6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sastra Nitya Rupa: Usaha Mempopulerkan Kembali Sastra Jawa Kuna

Redaksi Tatkala Denpasar by Redaksi Tatkala Denpasar
November 12, 2023
in Pendidikan
Sastra Nitya Rupa: Usaha Mempopulerkan Kembali Sastra Jawa Kuna

Dewa Gede Purwita Sukahet saat menyampaikan materi | Foto: Dok. Panitia

SEMINAR NASIONAL bertajuk “Sastra Nitya Rupa: Sastra Jawa Kuna Melintasi Ruang dan Masa” menjadi sajian pamungkas Pekan Sastra Jawa Kuna serangkaian HUT ke-65 Program Studi (Prodi) Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) dan HUT ke-13 Himpunan Mahasiswa Prodi Sastra Jawa Kuna FIB Unud. Seminar itu dilaksanakan secara hybrid—online-offline—di Ruang Soekarno Gedung Poerbatjaraka FIB Unud, Denpasar.

Seminar “Sastra Nitya Rupa” secara khusus dihadirkan untuk membuka ruang potensi dan aksi-aksi alih wahana dari khazanah sastra Jawa Kuna. Pada kesempatan tersebut dihadirkan Dewa Gede Purwita Sukahet dan Indra Suroinggeno sebagai pembicara. Keduanya adalah tokh yang lekat memanfaatkan sastra Jawa Kuna sebagai medium kreatif.

Dewa Purwita menyampaikan materi tentang “Adaptasi Narasi–Rupa”. Ia menyebut narasi berkaitan dengan sastra, sementara rupa terkait dengan karya visual. Beranjak dari sana, ia memiliki pemikiran awal bahwa ada pengaruh narasi terhadap seni rupa. Cerita yang bersumber dari karya sastra Jawa Kuna mempengaruhi karya rupa dan seni. “Laku kehidupan tidak lepas dari karya sastra Jawa Kuna,” katanya.

Ia mengatakan bahwa seniman pada masa lampau pun diduga tidak lepas dari karya sastra Jawa Kuna. Misalnya, Gusti Made Deblog memiliki lukisan yang sama banyaknya dengan lontar yang ia miliki. Narasi terhadap perwujudan atau karya rupa, melalui beberapa tahap seperti reduksi, simbolisasi, dan ikonografi. Reduksi adalah pemilahan adegan dengan menyarikan teks untuk menghadirkan suatu adegan yang bercerita atau fragmentasi.

Simbolisasi adalah pemaknaan ulang kata atau kalimat dan menjadikannya sebuah simbol yang terkonvensi. Sedangkan ikonografi adalah pengetahuan tentang atribut yang dipergunakan oleh figur berupa tipe mahkota, bentuk mata, hidung, mulut, model hiasan badan, dan kaki maupun lain-lainnya secara spesifik.

Dewa Gede Purwita Sukahet dan Indra Suroinggeno (di layar) saat menyampaikan materi / Foto: Dok. Panitia

Ia menyarankan untuk mempertahankan sastra Jawa Kuna, perlu gerakan yang bisa dilakukan berupa kolaborasi antara literasi, rupa, sastra, dan sebagainya.  “Agar nilai sampai ke masyarakat, sastra Jawa Kuna perlu berdiri di banyak kaki, dalam arti lintas komunitas yang bersama-sama membangunnya,” kata dia. Menurutnya, sastra Jawa Kuna perlu mengembangkan lagi potensi-potensinya sehingga dapat meraih masa renaisans untuk Jawa Kuno.

Sementara itu, Trias Indra Setiawan, owner Museum Wayang Beber Sekartaji dan Sanggar Bhuana Alit—yang konsen pada pelestarian sastra Jawa, termasuk sastra Jawa Kuna—menginginkan kesusastraan ini merasuk pada relung-relung hati semua orang, khususnya bagi generasi Z. Salah satu acaranya, katanya, dengan memvisualisasikan sastra.

“Di dalam sastra selalu menjanjikan sebuah kedamaian, perubahan di dalam bentuk sastra hanya pada bentuknya saja, dasar sebuah sastra dan mahakarya lainnya adalah tentram, yang menjadi cita-cita kami, semoga dengan bangkitnya Jawa Kuna dari Bali ke Jawa dan Nusantara, bisa membawa ketentraman bagi kita semua,” tuturnya.

