24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nama-nama Pangkung  di Desa Pucaksari, Busungbiu : Sebuah Kajian Toponimi

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
July 5, 2024
in Esai
Nama-nama Pangkung  di Desa Pucaksari, Busungbiu : Sebuah Kajian Toponimi

Pangkung | IIl;ustrasi: Suar Adnyana

PANGKUNG merupakan tempat  aliran air diapit oleh dua buah tebing yang tinggi dan curam (Muliyadi, dkk., 2018). Definisi tersebut kurang pas untuk menggambarkan pangkung di  Desa Pucaksari.

Pangkung yang ada di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali, tidak selalu diapit oleh tebing  curam dan tinggi. Ada beberapa pangkung   diapit  dataran yang ketinggiannya landai.

Dahulu, pangkung yang ada di Desa Pucaksari masih ada aliran airnya tetapi sekarang beberapa pangkung sudah menjadi pangkung mati dan dialiri air ketika musim penghujan.

Adapun nama-nama pangkung yang ada di Desa Pucaksari adalah Pangkung Biu, Pangkung Sampi, Pangkung Bebek, Pangkung Kelantan,  Pangkung Kua, Pangkung Kejimas, dan Pangkung Lutung.

Nama-nama pangkung tersebut dapat ditelusuri dan dikaji dengan menggunakan kajian toponimi.

Toponimi adalah studi tentang nama-nama tempat, termasuk asal-usul, arti, penggunaan, dan perubahan nama-nama tersebut. Bidang ini merupakan cabang dari onomastik, yang merupakan studi umum tentang nama-nama.

Toponimi mencakup analisis etimologi, sejarah, dan geografi nama tempat, serta bagaimana nama-nama ini mencerminkan budaya, bahasa, dan sejarah daerah tersebut.

Beberapa aspek yang dipelajari dalam toponimi meliputi:

Etimologi: Meneliti asal-usul dan arti nama tempat. Ini sering kali melibatkan analisis linguistik untuk memahami kata-kata atau frasa asli yang digunakan.

Sejarah: Mempelajari perubahan nama tempat dari waktu ke waktu dan bagaimana faktor sejarah, politik, dan sosial mempengaruhi nama-nama tersebut.

Geografi: Mengeksplorasi hubungan antara nama tempat dan fitur geografis, seperti sungai, gunung, dan kota

Budaya dan Bahasa: Memahami bagaimana nama tempat mencerminkan budaya dan bahasa masyarakat yang digunakan oleh masyarakat. Ini bisa mencakup nama yang berasal dari bahasa asli, kolonial, atau campuran keduanya.

Penamaan pangkung di Desa Pucaksari lebih tepat dikaji secara etimologi dengan mengkaji asal-usul penamaan tempat tersebut.  

Nama pangkung yang ada di Desa Pucaksari diberikan berdasarkan pada fungsi dan binatang serta tumbuhan yang terdapat pada pangkung tersebut. Nama -nama pangkung tersebut

Pangkung Biu

Biu artinya pisang. Daerah ini terletak di Timur Banjar Adat Kutul, Desa Pucaksari. Untuk mencapai daerah ini menuruni perkebunan kopi yang kemiringannya cukup terjal.

Di sisi kiri dan kanan pangkung ini dahulunya banyak tumbuh pohon pisang (biu). Pohon pisang yang tumbuh kebanyakan pohon pisang lokal. Oleh karena itu, pangkung ini dinamakan “Pangkung Biu.”   

Pangkung Sampi

Sampi sama dengan sapi.  Letak daerah ini cukup terjal jika ditelusuri dari Banjar Adat Kutul, Desa Pucaksari.

Pangkung ini diapit oleh dua dataran tinggi. Berdasarkan informasi dari penduduk  Desa Pucaksari, dahulu beberapa penduduk Desa Pucaksari memelihara  sapi (dalam bahasa Bali disebut sampi).

Sapi dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membajak sawah. Sapi yang telah digunakan untuk membajak sawah, sebelum dibawa ke kandang dimandikan di aliran pangkung. Masyarakat menyebut pangkung tersebut “Pangkung Sampi”.

Pangkung Bebek

Asal-usul nama  Pangkung Bebek dapat ditelusuri dari fungsi pangkung tersebut. Pangkung Bebek dahulu difungsikan untuk mengandangkan bebek.

