13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Jodoh dalam Genggaman Aplikasi “Dating”

Kilau Riksaning Ayu by Kilau Riksaning Ayu
January 27, 2024
in Esai
Mencari Jodoh dalam Genggaman Aplikasi “Dating”

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

ERA DIGITAL membawa revolusi dalam cara orang mencari pasangan hidup. Aplikasi dating seperti Tinder, Bumble, Badoo, TanTan, OkCupid, Taaruf Id telah menjadi alat penting dalam perjalanan mencari cinta, yang menawarkan cara yang mudah dan efisien untuk membangun jejaring hingga bertemu orang baru.

Dengan meningkatnya penggunaan smartphone dan akses internet, aplikasi dating ini telah menjadi populer di kalangan masyarakat urban, terutama di kalangan generasi muda yang mencari hubungan asmara atau sekadar kenalan baru.

Aplikasi dating ini menawarkan berbagai fitur menarik yang memudahkan pengguna dalam mencari pasangan. Mulai dari mengisi biodata lengkap, memasukkan preferensi jenis kelamin calon pasangan, hingga memasukkan foto untuk profil diri.

Aplikasi ini dirancang untuk memaksimalkan peluang bertemu dengan orang yang sesuai dengan kriteria pengguna. Fitur-fitur ini tidak hanya memudahkan dalam mencari pasangan, tetapi juga memberikan pengalaman baru dalam menjalin hubungan asmara di era digital.

Selain itu, aplikasi dating juga telah mengubah persepsi masyarakat tentang menjalin hubungan asmara. Meskipun banyak diminati, interaksi saat menggunakan aplikasi kencan online jauh berbeda dengan saat bertemu langsung.

Hal ini menimbulkan tantangan baru dalam komunikasi dan pembentukan hubungan yang lebih dalam. Aplikasi dating memang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk berkomunikasi secara virtual, namun mereka juga dituntut untuk memiliki keterampilan komunikasi yang baik agar mendapatkan pasangan yang sesuai atau match dengan kriteria yang diinginkan.

Popularitas di Indonesia

Popularitas aplikasi kencan online di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini dapat dilihat dari berbagai aspek, termasuk peningkatan jumlah pengguna, unduhan aplikasi, dan pengeluaran untuk layanan premium.

Dilansir melalui goodstats.id, hingga tahun 2023 lebih dari 366 juta orang di dunia telah menggunakan dating apps. Dari angka tersebut, sekitar 20 juta pengguna menggunakan fitur premium. Kemudian, data tahun 2022 menjelaskan bahwa Tinder sebagai salah satu aplikasi kencan online terpopuler di Indonesia, dengan  64 juta kali unduhan.

Aplikasi lain yang populer diikuti oleh Bumble, Badoo, TanTan, dan Grindr. Deretan aplikasi ini menunjukkan preferensi pengguna Indonesia terhadap beberapa platform tertentu (databoks.katadata.co.id).

Popularitas aplikasi kencan online di Indonesia juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Pembatasan sosial dan kebutuhan untuk menjaga jarak fisik mendorong banyak orang untuk mencari alternatif dalam menjalin hubungan sosial dan romantis melalui platform digital.

Banyak pengguna di Indonesia rela membayar untuk layanan premium di aplikasi kencan online seperti Tinder. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna tidak hanya aktif menggunakan aplikasi ini secara gratis, tetapi juga bersedia menginvestasikan uang untuk mendapatkan fitur tambahan yang ditawarkan.

Faktor Pendorong

Budaya perjodohan di Indonesia telah berlangsung sejak lama.  Budaya ini hampir di setiap wilayah Indonesia memiliki tradisi perjodohan. Awalnya, secara konvensional untuk mendapatkan pasangan atau jodoh,  diperlukan mediator perjodohan dikenal dengan sebutan “mak comblang”.

