29 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Prof Dibia dengan Buku Puisi “Kali Sengara” Raih Hadiah Sastra Rancagé 2023

tatkala by tatkala
February 1, 2023
in Budaya, Pilihan Editor
Prof Dibia dengan Buku Puisi “Kali Sengara” Raih Hadiah Sastra Rancagé 2023

Buku Kali Sengara dan Prof Dibia

I Wayan Dibia dengan buku kumpulan puisi Kali Sengara (Masa Anomali) ditetapkan meraih Hadiah Sastra Rancagé tahun 2023 dari Yayasan Kebudayaan Rancagé.  I Wayan Dibia adalah seorang guru besar éméritus Institut Seni Indonésia (ISI) Dénpasar dan terkenal sebagai penari dan pencipta tari.

Kenapa “Kali Sengara” bisa menang?

Dikutip dari keterangan Keputusan Hadiah Sastra Rancagé tahun 2023 di rancage.id, jumlah buku sastera Bali yang terbit pada tahun 2022 adalah 10 judul, turun dua judul dibandingkan jumlah terbitan tahun sebelumnya, 2021, yang berjumlah 12 judul. Sebagain besar buku ini diterbitkan oléh penerbit Pustaka Ekspresi, Tabanan, Bali.

Selain léwat buku, karya sastera Bali juga muncul pada média massa (cetak dan daring), seperti rubrik Media Swari (koran Pos Bali), Ajeg Bali (koran Média Bali), dan Suara Saking Bali, majalah daring berbahasa Bali. Ini menunjukkan bahwa kehidupan sastera Bali modérn didukung penerbitan buku dan media massa.

Dari 10 buku yang terbit sepanjang tahun 2022, empat adalah kumpulan cerpén dan enam adalah buku kumpulan puisi. Kali ini bentuk karya drama dan novél tidak ada. Jenis drama mémang tergolong paling jarang hadir dalam sejarah sastera Bali modérn dalam 50 tahun terakhir.

Keempat buku kumpulan cerpén tersebut adalah: Macan Gading (Macan Kuning) karya I Made Suarsa, Luh Dulang Ngiring Désak Made Ngalih Bulan (Luh Dulang Mengiringi Désak Made Mencari Bulan) karya IBW Widiasa Keniten, Ngutgut Jeriji di Umah Padidi (Menggigit Jari di Rumah Sendiri), dan Gelang Tridatu (Gelang Tridatu [tiga warna merah putih hitam]) karya Ketut Sugiartha. Tiap-tiap buku memuat rata-rata 10 judul cerpén.

Dari enam buku antologi puisi, tiga di antaranya karya I Wayan Dibia. Ketiga karyanya itu adalah: Guna Gina Pragina (Guna Seniman Pertunjukan), Kali Sengara (Masa Anomali), dan Geguritan Dharmaning Pragnina (Puisi Kebajikan Seniman Pertunjukan).

Tiga antologi puisi lainnya masing-masing Nguber Lawat ring Kalangan Wayah (Memburu Bayangan di Panggung Tua) karya Ngakan Made Kasub Sidan dan Madhurya Rasa Kama Rupini (Rasa Manis Ilmu Pengetahuan) karya Ida Idewa Nyoman Merta Semara Bawa, dan Ngiring Sayang-Manyayangin (Marilah Sayang-menyayangi) karya I Made Suarsa. Tiap-tiap antologi puisi memuat rata-rata 50 judul puisi.

Dilihat dari pengarang yang menerbitkan karyanya tahun 2022, tampak seimbang antara penulis lama dan baru. Penulis lama yang sudah lama dan terus berkarya adalah I Made Suarsa, IBW Widiasa Keniten, Ngakan Made Kasub Sidan, dan Ketut Sugiartha.

Penulis baru adalah I Wayan Dibia, usianya sudah di atas 70 tahun, banyak berkarya di bidang seni pertunjukan, namun baru hadir dalam dunia sastera, ditunjukkan dengan menulis puisi berbahasa Bali, bahasa Indonésia, dan novél berbahasa Indonésia.

