2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Telaah Agak Serius Kalimat-Kalimat Motivasi yang Memabukkan

Teguh Alfaidzin by Teguh Alfaidzin
March 2, 2023
in Esai
Telaah Agak Serius Kalimat-Kalimat Motivasi yang Memabukkan

Ilustrasi tatkala.co | Wiradinata

BEBERAPA PEKAN TERAKHIR jagad dunia maya terkhusus Tiktok digemparkan oleh sosok pengusaha sukses yang bernama Henry Kurniadi Sutikno alias Jhon LBF. Dalam konten-konten yang diproduksi, Bang Jhon—sapaan akarabnya, intens memberikan wejangan, semangat, juga motivasi kepada semua karyawannya. 

Bang Jhon pun menjadi idola baru tidak hanya bagi karyawan yang ia pimpin, juga bagi seluruh warga Tiktok yang mengikutinya yaitu sekitar 4.7 juta followers. Bahkan Bang Jhon mendadak menjadi artis podcast YouTube diundang ke sana kemari untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

Setidaknya sudah 5 akun Youtube yang saya tonton mengulas soal Bang Jhon, misalnya akun Youtube dr. Rhicard Lee, MARS 1,1 jt x ditonton, Ruang Interogasi 51 rb x ditonton, Trans7 Official 1,3 jt x ditonton, Bang Yos Official 73 rb x ditonton dan Ngobrol Asix 1,8 jt x ditonton.

Memang instan dan tidak butuh waktu lama deretan kesuksesan yang diraih Bang Jhon. Dilansir dari wawancara di akun YouTube dr. Rhicard Lee, MARS, Bang Jhon hanya butuh waktu 2 tahun untuk menjadi pengusaha super sukses. 

Tapi kehadiran Bang Jhon membuat saya semakin yakin untuk mengubur cita-cita saya sejak kecil yaitu punya banyak uang alias kaya raya, setelah beberapa bulan terakhir masih segar dalam ingatan saya kasus yang menimpa Doni Salmanan dan Indra Kenz, dua crazy rich yang meraup pundi-pundi kekayaan dengan instan tapi pada akhirnya terjerat kasus afiliator.

Motivasi Artifisial yang Memabukkan

Pasti semua orang ingin kaya raya, bergelimang harta, sejahtera. Ya, kalau begitu hidupnya harus termotivasi, dengan demikian konsep motivasi menjadi aturan baku yang seolah-olah mesti ditaati agar seseorang dapat meraih hal-hal yang dikatakan sukses. Kalau tidak ditaati jangan harap bisa meraih itu semua!

Sejak kecil kita selalu dijejali bahwa kehidupan yang sempurna adalah hidup yang punya segalanya. Rumah, kendaraan, aset, tabungan, jabatan, relasi dan seterusnya dan seterusnya. Bahkan sejak dalam kandungan kita sudah dianggap sebagai aset bernafas yang siap untuk tancap gas bilamana waktunya tiba. Mulailah muncul kalimat motivasi, kartus As untuk merawat itu semua.

Kalimat motivasi yang pernah dan selalu kita dengar adalah “kalau mau sukses harus berfikir positif!”.

Umumnya mereka mengajarkan cara untuk memelihara pola pikir positif demi hidup yang lebih baik. Mungkin ada benarnya, tetapi masalahnya kalimat motivasi tersebut menjadikan pola pikir positif sebagai jimat penangkal pelbagai hiruk pikuk kehidupan. Kenyataanya persoalan yang terjadi dalam hidup tak bisa diselesaikan dengan hanya pola pikir positif.

Jika kita berkaca pada kaum skeptisisme, masalah bisa diatasi dengan cara meragukan, mengambil jarak, mempertanyakan atau mencurigai segala sesuatu karena adanya keyakinan bahwa segala sesuatu bersifat tidak pasti sehingga mereka memilih untuk kurang antusias.

Juga kaum apatisme, berfikir positif mungkin nomor terbawah dalam skala prioritas sebab semakin mencari tahu, semakin berpikir positif, membuat beban masalah semakin berat. Maka jawabannya adalah mendewakan sikap bodo amat dan tidak peduli.

Bilamamana masalah gagal diselesaikan sudah pasti rasa kesal dan sakit hati tak akan membelenggu, sebab kaum skeptisisme dan apatisme secara tersirat mempertimbangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Lantas bukankah kaum skeptisisme dan apatisme membuat raga dan psikologi tetap sehat dan bahagia untuk menyelesaikan masalah daripada hanya sekedar pikiran positif?

Kalimat motivasi berikutnya adalah “harus berani keluar dari zona nyaman!”

