23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Telaah Agak Serius Kalimat-Kalimat Motivasi yang Memabukkan

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
March 2, 2023
in Esai
Telaah Agak Serius Kalimat-Kalimat Motivasi yang Memabukkan

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

BEBERAPA PEKAN TERAKHIR jagad dunia maya terkhusus Tiktok digemparkan oleh sosok pengusaha sukses yang bernama Henry Kurniadi Sutikno alias Jhon LBF. Dalam konten-konten yang diproduksi, Bang Jhon—sapaan akarabnya, intens memberikan wejangan, semangat, juga motivasi kepada semua karyawannya. 

Bang Jhon pun menjadi idola baru tidak hanya bagi karyawan yang ia pimpin, juga bagi seluruh warga Tiktok yang mengikutinya yaitu sekitar 4.7 juta followers. Bahkan Bang Jhon mendadak menjadi artis podcast YouTube diundang ke sana kemari untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

Setidaknya sudah 5 akun Youtube yang saya tonton mengulas soal Bang Jhon, misalnya akun Youtube dr. Rhicard Lee, MARS 1,1 jt x ditonton, Ruang Interogasi 51 rb x ditonton, Trans7 Official 1,3 jt x ditonton, Bang Yos Official 73 rb x ditonton dan Ngobrol Asix 1,8 jt x ditonton.

Memang instan dan tidak butuh waktu lama deretan kesuksesan yang diraih Bang Jhon. Dilansir dari wawancara di akun YouTube dr. Rhicard Lee, MARS, Bang Jhon hanya butuh waktu 2 tahun untuk menjadi pengusaha super sukses. 

Tapi kehadiran Bang Jhon membuat saya semakin yakin untuk mengubur cita-cita saya sejak kecil yaitu punya banyak uang alias kaya raya, setelah beberapa bulan terakhir masih segar dalam ingatan saya kasus yang menimpa Doni Salmanan dan Indra Kenz, dua crazy rich yang meraup pundi-pundi kekayaan dengan instan tapi pada akhirnya terjerat kasus afiliator.

Motivasi Artifisial yang Memabukkan

Pasti semua orang ingin kaya raya, bergelimang harta, sejahtera. Ya, kalau begitu hidupnya harus termotivasi, dengan demikian konsep motivasi menjadi aturan baku yang seolah-olah mesti ditaati agar seseorang dapat meraih hal-hal yang dikatakan sukses. Kalau tidak ditaati jangan harap bisa meraih itu semua!

Sejak kecil kita selalu dijejali bahwa kehidupan yang sempurna adalah hidup yang punya segalanya. Rumah, kendaraan, aset, tabungan, jabatan, relasi dan seterusnya dan seterusnya. Bahkan sejak dalam kandungan kita sudah dianggap sebagai aset bernafas yang siap untuk tancap gas bilamana waktunya tiba. Mulailah muncul kalimat motivasi, kartus As untuk merawat itu semua.

Kalimat motivasi yang pernah dan selalu kita dengar adalah “kalau mau sukses harus berfikir positif!”.

Umumnya mereka mengajarkan cara untuk memelihara pola pikir positif demi hidup yang lebih baik. Mungkin ada benarnya, tetapi masalahnya kalimat motivasi tersebut menjadikan pola pikir positif sebagai jimat penangkal pelbagai hiruk pikuk kehidupan. Kenyataanya persoalan yang terjadi dalam hidup tak bisa diselesaikan dengan hanya pola pikir positif.

Jika kita berkaca pada kaum skeptisisme, masalah bisa diatasi dengan cara meragukan, mengambil jarak, mempertanyakan atau mencurigai segala sesuatu karena adanya keyakinan bahwa segala sesuatu bersifat tidak pasti sehingga mereka memilih untuk kurang antusias.

Juga kaum apatisme, berfikir positif mungkin nomor terbawah dalam skala prioritas sebab semakin mencari tahu, semakin berpikir positif, membuat beban masalah semakin berat. Maka jawabannya adalah mendewakan sikap bodo amat dan tidak peduli.

Bilamamana masalah gagal diselesaikan sudah pasti rasa kesal dan sakit hati tak akan membelenggu, sebab kaum skeptisisme dan apatisme secara tersirat mempertimbangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Lantas bukankah kaum skeptisisme dan apatisme membuat raga dan psikologi tetap sehat dan bahagia untuk menyelesaikan masalah daripada hanya sekedar pikiran positif?

Kalimat motivasi berikutnya adalah “harus berani keluar dari zona nyaman!”

