2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Generasi Sandwich, Generasi Strawberry, dan Generasi Geprek

Musti Ariantini by Musti Ariantini
March 13, 2023
in Milenial
Generasi Sandwich, Generasi Strawberry, dan Generasi Geprek

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

MEDIA SOSIAL MENJADI jembatan saya untuk membuka wawasan mengenai trend-trend yang sedang berkembang pada zaman milenial ini. Ketika senggang, hampir sebagian waktu saya habiskan untuk sekadar membuka, menyekrol, menutup (dan mengulanginya berkali-kali) laman media sosial.

Tak bisa dimungkiri, banyak hal menarik yang terdapat di dalamnya. Termasuk cuitan-cuitan masyarakat—bahasa kerennya “netizen”—terkait cerita-cerita tentang kondisi dan situasi yang dialami, hingga memunculkan istilah-istilah generasi baru.

Istilah-istilah unik seperti “Generasi Sandwich, Generasi Strawberry dan Generasi Geprek” mampu menggugah rasa penasaran saya untuk melakukan penelusuran lebih lanjut (maksudnya bertanya pada mbah Google.)

Kosa kata yang umumnya diciptakan untuk mendeskripsikan suatu makanan, kini beralih fungsi untuk mendeskripsikan suatu keadaan yang dihadapi oleh generasi milenial.

Setelah membaca beberapa artikel dari mbahGoogleterkait istilah-istilah unik tersebut dan mengambil contoh dari lingkungan sekitar termasuk diri saya sendiri, bisa dikatakan istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan situasi dari sudut pandang ekonomi dan juga mental generasi milenial.

Sandwich Generation

Istilah Sandwich Generation pertama kali dikenalkan oleh Dorothy Miller yang merupakan seorang kurator seni modern terkenal dari Amerika, melalui jurnalnya yang berjudul “The ‘Sandwich’ Generation: Adult of the Aging” pada tahun 1981.

Sandwich Generation, layaknya roti lapis yang mengapit daging, sayuran dan keju di dalamnya. Sehingga dikaitkan dengan kondisi di mana seseorang yang menanggung beban berat untuk membiayai dirinya sendiri, generasi sebelumnya (orang tua) dan juga generasi setelahnya (adik atau anak-anaknya).

Orang yang termasuk ke dalam Sandwich Generation, sedikit sulit untuk keluar dari kondisi tersebut. Munculnya Sandwich Generation sangat dipengaruhi oleh mindset dan pola hidup, hal ini biasanya terjadi secara turun temurun.

Penyebab dari munculnya generasi ini yaitu pola pikir masyarakat dalam mengatur keuangan. Pengetahuan mengenai finansial jangka panjang masih awam dan sering saya temui di lingkungan sekitar bahwa orang-orang masih enggan menabung untuk keperluan di hari tua.

Biasanya mereka berdalih dengan kata-kata “ane jani anggo jani, ane biin mani, mani kenehang”. Mereka tidak memikirkan apa yang terjadi di masa depan nantinya. Pola pikir ini masih sangat sulit untuk dirubah dan menyebabkan tindakan yang konsumtif serta gaya hidup yang hedon.

Selain pola pikir, tradisi membayar jasa orang tua masih sangat melekat pada kalangan masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah perdesaan. Anggapan memiliki banyak anak, banyak rejeki masih tertanam dalam benak masyarakat, sehingga orang tua bisa dengan bebas menggantungkan hidup pada anak-anaknya.

Memang, membalas jasa orang tua itu penting, namun bukan berarti anak bisa dijadikan sapi perah dalam keluarga, sehingga mereka tidak bisa berkembang dan menentukan jalan hidup untuk membangun rumah tangganya sendiri.

Penyebab lain munculnya Sandwich Generation yaitu pernikahan dini atau pernikahan yang dilakukan ketika kondisi finansial belum matang. Keadaan ini menyebabkan beban finansial seseorang menjadi bertambah, untuk membiayai kebutuhan orang lain.

Jadi, pesan saya untuk kawan-kawan semua, menikahlah ketika sudah siap khususnya secara finansial, jangan dengarkan cuitan-cuitan netizen yang selalu mempertanyakan kapan nikah.

