20 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Prof Dibia dengan Buku Puisi “Kali Sengara” Raih Hadiah Sastra Rancagé 2023

tatkala by tatkala
February 1, 2023
in Budaya, Pilihan Editor
Prof Dibia dengan Buku Puisi “Kali Sengara” Raih Hadiah Sastra Rancagé 2023

Buku Kali Sengara dan Prof Dibia

I Wayan Dibia dengan buku kumpulan puisi Kali Sengara (Masa Anomali) ditetapkan meraih Hadiah Sastra Rancagé tahun 2023 dari Yayasan Kebudayaan Rancagé.  I Wayan Dibia adalah seorang guru besar éméritus Institut Seni Indonésia (ISI) Dénpasar dan terkenal sebagai penari dan pencipta tari.

Kenapa “Kali Sengara” bisa menang?

Dikutip dari keterangan Keputusan Hadiah Sastra Rancagé tahun 2023 di rancage.id, jumlah buku sastera Bali yang terbit pada tahun 2022 adalah 10 judul, turun dua judul dibandingkan jumlah terbitan tahun sebelumnya, 2021, yang berjumlah 12 judul. Sebagain besar buku ini diterbitkan oléh penerbit Pustaka Ekspresi, Tabanan, Bali.

Selain léwat buku, karya sastera Bali juga muncul pada média massa (cetak dan daring), seperti rubrik Media Swari (koran Pos Bali), Ajeg Bali (koran Média Bali), dan Suara Saking Bali, majalah daring berbahasa Bali. Ini menunjukkan bahwa kehidupan sastera Bali modérn didukung penerbitan buku dan media massa.

Dari 10 buku yang terbit sepanjang tahun 2022, empat adalah kumpulan cerpén dan enam adalah buku kumpulan puisi. Kali ini bentuk karya drama dan novél tidak ada. Jenis drama mémang tergolong paling jarang hadir dalam sejarah sastera Bali modérn dalam 50 tahun terakhir.

Keempat buku kumpulan cerpén tersebut adalah: Macan Gading (Macan Kuning) karya I Made Suarsa, Luh Dulang Ngiring Désak Made Ngalih Bulan (Luh Dulang Mengiringi Désak Made Mencari Bulan) karya IBW Widiasa Keniten, Ngutgut Jeriji di Umah Padidi (Menggigit Jari di Rumah Sendiri), dan Gelang Tridatu (Gelang Tridatu [tiga warna merah putih hitam]) karya Ketut Sugiartha. Tiap-tiap buku memuat rata-rata 10 judul cerpén.

Dari enam buku antologi puisi, tiga di antaranya karya I Wayan Dibia. Ketiga karyanya itu adalah: Guna Gina Pragina (Guna Seniman Pertunjukan), Kali Sengara (Masa Anomali), dan Geguritan Dharmaning Pragnina (Puisi Kebajikan Seniman Pertunjukan).

Tiga antologi puisi lainnya masing-masing Nguber Lawat ring Kalangan Wayah (Memburu Bayangan di Panggung Tua) karya Ngakan Made Kasub Sidan dan Madhurya Rasa Kama Rupini (Rasa Manis Ilmu Pengetahuan) karya Ida Idewa Nyoman Merta Semara Bawa, dan Ngiring Sayang-Manyayangin (Marilah Sayang-menyayangi) karya I Made Suarsa. Tiap-tiap antologi puisi memuat rata-rata 50 judul puisi.

Dilihat dari pengarang yang menerbitkan karyanya tahun 2022, tampak seimbang antara penulis lama dan baru. Penulis lama yang sudah lama dan terus berkarya adalah I Made Suarsa, IBW Widiasa Keniten, Ngakan Made Kasub Sidan, dan Ketut Sugiartha.

Penulis baru adalah I Wayan Dibia, usianya sudah di atas 70 tahun, banyak berkarya di bidang seni pertunjukan, namun baru hadir dalam dunia sastera, ditunjukkan dengan menulis puisi berbahasa Bali, bahasa Indonésia, dan novél berbahasa Indonésia.

Seperti bisa ditebak, karya-karya Wayan Dibia banyak berlatar belakang atau tentang seni pertunjukan, tari, seniman seni pertunjukan (pragina), dan tentu saja fénoména kebudayaan Bali. Penulis pendatang baru dalam penerbitan buku adalah Ida Idewa Nyoman Merta Semara Bawa yang sebelumnya sudah mempublikasikan ciptaan di média massa lokal seperti Suara Saking Bali dan Pos Bali.