Benarkah demikian? Kalau coba kita dekontruksi, ya dekontruksi teks ala Derrida (1930-2004), sebenarnya pernyataan di atas tidak jelas dan kental dengan nuansa ambiguitas.

Tolak ukur zona nyaman tidak rinci dan malah rawan disalahpahami. Padahal teks yang absolut dan mutlak saja dapat didekontruksi, sebab dalam pandangan Derrida teks adalah aporia artinya jalan buntu karena teks selalu bisa dibaca dengan cara yang baru dan akan menghasilkan makna yang berbeda-beda. Apalagi hanya sekedar kalimat motivasi diatas yang tak jelas apa makna dan maksudnya.

Misalnya saya adalah seorang blantik motor, saya sudah tahu betul peta permotoran baik harga pasaran, mesin motor, sampai memiliki pelanggan tetap alias jaringan. Sehingga hasilnya dapat saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Lantas yang dimaksud keluar dari zona nyaman? Spakah segera mungkin saat saya gagal atau saya sukses menjual 5 motor dalam sehari saya harus bergegas ganti profesi dan menekuni dunia lain misalkan berkecimpung di dunia burung seperti yang sempat dilakukan Bang Jhon LBF di atas?

Apakah dengan keluar dari zona nyaman menjamin bahwa saya akan hidup kaya raya bergelimang harta atau setidaknya lebih baik dari penghasilan atau pekerjaan sebelumnya? Atau jangan-jangan kalimat motivasi “keluar dari zona nyaman” sengaja diproduksi agar supaya kita tetap menjadi insan tertindas dan dihalang-halangi untuk kaya raya seperti mereka?

Kalimat motivasi berikutnya adalah “jika orang lain bisa, kita juga harus bisa!”

Sebenarnya kita tidak usah terlalu repot menanggapi serius pernyataan tersebut. Gampang saja saya menyebutnya perbandingan modal, maksudnya apakah orang yang dibandingkan dengan kita berangkat dari modal kelas ekonomi yang sama atau tidak. Misal saya punya usaha jual pisang goreng dibandingkan dengan usaha sang pisang milik Kaesang putra presiden.

Jangankan bicara soal sekte pembeli, teknik marketing dll., soal bahan dapur seperti merk minyak saja sudah berbeda jauh. Maka stop menanggapi serius kalimat motivasi di atas jika orang yang dibandingkan saja tidak berangkat dari garis start yang sama.

Pertanyaan besarnya bagaimana cara melawan kalimat motivasi artifisial?

Dalam buku Kumpulan Kalimat Demotivasi milik Syarif Maulana, Demotivasi diartikan sebagai ungkapan yang pesimistik, kurang antusias, kurang bergairah, dan hal-hal lainya yang dianggap kebalikan dari ekspresi motivasional yang cenderung optimistik. Demotivasi tentang kemampuan kita menolak segara harapan-harapan yang dibuat oleh orang lain (motivator). Orang lain sering bicara dengan mudahnya tanpa mengetahui dan mempetimbangkan kenyataan yang kita hadapi.

Bersikap pesimis, demotivasional dan kurang antusias terhadap hidup menjadi jalan keluar yang lebih baik daripada semangat semu yang terlampau agresif dan menggebu-gebu. Semangat semu itu justru mendorong libido untuk saling berkuasa dan menyalahkan.

Dalam filsafat modern seperti eksistensialisme yang lahir sekitar awal abad ke-20, ungkapan seperti “Hidup ini absud” kata Albnert Camus (1913-1960), “manusia adalah gairah tanpa makna” kata Jean Paul Sartre (1905-1980), bukanlah  bentuk pernyataan yang merekomendasikan manusia untuk lebih baik mati karena hidup ini tidak ada artinya. Justru Camus dan Sartre menginginkan manusia untuk hidup lebih bergairah dalam memaknai hidupnya tanpa harus bergantung pada makna yang direkomendasikan orang lain. [T]

Kamu Mau Jadi Jenius Jalanan atau Jenius Sekolahan?
Renungkanlah; Tiada Lagi Rangking Siswa, Eh, Kini Muncul Euforia Guru Favorit
Tags: demotivasimedia sosialmotivasirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hartanto, Maecenas Seni Rupa, Bukan Maecenas Dalam Hal Finansial

Next Post

Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak─Dan itu Dilakukan DAPD Buleleng

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak─Dan itu Dilakukan DAPD Buleleng

Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak─Dan itu Dilakukan DAPD Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co