Sedikit tips untuk bisa keluar dari lingkar Sandwich Generation yaitu, mulailah belajar mengenai finansial jangka panjang, belajar menabung sejak dini untuk mempersiapkan diri di hari tua atau bila terjadi keadaan darurat yang tidak diinginkan, berhenti menjalankan pola hidup hedon dan mengikuti trend yang tidak ada habisnya.

Strawberry Generation

Strawberry Generation, bukan generasi buah-buahan atau anak dari strawberry; bukan pula hasil kawin silang strawberry dengan manusia. Strawberry Generation merupakan istilah untuk menggambarkan generasi muda yang memiliki kreatifitas tinggi, berkontribusi pada kemajuan peradaban dengan penemuan-penemuan yang out of the box.

Namun sayangnya, mereka memiliki mental yang lemah, mudah menyerah dan tidak menerima kritik (istilah kerennya “baperan”.)Layaknya buah strawberry yang terlihat sangat cantik dan manis, namun bila diletakan dalam suhu yang tidak sesuai atau terkena sedikit tekanan akan hancur.

Straberry Generation muncul karena beberapa faktor yang tidak terlepas dari pola asuh orang tua. Biasanya mereka yang termasuk kedalam Strawberry Generation adalah orang-orang yang sangat dimanjakan, dituruti setiap kemauannya.

Tidak salah memang—karena dengan begitu mereka bisa melakukan apa yang mereka mau dan melatih kreatifitas.

Namun, bila anak-anak sering dimanjakan, apa yang diinginkan dituruti, tentu tidak akan bagus untuk perkembangan mentalnya, karena seperti yang kita ketahui, dunia luar sangatlah kejam.

Ketika anak-anak terbiasa dengan keadaan yang serba ada, akan sulit untuk berjuang bila dihadapkan dengan situasi tertentu.

Dari pola asuh yang sangat memanjakan anak, maka ketika seorang anak dihadapkan dengan masalah, mereka cenderung lari dari masalah yang nantinya bisa menimbulkan masalah baru.

Bahkan, tak jarang orang-orang mulai berlagak sok ahli, banyak orang mendiagnosis apa yang dialaminya merupakan suatu penyakit yang parah, belum lagi didukung dengan postingan-postingan menyesatkan pada media sosial seperti misalnya “5 Tanda Kamu Mengalami penyakit depresi” yang ditulis dengan casplok dan di Bold.

Pastinya teman-teman mulai mencocokan kelima hal tersebut dengan apa yang teman-teman alami, lalu mendiagnosis diri sendiri mengalami penyakit tersebut.

Nah, dari kejadian tersebut munculah kata healing, jalan-jalan ke tempat wisata, ke mall atau nongki-nongki di coffe shop, yang menghabiskan banyak uang. Pulangnya tambah stress karena uang habis, butuh healing lagi.

Strawberry Generation, bila dididik dengan baik tentunya mampu membawa kemajuan dengan kreatifitas yang mereka miliki—untuk itu, pola asuh, pendidikan dan latihan disiplin sangat diperlukan oleh Strawberry Generation.

Selain itu, kolaborasi generasi milenial dan generasi yang lebih tua juga sangat diperlukan untuk melatih mental.

Generasi Geprek

Generasi Geprek, bukan lauk yang menjadi pilihan anak kos ketika tidak tahu ingin makan apa. Generasi ini hampir sama dengan Sandwich Generation di mana harus menanggung biaya hidup diri sendiri, generasi sebelumnya dan generasi setelahnya, penyebabnya pun sama.

Hanya saja generasi ini lebih miris dari Sandwich Generation. Nasib generasi inilayaknya geprek yang hancur akibat digempur kanan-kiri-atas-bawah. Begitulah generasi geprek, yang memiliki tekanan ekonomi dari segala sisi hingga hampir hancur berantakan.

Generasi Geprek, biasanya digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berada dalam kelas ekonomi menengah ke bawah. Di mana penghasilan sedikit namun tanggungan hidup sangat besar.

Mereka bahkan tidak memiliki kebebasan untuk menikmati hasil jerih payah sendiri, karena banyaknya kewajiban yang tumpang tindih. Bila diibaratkan mereka berada dalam lingkaran setan.

