18 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Opera in Paradise”: Berjaga di Antara Panggung Terbuka dan Penonton yang Belum Terbiasa

I Made Sujaya by I Made Sujaya
July 18, 2023
in Panggung

“Opera in Paradise” saat pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) V, di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam.

Yen Chopin padem ring Bali
Kararung saking daksina
Titiang mengenang Bali
Sunantara wong ngrusak-asik negara

Sang jukung kalapu-lapu
Santukan Baruna kroda
Nanging Chopin nenten ngugu
Kadang ipun ngrusak seni-budaya

PETIKAN lagu “Chopin Larung” karya komposer Guruh Soekarno Putra ini menjadi lagu pembuka adilango (pergelaran) “Opera in Paradise” di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam. Opera persembahan Sanggar Heny Janawati Vocal Expert berkolaborasi dengan Surabaya Opera Academy, Amadeus Orchestra dan Voice of Bali (VoB) itu menjadi pertunjukan pertama dan pembuka saat pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) V.

Beberapa menit sebelumnya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin membuka secara resmi FSBJ V didampingi Gubernur Bali Wayan Koster yang secara bersamaan menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45.

Opera ini digagas sekaligus digarap artistiknya oleh Heny Janawati dan Patrisna May Widuri sebagai konduktor. Surabaya Opera Academy beranggotakan penyanyi-penyanyi klasik dari berbagai daerah di tanah air yang telah meraih banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun international. Begitu juga Amadeus Orchestra, kelompok orkestra dari Surabaya dan VOB juga telah menorehkan prestasinya baik di tingkat nasional dan international.

Pertama Kali di Bali

“Opera in Paradise” berlangsung selama 60 menit, menampilkan 11 skena karya-karya opera ternama di dunia, dari karya Wolfgang Amadeus Mozart hingga Giuseppe Verdi yang dirangkai dalam untaian opera yang memikat. Semuanya ditampilkan dengan gaya asli Eropa dengan tujuan memberikan gambaran tentang bagaimana karya opera yang sebenarnya.

“Bisa dikatakan, Opera in Paradise adalah pertunjukan opera pertama di Bali dengan tujuan untuk memberikan pengalaman musik yang unik dan berkualitas yang belum pernah dinikmati oleh pecinta seni di Bali,” ujar Heny Janawati sebelum pertunjukan.

Namun, untuk memberikan sentuhan kedekatan dengan penonton serta menautkan dengan tema FSBJ V yakni “Citta Rasmi Segara Kerthi: Bahari Sumber Inspirasi”, lagu Chopin Larung yang bertema budaya Bali dengan elemen-elemen laut disajikan sebagai pembuka pertunjukan. Lagu garapan komposer Guruh Soekarno Putra itu menggunakan lirik berbahasa Bali.

“Opera in Paradise” di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam | Foto: Ist

Skena-skena berikutnya, kendatipun dicuplik dari opera-opera Barat yang menggunakan bahasa Inggris, Perancis, Italia dan Jerman, masih bertaut dengan tema bahari. Sebut saja skena “We Sail The Ocean Blue” dan “I am The Monarch of The Sea” dari H.M.S Pinafore karya Gilbert & Sullivan yang memang bertemakan bahari.

Selain itu, “Opera in Paradise” juga menampilkan sejumlah skena yang sudah populer dan kerap digunakan dalam berbagai film-film Hollywood, seperti “Toreador” dari Opera Carmen karya Georges Bizet atau “Nessun Dorma” dari Opera Turandot karya Giacomo Puccini.

Penonton Belum Terbiasa

Namun, pertunjukan “Opera in Paradise” di Art Centre Denpasar sungguh sebuah perjuangan yang tidak mudah. Tak hanya tantangan merespons panggung terbuka, melainkan juga penonton yang belum terbiasa menikmati suguhan kesenian opera Barat. Usai lagu Chopin Larung, sebagian penonton beringsut meninggalkan tempat pertunjukan. Tribun penonton yang sebelumnya penuh sesak, makin lama makin lowong.

“Saya berpikir menyaksikan pertunjukan model Opera van Java di TV. Ternyata memang opera murni ala Barat,” komentar seorang pengunjung.

Namun, tepuk tangan meriah masih terdengar tiap kali pertunjukan tiap skena selesai ditampilkan. Masih cukup banyak juga penonton yang bertahan hingga akhir pertunjukan.

Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, I Komang Darmayuda menilai penonton Bali bukan saja belum terbiasa menikmati sajian pertunjukan opera, tapi umumnya memang belum pernah tahu apa itu opera yang memiliki teknik vokal dan musikal yang amat tinggi. Karena itu, menurutnya, jika penonton menyusut sepanjang pertunjukan, bisa dimaklumi.

Justru, bagi Darmayuda, jumlah penonton yang bertahan hingga akhir pertunjukan malam itu tergolong banyak. “Tak masalah mereka pergi dari pada malah ribut dan main handphone, malah mengganggu yang lain,” kata Darmayuda.

Hal senada diungkapkan jurnalis dan pengamat musik, I Made Adnyana. Menurutnya, menikmati opera tidak bisa buru-buru dan dengan “otak kosong” tanpa memahami terlebih dahulu karakter pertunjukan, termasuk juga pakem-pakemnya.

“Karenanya mereka yang masih benar-benar awam menjadi sama sekali tak nyaman menyaksikan pentas tadi. Berbeda dengan mereka yang setidaknya pernah mendengar musik model opera seperti dalam beberapa film Hollywood atau bahkan film kartun, tentu tak asing lagi,” kata dosen di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali itu.

Namun, keduanya menilai pertunjukan “Opera in Paradise” terbilang berhasil. Menurut Darmayuda, kualitas pertunjukan diluar dugaan karena mampu menyiasati panggung di luar ruangan. “Vokal penyanyi terdengar jelas dan kualitas penyanyinya juga baik. Penggarapan musik dan sound sistem juga sangat bagus kedengaran dari penonton,” ujar Darmayuda.

Menurut Adnyana, solis seperti tenor Ganda Charisma Christi dan Heny Janawati sungguh merupakan bakat opera Indonesia yang patut dibanggakan. “Komponen pentas lain termasuk orkestra dari Amadeus juga bagus meskipun tampil dalam format yang lebih sederhana, tidak full orkestra yang bisa melibatkan kurang lebih 40-an pemain,” ujarnya.

“Opera in Paradise” di panggung terbuka Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Minggu, 16 Juli 2023 malam | Foto: Ist

Sejatinya, kata Darmayuda, opera mirip dengan dramatari arja di Bali. Si penyanyi harus benar-benar memiliki teknik vokal di atas grade 10 dalam musik klasik sehingga mampu menyanyikan teknik-teknik sulit yang ada dalam lagu-lagu opera. Hal itu sama dengan kemampuan yang dituntut oleh penari arja.

Pelajaran Bagi Seniman Bali

Darmayuda berpendapat pertunjukan opera dalam ajang FSBJ V bisa memberikan pelajaran berharga bagi seniman Bali. Hal-hal yang dapat dipelajari dari pementasan itu, di antaranya para seniman Bali harus sungguh-sungguh menyiapkan pertunjukannya, totalitas dan cepat beradaptasi dengan panggung pentasnya. Dengan begitu pementasan bisa menyiasati kelemahan yang diakibatkan oleh panggung itu.

Bagi generasi muda Bali, imbuh Darmayuda, perlu belajar teknik vokal tinggi dari penyanyi opera. Kini, kata dia, hampir tak muncul lagi penyanyi arja dengan kemampuan teknik vokal tinggi, seperti Ketut Murdi, Ranten, atau Tebu yang dikenal sebagai maestro arja di Bali.

Dalam pertunjukan ‘Opera in Paradise’, penonton bisa menyaksikan para penyanyi remaja yang tampil maksimal dan menakjubkan. Mereka merupakan murid-murid Henny Janawati. “Yang membuat bangga, pertunjukan itu digarap dan dilakukan oleh orang Bali, Ibu IGN Henny Janawati yang merupakan putri alm. IGB Ngurah Ardjana, tokoh opera pertama dari Bali,” tandas Darmayuda. [T]

Menjelajahi Laku Jongkok dalam Koreografi “The (Famous) Squatting Dance : Jung Jung te Jung” di Teater Salihara
“Kuta” Menjiwai Sajian Segara Wisata, Tematik Peed Aya Duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali 2023
Yang Terhubung: Ancaman dan Harapan | Catatan Pentas Kala Teater
Tags: Festival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2023musikoperaseni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Next Post

