6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Barraq Lanang Budiman, Pemanah Cilik dengan Segudang Prestasi

Jaswanto by Jaswanto
February 17, 2024
in Persona
Barraq Lanang Budiman, Pemanah Cilik dengan Segudang Prestasi

Barraq Lanang Budiman | Foto: Dok. Shinta

DI LAPANGAN panahan di Pidada, nyaris setiap hari terlihat tak pernah sepi. Di sana, orang tua, dewasa, sampai anak-anak, berseliweran dengan busur di tangan masing-masing. Tentu saja juga ada anak panah, pelindung jari (thum ring), pelindung lengan (arm guarde), alat peredam getaran, teropong, kantong panah (quiver), sampai target bidikan. Di antara semua orang dan alat-alat panahan itu, ada seorang anak yang ikut serta.

Namanya Barraq Lanang Budiman, atlet panahan yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama di SMPN I Singaraja. Ia mulai latihan memanah sejak masih belum cakap menyeberang jalan. “Kelas dua menjelang naik kelas tiga SD,” katanya singkat saat diwawancarai di rumahnya di Kelurahan Kampung Kajanan—salah satu wilayah di Kabupaten Buleleng yang memiliki banyak penduduk beragama Islam.

Malam itu, bocah itu duduk di kursi putar di ruang tamu. Sebagaimana seorang bocah, ia duduk tak jenak, berputar-putar sambil sesekali meremas jari-jari sendiri. Ia tampak malu-malu saat bercerita tentang perjalanannya menjadi atlet panahan. Kadang ia tertawa, dan tak jarang melihat langit-langit rumahnya—barangkali ia lebih mudah menemukan jawaban dengan bertingkah seperti itu.

Barraq saat memanah | Foto: Dok. Shinta

Barraq berkisah, selain memanah, pada saat masih menjadi siswa di MI Terpadu Mardhatilah, Barraq juga tercatat sebagai perenang yang beberapa kali pernah mewakili sekolahnya dalam berbagai ajang perlombaan. Berenang adalah salah satu hobinya.

Namun, daripada renang, sepertinya memanah adalah jiwanya yang sesungguhnya. Meskipun, katanya, ia sering lupa teknik yang diajarkan pelatihnya. Tapi dasar bakat, meski sering lupa, dalam ajang perlombaan, Barraq termasuk pemanah pilih tanding di usia angkatannya. Bidikannya nyaris tak pernah meleset.

“Dulu sempat ikut latihan renang. Tapi nggak tahu kenapa, setelah ditawarin papa untuk ikut latihan memanah, aku mau—karena di sana juga ada temen. Daripada di rumah aja,” ujar Barraq dengan polos dan lugu.

Sekadar informasi, di Indonesia organisasi panahan resmi terbentuk pada tanggal 12 Juli 1953 di Yogyakarta atas prakarsa Sri Paku Alam VIII dengan nama Perpani (Persatuan Panahan Indonesia). Pada tahun 1959, untuk pertama kalinya, Perpani mengadakan kejuaraan nasional sebagai perlombaan yang terorganisir.

Medali dan penghargaan Barraq sebagai atlet panahan buleleng terbaik putra | Foto: Dok. Shinta

Setelah Perpani terbentuk, pada tahun 1959 Indonesia diterima sebagai anggota FITA (Federation International de Tir A L’arc) dalam konggres di Oslo, Norwegia. Dengan diterimanya Perpani menjadi anggota FITA, maka terbukalah kesempatan untuk mengambil bagian dalam kejuaraan-kejuaraan panahan di kancah internasional.

Di Buleleng sendiri, terlepas sering meraih kejuaraan atau tidak, olahraga panahan cukup diminati. Di Sekolah-sekolah, dari SD sampai SMA, di kampus, cabang ini selalu ada. Banyak atlet yang sudah profesional dan wara-wiri di kejuaraan nasional. Seperti enam tahun yang lalu, misalnya, Buleleng berhasil meraih tiga medali emas di kejuaraan panahan Grand Indonesia Open Archery Championship (GIOAC) 2018.

***

Bagi pemanah pemula, pertama-tama harus mengetahui cara memasang tali yang baik dan benar pada busur. Hal ini bertujuan supaya busur tidak patah dan nocking point berada pada posisi yang benar.

Secara umum, ada dua metode memasang tali pada busur, yaitu dorong tarik (push pull) dan tindak langkah (step-through). Tapi Barraq sudah melewati fase ini. Ia belajar memasang tali sejak kelas dua sekolah dasar.

Meski usianya masih tigabelas tahun, tapi penguasaan teknik-teknik memanah seperti cara berdiri, memasang ekor panah, set up, menarik tali, penjangkaran, holding, membidik, sampai melesatkan anak panah, tak bisa diragukan. Remaja kelahiran Singaraja, 11 Desember 2010, itu melesatkan anak panah sama baiknya dengan memainkan game online di gawainya.

