2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencari Jodoh dalam Genggaman Aplikasi “Dating”

Kilau Riksaning Ayu by Kilau Riksaning Ayu
January 27, 2024
in Esai
Mencari Jodoh dalam Genggaman Aplikasi “Dating”

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

ERA DIGITAL membawa revolusi dalam cara orang mencari pasangan hidup. Aplikasi dating seperti Tinder, Bumble, Badoo, TanTan, OkCupid, Taaruf Id telah menjadi alat penting dalam perjalanan mencari cinta, yang menawarkan cara yang mudah dan efisien untuk membangun jejaring hingga bertemu orang baru.

Dengan meningkatnya penggunaan smartphone dan akses internet, aplikasi dating ini telah menjadi populer di kalangan masyarakat urban, terutama di kalangan generasi muda yang mencari hubungan asmara atau sekadar kenalan baru.

Aplikasi dating ini menawarkan berbagai fitur menarik yang memudahkan pengguna dalam mencari pasangan. Mulai dari mengisi biodata lengkap, memasukkan preferensi jenis kelamin calon pasangan, hingga memasukkan foto untuk profil diri.

Aplikasi ini dirancang untuk memaksimalkan peluang bertemu dengan orang yang sesuai dengan kriteria pengguna. Fitur-fitur ini tidak hanya memudahkan dalam mencari pasangan, tetapi juga memberikan pengalaman baru dalam menjalin hubungan asmara di era digital.

Selain itu, aplikasi dating juga telah mengubah persepsi masyarakat tentang menjalin hubungan asmara. Meskipun banyak diminati, interaksi saat menggunakan aplikasi kencan online jauh berbeda dengan saat bertemu langsung.

Hal ini menimbulkan tantangan baru dalam komunikasi dan pembentukan hubungan yang lebih dalam. Aplikasi dating memang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk berkomunikasi secara virtual, namun mereka juga dituntut untuk memiliki keterampilan komunikasi yang baik agar mendapatkan pasangan yang sesuai atau match dengan kriteria yang diinginkan.

Popularitas di Indonesia

Popularitas aplikasi kencan online di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini dapat dilihat dari berbagai aspek, termasuk peningkatan jumlah pengguna, unduhan aplikasi, dan pengeluaran untuk layanan premium.

Dilansir melalui goodstats.id, hingga tahun 2023 lebih dari 366 juta orang di dunia telah menggunakan dating apps. Dari angka tersebut, sekitar 20 juta pengguna menggunakan fitur premium. Kemudian, data tahun 2022 menjelaskan bahwa Tinder sebagai salah satu aplikasi kencan online terpopuler di Indonesia, dengan  64 juta kali unduhan.

Aplikasi lain yang populer diikuti oleh Bumble, Badoo, TanTan, dan Grindr. Deretan aplikasi ini menunjukkan preferensi pengguna Indonesia terhadap beberapa platform tertentu (databoks.katadata.co.id).

Popularitas aplikasi kencan online di Indonesia juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Pembatasan sosial dan kebutuhan untuk menjaga jarak fisik mendorong banyak orang untuk mencari alternatif dalam menjalin hubungan sosial dan romantis melalui platform digital.

Banyak pengguna di Indonesia rela membayar untuk layanan premium di aplikasi kencan online seperti Tinder. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna tidak hanya aktif menggunakan aplikasi ini secara gratis, tetapi juga bersedia menginvestasikan uang untuk mendapatkan fitur tambahan yang ditawarkan.

Faktor Pendorong

Budaya perjodohan di Indonesia telah berlangsung sejak lama.  Budaya ini hampir di setiap wilayah Indonesia memiliki tradisi perjodohan. Awalnya, secara konvensional untuk mendapatkan pasangan atau jodoh,  diperlukan mediator perjodohan dikenal dengan sebutan “mak comblang”.

