23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Jodoh dalam Genggaman Aplikasi “Dating”

Kilau Riksaning Ayu by Kilau Riksaning Ayu
January 27, 2024
in Esai
Mencari Jodoh dalam Genggaman Aplikasi “Dating”

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

ERA DIGITAL membawa revolusi dalam cara orang mencari pasangan hidup. Aplikasi dating seperti Tinder, Bumble, Badoo, TanTan, OkCupid, Taaruf Id telah menjadi alat penting dalam perjalanan mencari cinta, yang menawarkan cara yang mudah dan efisien untuk membangun jejaring hingga bertemu orang baru.

Dengan meningkatnya penggunaan smartphone dan akses internet, aplikasi dating ini telah menjadi populer di kalangan masyarakat urban, terutama di kalangan generasi muda yang mencari hubungan asmara atau sekadar kenalan baru.

Aplikasi dating ini menawarkan berbagai fitur menarik yang memudahkan pengguna dalam mencari pasangan. Mulai dari mengisi biodata lengkap, memasukkan preferensi jenis kelamin calon pasangan, hingga memasukkan foto untuk profil diri.

Aplikasi ini dirancang untuk memaksimalkan peluang bertemu dengan orang yang sesuai dengan kriteria pengguna. Fitur-fitur ini tidak hanya memudahkan dalam mencari pasangan, tetapi juga memberikan pengalaman baru dalam menjalin hubungan asmara di era digital.

Selain itu, aplikasi dating juga telah mengubah persepsi masyarakat tentang menjalin hubungan asmara. Meskipun banyak diminati, interaksi saat menggunakan aplikasi kencan online jauh berbeda dengan saat bertemu langsung.

Hal ini menimbulkan tantangan baru dalam komunikasi dan pembentukan hubungan yang lebih dalam. Aplikasi dating memang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk berkomunikasi secara virtual, namun mereka juga dituntut untuk memiliki keterampilan komunikasi yang baik agar mendapatkan pasangan yang sesuai atau match dengan kriteria yang diinginkan.

Popularitas di Indonesia

Popularitas aplikasi kencan online di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini dapat dilihat dari berbagai aspek, termasuk peningkatan jumlah pengguna, unduhan aplikasi, dan pengeluaran untuk layanan premium.

Dilansir melalui goodstats.id, hingga tahun 2023 lebih dari 366 juta orang di dunia telah menggunakan dating apps. Dari angka tersebut, sekitar 20 juta pengguna menggunakan fitur premium. Kemudian, data tahun 2022 menjelaskan bahwa Tinder sebagai salah satu aplikasi kencan online terpopuler di Indonesia, dengan  64 juta kali unduhan.

Aplikasi lain yang populer diikuti oleh Bumble, Badoo, TanTan, dan Grindr. Deretan aplikasi ini menunjukkan preferensi pengguna Indonesia terhadap beberapa platform tertentu (databoks.katadata.co.id).

Popularitas aplikasi kencan online di Indonesia juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Pembatasan sosial dan kebutuhan untuk menjaga jarak fisik mendorong banyak orang untuk mencari alternatif dalam menjalin hubungan sosial dan romantis melalui platform digital.

Banyak pengguna di Indonesia rela membayar untuk layanan premium di aplikasi kencan online seperti Tinder. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna tidak hanya aktif menggunakan aplikasi ini secara gratis, tetapi juga bersedia menginvestasikan uang untuk mendapatkan fitur tambahan yang ditawarkan.

Faktor Pendorong

Budaya perjodohan di Indonesia telah berlangsung sejak lama.  Budaya ini hampir di setiap wilayah Indonesia memiliki tradisi perjodohan. Awalnya, secara konvensional untuk mendapatkan pasangan atau jodoh,  diperlukan mediator perjodohan dikenal dengan sebutan “mak comblang”.

