6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Atmakusumah Astraatmadja dan Jurnalisme Berkualitas

Son Lomri by Son Lomri
January 5, 2025
in Khas
Atmakusumah Astraatmadja dan Jurnalisme Berkualitas

Atmakusumah Astraatmadja

ATMAKUSUMAH Astraatmadja adalah pejuang pers Indonesia. Dedikasinya sangat tinggi pada kebebasan pers tanah air. Ia berpulang Kamis, 2 Januari 2025 pukul 13.05 WIB.

Atmakusumah, kelahiran Labuan, Banten, pada 20 Oktober 1938. Ia memiliki seorang istri bernama Sri Rumiati, dan tiga anak; Kresnahutama Astraatmadja, Rama Ardana Astraatmadja, dan Tri Laksamana Astraatmadja.

Sepeninggalnya Atmakusumah di umur yang ke-86 itu tentu tak hanya meninggalkan duka pada keluarga, tetapi juga kepada bangsa ini. Membekas. Dedikasinya yang tinggi pada kebebasan pers tanah air adalah satu nilai yang diperjuangkannya untuk jurnalisme berkualitas.

Dalam sejarah dunia pers tanah air, Atmakusumah merupakan Ketua Dewan Pers Independen pertama setelah sekian tahun Dewan Pers berada di bawah naungan Orde Lama dan Orde Baru.

Dewan Pers dibentuk pada tahun 1968. Hal itu didasari oleh Undang-undang No. 11 tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers yang ditandangani Soekarno pada 12 Desember 1966.

Memiliki fungsi sebagai pendamping pemerintah dalam membina pertumbuhan dan perkembangan pers nasional, Dewan Pers saat itu tak ubahnya hanya sebagai alat pemerintah. Melalui aturan UU Pers No. 11 Tahun 1966 di mana Dewan Pers mesti diketuai oleh pejabat atau Menteri Penerangan. Tidak boleh yang lain.

Ketika Orde Lama beralih ke Orde Baru, Dewan Pers tidak banyak berubah. Sama. Tetap tidak merdeka dan kedudukannya tetap sama, yaitu menjadi penasihat pemerintah dengan Menteri Penerangan merangkap sebagai Ketua Dewan Pers-nya.

Pembredelan pada media massa begitu kuat saat itu. Ketidakberdayaan Dewan Pers dalam melindungi insan pers adalah satu bentuk yang nyata karena satu naungan dengan pemerintah. Di masa Orde Baru, sekitar 70 surat kabar dibredel untuk menghalau informasi, yang di mata pemerintah dipandang negatif alias kritis.

Kemudian setelah runtuhnya rezim Orde Baru—atawa transisi pada reformasi tahun 1999, Dewan Pers memiliki jangkauan yang lebih independen. Ketika itu, melalui Undang-undang No. 40 Tahun 1999, Dewan Pers diubah oleh Presiden Jusuf Habibie menjadi Dewan Pers yang independen.

Di tengah reformasi, terdengar kalimat baik dari UU Pers pada Pasal 15 ayat (1) yang berbunyi, “Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasioanl, dibentuk Dewan Pers yang independen”.

Sejak itu, Dewan Pers tak lagi satu poros dengan pemerintah—sebagai penasihat atau peredam kritik pemerintah. Berubah tujuannya sebagai pelindung kemerdekaan pers. Hal itu dipertegas di masa Gus Dur, di mana hubungan Dewan Pers secara struktural dengan pemerintah diputus setelah dibubarkannya Departemen Penerangan.

Pada tahun 2000, Atmakusumah dipilih secara demokratis sebagai Ketua Dewan Pers pertama pasca reformasi melalui UU Pers Pasal 15 ayat (3). Selama menjabat, Atmakusumah menjaga api kebebasan pers pada ranahnya yang benar. Pada etika jurnalistik yang benar.

Tahun 2003 di bulan Agustus, masa jabatannya berakhir dan roda demokrasi di tubuh pers sekarang terus dijaga.

Karir

Sejak umur 20 tahun, Atmakusumah sudah menggeluti jurnalistik sebagai karirnya di tahun 1950-an di Harian Indonesia Raya sebelum tutup di tahun 1958. Dan ia kembali bergabung setelah buka kembali sebagai redaktur pelaksana pada tahun 1968—sebelum akhirnya dibredel oleh rezim Soeharto pada tahun 1974.

Berbicara karir, Atmakusumah tidak hanya dikenal dalam lingkup nasional, tetapi pengalamannya sebagai seorang penyiar di radio Deutsche Welle, di Koeln—Jerman dan ABC di Melbourn, Australia, menjadikan ia dikenal di kancah internasional

Sementara di tanah air, pula tak hanya dikenal sebagai seorang pewarta atau redaktur di Harian Indonesia  Raya bersama Mochtar Lubis ketika itu. Ia juga sempat menjadi redaktur di Antara juga di Persibiro Indonesia (PIA), Jakarta.

Selain itu, Atmakusumah pula dikenal sebagai kolumnis dengan opininya yang kritis. Banyak tulisannya dimuat di Sinar Harapan, The Jakarta Post, Republika, Suara Karya; Majalah Tempo, D&R (Demokrasi & Reformasi), Prisma, Harian Kompas, Optimis, Femina, X-tra, Intisari, Editor, Forum Keadilan, Independent Watch, Trust; surat kabar mingguan edisi akhir pekan Media Indonesia Minggu, Bisnis Indonesia Minggu; media internet Tempo Interaktif (Jakarta); bahkan juga di majalah Reflexie (Den Haag, Nederland).

Di tahun 2000, Magsaysay Award Foundation di Manilla, Filipina, menganugerahi lelaki itu Ramon Magsaysay untuk kategori Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif. Kemudian di tahun 2008, ia mendaptkan Penghargaan Kebebasan Pers dari Aliansi Jurnalis Independen; dan Medali Emas Kemerdekaan Pers Hari Pers Nasioanal 2011.

Tentang kebebasan berekspresi dan berpendapat—dalam UU No 40/1999, Atmakusumah sangat berharap jaminan itu tetap ada. Ia juga melihat, dunia pers saat ini sedang menuju ke arah yang positif. “Tetapi akan sangat aneh sekali kalau pengalaman di masa lampau itu terjadi lagi,” kata Atmakusumah Astraatmadja, saat menerima Anugerah Dewan Pers pada 10 November 2023 di Jakarta.

Kini pejuang pers itu telah tiada, tapi upaya untuk tetap memperjuangkan kebebasan pers dan terciptanya jurnalisme yang berkualitisa harus tetap ada.

Di Surga, Semoga Allah memberkati, Pak Atmakusumah. [T]

Dirangkum dari berbagai sumber oleh: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Apakah Koran Sudah Menjadi Artefak Jurnalisme?
Apakah Jurnalisme itu Diajarkan? – Film “The Pirates of Somalia” Menjawabnya…
Wartawan Dulu, Kreator Konten Kemudian
Tags: Atmakusumah Astraatmadjadewan persjurnalisjurnalismepers
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tanda-tanda * dalam Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk

Next Post

Ketika Gong Pembelajaran Mulai Ditabuh

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Gong Pembelajaran Mulai Ditabuh

Ketika Gong Pembelajaran Mulai Ditabuh

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co