yakni di Desa Baturiti Kecamatan Kerambitan, pasangan dari PDIP itu justru kalah. Di Desa Baturiti, pasangan Sanjaya-Dirga memperoleh 891 suara, sementara pasangan Mulyadi-Ardika mendapatkan 1.159 suara.

Pada Pilkada Tabanan, Sanjaya adalah calon petahana yang saat ini masih meneruskan masa jabatan periode pertama kekuasaannya sebagai Bupati Tabanan 

Yang menarik, jika sekaa gong wanita dari Desa Baturiti itu tidak ditunjuk jadi duta Tabanan, secara logika sekaa yang ditunjuk untuk menggantikannya adalah juara dua, yakni Sanggar Seni Santi Werdi Gita, Banjar Dinas Anyar, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat. Namun sanggar dari Desa Lalanglinggah itu ternyata juga tidak mendapatkan penunjukan sebagai duta Kabupaten Tabanan di PKB 2025.

Jika melihat hasil Pilkada Tabanan di Desa Lalanglinggah, pasangan Sanjaya-Dirga juga kalah di desa itu. Di Lalanglinggah, Sanjaya-Dirga mendapat 1.091 suara, sementara Mulyadi-Ardika memperoleh 1.508 suara.

I Gede Yudana, pembina Sanggar Seni Santi Werdi Gita dari Desa Lalanglinggah, mengatakan ia dan sanggar yang dibinanya tidak berharap untuk bisa ditunjuk mewakili Tabanan pada PKB 2025. Alasannya, ia cukup tahu diri sebagai juara dua. Menurut dia, seharusnya memang sekaa juara satu menjadi duta Tabanan di PKB.

“Saya menganggap yang juara satu itu layak jadi duta Tabanan,” kata Yudana ketika dihubungi tatkala.co, Senin, 10 Februari 2025.

Apakah Yudana pernah dihubungi oleh Dinas Kebudayaan atau pihak tertentu untuk menggantikan juara satu sebagai duta Tabanan pada PKB 2025? “Tidak pernah, tidak pernah dihubungi oleh siapa pun,” kata Yudana.

Yudana mengaku tahu bahwa pasangan Sanjaya-Dirga kalah di Desa Lalanglinggah, namun ia juga mengaku tak tahu-menahu masalah politik. “Kami hanya fokus pada pengembangan kesenian,” ujarnya. 

Suta Muliartawan, pembina sekaa gong wanita dari Desa Baturiti yang dapat juara satu itu, juga mengaku tahu pasangan Sanjaya-Dirga kalah saat Pilkada di Desa Baturiti. Namun ia tak tahu apakah hal itu yang menyebabkan Sekaa Gong Tri Yowana Sandhi batal tampil di PKB 2025. Ia mengaku tak tahu juga, apakah keputusan pembatalan itu datang dari Sanjaya selaku Bupati Tabanan, atau hanya keputusan dari pihak-pihak tertentu. “Saya akan mencoba untuk menanyakan hal ini, sampai saya tahu apa yang terjadi sebenarnya,” kata Suta Muliartawan.

Di sisi lain, ada hal unik yang juga menarik terkait lomba gong kebyar wanita pada November 2024 itu. Lomba itu digelar sehari setelah Pilkada. Pilkada digelar 27 November, sementara lomba gong kebyar wanita digelar 28 November. Artinya, pada saat lomba, perolehan suara Pilkada Tabanan sudah diketahui, termasuk kekalahan Sanjaya-Dirga di Desa Baturiti, Kerambitan .

Meski kekalahan Sanjaya-Dirga di Baturiti-Kerambitan sudah diketahui, namun tampaknya hal itu tidak berpengaruh terhadap hasil lomba. Sekaa Gong Tri Yowana Sandhi dari Desa Baturiti tetap juara satu.  Sanggar seni dari Lalanglinggah tetap juga juara dua, meski Sanjaya-Dirga kalah juga di Lalanglinggah.

Kenapa sekaa gong dari Baturiti dan dari Lalanglinggah itu tidak “dikalahkan” saja pada saat lomba, jika memang mereka tidak akan dikirim menjadi duta di PKB 2025?

Wayan Tusti Adnyana, salah satu juri dalam lomba gong kebyar wanita di Gedung Kesenian Marya itu, mengatakan hasil keputusan juri yang memenangkan sekaa dari Desa Baturiti itu sama sekali tidak dipengaruhi oleh masalah-masalah politik hasil Pilkada.

“Kami selaku dewan juri tak bisa diintervensi. Sekaa dari Baturiti itu memang layak menang dan memperoleh poin terbesar dari gabungan tiga juri. Sekaa yang juara satu itu memang layak tampil dalam PKB 2025,” kata Tusti Adnyana yang dihubungi Sabtu, 8 Februari 2025.

Selain Tusti Adnyana, dua juri lain dalam lomba itu adalah Made Wardana dan Made Arnawa yang memang dikenal memiliki integritas tinggi dalam dunia karawitan, bukan hanya di Tabanan, melainkan juga di Bali dan Indonesia.

