6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bleganjur Kuno, Kini dan Nanti

Made Agus Wardana by Made Agus Wardana
March 6, 2024
in Ulas Musik
Bleganjur Kuno, Kini dan Nanti

Sekaa Teruna Widya Bakti Banjar Pegok Denpasar pada Kesanga Festival 2024

Kasanga Festival

DENPASAR saat sore menjelang malam  Lapangan Puputan ramai dipenuhi pengunjung. Suara syurak siu riuh membahana ke sana kemari. Aroma sedap kuliner kriak-kriuk terdengar dalam goyangan lidah para pembeli.

Ternyata Kasanga Festival yang ke-2 berlangsung semarak dan riang gembira. Kesanga Festival berlangsung tanggal 1-3 Maret 2024.

Matahari mulai terbenam anggun kemerahan,  sekelompok anak muda bergerombol  memperbincangkan calon juara Bleganjur Ngarap. Mereka sedang mengamati, menganalisa dan berkomentar dengan cara membandingkan penampilan peserta lomba. 

ST Widya Bhakti Pegok, sang juara lomba bleganjur ngarap di Kesanga Festival 2024 | Foto: Ist

Dalam perbincangan itu terdengar dengan lantang.   “Peh, ne be ye. Jeg juang be piala (Nah, ini dia! Ambil saja pialanya),”   ujar salah satu dari mereka setelah menyaksikan penampilan ST Widya Bhakti Banjar Pegok Sesetan.

Sementara itu di sebelah kanan panggung pertunjukan,  sekumpulan bapak-bapak dengan usia di atas umur  lima puluhan sedang mengomentari kehebatan bleganjur terkini yang sangat kompleks dan sulit dinikmati.

“Jeg jani pesu api, mekudus, misi mekecos, zigzag, kayang, gerak malpal, mekipekan, nyeledet hingga tekhnik cengceng ngumbang ngisep yang mengagetkan, byang, seperti Lomba Bleganjur PKB (Pesta Kesenian Bali) misalnya saat ini sangat rumit, cepat, penuh sensasi dan akrobatik,” ujar salah satu dari mereka.

Komentar para penggemar bleganjur itu merupakan fakta  antusiasme masyarakat segala umur sebagai pecinta berat bleganjur. Dapat dikatakan bahwa bleganjur adalah kesenian paling favorit, bergengsi dan prestisius yang memiliki penggemar atau follower terbanyak saat ini.

Perkembangan Bleganjur

Ada yang menulis balaganjur, ada blaganjur, ada yang menulis bleganjur, ada baleganjur. Tapi intinya, apa pun tulisannya, orang di Bali, apalagi anak-anak muda pasti tahu gamelan atau musik apa yang dimaksud.

ST Widya Bhakti Pegok in action | Foto: Ist

Perkembangan seni bleganjur tidak diragukan lagi. Berkembang sangat pesat dalam inovasi, berani melakukan transformasi  nada, instruments, tekhnik pukul (gegedig) yang briliant.

Dalam pengamatan saya, ada 4 jenis bleganjur yang berkembang  yaitu Bleganjur Bebarongan, Bleganjur Melasti, Bleganjur PKB (Pesta Kesenian Bali) dan Bleganjur Ngarap.

Bleganjur bebarongan menggunakan komposisi gending bebarongan dengan instrumentasi klenang klentong.

Bleganjur melasti menggunakan pencon 7 nada terkadang penambahan suling yang memaniskan suasana.

Bleganjur PKB merupakan bleganjur bergengsi yang dilombakan dalam Pesta Kesenian Bali dengan gerak tari akrobatik dan nyentrik.

Terakhir adalah bleganjur ngarap, sebuah iringan gamelan bleganjur yang biasanya digunakan dalam upacara palebon atau ngaben.

Lomba Bleganjur Ngarap Antar Banjar

Bleganjur ngarap yang dilombakan dalam Kasanga Festival di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung ini adalah bleganjur seni sebunan (penabuh satu banjar)  yang diikuti sekaa truna banjar yang ada di Denpasar.

Bleganjur Ngarap sangat mengasyikkan. Asyik karena sangat baik meng-entertain publik. Mengadopsi humoristik, mengajak bersorak- sorai dengan komposisi gending  easy listening (enak dinikmati).

Secara tekhnik para peserta bleganjur ngarap ini sangat mengagumkan dengan polaritme yang terkadang ekstrim dalam perubahan tempo dan dinamika, dan tetap menghasilkan karya seni yang diterima di masyarakat tanpa egoistik karya.

ST Widya Bhakti Pegok in action | Foto: Ist

Denpasar pantas disebut sebagai Kota Bleganjur. Kota ini memberi ruang dan waktu kepada generasi mudanya, mengayuh energi untuk membangkitkan kesadaran berkesenian dalam aliran tradisi hindu Bali yang harus tetap dilestarikan. Lapangan Puputan Badung (sekarang  Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung) adalah saksi bisu perhelatan akbar Lomba Bleganjur tahun 90 an yang sangat dinanti penonton tahun tersebut.

