11 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Generasi Sandwich, Generasi Strawberry, dan Generasi Geprek

Musti Ariantini by Musti Ariantini
March 13, 2023
in Milenial
Generasi Sandwich, Generasi Strawberry, dan Generasi Geprek

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

MEDIA SOSIAL MENJADI jembatan saya untuk membuka wawasan mengenai trend-trend yang sedang berkembang pada zaman milenial ini. Ketika senggang, hampir sebagian waktu saya habiskan untuk sekadar membuka, menyekrol, menutup (dan mengulanginya berkali-kali) laman media sosial.

Tak bisa dimungkiri, banyak hal menarik yang terdapat di dalamnya. Termasuk cuitan-cuitan masyarakat—bahasa kerennya “netizen”—terkait cerita-cerita tentang kondisi dan situasi yang dialami, hingga memunculkan istilah-istilah generasi baru.

Istilah-istilah unik seperti “Generasi Sandwich, Generasi Strawberry dan Generasi Geprek” mampu menggugah rasa penasaran saya untuk melakukan penelusuran lebih lanjut (maksudnya bertanya pada mbah Google.)

Kosa kata yang umumnya diciptakan untuk mendeskripsikan suatu makanan, kini beralih fungsi untuk mendeskripsikan suatu keadaan yang dihadapi oleh generasi milenial.

Setelah membaca beberapa artikel dari mbahGoogleterkait istilah-istilah unik tersebut dan mengambil contoh dari lingkungan sekitar termasuk diri saya sendiri, bisa dikatakan istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan situasi dari sudut pandang ekonomi dan juga mental generasi milenial.

Sandwich Generation

Istilah Sandwich Generation pertama kali dikenalkan oleh Dorothy Miller yang merupakan seorang kurator seni modern terkenal dari Amerika, melalui jurnalnya yang berjudul “The ‘Sandwich’ Generation: Adult of the Aging” pada tahun 1981.

Sandwich Generation, layaknya roti lapis yang mengapit daging, sayuran dan keju di dalamnya. Sehingga dikaitkan dengan kondisi di mana seseorang yang menanggung beban berat untuk membiayai dirinya sendiri, generasi sebelumnya (orang tua) dan juga generasi setelahnya (adik atau anak-anaknya).

Orang yang termasuk ke dalam Sandwich Generation, sedikit sulit untuk keluar dari kondisi tersebut. Munculnya Sandwich Generation sangat dipengaruhi oleh mindset dan pola hidup, hal ini biasanya terjadi secara turun temurun.

Penyebab dari munculnya generasi ini yaitu pola pikir masyarakat dalam mengatur keuangan. Pengetahuan mengenai finansial jangka panjang masih awam dan sering saya temui di lingkungan sekitar bahwa orang-orang masih enggan menabung untuk keperluan di hari tua.

Biasanya mereka berdalih dengan kata-kata “ane jani anggo jani, ane biin mani, mani kenehang”. Mereka tidak memikirkan apa yang terjadi di masa depan nantinya. Pola pikir ini masih sangat sulit untuk dirubah dan menyebabkan tindakan yang konsumtif serta gaya hidup yang hedon.

Selain pola pikir, tradisi membayar jasa orang tua masih sangat melekat pada kalangan masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah perdesaan. Anggapan memiliki banyak anak, banyak rejeki masih tertanam dalam benak masyarakat, sehingga orang tua bisa dengan bebas menggantungkan hidup pada anak-anaknya.

Memang, membalas jasa orang tua itu penting, namun bukan berarti anak bisa dijadikan sapi perah dalam keluarga, sehingga mereka tidak bisa berkembang dan menentukan jalan hidup untuk membangun rumah tangganya sendiri.

Penyebab lain munculnya Sandwich Generation yaitu pernikahan dini atau pernikahan yang dilakukan ketika kondisi finansial belum matang. Keadaan ini menyebabkan beban finansial seseorang menjadi bertambah, untuk membiayai kebutuhan orang lain.

Jadi, pesan saya untuk kawan-kawan semua, menikahlah ketika sudah siap khususnya secara finansial, jangan dengarkan cuitan-cuitan netizen yang selalu mempertanyakan kapan nikah.

Sedikit tips untuk bisa keluar dari lingkar Sandwich Generation yaitu, mulailah belajar mengenai finansial jangka panjang, belajar menabung sejak dini untuk mempersiapkan diri di hari tua atau bila terjadi keadaan darurat yang tidak diinginkan, berhenti menjalankan pola hidup hedon dan mengikuti trend yang tidak ada habisnya.