Bagi dia, cara untuk melestarikan Jawa Kuna adalah dimulai dengan mengenalkan Jawa Kuna sesuai porsi, misalnya pengenalan kepada anak-anak tentu akan berbeda dengan kalangan lain.  Ia juga berharap, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Pendidikan, pemerintah dapat juga bersatu untuk membangkitkan kearifan lokal Nusantara, khususnya yang berhubungan dengan Jawa Kuno.

Mempopulerkan Sastra Jawa Kuna

Ketua Panitia HUT ke-65 Prodi Sastra Jawa Kuna FIB Unud, I Ketut Eriadi Ariana, S.S., M.Hum., mengatakan bahwa dengan mengambil momentum hari jadi itu, pihaknya berupaya untuk mempopulerkan kembali sastra tradisional yang diduga telah ada sejak abad ke-9 itu.

“Kami berupaya mengunduh kesusastraan Jawa Kuna ke kehidupan yang lebih nyata dan bermanfaat. Selama sepekan dilaksanakan, Pekan Sastra Jawa Kuna dirangkaikan dengan kegiatan dari Minggu (5/11) sampai Jumat (10/11) ini, yakni Punia Bakti, konservasi lontar, penilaian dan perlombaan Lomba Apresiasi Kakawin, gelar film berbasis Jawa Kuna, bincang alih wahana sastra Jawa Kuna ke sastra modern, serta puncak HUT dan seminar nasional,” terangnya, sembari berahap sastra Jawa Kuna dapat mengalir sampai jauh.

Koordinator Program Studi Sastra Jawa Kuna, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum menyebut momen peringatan HUT yang digelar bersamaan dengan hari pahlawan, memiliki nilai penting. Momen ini jadi penghormatan untuk para pahlawan, termasuk juga pahlawan-pahlawan budaya.

Suasana seminar “Sastra Nitya Rupa: Sastra Jawa Kuna Melintasi Ruang dan Masa” / Foto: Dok. Panitia

Prodi Jawa Kuna, katanya, sangat terkait dengan kebudayaan. Mengingat kembali pada awal pendirian Fakultas Sastra pada tahun 1958, Poerbatjaraka menyampaikan bahwa Bali menjadi tempat penyimpanan sastra dan budaya lama, termasuk Jawa Kuna, sehingga hal itu menjadi peran prodi untuk mengemban misi penting itu.

Dikatakan, pada usia 65 tahun ini merupakan sebuah momen untuk merefleksikan diri sebagai bagian dari Indonesia. Hal ini terkait pula untuk memegang teguh pilar kebangsaan, salah satunya bhineka tunggal ika yang diambil dari Kakawin Sutasoma.

Ideologi yang ditampilkan dalam penampilan kakawin itu, menunjukkan bangsa ini adalah bangsa yang multikultural. “Jawa Kuna memang dilestarikan dan diteruskan di Bali tapi tidak hanya milik Bali, namun milik seluruh Indonesia yang bisa diapresiasi oleh siapapun dengan cara apapun,” ujar Suarka.

Istilah kuno itu bagi dia hanya sebutan, namun substansi dan semangatnya itu adalah sesuatu universal. Dalam melakukan penguatan sastra Jawa Kuna, ia menyebut pihak-pihak harus saling bergandengan, salah satunya dengan teknologi informasi untuk mengemasnya secara kekinian, lalu bergandengan dengan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Wakil Dekan I FIB Unud, Dr. I Gede Oeinada berharap, Prodi Jawa Kuna bisa jadi rumah bagi siapa saja, dan bisa memfasilitasi pengembangan bakat dan minat mahasiswa, serta bisa mengimplementasikan cita-cita pendirian fakultas.[T]

Mahasiswa Sastra Jawa Kuna Unud Lakukan Konservasi Lontar Masyarakat di ULU
Mahasiswa Inbound Unud Mengeksplor Kawasan Pura Besakih dengan Modul Kebhinekaan
“Jurnal Kajian Bali” Unud Lulus Reakreditasi Sinta-2 Sampai Tahun 2027
Tags: Fakultas Ilmu budaya Unudjawa kunosastraUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pande Made Sukerta dan Usaha Membumikan serta Mengembangkan Rebab di Buleleng

Next Post

Pantai, Tempat Hidup, dan Warung Pak Udin

Redaksi Tatkala Denpasar

Redaksi Tatkala Denpasar

Related Posts

Mahasiswa Prodi Sastra Bali Unud Membuat Kamus Digital, Aplikasikan Pembelajaran di Festival Kamus Digital

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Mahasiswa Prodi Sastra Bali Unud Membuat Kamus Digital, Aplikasikan Pembelajaran di Festival Kamus Digital

Perkulihaan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (Unud) boleh dibilang berbeda hari ini, Kamis 26...