Jangan pernah lupa bahwa Bleganjur Kuno, Kini dan Nanti adalah hasil cipta karya hebat seniman muda Bali. Kuno; yang tetap beraroma tradisi dan asasi.  Kini;  bersinergi dalam nada-nada terbarukan, berbeda dari biasanya, dan Nanti; tetap mengutamakan jajar pageh (uger uger) kawitan, pengawak,  pengisep dan pengecet.

Kalau boleh saya kritisi, tetaplah rendah hati, jauhkan diri dari egoisme karya yang sering merasa super hebat dan  mengagungkan “baratisme” (western). [T]

BACA artikel lain dari [penulis AGUS WARDANA

Peed Aya Selalu Heboh dan Mereka pun Berimpit-impitan | Catatan Pawai Pembukaan PKB 2023
Seniman Bali Harumkan Indonesia pada “National Ramayan Mahotsav 2023”  | Laporan dari Raigarh India
Parade Pelegongan di DNA Denpasar | Esensi Legong Kembang Ura, Benarkah Membuat Rakyat Sejahtera?
Tags: baleganjurgamelan baliKesanga Festivalkesenian baliKota Denpasar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Jalak Bali, Kembali Pada Puisi” | Dari Pameran Tunggal Perupa Hardiman

Next Post

Hindu Diserbu Hari Suci, Beban atau Keistimewaan?

Made Agus Wardana

Made Agus Wardana

Seniman.,pernah tinggal di Belgia, kini tinggal di Denpasar. Aktif mengembangkan musik mulut atau gamut (gamelan mulut) dan setia mengembangkan kreatifitas dalam berbagai kesenian lain.

Related Posts

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
0
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

Read moreDetails

The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 1, 2026
0
The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis

“Rhythm of the Rain” yang dinyanyikan oleh The Cascades tetaplah lagu yang sama seperti ketika pertama kali kita memutarnya puluhan...

Read moreDetails

‘Lalu Biru’; Menggali Keterlambatan Manusia dalam Menyadari Nilai Kehidupan

by Radha Dwi Pradnyani
February 23, 2026
0
‘Lalu Biru’; Menggali Keterlambatan Manusia dalam Menyadari Nilai Kehidupan

“Kenapa baru memberikan bunga ketika orang itu sudah membiru…?” Kalimat ini dilontarkan oleh pacar saya setelah dirinya melewati hari yang...

Read moreDetails

Movin’ On dan Pelajaran tentang Keindahan

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 18, 2026
0
Movin’ On dan Pelajaran tentang Keindahan

"Yang paling dalam tidak pernah berisik, ia tahu kapan harus berbunyi, dan kapan memberi jeda" * SAYA pertama kali memegang...

Read moreDetails

Desperado:  Tentang Kesendirian dan Keberanian Mencintai

by Ahmad Sihabudin
February 16, 2026
0
Desperado:  Tentang Kesendirian dan Keberanian Mencintai

DALAM hidup setiap manusia adalah seorang desperado. Pengembara  yang menempuh jalan panjang antara keinginan untuk bebas dan kebutuhan untuk dicintai....

Read moreDetails

‘Chet Baker’: Keindahan yang Diekstraksi dari Rasa Sakit

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 13, 2026
0
‘Chet Baker’: Keindahan yang Diekstraksi dari Rasa Sakit

“Look for the Silver Lining” lahir dari kegelapan, merayap seperti bisikan yang mengubah cara kita mendengar kesedihan. Chet Baker tidak...

Read moreDetails

‘All I Am’: Balada yang Lahir dari Kursi Roda

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 8, 2026
0
‘All I Am’: Balada yang Lahir dari Kursi Roda

Bayangkan sebuah suara yang lahir dari tubuh yang tak lagi bisa bergerak, namun justru bergerak paling jauh, menembus dinding waktu,...

Read moreDetails

‘Another Day’: Balada Puitis Dream Theater

by Nyoman Sukaya Sukawati
February 5, 2026
0
‘Another Day’: Balada Puitis Dream Theater

Ada lagu yang tidak untuk mengguncang, melainkan berbicara tenang menemani kita. 'Another Day' adalah bisikan pelan di tengah hiruk-pikuk album Images...

Read moreDetails

‘Leaving on a Jet Plane’: Bisikan Nostalgia dan Takdir

by Nyoman Sukaya Sukawati
January 31, 2026
0
‘Leaving on a Jet Plane’: Bisikan Nostalgia dan Takdir

"Leaving on a Jet Plane” karya John Denver bukan sekadar lagu tentang bandara dan koper yang ditutup rapat. Ia adalah...

Read moreDetails

Mark Knopfler: Denting Gitar yang Melampaui Kata-kata

by Nyoman Sukaya Sukawati
January 29, 2026
0
Mark Knopfler: Denting Gitar yang Melampaui Kata-kata

Dunia jarang benar-benar sunyi. Ia dipenuhi suara, tuntutan, berita buruk, dan kegelisahan yang tak kunjung reda. Namun, di sela kebisingan...

Read moreDetails
Next Post
Hindu Diserbu Hari Suci, Beban atau Keistimewaan?

Hindu Diserbu Hari Suci, Beban atau Keistimewaan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co