2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Jodoh dalam Genggaman Aplikasi “Dating”

Kilau Riksaning Ayu by Kilau Riksaning Ayu
January 27, 2024
in Esai
Mencari Jodoh dalam Genggaman Aplikasi “Dating”

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

ERA DIGITAL membawa revolusi dalam cara orang mencari pasangan hidup. Aplikasi dating seperti Tinder, Bumble, Badoo, TanTan, OkCupid, Taaruf Id telah menjadi alat penting dalam perjalanan mencari cinta, yang menawarkan cara yang mudah dan efisien untuk membangun jejaring hingga bertemu orang baru.

Dengan meningkatnya penggunaan smartphone dan akses internet, aplikasi dating ini telah menjadi populer di kalangan masyarakat urban, terutama di kalangan generasi muda yang mencari hubungan asmara atau sekadar kenalan baru.

Aplikasi dating ini menawarkan berbagai fitur menarik yang memudahkan pengguna dalam mencari pasangan. Mulai dari mengisi biodata lengkap, memasukkan preferensi jenis kelamin calon pasangan, hingga memasukkan foto untuk profil diri.

Aplikasi ini dirancang untuk memaksimalkan peluang bertemu dengan orang yang sesuai dengan kriteria pengguna. Fitur-fitur ini tidak hanya memudahkan dalam mencari pasangan, tetapi juga memberikan pengalaman baru dalam menjalin hubungan asmara di era digital.

Selain itu, aplikasi dating juga telah mengubah persepsi masyarakat tentang menjalin hubungan asmara. Meskipun banyak diminati, interaksi saat menggunakan aplikasi kencan online jauh berbeda dengan saat bertemu langsung.

Hal ini menimbulkan tantangan baru dalam komunikasi dan pembentukan hubungan yang lebih dalam. Aplikasi dating memang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk berkomunikasi secara virtual, namun mereka juga dituntut untuk memiliki keterampilan komunikasi yang baik agar mendapatkan pasangan yang sesuai atau match dengan kriteria yang diinginkan.

Popularitas di Indonesia

Popularitas aplikasi kencan online di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini dapat dilihat dari berbagai aspek, termasuk peningkatan jumlah pengguna, unduhan aplikasi, dan pengeluaran untuk layanan premium.

Dilansir melalui goodstats.id, hingga tahun 2023 lebih dari 366 juta orang di dunia telah menggunakan dating apps. Dari angka tersebut, sekitar 20 juta pengguna menggunakan fitur premium. Kemudian, data tahun 2022 menjelaskan bahwa Tinder sebagai salah satu aplikasi kencan online terpopuler di Indonesia, dengan  64 juta kali unduhan.

Aplikasi lain yang populer diikuti oleh Bumble, Badoo, TanTan, dan Grindr. Deretan aplikasi ini menunjukkan preferensi pengguna Indonesia terhadap beberapa platform tertentu (databoks.katadata.co.id).

Popularitas aplikasi kencan online di Indonesia juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Pembatasan sosial dan kebutuhan untuk menjaga jarak fisik mendorong banyak orang untuk mencari alternatif dalam menjalin hubungan sosial dan romantis melalui platform digital.

Banyak pengguna di Indonesia rela membayar untuk layanan premium di aplikasi kencan online seperti Tinder. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna tidak hanya aktif menggunakan aplikasi ini secara gratis, tetapi juga bersedia menginvestasikan uang untuk mendapatkan fitur tambahan yang ditawarkan.

Faktor Pendorong

Budaya perjodohan di Indonesia telah berlangsung sejak lama.  Budaya ini hampir di setiap wilayah Indonesia memiliki tradisi perjodohan. Awalnya, secara konvensional untuk mendapatkan pasangan atau jodoh,  diperlukan mediator perjodohan dikenal dengan sebutan “mak comblang”.