Read moreDetails

Suart-Fox Hibahkan 30 Naskah Lontar ke Unit Lontar Universitas Udayana

by tatkala
February 26, 2026
0
Suart-Fox Hibahkan 30 Naskah Lontar ke Unit Lontar Universitas Udayana

Sebanyak 30 cakep naskah lontar koleksi pribadi David J. Stuart-Fox dihibahkan kepada Unit Lontar Universitas Udayana (ULU). Lontar berbagai genre...

Read moreDetails

Promosi Doktor Ni Luh Putu Putri Setianingsih: Strategi Teknologi dalam Menjaga Stabilitas Senyawa Bioaktif Kulit Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
February 18, 2026
0
Promosi Doktor Ni Luh Putu Putri Setianingsih: Strategi Teknologi dalam Menjaga Stabilitas Senyawa Bioaktif Kulit Jeruk Siam Kintamani

Ni Luh Putu Putri Setianingsih dalam Ujian Terbuka Program Studi Doktor Ilmu Pertanian di Universitas Udayana, Denpasar, Rabu 18 Februari...

Read moreDetails

Slamat Trisila: Langkah-langkah Utama Mengubah Data Riset Menjadi Buku Layak Edar

by Ni Komang Sariasih
February 17, 2026
0
Slamat Trisila: Langkah-langkah Utama Mengubah Data Riset Menjadi Buku Layak Edar

Slamat Trisila dari Penerbit Pustaka Larasan memberikan peta jalan, atau langkah-langkah utama dalam mengubah tumpukan data riset menjadi buku yang...

Read moreDetails

Seratus Pemuda Bali–NTT Belajar Merancang Masa Depan Politik dari Keresahan Setiap Daerah

by Bagus WKP
February 10, 2026
0
Seratus Pemuda Bali–NTT Belajar Merancang Masa Depan Politik dari Keresahan Setiap Daerah

SERATUS pemuda dari Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul di Denpasar untuk mengikuti Political Future Leader (PFL) Batch 3...

Read moreDetails

Prof Wayan Dibia dan Duk Hyung Yoo dari Korea Selatan Rancang Kolaborasi Pendidikan Seni Bali-Korea

by Nyoman Budarsana
February 8, 2026
0
Prof Wayan Dibia dan Duk Hyung Yoo dari Korea Selatan Rancang Kolaborasi Pendidikan Seni Bali-Korea

BALI-Indonesia dan Korea Selatan segera menjalin kerjasama dalam bidang seni dan pendidikan. Ini terjadi setelah akademisi dan maestro seni Prof....

Read moreDetails

The Silver Chapter: Hangatnya Reuni Alumni Tahun 2000 Foursma Singaraja

by tatkala
December 14, 2025
0
The Silver Chapter: Hangatnya Reuni Alumni Tahun 2000 Foursma Singaraja

Kebersamaan yang hangat dan penuh nostalgia terasa kental dalam kegiatan reuni alumni SMA Negeri 4 (Foursma) Singaraja yang bertajuk The...

Read moreDetails

Aksosma 2025: Ketika Mahasiswa PNB ‘Turun Aksi’ Lewat Pemberdayaan Digital

by Dede Putra Wiguna
November 9, 2025
0
Aksosma 2025: Ketika Mahasiswa PNB ‘Turun Aksi’ Lewat Pemberdayaan Digital

SETIAP tahun, ribuan mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB) turun ke masyarakat untuk menjalankan salah satu amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi:...

Read moreDetails

Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

by tatkala
November 2, 2025
0
Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Halaman SDN 4 Munduk, Banjar, Buleleng yang sebelumnya, gersang kini tampak sejuk dan lebih hijau. Bahkan, lengkap dengan kolam ikan...

Read moreDetails

Lautan Toga pada Wisuda Pertama Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

by Arix Wahyudhi Jana Putra
November 1, 2025
0
Lautan Toga pada Wisuda Pertama Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

Hari yang indah untuk melempar toga setinggi-tingginya! Deretan kursi merah Gedung Kesenian Gde Manik yang biasanya lenggang, kini berubah menjadi...

Read moreDetails
Next Post
Pantai, Tempat Hidup, dan Warung Pak Udin

Pantai, Tempat Hidup, dan Warung Pak Udin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co