4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nama-nama Pangkung  di Desa Pucaksari, Busungbiu : Sebuah Kajian Toponimi

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
July 5, 2024
in Esai
Nama-nama Pangkung  di Desa Pucaksari, Busungbiu : Sebuah Kajian Toponimi

Pangkung | IIl;ustrasi: Suar Adnyana

PANGKUNG merupakan tempat  aliran air diapit oleh dua buah tebing yang tinggi dan curam (Muliyadi, dkk., 2018). Definisi tersebut kurang pas untuk menggambarkan pangkung di  Desa Pucaksari.

Pangkung yang ada di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali, tidak selalu diapit oleh tebing  curam dan tinggi. Ada beberapa pangkung   diapit  dataran yang ketinggiannya landai.

Dahulu, pangkung yang ada di Desa Pucaksari masih ada aliran airnya tetapi sekarang beberapa pangkung sudah menjadi pangkung mati dan dialiri air ketika musim penghujan.

Adapun nama-nama pangkung yang ada di Desa Pucaksari adalah Pangkung Biu, Pangkung Sampi, Pangkung Bebek, Pangkung Kelantan,  Pangkung Kua, Pangkung Kejimas, dan Pangkung Lutung.

Nama-nama pangkung tersebut dapat ditelusuri dan dikaji dengan menggunakan kajian toponimi.

Toponimi adalah studi tentang nama-nama tempat, termasuk asal-usul, arti, penggunaan, dan perubahan nama-nama tersebut. Bidang ini merupakan cabang dari onomastik, yang merupakan studi umum tentang nama-nama.

Toponimi mencakup analisis etimologi, sejarah, dan geografi nama tempat, serta bagaimana nama-nama ini mencerminkan budaya, bahasa, dan sejarah daerah tersebut.

Beberapa aspek yang dipelajari dalam toponimi meliputi:

Etimologi: Meneliti asal-usul dan arti nama tempat. Ini sering kali melibatkan analisis linguistik untuk memahami kata-kata atau frasa asli yang digunakan.

Sejarah: Mempelajari perubahan nama tempat dari waktu ke waktu dan bagaimana faktor sejarah, politik, dan sosial mempengaruhi nama-nama tersebut.

Geografi: Mengeksplorasi hubungan antara nama tempat dan fitur geografis, seperti sungai, gunung, dan kota

Budaya dan Bahasa: Memahami bagaimana nama tempat mencerminkan budaya dan bahasa masyarakat yang digunakan oleh masyarakat. Ini bisa mencakup nama yang berasal dari bahasa asli, kolonial, atau campuran keduanya.

Penamaan pangkung di Desa Pucaksari lebih tepat dikaji secara etimologi dengan mengkaji asal-usul penamaan tempat tersebut.  

Nama pangkung yang ada di Desa Pucaksari diberikan berdasarkan pada fungsi dan binatang serta tumbuhan yang terdapat pada pangkung tersebut. Nama -nama pangkung tersebut

Pangkung Biu

Biu artinya pisang. Daerah ini terletak di Timur Banjar Adat Kutul, Desa Pucaksari. Untuk mencapai daerah ini menuruni perkebunan kopi yang kemiringannya cukup terjal.

Di sisi kiri dan kanan pangkung ini dahulunya banyak tumbuh pohon pisang (biu). Pohon pisang yang tumbuh kebanyakan pohon pisang lokal. Oleh karena itu, pangkung ini dinamakan “Pangkung Biu.”   

Pangkung Sampi

Sampi sama dengan sapi.  Letak daerah ini cukup terjal jika ditelusuri dari Banjar Adat Kutul, Desa Pucaksari.

Pangkung ini diapit oleh dua dataran tinggi. Berdasarkan informasi dari penduduk  Desa Pucaksari, dahulu beberapa penduduk Desa Pucaksari memelihara  sapi (dalam bahasa Bali disebut sampi).

Sapi dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membajak sawah. Sapi yang telah digunakan untuk membajak sawah, sebelum dibawa ke kandang dimandikan di aliran pangkung. Masyarakat menyebut pangkung tersebut “Pangkung Sampi”.

Pangkung Bebek

Asal-usul nama  Pangkung Bebek dapat ditelusuri dari fungsi pangkung tersebut. Pangkung Bebek dahulu difungsikan untuk mengandangkan bebek.