Peran mak comblang ini untuk membantu proses perkenalan dengan mempertemukan dua individu untuk saling mengenal satu sama lain dan diharapkan berujung pada ikatan pernikahan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, peran mak comblang mulai digantikan dengan kemunculan biro jodoh hingga saat ini dimudahkan dengan kehadiran aplikasi.           

Di Indonesia, penggunaan aplikasi kencan online telah berkembang pesat, didorong oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Salah satu faktor utama adalah pergeseran sosial dan psikologis dalam masyarakat, di mana individu mencari cara baru untuk berinteraksi dan menjalin hubungan di era digital.

Faktor sosial psikologi, seperti keinginan untuk menemukan teman baru, mencari pasangan seksual, mencari cinta, dan kepraktisan yang ditawarkan oleh aplikasi kencan online, menjadi pendorong utama bagi banyak pengguna.

Berbagai studi meneliti fenomena penggunaan aplikasi dating di Indonesia. Tinder menjadi aplikasi populer yang digemari baik oleh pria atau Wanita. Studi yang dilakukan oleh  Mellania & Tjahjawulan (2021) yang menjelaskan bahwa kalimat “It’s A Match!” selalu ditunggu oleh para pengguna aplikasi Tinder saat mereka mencari pasangan.

Kalimat tersebut menandakan bahwa kedua pengguna Tinder “berjodoh” atau saling suka satu sama lain. Aplikasi Tinder terkenal dengan gerakan swipe atau geser ini merupakan aplikasi perjodohan dunia maya berbasis smartphone dengan menggunakan lokasi GPS.

Lebih spesifik, studi yang dilakukan oleh Paramitha dkk (2021) menjelaskan bahwa motif penggunaan aplikasi seperti Tinder khususnya yang berbayar atau premium didasari oleh motif, yaitu menemukan teman baru, mencari pasangan seksual, mencari cinta, dan kemudahan dalam berkomunikasi.

Dampak yang dirasakan pengguna Tinder berbayar adalah mempermudah mereka dalam menemukan pasangan yang ideal. Meskipun terdapat beberapa pandangan yang menganggap aplikasi kencan online tidak sesuai dengan budaya Indonesia, penggunaannya tetap meningkat. Ini menunjukkan adanya perubahan dalam norma sosial dan penerimaan teknologi dalam konteks pencarian pasangan.

Bahaya Mengintai

Di balik kemudahan mencari pasangan lewat aplikasi dating, terdapat bahaya yang mengintai penggunanya. Risiko ini berkisar dari penipuan finansial hingga kebocoran data pribadi. Pengguna sering kali terpapar risiko penipuan, phishing, dan scam, yang dapat terjadi karena adanya profil palsu dan informasi yang tidak lengkap di aplikasi tersebut.

Selain itu, ada juga risiko catfishing (penipuan identitas), di mana seseorang mungkin berpura-pura menjadi orang lain, yang dapat menyebabkan kerugian emosional dan finansial bagi korban.

Fenomena catfishing ini bahkan diangkat secara khusus dalam film dokumenter yang tayang di Netflix. Film dokumenter Netflix tersebut berjudul “The Tinder Swindler”. Film ini menggambarkan dampak mendalam dari penipuan  yang dilakukan oleh seorang pria yang dikenal sebagai Simon Leviev di aplikasi Tinder.

Dalam film tersebut, Leviev memanfaatkan aplikasi kencan untuk menipu wanita dengan berpura-pura sebagai seorang miliarder, menyebabkan korban mengalami kerugian finansial yang signifikan,

Kasus “The Tinder Swindler” menyoroti risiko yang terkait dengan aplikasi kencan online, di mana penipuan dan catfishing menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, penting bagi pengguna aplikasi kencan online di Indonesia untuk waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dari potensi bahaya ini.[T]

Tags: android62aplikasicintajodohkomunikasionlineteknologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tips Memotret Wajah Agar Menarik dan Berkarakter

Next Post

Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Kilau Riksaning Ayu

Kilau Riksaning Ayu

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co