Masyarakat di sekitaran pangkung tersebut menempatkan bebeknya di aliran pangkung tersebut dengan memberi pembatas dengan anyaman bambu.

Anyaman bambu diletakkan di bagian atas dan bawah aliran pangkung sehingga bebeknya tidak bisa ke luar dari batas anyaman bambu. Masyarakat Desa Pucaksari menamai pangkung tersebut “Pangkung Bebek.”

Masyarakat di sekitaran Pangkung Bebek tidak mengetahui mengapa para orang tua dulu mengandangkan bebeknya di aliran Pangkung Bebek.

Pangkung Kua

Kua artina kura-kura. Pangkung Kua terletak di Dusun Tegalasih, Desa Pucaksari. Di pangkung ini ada banyak kekua [kƏkuƏ], ‘kura-kura’.

Kekua tersebut hidup di sepanjang aliran Pangkung Kua. Dengan banyaknya kekua yang ada di pangkung tersebut, masyarakat Desa Pucaksari memberi nama pangkung tersebut “Pangkung Kua.”

Ilustrasi Pangkung Kua | Ilustrasi oleh Suar Adnyana

Sampai saat ini, masyarakat di sekitaran Pangkung Kua sering menemukan kekua. Saat ini debit air yang ada di pangkung tersebut sangat kecil karena tidak ada lagi pohon besar yang tumbuh di sekitaran Pangkung Kua.

Pangkung Klantan.

Pangkung Klantan adalah nama pangkung yang berujung di Dusun Tegalasih, Desa Pucaksari. Pada ujung aliran pangkung ini, dibuat permandian umum oleh masyarakat Dusun Tegalasih.

Asal-usul nama pangkung ini berdasarkan informasi dari Putu Mekarjaya, aliran air  pangkung ini   dahulu cukup deras ‘nelantan’.

Nelantan artinya airnya mengalir deras tanpa hambatan. Karena aliran airnya yang cukup deras, masyarakat Desa Pucaksari menamai pangkung tersebut “Pangkung Kelantan.”

Pangkung ini saat ini dialiri air hanya ketika musim penghujan.

Pangkung Kejimas

Pangkung ini terletak di Dusun Beteng, Desa Pucaksari. Dahulu,  di sekitaran pangkung ini banyak pohon kejimas (bahasa Latinnya adalah  duabanga mollucana).

Kejimas termasuk  Famili Sonneratia. Kayu Kejimas  adalah jenis kayu yang dapat menyimpan air. Dengan banyaknya kayu kejimas yang tumbuh di sekitaran pangkung, masyarakat menamakan pangkung tersebut “Pangkung Kejimas.”

Pangkung Lutung

Pangkung ini melintasi Dusun Batu Megaang, Desa Pucaksari. Hulu dari pangkung ini adalah di dataran tinggi yang berada di atas Dusun Batu Megaang.

Air Pangkung Lutung tetap mengalir walaupun pada musim kemarau. Masyarakat Dusun  Batu Megaang, Desa Pucaksari memanfaatkan aliran air Pangkung Lutung untuk mengairi persawahan.

Di sekitaran aliran pangkung banyak ditemukan monyet (bahasa Balinya lutung ‘ monyet jantan’) sehingga masyarakat Desa Pucaksari menamai pangkung tersebut ‘Pangkung Lutung.” [T]

Baca artikel lain dari penulis SUAR ADNYANA

Subatah, Makanan Unik: Di Desa Pucaksari Subatah Biasa Digoreng, juga Bisa Di-nyatnyat
Gorengan Ores, Makanan Khas Masyarakat Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng
Patus: The Chef ala Masyarakat Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng
Bu Yarsa, Sejak 50 Tahun Jual Laklak di Dajan Tugu Singa Desa Les
Tags: BusungbiuDesa Pucaksarilingkunganpangkungtopnimi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Enam Bulan Kerinduan

Next Post

Pameran Makanan dari Lontar Dharma Caruban | Catatan Pameran Olahan Makanan Prodi Pendidikan Bahasa Bali Undiksha

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails
Next Post
Pameran Makanan dari Lontar Dharma Caruban | Catatan Pameran Olahan Makanan Prodi Pendidikan Bahasa Bali Undiksha

Pameran Makanan dari Lontar Dharma Caruban | Catatan Pameran Olahan Makanan Prodi Pendidikan Bahasa Bali Undiksha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co