2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belajar dari Penertiban Joged Era Belanda

Sugi Lanus by Sugi Lanus
April 23, 2024
in Esai
Belajar dari Penertiban Joged Era Belanda

Pada tahun 1891, controleur pemerintahan Belanda di wilayah Jembrana menyalahkan peningkatan kerusuhan di wilayahnya berhubungan dengan kesenian gandrung, léko, jogéd atau adar yang diselenggarakan di wilayah kapungawan Punggawa Jembrana, yang pimpin oleh Goesti Made Prantjak. Pada era itu ada beberapa kerusuhan saat pertunjukan seni tersebut. Ada pelemparan batu, perusakan properti, melukai orang ngibing, para penari, dan orang tua mereka. Setelah itu terjadi balas dendam yang membuat kerusuhan merembet.

Karena kerusuhan itu maka aturan pertunjukan gandrung, lèko, jogèd atau adar, diperketat. Aturannya ditulis dan diberikan kepada ketua perkumpulan (seka), harus ada ijin dengan syarat peraturan etika kesopanan yang mengatur pelaksanaan pertunjukan.

Berikut aturan berbahasa Melaku berisi aturan yang berlaku sebelum tahun 1888, sebagaimana dilaporkan oleh panitia komisi Belanda bernama H. Damsté, dimuat dalam ADATRECHTBUNDELS XXXVII: BALI EN LOMBOK, 1934


Soerat Kaidinan.

Di pegang oleh i orrang … kepala seka di kampong … njang
dia memegang(a)…nama…tandanja njang dia bole bermainken ini, kapan dan dimana dia soeka di dalem district… dengen toeroet atoeran pegimana njang terseboot di bawah ini:

Fatsal 1. Kaloe mainanja… di tanggap orrang lain district misti kepala seka minta permissie pada pembekel.

Fatsal 2. Bajaranja orrang njang mengibing tida bole koerang 15 kèpèng dapetnja 10 kempoel.

Fatsal 3. Tida bole orrang mengibing kaloe boekan itoe orrang sendiri njang di toendik atau temenja.

Fatsal 4. Orrang njang di toendik satemen-temennja tida bole mengibing lebih dari 10 kempoel kaloe tida di toendik lagi sekali.

Fatsal 5. Orrang njang mengibing misti pakean dengen pake saboek dan tida bole tarik kantjoet telaloe pandjang sampe bole kaindjek orrang, djoega tida bole kantjoetan.

Fatsal 6. Kaloe ada orrang njang maoe mengibing lebih dari 10 kempoel sabeloemnja ditoendik lagi sekali atau pakeanja koerang roepa dilarang sama kepala seka, tida maoedengerken, kepala seka lantas misti brentiken permainannja, dan orrang njang bikin roesoeh di srahken sama policie, dia nanti misti baijar roeginja kepala seka1 malem itoe.

Fatsal 7. Kaloe bikin permainan boekan tempatnja sendiri, misti kepala seka bawak ini soerat djadi kapan kepala tanjak misti ada.

Fatsal 8. Djikaloe kepala seka tledor pendjagaannja dari atoeran njang terseboet tadi kena oekoeman denda f 1 sampe f 5.

Fatsal 9. Djikaloe kepala seka tida toeroet atoeran bagimana njang terseboet diatas tadi nanti ini soerat idin di tjaboet oleh kepala negri.

Djembrana, ari… Controleur..


𝐏𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐉𝐨𝐠𝐞𝐝 𝐉𝐚𝐫𝐮𝐡

Surat Ijin untuk penertiban Joged di atas berisi 9 pasal aturan yang mengatur yang harus diikuti. Jika terjadi pelanggaran maka ijin seka (group) akan dicabut.

1. Semua pertunjukan harus berijin dan mendapat permisi dari Perbekel (Kepala Desa).

⁠2. Ada batas terbawah harga tiket ngibing, dengan panjang waktu ngibing ditentukan.

⁠3. Tidak boleh semua orang ngibing, hanya yang ditunjuk oleh penari, sehingga tidak ada saling berebutan.

4. ⁠Yang sudah ngibing bisa ngibing lagi dengan tiket lain atau tambahan.

⁠5. Penari dan yang ngibing harus sopan dengan mengikuti etika kesopanan berpakaian dan gerak-gerik yang wajar.

⁠6. Kalau ada orang yang ngibing, sekaa dan penari, serta pihak lain tidak mengikuti etika dan aturan seusai ijin-aturan pertunjukan maka dilaporkan ke polisi. Pertunjukan harus dihentikan oleh Kelian Seka (Ketua Sanggar Seni yang pentas). Yang memancing keributan harus membayar kerugian yang ditimbulkannya.

⁠7. Jika Kelian Seka teledor, sengaja atau tidak sengaja melanggar, tidak dengan tegas mengikuti aturan, maka didenda uang dengan berat, sesuai aturannya yang harus dibuat terlebih dahulu.

⁠8. Kalau Kelian Sekaa tidak mengikuti aturan yang sudah ditentukan, maka group kesenian tidak dijinkan pentas dimanapun. Ijin perkumpulannya dicabut dan dilarang pentas dimanapun.

Kenapa Joged sekarang bablas?

Salah satu faktor melunjak dan kacaunya pertunjukan joget di banyak tempat sekarang adalah kepala desa atau perbekel serta aparat desa umumnya tidak berani melakukan penertiban mengingat payung hukumnya tidak jelas. Polisi pun jika ditanya akan ragu menjawab: Apakah persoalan penertiban kesenian jaruh ini adalah ranah desa adat atau polisi (?)

Yang perlu dibuat adalah Peraturan Gubernur atau Peraturan Bupati yang mengatur sesuai pasal-pasal di atas sebagai payung hukumnya. Kalau telah ada maka langsung diserahkan pemberlakuan dan penertibannya kepada polisi bersama aparat desa dan pecalang di masing-masing tempat pertunjukan.

Jika ada joget jaruh, baik yang ngibing atau jogetnya, langsung ditindak seketika. Pelaku ngibing jaruh dan jogednya dibawa ke Kepala Desa oleh Pecalang yang bertugas.

Pelanggar aturan harus ditindak tegas, dilaporkan ke Polisi sebagai pelanggaran etika atau pelanggaran ijin, untuk ditertibkan, termasuk pencabutan ijin dengan sanksi — tidak bisa lagi melakukan pementasan bagi sekaa yang telah mementaskan joged jaruh.

Jika pemimpin Bali sekarang tidak bisa mengatur joged, apakah ini artinya perlu menunggu controleur Belanda dan komisi Belanda H. Damsté bangkit dari kubur?

Joged jaruh yang makin liar adalah pertanda Bali dalam situasi “lack of leadership”. Bali tuna pemimpin bervisi dan tegas. Bali tidak punya “orang tua”. [T]

BACA artikel lain dari penulis SUGI LANUS

Catatan dari Pura Meduwekarang 2003: GEMPA BALI 1917, BOM BALI 2002
MAHARSI PENULIS WEDA DI NUSANTARA
BUDAYA LAMA BALI SEDANG MENGHILANG — Koran Het vaderland, 17-05-1952
Tags: joged bumbungkesenian balisejarahseni tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semangat yang Tak Luntur, Merawat Tutur Leluhur

Next Post

Belajar Menulis, Sate Keladi, dan Kepedulian

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Belajar Menulis, Sate Keladi, dan Kepedulian

Belajar Menulis, Sate Keladi, dan Kepedulian

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co