Seperti bisa ditebak, karya-karya Wayan Dibia banyak berlatar belakang atau tentang seni pertunjukan, tari, seniman seni pertunjukan (pragina), dan tentu saja fénoména kebudayaan Bali. Penulis pendatang baru dalam penerbitan buku adalah Ida Idewa Nyoman Merta Semara Bawa yang sebelumnya sudah mempublikasikan ciptaan di média massa lokal seperti Suara Saking Bali dan Pos Bali.

Téma-téma bencana Covid-19 muncul hampir di semua buku yang terbit 2022, tentu saja dengan beragam pérspéktif dari tiap-tiap pengarang. Ada penulis yang menggambarkan covid sebagai wabah yang ganas yang menghilang tetapi muncul lagi seperti dalam buku puisi “I Covid Buin Ia Ngenah, Buin Ia Lakar Ngendah” (Covid muncul lagi, lagi akan Bikin Masalah) karya Semara Bawa.

Ada juga yang menulis bagaimana wabah covid yang membuat mata pencaharian masyarakat lenyap namun muncul usaha baru jualan online bagi meréka yang kréatif, seperti dalam cerpén “Rikala Gering Agung” (Ketika Wabah Besar) karya Sugiharta. Ada penulis yang menggarap téma dari segi pesimistik, ada juga yang dari sisi optimistik.

Topik-topik isu sosial di Bali atau di daérah lain di Indonésia juga menjadi perhatian sasterawan Bali. Meréka mengangkat isu sebagai sasterawan untuk mengingatkan persoalan yang terjadi yang barangkali bisa memberikan inspirasi bagi pembaca untuk menyadari dan kalau mungkin melakukan perubahan. Selain itu, tentu juga banyak karya sastera yang diungkapkan penulisnya sebagai éksprési personal untuk melukiskan masalah demi keindahan bahasa. Dalam jenis ini, keindahan menjadi hal utama sedangkan amanat cerita ditutupi keindahan bahasa.

Apa pun, kesemua karya yang terbit tahun ini memperkaya khasanah karya sastera Bali modérn. Kehadirannya juga menyambung kehidupan sastera Bali modérn dengan karya dan penulis yang bertambah jumlah dan kréasinya.

Keunggulan “Kali Sangara”

Puisi “Kali Sengara” yang menjadi judul antologi melukiskan suasana zaman yang paradoks atau anomali dan meresahkan, ditandai dengan perilaku manusia yang anéh-anéh tetapi seolah itu dianggap baik (solah sane nungkalik/ puniki sane kabaos becik) seperti konsumsi narkoba, mabuk, dan berjudi.

Kelebihan antologi ini secara keseluruhan setidaknya terlihat pada tiga hal berikut.

Pertama, téma yang disajikan beragam mulai dari réaktualisasi nilai mitos (puisi “Mayadenawa“), tentang daya tarik wisata yang hening dan unik (Wengi ring Lembongan dan Meong-meong Lembongan), tentang tradisi yang kian populér di zaman modérn, kearifan lokal, cerita wayang, dan tentu saja juga kritik sosial dalam kontéks Bali. Téma beragam membuat antologi ini bébas dari kesan monoton.

Kedua, bahasa yang digunakan dalam puisi ini terasa oténtik dari seorang penyair yang mencoba menemukan gaya ucap sendiri tanpa meniru gaya penyair lain. Rima dan répétisi dimanfaatkan secara memadai sehingga bébas dari kesan bermain kata-kata.

Puisi berhasil mengungkapkan amanat atau kritik sosial secara terbungkus, seperti puisi “Lingsir Kenjir” (Dituakan tapi Perilaku Muda) dan “Surya Siu” (Sorak Seribu), keduanya menyampaikan kritik tentang kebiasaan yang tak perlu diteruskan.

Ketiga, secara keseluruhan puisi ringan dibaca namun untuk memahami maknanya tetap diperlukan kemampuan untuk mengupas arti yang ditampilkan ungkapan makulit (berkulit atau terbungkus) atau mencerna perumpamaan yang menyembunyikan makna.

Tidak perlu mengerutkan kening untuk membacanya namun pembaca tetap akan dapat menikmati amanat, nasehat, asosiasi, sisnisme, dan kritik melalui penghayatan dan pengalaman puitik.