Peran mak comblang ini untuk membantu proses perkenalan dengan mempertemukan dua individu untuk saling mengenal satu sama lain dan diharapkan berujung pada ikatan pernikahan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, peran mak comblang mulai digantikan dengan kemunculan biro jodoh hingga saat ini dimudahkan dengan kehadiran aplikasi.           

Di Indonesia, penggunaan aplikasi kencan online telah berkembang pesat, didorong oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Salah satu faktor utama adalah pergeseran sosial dan psikologis dalam masyarakat, di mana individu mencari cara baru untuk berinteraksi dan menjalin hubungan di era digital.

Faktor sosial psikologi, seperti keinginan untuk menemukan teman baru, mencari pasangan seksual, mencari cinta, dan kepraktisan yang ditawarkan oleh aplikasi kencan online, menjadi pendorong utama bagi banyak pengguna.

Berbagai studi meneliti fenomena penggunaan aplikasi dating di Indonesia. Tinder menjadi aplikasi populer yang digemari baik oleh pria atau Wanita. Studi yang dilakukan oleh  Mellania & Tjahjawulan (2021) yang menjelaskan bahwa kalimat “It’s A Match!” selalu ditunggu oleh para pengguna aplikasi Tinder saat mereka mencari pasangan.

Kalimat tersebut menandakan bahwa kedua pengguna Tinder “berjodoh” atau saling suka satu sama lain. Aplikasi Tinder terkenal dengan gerakan swipe atau geser ini merupakan aplikasi perjodohan dunia maya berbasis smartphone dengan menggunakan lokasi GPS.

Lebih spesifik, studi yang dilakukan oleh Paramitha dkk (2021) menjelaskan bahwa motif penggunaan aplikasi seperti Tinder khususnya yang berbayar atau premium didasari oleh motif, yaitu menemukan teman baru, mencari pasangan seksual, mencari cinta, dan kemudahan dalam berkomunikasi.

Dampak yang dirasakan pengguna Tinder berbayar adalah mempermudah mereka dalam menemukan pasangan yang ideal. Meskipun terdapat beberapa pandangan yang menganggap aplikasi kencan online tidak sesuai dengan budaya Indonesia, penggunaannya tetap meningkat. Ini menunjukkan adanya perubahan dalam norma sosial dan penerimaan teknologi dalam konteks pencarian pasangan.

Bahaya Mengintai

Di balik kemudahan mencari pasangan lewat aplikasi dating, terdapat bahaya yang mengintai penggunanya. Risiko ini berkisar dari penipuan finansial hingga kebocoran data pribadi. Pengguna sering kali terpapar risiko penipuan, phishing, dan scam, yang dapat terjadi karena adanya profil palsu dan informasi yang tidak lengkap di aplikasi tersebut.

Selain itu, ada juga risiko catfishing (penipuan identitas), di mana seseorang mungkin berpura-pura menjadi orang lain, yang dapat menyebabkan kerugian emosional dan finansial bagi korban.

Fenomena catfishing ini bahkan diangkat secara khusus dalam film dokumenter yang tayang di Netflix. Film dokumenter Netflix tersebut berjudul “The Tinder Swindler”. Film ini menggambarkan dampak mendalam dari penipuan  yang dilakukan oleh seorang pria yang dikenal sebagai Simon Leviev di aplikasi Tinder.

Dalam film tersebut, Leviev memanfaatkan aplikasi kencan untuk menipu wanita dengan berpura-pura sebagai seorang miliarder, menyebabkan korban mengalami kerugian finansial yang signifikan,

Kasus “The Tinder Swindler” menyoroti risiko yang terkait dengan aplikasi kencan online, di mana penipuan dan catfishing menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, penting bagi pengguna aplikasi kencan online di Indonesia untuk waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dari potensi bahaya ini.[T]

Tags: android62aplikasicintajodohkomunikasionlineteknologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tips Memotret Wajah Agar Menarik dan Berkarakter

Next Post

Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Kilau Riksaning Ayu

Kilau Riksaning Ayu

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Di Tangan Made Gelgel, Garam Disulap Menjadi Berbagai Bentuk dan Varian Rasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co