Gong Kebyar Wanita Mana yang Akhirnya Menjadi Duta Tabanan di PKB 2025?

Cerita menarik tentang simpang-siur gong kebyar wanita duta Kabupaten Tabanan, dan simpang siur soal politik ini, makin menarik saja. Ketika juara satu diabaikan, sekaa gong yang juara dua juga diabaikan, ada informasi yang menyebutkan Dinas Kebudayaan Tabanan sempat menghubungi sekaa gong yang juara tiga, yakni Sekaa Gong Ratnakanya, Banjar Dinas Cekik, Desa Brembeng Kecamatan Selemadeg, untuk diminta menjadi duta Tabanan di PKB.

Jika di Baturiti-Kerambitan dan di Lalanglinggah pasangan calon bupati dan wakil bupati Sanjaya-Dirga kalah, maka di Desa Brembeng pasangan PDIP itu menang tipis. Sanjaya-Dirga mendapat 817 suara, sedangkan Mulyadi-Ardika mendapat 703 suara.

I Wayan Agus Andika, pembina Sekaa Gong Ratnakanya dari Desa Brembeng membenarkan pihaknya sempat diminta oleh Dinas Kebudayaan untuk mewakili Tabanan dalam Parade Gong Kebyar Wanita di PKB 2025. Namun ia menolak permintaan itu.

“Saya tidak mengambil (maksudnya tidak bisa menyetujui permintaan untuk jadi duta Tabanan di PKB). Penabuh yang tak sanggup. Waktu mepet,” kata Agus Andika ketika dihubungi, Rabu, 12 Februari 2025.

Nah, setelah sekaa yang juara satu tidak ditunjuk jadi duta Tabanan di PKB, sekaa yang juara dua juga tidak, dan sekaa juara tiga menolak, maka banyak pihak yang kemudian bertanya-tanya, sekaa gong wanita dari daerah mana yang akan mewakili Tabanan di PKB 2025.

Sampai akhirnya Kepala Dinas Kebudayaan  Tabanan I Made Yudiana mengeluarkan rilis berita melalui web resmi  Tabanan Media Center (https://tmc.tabanankab.go.id/)

Dalam rilis berita yang diunggah 5 Februari 2025 itu, disebutkan perwakilan Tabanan dalam kategori Gong Kebyar Wanita di PKB adalah gabungan dari talenta-talenta terbaik di Tabanan.

Rilis berita yang dimuat pada web Tabanan Media Center | Foto: tangkap layar web Tabanan Media Center

Inilah kutipan rilis berita itu selengkapnya:

Tabanan – Keputusan mengenai Duta Gong Kebyar Wanita Kabupaten Tabanan dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 akhirnya terjawab. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana, secara resmi menyampaikan bahwa setelah melalui proses kajian atas potensi internal dan eksternal maka perwakilan Tabanan dalam kategori Gong Kebyar Wanita adalah gabungan dari talenta-talenta terbaik di Tabanan.

Dalam wawancaranya di kantor Dinas Kebudayaan pada Rabu (5/2), Yudiana menjelaskan bahwa keputusan mengenai duta yang akan mewakili Tabanan dalam kategori Gong Kebyar Wanita pada PKB 2025 telah melalui proses dan pertimbangan yang matang yaitu gabungan dari talenta-talenta terbaik yang berasal dari berbagai wilayah di Tabanan. “Keputusan ini diambil setelah melihat potensi besar yang dimiliki oleh seniman-seniman wanita di Kabupaten Tabanan. Kami ingin menampilkan yang terbaik, sehingga personel yang terpilih adalah mereka yang memiliki kemampuan terbaik dalam kategori Gong Kebyar Wanita. Semua anggota yang terlibat merupakan talenta-talenta terbaik yang berasal dari berbagai wilayah di Tabanan,” ungkap Yudiana.

Lebih lanjut, Yudiana menambahkan bahwa keputusan ini juga didasari oleh banyaknya potensi seniman muda di Tabanan, khususnya di kalangan wanita, yang perlu diberikan wadah untuk berkreasi dan tampil. “Kami ingin memberikan kesempatan bagi para seniman wanita muda ini untuk tampil di panggung yang lebih besar dan mengharumkan nama Kabupaten Tabanan,” lanjutnya.

Ia juga berharap agar semua pihak bisa menghormati keputusan yang telah diambil. “Kami harap semua pihak dapat menerima dan memahami keputusan ini. Jangan kaitkan masalah teknis ini dengan hal-hal lainnya, mari kita fokus pada tujuan yang lebih besar,” tegasnya.

Dengan keputusan ini, Kabupaten Tabanan siap berposes dan menampilkan pertunjukan terbaik dalam PKB 2025 dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa.

PKB: Pesta Kesenian Baturiti

Dengan adanya rilis berita yang diunggah di web Tabanan Media Center itu, perjuangan sekaa gong wanita dari Desa Baturiti-Kerambitan sepertinya sudah pupus. Talenta-talenta muda dari Baturiti harus menelan pil pahit dari keputusan yang tidak memihak mereka.

