6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anom Ranuara, Drama Klasik dan Kesetiaan Berkarya Tiada Henti

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 24, 2023
in Panggung
Anom Ranuara, Drama Klasik dan Kesetiaan Berkarya Tiada Henti

Anom Ranuara pada pergelaran Tribute to Anom Ranuara pada Festival Seni Bali Jani 2023

JIKA Anda tinggal di Bali, dan kini berusia 50 tahun ke atas, Anda pasti punya kenangan tak nterlupakan tentang sebuah acara di TVRI Denpasar (kini TVRI Bali) sekira tahun 1980-an hingga 1990-an. Acara ini ditunggu-tunggu, dan penggemarnya biasanya akan duduk di depan TV hitam-putih sejak sore hari.

Acara itu bernama Drama Klasik yang dimainkan oleh Teater Mini Badung. Drama ini biasanya mengisahkan tentang sekuel-sekuel dalam epos besar Mahabharata. Bahasa pada dialog tokoh-tokohnya biasanya dikemas sangat puitis, menyentuh hati, dan lekat cukup lama dalam ingatan.

Selain tayang di TVRI, drama itu biasanya pentas secara live di Pesta Kesenian Bali (PKB). Dengan begitu, para penggemarnya juga sangat akrab dengan wajah para pemainnya. Tak pelak drama klasik menjadi genre baru dalam seni drama di Bali menyusul sendratari maupun drama gong.

Ada satu nama yang hingga kini masih diinggat dan tokohnya eksis hingga kini, yakni Ni Putu Putri Suastini, yang kini dikenal sebagai istri Gubernur Bali Wayan Koster.

Putri Suastini adalah penggagas Festival Seni Bali Jani yang pada tahun 2023 sudah masuk pada tahun kelima. Selain seni pertunjukan, festival ini juga menyuguhkan program untuk menghormati tokoh-tokoh seni modern yang memiliki rekam jejak dalam kesetiaan berkatya hingga kini, atau hingga tokoh itu berpulang.

Pada Festival Seni Bali Jani tahun 2023 ini terdapat satu acara pergelaran Tribute to Ida Bagus Anom Ranuara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat, 21 Juli 2023. Pergelaran ini tentu saja untuk memberi hormat sebesar-besarnya kepada Ida Bagus Anom Ranuara.

Siapa Anom Ranuara? Dia-lah tokoh pendiri Teater Mini Badung (kini disebut Sanggar Teater Mini) yang karya drama klasik-nya tayang di TVRI, yang hingga kini, hingga usianya 80 tahun, ia terus berkarya di panggung drama atau panggung teater modern di Bali.

Bermula dari Kelompok Drama Janger

Ida Bagus Anom Ranuara berasal dari Desa Blahkiuh, Badung. Dia lahir pada 18 Juni 1943 serta besar di Denpasar. Kepiawaiannya berteater bermula dari kegiatannya dalam kelompok “drama janger” di Desa Blahkiuh, kampung halaman sekaligus tempatnya mengabdi sebagai guru sekolah dasar (SD) pada tahun 1962.

Pascatahun 1965, Anom Ranuara pindah tugas ke Denpasar. Di Denpasar dia bertemu penekun permainan tradisional, Made Taro dan Ida Bagus Mayun, seorang karyawan Kanwil Depdikbud Bali yang juga doyan sastra. Mereka bekerja sama membentuk kelompok Drasula yang merupakan perpaduan antara seni drama, sulap, dan lawak.

Anom Ranuara mempertunjukkan adegan latihan drama klasik pada pergelaran Tribute to Anom Ranuara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, di Denpasar | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Baru pada tahun 1978, Anom Ranuara mendirikan Teater Mini Badung dan mementaskan drama klasik. Sejak tahun 1979, sudah lebih dari 100 lakon drama klasik yang ditulis dan dipentaskannya. Belakangan Teater Mini Badung berubah menjadi Sanggar Teater Mini.

Istilah drama klasik memang sengaja dimunculkan Anom Ranuara untuk menunjukkan perbedaan dengan genre drama lainnya, seperti sendratari dan drama gong. Drama klasik mementaskan lakon cerita pewayangan atau cerita rakyat, menggunakan kostum tradisional, diiringi gamelan tradisional dan musik modern, serta menggunakan bahasa Indonesia. Drama klasik pun menjadi identik dengan Anom Ranuara.

Tribute to Ida Bagus Anom Ranuara

Acara Tribute to Ida Bagus Anom Ranuara di Festival Seni Bali Jani tahun 2023 ini adalah bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan pencapaian Anom Ranuara dalam dunia seni drama klasik.

Pergelaran Tribute to Ida Bagus Anom Ranuara itu diproduksi Kuta Tunas Visual dan disutradarai Gede Sustrawan. Dalam pergelaran itu, Anom Ranuara tak hanya tampil mengisi sesi gelar wicara (talkshow) namun juga masih mampu tampil mempertunjukkan adegan latihan drama klasik bersama anggota Sanggar Teater Mini.

Sayangnya, dokumentasi drama klasik yang pernah dimainkan Teater Mini tak terselamatkan.