Cara Berpikir Observasi dan Berpikir Deduksi Seperti Sherlock Holmes: Mengungkap Misteri Melalui Penalaran Tajam Dari Buku How To Think Like Sherlock Holmes

I Made Sujaya

I Made Sujaya

Wartawan, sastrawan, dosen. Pengelola balisaja.com

Related Posts

Ketika Seorang Guru Menjaga Nyala Literasi Anak  —Dari Lomba Bertutur HUT Kota Singaraja

by Radha Dwi Pradnyani
March 18, 2026
0
Ketika Seorang Guru Menjaga Nyala Literasi Anak  —Dari Lomba Bertutur HUT Kota Singaraja

Seorang gadis dengan busana kemeja putih, destar bermotif batik, dan rok merah tampil dengan percaya diri di atas panggung beralas...

Read moreDetails

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

by Wahyu Mahaputra
March 17, 2026
0
Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Tubuh abu-abu besar, kalung benang menjuntai-juntai, rambut jabrik, dan juluran lidah perlambang ekspresi yang mengerikan tergambar dari ogoh-ogoh Bhuta Wiru,...

Read moreDetails

Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

by Agus Suardiana Putra
March 18, 2026
0
Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh  dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

MENDENGAR kata taruna, seakan terbayang seseorang yang tegap, tinggi, gagah, dan disiplin. Namun bagaimana jika kita membayangkan taruna memainkan instrumen...

Read moreDetails

ANTRABEZ Rilis Single ‘Bali Menyepi’ di Lapas Kerobokan: Merayakan Nyepi Sebagai Ruang Refleksi dan Memaknai Kembali Hubungan antara Manusia, Alam dan Spiritualitas

by Nyoman Budarsana
March 16, 2026
0
ANTRABEZ Rilis Single ‘Bali Menyepi’ di Lapas Kerobokan: Merayakan Nyepi Sebagai Ruang Refleksi dan Memaknai Kembali Hubungan antara Manusia, Alam dan Spiritualitas

MENJELANG Nyepi, kemeriahaan anak-anak muda dalam menggarap atau menggotong ogoh-ogoh sering kali diekspresikan lewat lagu oleh grup band local di...

Read moreDetails

Kritik Sosial dan Wajah Bhuta Kala Hari Ini pada Ogoh-Ogoh Barbar

by Satria Aditya
March 14, 2026
0
Kritik Sosial dan Wajah Bhuta Kala Hari Ini pada Ogoh-Ogoh Barbar

SIANG itu, jalanan Kota Negara penuh oleh lautan manusia. Dentuman gambelan baleganjur bertalu-talu, sorot matahari memantul pada wajah para penonton...

Read moreDetails

Ogar-Ogar Ogoh-Ogoh Ketika Rock, Gamelan, dan Energi Banjar Menemukan Suaranya dalam Musik TRABASENJA

by Pranita Dewi
March 12, 2026
0
Ogar-Ogar Ogoh-Ogoh Ketika Rock, Gamelan, dan Energi Banjar Menemukan Suaranya dalam Musik TRABASENJA

ADA sesuatu yang selalu terasa menjelang malam pengerupukan di Bali. Jalan-jalan desa mulai ramai, anak-anak muda berkumpul di bale banjar,...

Read moreDetails

Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

by Dede Putra Wiguna
March 10, 2026
0
Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

PENILAIAN seni memang subjektif. Namun pada akhirnya, karya yang mampu menyatukan gagasan, visual, dan pementasan sering kali menonjol dengan sendirinya....

Read moreDetails

‘Gangga Maya’ Antar Garas Prahmantara Juara 1 Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
0
‘Gangga Maya’ Antar Garas Prahmantara Juara 1 Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh Kasanga Festival 2026

DI antara deretan karya dalam Lomba Sketsa Ogoh-ogoh pada Kasanga Festival 2026, sebuah gambar berjudul “Gangga Maya” menarik perhatian dewan...

Read moreDetails

Di Balik Meriahnya Kasanga Festival 2026, Ada Sampah yang Dipilah

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
0
Di Balik Meriahnya Kasanga Festival 2026, Ada Sampah yang Dipilah

DI tengah riuh pengunjung dan hiruk-pikuk festival, sekelompok pemuda-pemudi justru sibuk memilah sampah. Di Kasanga Festival 2026, pengelolaan sampah bukan...

Read moreDetails

Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 9, 2026
0
Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026

HARI itu, Minggu pagi, 8 Maret 2026, langkah-langkah kecil berbaris rapi. Lapangan Puputan Badung, Denpasar berubah menjadi arena budaya yang...