Peran mak comblang ini untuk membantu proses perkenalan dengan mempertemukan dua individu untuk saling mengenal satu sama lain dan diharapkan berujung pada ikatan pernikahan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, peran mak comblang mulai digantikan dengan kemunculan biro jodoh hingga saat ini dimudahkan dengan kehadiran aplikasi.           

Di Indonesia, penggunaan aplikasi kencan online telah berkembang pesat, didorong oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Salah satu faktor utama adalah pergeseran sosial dan psikologis dalam masyarakat, di mana individu mencari cara baru untuk berinteraksi dan menjalin hubungan di era digital.

Faktor sosial psikologi, seperti keinginan untuk menemukan teman baru, mencari pasangan seksual, mencari cinta, dan kepraktisan yang ditawarkan oleh aplikasi kencan online, menjadi pendorong utama bagi banyak pengguna.

Berbagai studi meneliti fenomena penggunaan aplikasi dating di Indonesia. Tinder menjadi aplikasi populer yang digemari baik oleh pria atau Wanita. Studi yang dilakukan oleh  Mellania & Tjahjawulan (2021) yang menjelaskan bahwa kalimat “It’s A Match!” selalu ditunggu oleh para pengguna aplikasi Tinder saat mereka mencari pasangan.

Kalimat tersebut menandakan bahwa kedua pengguna Tinder “berjodoh” atau saling suka satu sama lain. Aplikasi Tinder terkenal dengan gerakan swipe atau geser ini merupakan aplikasi perjodohan dunia maya berbasis smartphone dengan menggunakan lokasi GPS.

Lebih spesifik, studi yang dilakukan oleh Paramitha dkk (2021) menjelaskan bahwa motif penggunaan aplikasi seperti Tinder khususnya yang berbayar atau premium didasari oleh motif, yaitu menemukan teman baru, mencari pasangan seksual, mencari cinta, dan kemudahan dalam berkomunikasi.

Dampak yang dirasakan pengguna Tinder berbayar adalah mempermudah mereka dalam menemukan pasangan yang ideal. Meskipun terdapat beberapa pandangan yang menganggap aplikasi kencan online tidak sesuai dengan budaya Indonesia, penggunaannya tetap meningkat. Ini menunjukkan adanya perubahan dalam norma sosial dan penerimaan teknologi dalam konteks pencarian pasangan.

Bahaya Mengintai

Di balik kemudahan mencari pasangan lewat aplikasi dating, terdapat bahaya yang mengintai penggunanya. Risiko ini berkisar dari penipuan finansial hingga kebocoran data pribadi. Pengguna sering kali terpapar risiko penipuan, phishing, dan scam, yang dapat terjadi karena adanya profil palsu dan informasi yang tidak lengkap di aplikasi tersebut.

Selain itu, ada juga risiko catfishing (penipuan identitas), di mana seseorang mungkin berpura-pura menjadi orang lain, yang dapat menyebabkan kerugian emosional dan finansial bagi korban.

Fenomena catfishing ini bahkan diangkat secara khusus dalam film dokumenter yang tayang di Netflix. Film dokumenter Netflix tersebut berjudul “The Tinder Swindler”. Film ini menggambarkan dampak mendalam dari penipuan  yang dilakukan oleh seorang pria yang dikenal sebagai Simon Leviev di aplikasi Tinder.

Dalam film tersebut, Leviev memanfaatkan aplikasi kencan untuk menipu wanita dengan berpura-pura sebagai seorang miliarder, menyebabkan korban mengalami kerugian finansial yang signifikan,

Kasus “The Tinder Swindler” menyoroti risiko yang terkait dengan aplikasi kencan online, di mana penipuan dan catfishing menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, penting bagi pengguna aplikasi kencan online di Indonesia untuk waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dari potensi bahaya ini.[T]

Tags: android62aplikasicintajodohkomunikasionlineteknologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tips Memotret Wajah Agar Menarik dan Berkarakter

Next Post

Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Kilau Riksaning Ayu

Kilau Riksaning Ayu

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co