Téma-téma bencana Covid-19 muncul hampir di semua buku yang terbit 2022, tentu saja dengan beragam pérspéktif dari tiap-tiap pengarang. Ada penulis yang menggambarkan covid sebagai wabah yang ganas yang menghilang tetapi muncul lagi seperti dalam buku puisi “I Covid Buin Ia Ngenah, Buin Ia Lakar Ngendah” (Covid muncul lagi, lagi akan Bikin Masalah) karya Semara Bawa.

Ada juga yang menulis bagaimana wabah covid yang membuat mata pencaharian masyarakat lenyap namun muncul usaha baru jualan online bagi meréka yang kréatif, seperti dalam cerpén “Rikala Gering Agung” (Ketika Wabah Besar) karya Sugiharta. Ada penulis yang menggarap téma dari segi pesimistik, ada juga yang dari sisi optimistik.

Topik-topik isu sosial di Bali atau di daérah lain di Indonésia juga menjadi perhatian sasterawan Bali. Meréka mengangkat isu sebagai sasterawan untuk mengingatkan persoalan yang terjadi yang barangkali bisa memberikan inspirasi bagi pembaca untuk menyadari dan kalau mungkin melakukan perubahan. Selain itu, tentu juga banyak karya sastera yang diungkapkan penulisnya sebagai éksprési personal untuk melukiskan masalah demi keindahan bahasa. Dalam jenis ini, keindahan menjadi hal utama sedangkan amanat cerita ditutupi keindahan bahasa.

Apa pun, kesemua karya yang terbit tahun ini memperkaya khasanah karya sastera Bali modérn. Kehadirannya juga menyambung kehidupan sastera Bali modérn dengan karya dan penulis yang bertambah jumlah dan kréasinya.

Keunggulan “Kali Sangara”

Puisi “Kali Sengara” yang menjadi judul antologi melukiskan suasana zaman yang paradoks atau anomali dan meresahkan, ditandai dengan perilaku manusia yang anéh-anéh tetapi seolah itu dianggap baik (solah sane nungkalik/ puniki sane kabaos becik) seperti konsumsi narkoba, mabuk, dan berjudi.

Kelebihan antologi ini secara keseluruhan setidaknya terlihat pada tiga hal berikut.

Pertama, téma yang disajikan beragam mulai dari réaktualisasi nilai mitos (puisi “Mayadenawa“), tentang daya tarik wisata yang hening dan unik (Wengi ring Lembongan dan Meong-meong Lembongan), tentang tradisi yang kian populér di zaman modérn, kearifan lokal, cerita wayang, dan tentu saja juga kritik sosial dalam kontéks Bali. Téma beragam membuat antologi ini bébas dari kesan monoton.

Kedua, bahasa yang digunakan dalam puisi ini terasa oténtik dari seorang penyair yang mencoba menemukan gaya ucap sendiri tanpa meniru gaya penyair lain. Rima dan répétisi dimanfaatkan secara memadai sehingga bébas dari kesan bermain kata-kata.

Puisi berhasil mengungkapkan amanat atau kritik sosial secara terbungkus, seperti puisi “Lingsir Kenjir” (Dituakan tapi Perilaku Muda) dan “Surya Siu” (Sorak Seribu), keduanya menyampaikan kritik tentang kebiasaan yang tak perlu diteruskan.

Ketiga, secara keseluruhan puisi ringan dibaca namun untuk memahami maknanya tetap diperlukan kemampuan untuk mengupas arti yang ditampilkan ungkapan makulit (berkulit atau terbungkus) atau mencerna perumpamaan yang menyembunyikan makna.

Tidak perlu mengerutkan kening untuk membacanya namun pembaca tetap akan dapat menikmati amanat, nasehat, asosiasi, sisnisme, dan kritik melalui penghayatan dan pengalaman puitik.

Hadiah Sastra Rancage dari Daerah Lain

Selain hadiah Sastra Rancage untuk karya sastra bahasa Bali, juga diumumkan keputusan juri untuk peraih hadiah sastra untuk bahasa daerah lainnya.