Read moreDetails
Next Post
Cara Berpikir Observasi dan Berpikir Deduksi Seperti Sherlock Holmes: Mengungkap Misteri Melalui Penalaran Tajam Dari Buku How To Think Like Sherlock Holmes

Cara Berpikir Observasi dan Berpikir Deduksi Seperti Sherlock Holmes: Mengungkap Misteri Melalui Penalaran Tajam Dari Buku How To Think Like Sherlock Holmes

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MANTRA-MANTRA NYEPI REKOMENDASI I GUSTI BAGUS SUGRIWA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman
Budaya

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
Arsitektur Kekosongan dalam Tradisi Nusantara   —Catatan Sunyi Nyepi 2026
Esai

Arsitektur Kekosongan dalam Tradisi Nusantara   —Catatan Sunyi Nyepi 2026

NUSANTARA bukan sekadar titik koordinat di peta dunia; ia adalah titik temu antara yang terlihat (Sakala) dan yang tak terlihat...

by I Ketut Sumarta
March 18, 2026
Ketika Seorang Guru Menjaga Nyala Literasi Anak  —Dari Lomba Bertutur HUT Kota Singaraja
Panggung

Ketika Seorang Guru Menjaga Nyala Literasi Anak  —Dari Lomba Bertutur HUT Kota Singaraja

Seorang gadis dengan busana kemeja putih, destar bermotif batik, dan rok merah tampil dengan percaya diri di atas panggung beralas...

by Radha Dwi Pradnyani
March 18, 2026
Guru Sejati, Upaya Menyelami Diri untuk Introspeksi, Evaluasi, dan Harmonisasi
Esai

Guru Sejati, Upaya Menyelami Diri untuk Introspeksi, Evaluasi, dan Harmonisasi

PERNAHKAH terlintas di pikiran kita spontan satu pertanyaan, “Apa tujuan hidup ini?”. Atau memikirkan, “Siapa saya ini?”. Atau pertanyaan-pertanyaan lain...

by Agus Suardiana Putra
March 18, 2026
Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan
Bahasa

Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, Nyepi merupakan nomina (kata benda) yang bermakna hari suci umat Hindu untuk memperingati...

by I Made Sudiana
March 18, 2026
Mudik sebagai Ritual Antropologis Bangsa Indonesia
Esai

Mudik sebagai Ritual Antropologis Bangsa Indonesia

SETIAP menjelang Idul Fitri, jutaan orang Indonesia bergerak hampir bersamaan. Jalan tol penuh, terminal padat, pelabuhan sesak, dan bandara dipadati...

by Angga Wijaya
March 18, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Satu Bumi, Satu Keluarga: Kontemplasi Nyepi di Tengah Riuh Dunia dan Semangat Saka Bhoga Sevanam

MOMENTUM Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 hadir dalam lanskap global yang tidak...

by I Made Pria Dharsana
March 18, 2026
Hari Suci Saraswati, Mempermulia Diri dengan “Kaweruhan Sujati”
Esai

Pesan ‘Buda Wage Kelawu’: Gunakanlah Kekayaan untuk Keharmonisan, Bukan Perpecahan Apalagi Peperangan

 HARI suci yang bertemu dalam satu hari memang tidak jarang terjadi dalam perhitungan waktu atau dewasa di Bali. Nyepi bersamaan...

by IK Satria
March 18, 2026
Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar
Panggung

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Tubuh abu-abu besar, kalung benang menjuntai-juntai, rambut jabrik, dan juluran lidah perlambang ekspresi yang mengerikan tergambar dari ogoh-ogoh Bhuta Wiru,...

by Wahyu Mahaputra
March 17, 2026
Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh  dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng
Panggung

Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

MENDENGAR kata taruna, seakan terbayang seseorang yang tegap, tinggi, gagah, dan disiplin. Namun bagaimana jika kita membayangkan taruna memainkan instrumen...

by Agus Suardiana Putra
March 18, 2026
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud
Ulas Rupa

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

by Agung Bawantara
March 17, 2026
‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam
Ulas Musik

‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam

Lagu “Mull of Kintyre” dari Wings (1977), yang ditulis oleh Paul McCartney bersama Denny Laine, kerap dibaca sebagai balada pastoral...

by Ahmad Sihabudin
March 17, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co