Barraq bersama pelatihnya, Kadek Arry Anderzen | Foto: Dok. Shinta

Selain teknik memanah yang tepat dan benar, peran pelatih juga sangat menunjang pencapaian prestasi seorang atlet memanah. Dengan dikuasainya teknik memanah dan pelatih yang tepat, akan memungkinkan keajegan (consistency) gerakan memanah si atlet, baik dalam latihan maupun kompetisi. Dan itu dibuktikan sendiri oleh Barraq.

Barraq pernah dilatih oleh Kadek Arry Anderzen—atlet panahan yang pernah mewakili Bali di PON XIX 2016 di Jawa Barat. Bersama Arry, Barraq merasa tepat mendapat pelatih. Mereka berdua seperti memiliki chemistry. Banyak prestasi yang ia peroleh.

Tapi Arry tentu bukan satu-satunya pelatih. Setelah Arry dilantik menjadi Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Buleleng, Barraq berlatih memanah dengan Komang Jenika Puspayoni—peraih medali emas individual divisi FITA Compound Umum Putri IPB Archery Open Online 2021.

Selama debutnya menjadi atlet panahan, Barraq Lanang Budiman sudah banyak menorehkan prestasi. Belum setahun berlatih, ia sudah meraih Juara II pada kejuaraan panahan Buleleng Archery Cup III 2018 se-Kabupaten Buleleng. Setahun kemudian, nama Barraq tercatat sebagai  peraih Juara I Divisi Nasional SD-A Putra pada seleksi olahraga pelajar cabang olahraga panahan tingkat Buleleng.

Barraq bersama pelatihnya, Komang Jenika Puspayoni | Foto: Dok. Shinta

Selain itu, di tahun yang sama, bocah yang kini duduk di bangku kelas VII SMPN I Singaraja itu mendapat Juara 2 beregu SD-A putra di Denpasar dalam kejuaraan panahan terbuka HUT ke-62 Kodam IX/Udayana.

Pada 2020, ia merain Juara I Divisi Standard Bow Tingkat SD-B Putra Total Scorw pada Kejuaraan Panahan Siraja (Singa Ambara Raja Archery) Virtual Cup 2020. Tahun 2021, Barraq menempati peringkat 16 besar Kualifikasi Nasional U-12 Putra pada Sirkuit Nasional; dan Juara I Kualifikasi Divisi Standard Bow SD-B Putra Pada Kejuaraan Panahan Buleleng Arvhery Cup V di tahun yang sama.

“Karena sering ikut kejuaraan dan juga sering menang, aku bisa masuk ke SMPN I Singaraja,” ujarnya malu-malu. Katanya, ini adalah momen yang tidak akan pernah ia lupakan. Bahkan ia tidak menyangka, kalau panahan dapat membawa namanya sampai sejauh ini.

Atlet cilik yang berada di  Divisi Standard Bow dan Divisi BareBow SMP Putra itu, mengaku akan terus melanjutkan kariernya di dunia panahan. Sepertinya itu bukan sebuah angan-angan seorang bocah tiga belas tahun, itu harapan dan cita-cita yang sangat mungkin terwujud. Pasalnya, selain berbakat, keluarganya juga ringan tangan mendukungnya.

Kedua orang tuanya tak pernah menyesal anaknya menjadi seorang atlet panahan. Begitu juga dengan kakaknya, Lovely Shira Aurelia, yang juga seorang atlet menembak Arm Women Youth—salah satu atlet menembak berbakat yang dimiliki Buleleng saat ini.

Dalam waktu dekat ini, kata Barraq, bersama teman-teman dan pelatihnya, ia sedang mempersiapkan untuk kejuaraan panahan di Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Provinsi Bali 2024. Ia mulai giat berlatih. Mengasah teknik, menjaga fisik, dan memupuk mental. Barraq, pemanah cilik dengan segudang prestasi itu, siap membawa nama Buleleng ke kancah nasional—bahkan internasional.[T]

Baca juga artikel terkait TOKOH atau tulisan menarik lainnya JASWANTO

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Lovely Shira Aurelia, Gadis Penembak dari Kampung Kajanan
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta
Putu Bagus Sastra, Pelukis Cilik Itu Meraih Medali Emas Porsenijar Bali 2023
Dari Tajun, Komang Lolak Sastrawan yang Anak Buruh itu, Mendunia Lewat Karate
Tags: bulelengKONI BulelengolahragaPorprov BaliPorsenijar BaliSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dua Masalah Besar yang Harus Diselesaikan Penggarap pada Lomba Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali 2024

Next Post

Mendekap dan Menimang Mental Kita

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails

Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

DI sebuah pementasan karya guru dan siswa SMAN 1 Kuta Selatan, Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati, pada Sabtu...

Read moreDetails

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
0
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu,...

Read moreDetails

Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
0
Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

BERTEPATAN dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025, Senin, 22 Desember 2025, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Nyoman Wirayuni, SH.,...

Read moreDetails
Next Post
Mendekap dan Menimang Mental Kita

Mendekap dan Menimang Mental Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co