Benarkah demikian? Kalau coba kita dekontruksi, ya dekontruksi teks ala Derrida (1930-2004), sebenarnya pernyataan di atas tidak jelas dan kental dengan nuansa ambiguitas.

Tolak ukur zona nyaman tidak rinci dan malah rawan disalahpahami. Padahal teks yang absolut dan mutlak saja dapat didekontruksi, sebab dalam pandangan Derrida teks adalah aporia artinya jalan buntu karena teks selalu bisa dibaca dengan cara yang baru dan akan menghasilkan makna yang berbeda-beda. Apalagi hanya sekedar kalimat motivasi diatas yang tak jelas apa makna dan maksudnya.

Misalnya saya adalah seorang blantik motor, saya sudah tahu betul peta permotoran baik harga pasaran, mesin motor, sampai memiliki pelanggan tetap alias jaringan. Sehingga hasilnya dapat saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Lantas yang dimaksud keluar dari zona nyaman? Spakah segera mungkin saat saya gagal atau saya sukses menjual 5 motor dalam sehari saya harus bergegas ganti profesi dan menekuni dunia lain misalkan berkecimpung di dunia burung seperti yang sempat dilakukan Bang Jhon LBF di atas?

Apakah dengan keluar dari zona nyaman menjamin bahwa saya akan hidup kaya raya bergelimang harta atau setidaknya lebih baik dari penghasilan atau pekerjaan sebelumnya? Atau jangan-jangan kalimat motivasi “keluar dari zona nyaman” sengaja diproduksi agar supaya kita tetap menjadi insan tertindas dan dihalang-halangi untuk kaya raya seperti mereka?

Kalimat motivasi berikutnya adalah “jika orang lain bisa, kita juga harus bisa!”

Sebenarnya kita tidak usah terlalu repot menanggapi serius pernyataan tersebut. Gampang saja saya menyebutnya perbandingan modal, maksudnya apakah orang yang dibandingkan dengan kita berangkat dari modal kelas ekonomi yang sama atau tidak. Misal saya punya usaha jual pisang goreng dibandingkan dengan usaha sang pisang milik Kaesang putra presiden.

Jangankan bicara soal sekte pembeli, teknik marketing dll., soal bahan dapur seperti merk minyak saja sudah berbeda jauh. Maka stop menanggapi serius kalimat motivasi di atas jika orang yang dibandingkan saja tidak berangkat dari garis start yang sama.

Pertanyaan besarnya bagaimana cara melawan kalimat motivasi artifisial?

Dalam buku Kumpulan Kalimat Demotivasi milik Syarif Maulana, Demotivasi diartikan sebagai ungkapan yang pesimistik, kurang antusias, kurang bergairah, dan hal-hal lainya yang dianggap kebalikan dari ekspresi motivasional yang cenderung optimistik. Demotivasi tentang kemampuan kita menolak segara harapan-harapan yang dibuat oleh orang lain (motivator). Orang lain sering bicara dengan mudahnya tanpa mengetahui dan mempetimbangkan kenyataan yang kita hadapi.

Bersikap pesimis, demotivasional dan kurang antusias terhadap hidup menjadi jalan keluar yang lebih baik daripada semangat semu yang terlampau agresif dan menggebu-gebu. Semangat semu itu justru mendorong libido untuk saling berkuasa dan menyalahkan.

Dalam filsafat modern seperti eksistensialisme yang lahir sekitar awal abad ke-20, ungkapan seperti “Hidup ini absud” kata Albnert Camus (1913-1960), “manusia adalah gairah tanpa makna” kata Jean Paul Sartre (1905-1980), bukanlah  bentuk pernyataan yang merekomendasikan manusia untuk lebih baik mati karena hidup ini tidak ada artinya. Justru Camus dan Sartre menginginkan manusia untuk hidup lebih bergairah dalam memaknai hidupnya tanpa harus bergantung pada makna yang direkomendasikan orang lain. [T]

Kamu Mau Jadi Jenius Jalanan atau Jenius Sekolahan?
Renungkanlah; Tiada Lagi Rangking Siswa, Eh, Kini Muncul Euforia Guru Favorit
Tags: demotivasimedia sosialmotivasirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hartanto, Maecenas Seni Rupa, Bukan Maecenas Dalam Hal Finansial

Next Post

Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak─Dan itu Dilakukan DAPD Buleleng

Teguh Alfaidzin

Teguh Alfaidzin

PMII Denpasar

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak─Dan itu Dilakukan DAPD Buleleng

Read Aloud, Metode Membacakan Buku untuk Anak─Dan itu Dilakukan DAPD Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co