Salah satu komentar penabuh di media sosial | Foto: tangkap layar medsos

Apakah sekaa gong wanita yang sedang semangat-semangatnya itu perlahan akan putus asa?

“Kalau kerugian sudah pasti, cuma saya kan tak mau anak-anak putus asa dan sekaa bubar. Artinya tak mau sampai ngambul begitu,” kata Suta Muliartawan.

Jika memang tak bisa mewakili Tabanan dalam PKB, rencananya di Desa Baturiti-Kerambitan akan membuat PKB sendiri. Namanya, Pesta Kesenian Baturiti.

Sat set sat set latihan untuk PKB 2025 setelah terpilih menjadi Juara 1 GKW Tabanan 2024, sebelum akhirnya dinyatakan batal menjadi perwakilan Tabanan | Foto: Tim Dokumentasi Seka Gong Remaja Wanita Tri Yowana Sandhi

Rencananya, Pesta Kesenian Baturiti itu akan diselenggarakan pada malam yang sama dengan jadwal tampilnya duta gong kebyar wanita dari Tabanan di PKB (Pesta Kesenian Bali).

“Kapan je nika jadwal ane kar maju niki. Yang jelas bulan Juni. Saat itu kami akan pentas di PKB yang kami buat sendiri. Kebetulan bulan Juni juga hari ulang tahun sekaa ini,” kata Suta Muliartawan.

Wah, ini menarik!  [T]

Reporter: Tim Tatkala [Jo, Bud, Ado]
Penulis/Editor: Adnyana Ole

Inilah Cerita Lengkap “Kisruh” Gong Kebyar Legendaris Mebarung di Panggung Hut Kota Singaraja
Logika Kacau Kriteria Lomba Gong Kebyar Wanita di Jembrana
Deyana, Devita dan Novita: Kartini-kartini Muda Kebanggaan Buleleng Dalam Pelestarian Gong Kebyar Bali Utara
Tags: Desa Baturiti Kerambitangong kebyargong kebyar tabanangong kebyar wanitaPesta Kesenian Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [7]: Suara Printer dan Keran Air Mengucur

Next Post

“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails

Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

by Agus Wiratama
January 9, 2026
0
Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

BERJUMPA dengan pelaku Gambuh Batuan, membuat saya bertanya: “Tubuh yang membentuk tari, atau tari yang membentuk tubuh? Karya yang membentuk...

Read moreDetails

Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

by Jaswanto
February 28, 2025
0
Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

SEBAGAIMANA Banyuwangi di Pulau Jawa, secara geografis, letak Pulau Lombok juga cukup dekat dengan Pulau Bali, sehingga memungkinkan penduduk kedua...

Read moreDetails

Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

by Jaswanto
February 10, 2025
0
Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

BULELENG-BANYUWANGI, sebagaimana umum diketahui, memiliki hubungan yang dekat-erat meski sepertinya lebih banyak terjadi secara alami, begitu saja, dinamis, tak tertulis,...

Read moreDetails

Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Kasus Pencabulan pada Taraf Gawat: Di Buleleng Tertinggi | Podcast Lolohin Malu – tatkala dotco

by Jaswanto
February 3, 2025
0
Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Kasus Pencabulan pada Taraf Gawat: Di Buleleng Tertinggi  |  Podcast Lolohin Malu – tatkala dotco

ADA kisah pilu pada pertengahan Oktober 2023 lalu. Gadis (23) penyandang disabilitas rungu wicara diperkosa oleh kerabatnya sendiri yang berumur...

Read moreDetails

Wayang Wong Tejakula dan Kondisi Ekosistem Pendukungnya

by Jaswanto
December 31, 2024
0
Wayang Wong Tejakula dan Kondisi Ekosistem Pendukungnya

DI jaba tengah (madya mandala)---semacam ruang bagian tengah---Pura Ratu Gede Sambangan, Tejakula, Buleleng, Bali, orang-orang berkumpul, berdesak-desakan, menanti sebuah pertunjukan....

Read moreDetails

Masalah Stunting dan Bagaimana Pemerintah Buleleng Mengatasinya

by Jaswanto
October 29, 2024
0
Masalah Stunting dan Bagaimana Pemerintah Buleleng Mengatasinya

PADA awal tahun, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Buleleng menggelar Lomba Inovasi Kuliner Berbahan...

Read moreDetails

Pemuda-Pemuda Buleleng Ukir Prestasi di Beragam Bidang: Dari Seni, Olahraga Hingga Pertanian

by Jaswanto
October 18, 2024
0
Pemuda-Pemuda Buleleng Ukir Prestasi di Beragam Bidang: Dari Seni, Olahraga Hingga Pertanian

BARU-BARU ini, pemuda-pemudi Buleleng seperti panen prestasi dari berbagai bidang. Di bidang olahraga, misalnya, atlet-atlet Buleleng yang berlaga di Pekan...

Read moreDetails
Next Post
“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga

“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co