Strawberry Generation

Strawberry Generation, bukan generasi buah-buahan atau anak dari strawberry; bukan pula hasil kawin silang strawberry dengan manusia. Strawberry Generation merupakan istilah untuk menggambarkan generasi muda yang memiliki kreatifitas tinggi, berkontribusi pada kemajuan peradaban dengan penemuan-penemuan yang out of the box.

Namun sayangnya, mereka memiliki mental yang lemah, mudah menyerah dan tidak menerima kritik (istilah kerennya “baperan”.)Layaknya buah strawberry yang terlihat sangat cantik dan manis, namun bila diletakan dalam suhu yang tidak sesuai atau terkena sedikit tekanan akan hancur.

Straberry Generation muncul karena beberapa faktor yang tidak terlepas dari pola asuh orang tua. Biasanya mereka yang termasuk kedalam Strawberry Generation adalah orang-orang yang sangat dimanjakan, dituruti setiap kemauannya.

Tidak salah memang—karena dengan begitu mereka bisa melakukan apa yang mereka mau dan melatih kreatifitas.

Namun, bila anak-anak sering dimanjakan, apa yang diinginkan dituruti, tentu tidak akan bagus untuk perkembangan mentalnya, karena seperti yang kita ketahui, dunia luar sangatlah kejam.

Ketika anak-anak terbiasa dengan keadaan yang serba ada, akan sulit untuk berjuang bila dihadapkan dengan situasi tertentu.

Dari pola asuh yang sangat memanjakan anak, maka ketika seorang anak dihadapkan dengan masalah, mereka cenderung lari dari masalah yang nantinya bisa menimbulkan masalah baru.

Bahkan, tak jarang orang-orang mulai berlagak sok ahli, banyak orang mendiagnosis apa yang dialaminya merupakan suatu penyakit yang parah, belum lagi didukung dengan postingan-postingan menyesatkan pada media sosial seperti misalnya “5 Tanda Kamu Mengalami penyakit depresi” yang ditulis dengan casplok dan di Bold.

Pastinya teman-teman mulai mencocokan kelima hal tersebut dengan apa yang teman-teman alami, lalu mendiagnosis diri sendiri mengalami penyakit tersebut.

Nah, dari kejadian tersebut munculah kata healing, jalan-jalan ke tempat wisata, ke mall atau nongki-nongki di coffe shop, yang menghabiskan banyak uang. Pulangnya tambah stress karena uang habis, butuh healing lagi.

Strawberry Generation, bila dididik dengan baik tentunya mampu membawa kemajuan dengan kreatifitas yang mereka miliki—untuk itu, pola asuh, pendidikan dan latihan disiplin sangat diperlukan oleh Strawberry Generation.

Selain itu, kolaborasi generasi milenial dan generasi yang lebih tua juga sangat diperlukan untuk melatih mental.

Generasi Geprek

Generasi Geprek, bukan lauk yang menjadi pilihan anak kos ketika tidak tahu ingin makan apa. Generasi ini hampir sama dengan Sandwich Generation di mana harus menanggung biaya hidup diri sendiri, generasi sebelumnya dan generasi setelahnya, penyebabnya pun sama.

Hanya saja generasi ini lebih miris dari Sandwich Generation. Nasib generasi inilayaknya geprek yang hancur akibat digempur kanan-kiri-atas-bawah. Begitulah generasi geprek, yang memiliki tekanan ekonomi dari segala sisi hingga hampir hancur berantakan.

Generasi Geprek, biasanya digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berada dalam kelas ekonomi menengah ke bawah. Di mana penghasilan sedikit namun tanggungan hidup sangat besar.

Mereka bahkan tidak memiliki kebebasan untuk menikmati hasil jerih payah sendiri, karena banyaknya kewajiban yang tumpang tindih. Bila diibaratkan mereka berada dalam lingkaran setan.

Solusi untuk keluar dari generasi ini sama dengan solusi Sandwich Generation, namun harus ditambah dengan melakukan pekerjaan sampingan untuk meningkatkan penghasilan. Selain itu, campur tangan pemerintah untuk memberikan bantuan sosial juga sangat diperlukan.

Nah, itulah tiga istilah generasi yang saya dapatkan di media sosial. Kalian termasuk generasi yang mana?[T]

Mahasiswi Fakultas Ekonomi itu Rapi dan Wangi | Jangan Heran, Semua Ada Alasannya
Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja
Untung Rugi Jomblo di Hari Valentine
Tags: gaya hidupgenerasi mudaGenerasi Zaman NowRemaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Next Post

Kecerdasan Bukan Tujuan Manusia

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
0
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru...

Read moreDetails

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

by Son Lomri
February 6, 2025
0
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe...

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

by Son Lomri
January 17, 2025
0
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

by Son Lomri
October 5, 2024
0
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Kecerdasan Bukan Tujuan Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

by Chusmeru
September 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co