Peraih Hadiah Sastera Rancagé 2023 untuk sastera Sunda adalah buku kumpulan cerita pendek berjudul Surat ti Palmira karya Hadi AKS yang diterbitkan Dunia Pustaka Jaya, Bandung, 2022.

Peraih Hadiah Sastera Rancagé 2023 untuk sastera Jawa adalah buku kumpulan cerita pendek Suro Agul-Agul karya Narko Sodrun Budiman yang diterbitkan Sanggar Sastera Triwida, 2022.

Sementara itu, karya yang berhak mendapatkan Hadiah Sastera Rancagé 2023 untuk sastera Batak adalah Boan Ahu Mulak (Bawalah Aku Pulang) karya Saut Poltak Tambunan yang diterbitkan CV Selasar Pena Talenta, 2022.

Karya yang berhak mendapatkan Hadiah Rancagé 2023 untuk sastera Lampung adalah Singkapan karya Zabidi Yakub, Penerbit Pustaka Labrak, 2022.

Juri-juri yang menentukan Hadiah Sastra Rancage adalah Dr. Hawe Setiawan (Sastera Sunda), Dr. Tedi Muhtadin (Sastera Sunda), Sri Widati Pradopo (Sastera Jawa), Dhanu Priyo Prabowo (Sastera Jawa), Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra (Sastera Bali), Dr. Farida Aryani, M.Pd (Sastera Lampung), Rita Sihite (Sastera Batak), Hairus Salim (Sastera Banjar) dan D. Zawawi Imron (Sastera Madura).

Hadiah Sastera “Rancagé” tahun 2023 dari Yayasan Kebudayaan Rancagé adalah hadiah yang ke-35 kalinya untuk sastera Sunda, ke-29 kalinya untuk sastera Jawa, ke-25 kalinya untuk sastera Bali, ketujuh kalinya untuk sastera Lampung, dan ketujuh kalinya untuk sastera Batak.

Tahun ini panitia tidak memberikan hadiah untuk sastera Banjar dan Madura karena jumlah buku yang terbit dalam bahasa tersebut tidak memenuhi persyaratan Hadiah Sastera “Rancagé”. Tahun ini ada lima daérah yang memenuhi kritéria untuk dinilai dalam Hadiah Sastera Rancagé 2023, yaitu sastera Sunda, Jawa, Bali, Batak, dan Lampung.

Pada tahun 2022, hanya ada dua buku yang terbit dalam bahasa Madura, sehingga belum bisa kami nilai. Sementara itu, tidak ada satu pun buku yang terbit dalam bahasa Banjar, sama halnya dengan buku cerita anak-anak berbahasa Sunda untuk Hadiah Samsudi.

Hadiah Sastera “Rancagé” diberikan setiap tahun kepada penulis yang menerbitkan buku sastera dalam bahasa daérah dan terbit pada tahun sebelumnya. Buku tersebut mencakup prosa dan puisi seperti cerita péndék, novél, sajak, geguritan, dan sebagainya.

Pengurus Yayasan Kebudayaan Rancagé menyerahkan sepenuhnya kepada para juri untuk menilai dan memutuskan pemenang sesuai dengan pertimbangan dan kriteria kesasteraan serta kebahasaan. Berikut kami sampaikan kembali ketentuan Hadiah Sastera Rancagé. [T][*/Ole]

Tags: Bahasa BaliHadiah Rancagesastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tinggi Kasus Rabies di Buleleng, Desa Adat Atur Tata Cara Pelihara Anjing Lewat Pararem

Next Post

Screening Film “Expect the Unexpected” di Tabanan: Mengupas Rasa Penasaran Manusia

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Screening Film “Expect the Unexpected” di Tabanan: Mengupas Rasa Penasaran Manusia

Screening Film “Expect the Unexpected” di Tabanan: Mengupas Rasa Penasaran Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU
Esai

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta
Ulas Rupa

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

by Emi Suy
October 19, 2026
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental
Olahraga

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata
Esai

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

by Angga Wijaya
October 19, 2026
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra
Esai

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya
Ulas Musik

Begadang: Saat Malam Kehilangan Malamnya

ADA masa ketika malam adalah malam. Setelah matahari tenggelam, kehidupan perlahan menurunkan volumenya. Warung mulai menutup pintu, pasar berhenti berisik,...

by Ahmad Sihabudin
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co