Peran mak comblang ini untuk membantu proses perkenalan dengan mempertemukan dua individu untuk saling mengenal satu sama lain dan diharapkan berujung pada ikatan pernikahan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, peran mak comblang mulai digantikan dengan kemunculan biro jodoh hingga saat ini dimudahkan dengan kehadiran aplikasi.           

Di Indonesia, penggunaan aplikasi kencan online telah berkembang pesat, didorong oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Salah satu faktor utama adalah pergeseran sosial dan psikologis dalam masyarakat, di mana individu mencari cara baru untuk berinteraksi dan menjalin hubungan di era digital.

Faktor sosial psikologi, seperti keinginan untuk menemukan teman baru, mencari pasangan seksual, mencari cinta, dan kepraktisan yang ditawarkan oleh aplikasi kencan online, menjadi pendorong utama bagi banyak pengguna.

Berbagai studi meneliti fenomena penggunaan aplikasi dating di Indonesia. Tinder menjadi aplikasi populer yang digemari baik oleh pria atau Wanita. Studi yang dilakukan oleh  Mellania & Tjahjawulan (2021) yang menjelaskan bahwa kalimat “It’s A Match!” selalu ditunggu oleh para pengguna aplikasi Tinder saat mereka mencari pasangan.

Kalimat tersebut menandakan bahwa kedua pengguna Tinder “berjodoh” atau saling suka satu sama lain. Aplikasi Tinder terkenal dengan gerakan swipe atau geser ini merupakan aplikasi perjodohan dunia maya berbasis smartphone dengan menggunakan lokasi GPS.

Lebih spesifik, studi yang dilakukan oleh Paramitha dkk (2021) menjelaskan bahwa motif penggunaan aplikasi seperti Tinder khususnya yang berbayar atau premium didasari oleh motif, yaitu menemukan teman baru, mencari pasangan seksual, mencari cinta, dan kemudahan dalam berkomunikasi.

Dampak yang dirasakan pengguna Tinder berbayar adalah mempermudah mereka dalam menemukan pasangan yang ideal. Meskipun terdapat beberapa pandangan yang menganggap aplikasi kencan online tidak sesuai dengan budaya Indonesia, penggunaannya tetap meningkat. Ini menunjukkan adanya perubahan dalam norma sosial dan penerimaan teknologi dalam konteks pencarian pasangan.

Bahaya Mengintai

Di balik kemudahan mencari pasangan lewat aplikasi dating, terdapat bahaya yang mengintai penggunanya. Risiko ini berkisar dari penipuan finansial hingga kebocoran data pribadi. Pengguna sering kali terpapar risiko penipuan, phishing, dan scam, yang dapat terjadi karena adanya profil palsu dan informasi yang tidak lengkap di aplikasi tersebut.

Selain itu, ada juga risiko catfishing (penipuan identitas), di mana seseorang mungkin berpura-pura menjadi orang lain, yang dapat menyebabkan kerugian emosional dan finansial bagi korban.

Fenomena catfishing ini bahkan diangkat secara khusus dalam film dokumenter yang tayang di Netflix. Film dokumenter Netflix tersebut berjudul “The Tinder Swindler”. Film ini menggambarkan dampak mendalam dari penipuan  yang dilakukan oleh seorang pria yang dikenal sebagai Simon Leviev di aplikasi Tinder.

Dalam film tersebut, Leviev memanfaatkan aplikasi kencan untuk menipu wanita dengan berpura-pura sebagai seorang miliarder, menyebabkan korban mengalami kerugian finansial yang signifikan,

Kasus “The Tinder Swindler” menyoroti risiko yang terkait dengan aplikasi kencan online, di mana penipuan dan catfishing menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, penting bagi pengguna aplikasi kencan online di Indonesia untuk waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dari potensi bahaya ini.[T]

Tags: android62aplikasicintajodohkomunikasionlineteknologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tips Memotret Wajah Agar Menarik dan Berkarakter

Next Post

Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Kilau Riksaning Ayu

Kilau Riksaning Ayu

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co