Hadiah Sastra Rancage dari Daerah Lain

Selain hadiah Sastra Rancage untuk karya sastra bahasa Bali, juga diumumkan keputusan juri untuk peraih hadiah sastra untuk bahasa daerah lainnya.

Peraih Hadiah Sastera Rancagé 2023 untuk sastera Sunda adalah buku kumpulan cerita pendek berjudul Surat ti Palmira karya Hadi AKS yang diterbitkan Dunia Pustaka Jaya, Bandung, 2022.

Peraih Hadiah Sastera Rancagé 2023 untuk sastera Jawa adalah buku kumpulan cerita pendek Suro Agul-Agul karya Narko Sodrun Budiman yang diterbitkan Sanggar Sastera Triwida, 2022.

Sementara itu, karya yang berhak mendapatkan Hadiah Sastera Rancagé 2023 untuk sastera Batak adalah Boan Ahu Mulak (Bawalah Aku Pulang) karya Saut Poltak Tambunan yang diterbitkan CV Selasar Pena Talenta, 2022.

Karya yang berhak mendapatkan Hadiah Rancagé 2023 untuk sastera Lampung adalah Singkapan karya Zabidi Yakub, Penerbit Pustaka Labrak, 2022.

Juri-juri yang menentukan Hadiah Sastra Rancage adalah Dr. Hawe Setiawan (Sastera Sunda), Dr. Tedi Muhtadin (Sastera Sunda), Sri Widati Pradopo (Sastera Jawa), Dhanu Priyo Prabowo (Sastera Jawa), Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra (Sastera Bali), Dr. Farida Aryani, M.Pd (Sastera Lampung), Rita Sihite (Sastera Batak), Hairus Salim (Sastera Banjar) dan D. Zawawi Imron (Sastera Madura).

Hadiah Sastera “Rancagé” tahun 2023 dari Yayasan Kebudayaan Rancagé adalah hadiah yang ke-35 kalinya untuk sastera Sunda, ke-29 kalinya untuk sastera Jawa, ke-25 kalinya untuk sastera Bali, ketujuh kalinya untuk sastera Lampung, dan ketujuh kalinya untuk sastera Batak.

Tahun ini panitia tidak memberikan hadiah untuk sastera Banjar dan Madura karena jumlah buku yang terbit dalam bahasa tersebut tidak memenuhi persyaratan Hadiah Sastera “Rancagé”. Tahun ini ada lima daérah yang memenuhi kritéria untuk dinilai dalam Hadiah Sastera Rancagé 2023, yaitu sastera Sunda, Jawa, Bali, Batak, dan Lampung.

Pada tahun 2022, hanya ada dua buku yang terbit dalam bahasa Madura, sehingga belum bisa kami nilai. Sementara itu, tidak ada satu pun buku yang terbit dalam bahasa Banjar, sama halnya dengan buku cerita anak-anak berbahasa Sunda untuk Hadiah Samsudi.

Hadiah Sastera “Rancagé” diberikan setiap tahun kepada penulis yang menerbitkan buku sastera dalam bahasa daérah dan terbit pada tahun sebelumnya. Buku tersebut mencakup prosa dan puisi seperti cerita péndék, novél, sajak, geguritan, dan sebagainya.

Pengurus Yayasan Kebudayaan Rancagé menyerahkan sepenuhnya kepada para juri untuk menilai dan memutuskan pemenang sesuai dengan pertimbangan dan kriteria kesasteraan serta kebahasaan. Berikut kami sampaikan kembali ketentuan Hadiah Sastera Rancagé. [T][*/Ole]

Tags: Bahasa BaliHadiah Rancagesastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tinggi Kasus Rabies di Buleleng, Desa Adat Atur Tata Cara Pelihara Anjing Lewat Pararem

Next Post

Screening Film “Expect the Unexpected” di Tabanan: Mengupas Rasa Penasaran Manusia

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails
Next Post
Screening Film “Expect the Unexpected” di Tabanan: Mengupas Rasa Penasaran Manusia

Screening Film “Expect the Unexpected” di Tabanan: Mengupas Rasa Penasaran Manusia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co