“Kita hanya bisa bercerita, Banyak drama klasik yang kita mainkan di TVRI ternyata file-nya nggak ada. Kita tak punya file. Mestinya terawat dengan baik. Karena perpindahan teknologi. Dulu kita memakai pita, pitanya jamuran, sudah rusak. Kalau sekarang digital masih lebih mending. Tapi memang sudah tidak ada lagi. Kami hanya bisa bercerita. Yang bisa kini diselamatkan hanya naskah-naskah beliau dalam bentuk buku,” kata Ni Putu Putri Suastini dalam acara pergelaran itu.

Putri Suastini bertutur tentang Anom Ranuara pada pergelaran Tribute to Anom Ranuara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, di Denpasar | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Murid-muridnya di Teater Mini meniali Anom Ranuara sebagai sosok yang disiplin dan konsisten. Putri Suastini Koster menyebut Anom Ranuara sebagai seniman sejati. Landasan berkaryanya ngayah, fokus pada seni. Anom Ranuara, kata Putri Suastini Koster, kontinu dan konsisten dengan dunia seni yang ditekuninya.

Yang menarik, lanjut Putri Suastini, Anom Ranuara jarang memuji anak didiknya. Namun, kalau anak didiknuya keliru, Anom Ranuara tak segan-segan

Hal senada juga dinyatakan IB Purwasila, aktor Teater Mini yang bersama Putri Suastini menjadi bintang Teater Mini Badung. Menurut Gus Purwa –begitu dia akrab dipanggil–, karakter Anom Ranuara termasuk perfeksionis. Disiplin terbentuk dari perfeksionis. Selain selalu tepat waktu, naskah-naskah yang dibuat, tata bahasanya indah dan sulit untuk diubah. Justru kalau diubah, pemain bisa kebingungan sendiri.

Anom Ranuara yang turut hadir dalam sesi gelar wicara mengatakan dirinya memang rutin menulis. “Seperti orang minum kopi, tak dapat kopi bisa pengeng. Saya kalau tak dapat menulis juga pengeng,” katanya.

Menurut Anom Ranuara, untuk bisa menulis naskah drama dengan baik, resepnya tiada lain banyak membaca. Tatkala hendak menulis naskah drama klasik, dia mengaku membaca buku-buku pewayangan. Selain itu, dia juga rajin menonton pertunjukan.

Menurutnya, dari menonton pertunjukan, pasti ada saja yang didapatkan. Anom Ranuara menuturkan doyan menonton film, topeng, arja, wayang, dan berbagai pertunjukan lain. “Usai menonton film cowboy, saya merasa menjadi cowboy. Itu sebetulnya proses berteater, proses memungut karakter,” kata Anom Ranuara.

IB Purwasila bertutur tentang Anom Ranuara pada pergelaran Tribute to Anom Ranuara di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, di Denpasar | Foto: Tim Kreatif FSBJ 2023

Karena itu, Anom Ranuara mengkritik seniman kini yang merasa sudah besar, tidak mau menonton pertunjukan orang lain. “Menonton saja, pasti ada yang akan didapat. Paling tidak, apresiasi kepada teman,” kata Anom Ranuara.

Meski sudah uzur, energi Anom Ranuara terbilang masih relatif terjaga. Usai mengisi sesi gelar wicara, Anom Ranuara masih mengisi sesi pertunjukan latihan drama klasik di atas panggung bersama anggota Teater Mini. Melalui pertunjukan latihan itu, penonton bisa mengetahui bagaimana dinamika di balik panggung sebelum pementasan disuguhkan ke hadapan penonton dan secara tidak langsung belajar berteater. [T]

Made Sanggra Adalah Federico Garcia Lorca dari Bali
Tribute to Maestro I Gusti Putu Gede Wedhasmara — Lagu-lagunya Melegenda Secara Nasional, Tapi Namanya Kurang Dikenal
Tags: Anom RanuaraDrama klasikFestival Seni Bali JaniPutri SuastiniTeaterTeater Mini
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Popularitas Istilah Selingkuh & Main Belakang di Indonesia

Next Post

Mewujudkan “Bali International Book Fair”: Tidak Mudah, tapi Bali Punya Modal Kuat

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

LAMPU panggung menyala. Seorang penari perempuan masuk panggung. Ia membaca puisi bahasa Bali. Suaranya menggema dari panggung ke seluruh ruangan....

Read moreDetails

‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

MESKI tetap menampilkan suasana magis ala Bali, Drama "Basur" yang dipentaskan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan (Smasta) sesungguhnya lebih...

Read moreDetails

‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

SANGGAR Nong Nong Kling adalah kelompok seni pertunjukan yang lebih sering mementaskan drama gong, misalnya di ajang Pesta Kesenian Bali...

Read moreDetails

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
0
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi....

Read moreDetails

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
0
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata...

Read moreDetails

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
0
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali,...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

by tatkala
February 16, 2026
0
Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

DI Bali, seni tumbuh seperti napas: alami, dekat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun tidak semua seni mendapat panggung...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya...

Read moreDetails

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
0
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok...

Read moreDetails
Next Post
Mewujudkan “Bali International Book Fair”: Tidak Mudah, tapi Bali Punya Modal Kuat

Mewujudkan “Bali International Book Fair”: Tidak Mudah, tapi Bali Punya Modal Kuat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co