Masyarakat di sekitaran pangkung tersebut menempatkan bebeknya di aliran pangkung tersebut dengan memberi pembatas dengan anyaman bambu.

Anyaman bambu diletakkan di bagian atas dan bawah aliran pangkung sehingga bebeknya tidak bisa ke luar dari batas anyaman bambu. Masyarakat Desa Pucaksari menamai pangkung tersebut “Pangkung Bebek.”

Masyarakat di sekitaran Pangkung Bebek tidak mengetahui mengapa para orang tua dulu mengandangkan bebeknya di aliran Pangkung Bebek.

Pangkung Kua

Kua artina kura-kura. Pangkung Kua terletak di Dusun Tegalasih, Desa Pucaksari. Di pangkung ini ada banyak kekua [kƏkuƏ], ‘kura-kura’.

Kekua tersebut hidup di sepanjang aliran Pangkung Kua. Dengan banyaknya kekua yang ada di pangkung tersebut, masyarakat Desa Pucaksari memberi nama pangkung tersebut “Pangkung Kua.”

Ilustrasi Pangkung Kua | Ilustrasi oleh Suar Adnyana

Sampai saat ini, masyarakat di sekitaran Pangkung Kua sering menemukan kekua. Saat ini debit air yang ada di pangkung tersebut sangat kecil karena tidak ada lagi pohon besar yang tumbuh di sekitaran Pangkung Kua.

Pangkung Klantan.

Pangkung Klantan adalah nama pangkung yang berujung di Dusun Tegalasih, Desa Pucaksari. Pada ujung aliran pangkung ini, dibuat permandian umum oleh masyarakat Dusun Tegalasih.

Asal-usul nama pangkung ini berdasarkan informasi dari Putu Mekarjaya, aliran air  pangkung ini   dahulu cukup deras ‘nelantan’.

Nelantan artinya airnya mengalir deras tanpa hambatan. Karena aliran airnya yang cukup deras, masyarakat Desa Pucaksari menamai pangkung tersebut “Pangkung Kelantan.”

Pangkung ini saat ini dialiri air hanya ketika musim penghujan.

Pangkung Kejimas

Pangkung ini terletak di Dusun Beteng, Desa Pucaksari. Dahulu,  di sekitaran pangkung ini banyak pohon kejimas (bahasa Latinnya adalah  duabanga mollucana).

Kejimas termasuk  Famili Sonneratia. Kayu Kejimas  adalah jenis kayu yang dapat menyimpan air. Dengan banyaknya kayu kejimas yang tumbuh di sekitaran pangkung, masyarakat menamakan pangkung tersebut “Pangkung Kejimas.”

Pangkung Lutung

Pangkung ini melintasi Dusun Batu Megaang, Desa Pucaksari. Hulu dari pangkung ini adalah di dataran tinggi yang berada di atas Dusun Batu Megaang.

Air Pangkung Lutung tetap mengalir walaupun pada musim kemarau. Masyarakat Dusun  Batu Megaang, Desa Pucaksari memanfaatkan aliran air Pangkung Lutung untuk mengairi persawahan.

Di sekitaran aliran pangkung banyak ditemukan monyet (bahasa Balinya lutung ‘ monyet jantan’) sehingga masyarakat Desa Pucaksari menamai pangkung tersebut ‘Pangkung Lutung.” [T]

Baca artikel lain dari penulis SUAR ADNYANA

Subatah, Makanan Unik: Di Desa Pucaksari Subatah Biasa Digoreng, juga Bisa Di-nyatnyat
Gorengan Ores, Makanan Khas Masyarakat Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng
Patus: The Chef ala Masyarakat Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng
Bu Yarsa, Sejak 50 Tahun Jual Laklak di Dajan Tugu Singa Desa Les
Tags: BusungbiuDesa Pucaksarilingkunganpangkungtopnimi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Enam Bulan Kerinduan

Next Post

Pameran Makanan dari Lontar Dharma Caruban | Catatan Pameran Olahan Makanan Prodi Pendidikan Bahasa Bali Undiksha

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Makanan dari Lontar Dharma Caruban | Catatan Pameran Olahan Makanan Prodi Pendidikan Bahasa Bali Undiksha

Pameran Makanan dari Lontar Dharma Caruban | Catatan Pameran Olahan Makanan Prodi Pendidikan Bahasa Bali Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co