Solusi untuk keluar dari generasi ini sama dengan solusi Sandwich Generation, namun harus ditambah dengan melakukan pekerjaan sampingan untuk meningkatkan penghasilan. Selain itu, campur tangan pemerintah untuk memberikan bantuan sosial juga sangat diperlukan.

Nah, itulah tiga istilah generasi yang saya dapatkan di media sosial. Kalian termasuk generasi yang mana?[T]

Mahasiswi Fakultas Ekonomi itu Rapi dan Wangi | Jangan Heran, Semua Ada Alasannya
Ya Kuliah, Ya Kerja | Tips Membagi Waktu Kuliah Sambil Bekerja
Untung Rugi Jomblo di Hari Valentine
Tags: gaya hidupgenerasi mudaGenerasi Zaman NowRemaja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pj. Bupati Buleleng Lihadnyana: Bonsai Kini Bukan Lagi Sekadar Hobi, Tapi Juga Bisnis  

Next Post

Kecerdasan Bukan Tujuan Manusia

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

by Ni Komang Sariasih
September 17, 2025
0
Lebih dari Sekadar Idola, Bagaimana K-Pop menjadi Sumber Semangat Positif bagi Generasi Z

MESKIPUN ada orang yang melihat K-Pop dari sisi negatif, Ni Komang Puspita Karianti Putri (22), yang biasa disapa Ita, justru...

Read moreDetails

Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

by tatkala
March 12, 2025
0
Bayu Sena Putrawan dan Anggi Sutami Dewi Jadi Duta GenRe Buleleng 2025

PUTU Bayu Sena Putrawan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja dan Luh Putu Anggi Sutami Dewi dari SMK Negeri 1...

Read moreDetails

Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

by Dede Putra Wiguna
February 17, 2025
0
Dewa Gede Widiatmika dan Ketut Prameisti Adinda Divani, Duta GenRe UPMI Bali 2025

TONGKAT estafet itu kini sudah berpindah, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sekarang memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang baru....

Read moreDetails

Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

by Son Lomri
February 6, 2025
0
Book Café Halaman Belakang di Singaraja — Cocok untuk Baca Buku, juga Main Game di Toilet

KALAU Anda sedang berada di daerah Baktiseraga, Kecamatan Buleleng—arah ke Litle Sunhsine Learning Centre, Singaraja—jangan lupa mampir ke Book Cafe...

Read moreDetails

Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

by Nyoman Budarsana
February 3, 2025
0
Konten Kreatif Berbahasa Bali Peluang Besar Hasilkan Cuan

ANAK-ANAK muda begitu antusias mengikuti agenda Kriyaloka (Workshop) Produksi Konten Digital Kreatif dan Edukatif antuk Basa, Aksara dan Sastra Bali...

Read moreDetails

Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

by Son Lomri
January 17, 2025
0
Tato Petir dan Perempuan di Sela Konser Lyla Band  |  Cerita Malam Dies Natalis Undiksha

MALAM puncak Dies Natalis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali yang ke-32, Kamis malam, 16 Januari 2025, ditutup dengan penampilan Lyla...

Read moreDetails

Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

by Son Lomri
January 16, 2025
0
Cosu Toori III : Dunia Cosplay, Ruang Fantasi dan Kreatifitas Para Wibu di Bali Utara

PEMINAT dalam permainan kostum (cosplay) tidak pernah berkurang. Hal itu terus bertambah sebagaimana dunia kreatif pada film anime, game dan...

Read moreDetails

Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

by Son Lomri
October 5, 2024
0
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”

Ayah atau Abi, Bunda atau Meme’, tak mesti lagi khawatir atau pusing tujuh keliling jika anak kesayangannya main game terus...

Read moreDetails

Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

by Son Lomri
September 13, 2024
0
Menang atau Kalah, Festival Olahraga Pendidikan 2024 Layak Dirayakan dengan Gembira

DI dalam Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra, Singaraja, supporter bergemuruh sangat kencang. Permainan tradisional megoak-goakan membangkitkan orang-orang untuk berteriak, “Ayo,...

Read moreDetails

Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

by tatkala
August 25, 2024
0
Panduan Optimasi SEO Website Bagi Pemula

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat lebih tinggi di hasil pencarian mesin pencari seperti Google....

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Kecerdasan Bukan Tujuan Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co