12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mebarung Gong Kebyar Buleleng, Ajang Mempertunjukkan Tabuh-Tari Khas Bali Utara

tatkala by tatkala
November 13, 2022
in Budaya
Mebarung Gong Kebyar Buleleng, Ajang Mempertunjukkan Tabuh-Tari Khas Bali Utara

Sajian tari dari sekaa gong kebyar duta Kabupaten Buleleng pada ajang Pesta Kesenian Bali 2022

Membarung bersama tiga sekaa gong kebyar dari Kabupaten Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2022 dijadikan momentum penting bagi para senimannya untuk mempertunjukkan tabuh-tabuh kekebyaran khas Bali Utara. Antara lain mereka membawakan tabuh hasil rekonstruksi tabuh kebyar Dauh Enjung yang sudah lama tidak dipentaskan.

Tiga sekaa gong duta dari Kabupaten Buleleng ini tampil gemuruh di Panggung Ardha Candra Provinsi Bali, Minggu (26/6/2022) malam.

Ketiga sekaa gong duta Kabupaten Buleleng tampil dalam satu panggung. Gong Kebyar Dewasa yang diwakili Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya, Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng menempati panggung di sebelah kanan pangung terbuka itu. Gong Kebyar Wanita, Sanggar Seni Wahana Santhi, Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu tampil di tengah-tengah depan gapura megah dari panggung berarsitektu tradisional itu. Sementara, Gong Kebyar Anak-anak, Padepokan Seni Dwi Mekar, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng menempati panggung di sebelah kiri panggung.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama Gubernur Bali Wayan Koster pada kesempatan itu hadir untuk menyaksikan kepiawian sekaa gong dari Buleleng itu unjuk kebolehan di atas panggung. Selain itu hadir juga Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, , Sekda Buleleng Gede Suyasa serta beberapa pimpinan SKPD lingkup Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng.

Bupati Agus Suradnyana pada kesempatan tersebut mengatakan kehadirannya bersama dengan Wabup Sutjidra dan Gubernur Koster merupakan sebuah bentuk dukungan. Kebanggaannya muncul ketika sekeha sangat semangat untuk tampil di panggung besar legendaris ini. Apalagi tidak adanya pertunjukan-pertunjukan selama pandemi Covid-19 melanda. “Sehingga tidak ada wahana untuk para seniman mengekspresikan diri,” kata dia.

Foto: Tiga sekaa gong kebyar duta Kabupaten Buleleng mebarung bersama di Pesta Kesenian Bali 2022

Gong Kebyar Wanita, Sanggar Seni Wahana Santhi mengawali penampilannya dengan mempersembahkan Tabuh Kreasi Jagra Parwata. Salah satu musik monumental ini merupakan karya I Nyoman Windha yang diciptakan pada tahun 1991 untuk duta kabupaten Buleleng kala itu, yakni Desa Munduk.

“Jagra Parwata” sebagai simbol abstrak yang mengharap tindakan konkret manusia untuk menjaga dengan penuh kesadaran kesucian Gunung, penyebab adanya sumber air, muara kehidupan.

Komposisi tabuh ini, sehingga terdengar sangat manis. Tekstur gineman, kebyar, gagenderan, bapang, dan beberapa bentuk tabuh berukuran metris lainnya tetap dipertahankan. Melodi pokok dan ornamentasi figuratif dikerjakan berbanding lurus yang secara perseptual adalah simbol dari aliran searah yang dinamis. Beberapa frase singkat dijumpai dalam tekstur yang berlainan, dikerjakan secara manipulatif, terkamuflase secara halus dalam aliran ritme simultan.

Sajiannya yang kedua, Tari Kebyar Buleleng Dauh Enjung, sebuah komposisi karya Ketut Merdana bersama I Nyoman Sukandia yang memang mempesona. Empat orang penari yang terbagi ke dalam dua segmen yang terintegrasi menjadikan karya ini menarik.

Karya tari ini sempat direkonstruksi sejak September tahun 2019, namun sayang terhenti karena beberapa alasan. Komposisi ini diciptakan sekitar akhir tahun 1949-an dan pertama kali dibawakan oleh sekaa Gong Desa Umejero. Konten-konten komposisi dalam musik telah menyediakan ruang reinterpretasi bagi lahirnya komposisi gerak yang “menarikan” musik.

Setelah sekian dekade tidak pernah dibawakan dalam format pertunjukan, Kebyar Buleleng Dauh Enjung direkonstruksi oleh Sanggar Seni Suara Mustika, dengan mendatangkan informan (yang ketika penciptaan komposisi ini, merupakan seorang penabuh dan penari yang terlibat didalamnya).

“Rekonstruksi komposisi ini bukan sekadar perilaku “latah” yang dilakukan dengan motivasi “dalam rangka”, melainkan sebuah upaya penghormatan, pencarian serta pemaknaan terhadap spirit penciptaan yang dapat dijadikan tauladan terhadap kehidupan berkesenian saat ini, baik di Bali maupun di Buleleng pada khususnya,” kata pembina tabuh I Ketut Pany Ryandhi.

Penampilan ketiga Tari Kreasi Duet Amed Semu menceritakan Dewi Sita dalam epos besar Ramayana adalah perlambang kesucian. Tari ini garapan baru untuk dipersembahkan dalam PKB 2022 kali ini.

“Kami menilai garapan ini mengabstrasikan tema Danu Kerthi, maka semua itu menganalogikan Dewi Sita itu sebagai lambang kesucian. Maka kalau dikontek kaja kelod yang suci itu ada di hulu, maka danau itu kami lambangkan hulu dan Dewi Sita yang menempati posisi itu,” sebutnya.

Foto: Sajian gong kebyar duta Kabupaten Buleleng

Rahwana adalah sosok yang terpelajar, mempunyai penasehat kerajaan yang bijaksana,Maharaja yang dicintai rakyatnya, dan tentunya kesatria sejati. Dengan kesaktian, kedudukan dan anugrah yang dimilikinya, sesungguhnya tidaklah terlalu sulit untuk menjatuhkan Sita ke dalam genggamannya. Yang terjadi hari ini, kita terlanjur dihadiahi doktrin label raksasa untuk Rahwana, namun kenyataannya, manusia hari ini lebih Rahwana dari Rahwana.

“Orang mengeyam pendidikan tinggi, memiliki kedudukan, kekuasaan berlebih dengan berbagai cara dan muslihat berupaya untuk memenuhi ambisi mereka dengan berlindung dibelakang kedok kesopanan kultural. Mereka mengeksploitasi alam, menebang pohon ditengah hutan lindung,” paparnya.

Gong Kebyar Anak-anak, Padepokan Seni Dwi Mekar menamilkan Tabuh Telu Lelambatan “Bulak Agung” yang memiliki dinamika, tempo, modulasi, ritme dan keharmonisan nada, menggambarkan betapa indah dan mempesonanya aliran mata air bulakan tersebut.

Selanjutnya menyajikan Tari Kekelik yang mengisahkan tentang seekor burung besar dengan sifat keangkara murkaan, sombong, merasa memiliki kekuatan yang besardengan selalu mengganggu kawanan burung sesapi yang kecil. Tari dan ringannya diciptakan Alm. I Nyoman Durpa pada tahun 1980an dan dipentaskan pada ajang PKB pada tahun 1980an.

Foto: Sajian gong kebyar duta Kabupaten Buleleng

Berikutnya menampilkan Tari Pudak Sinunggal hasil rekonstruksi tahun 2014 dengan seniman-seniman Bali Utara. Tari ini menggambarkan dan terinspirasi oleh bunga pudak yang tumbuh pada tumbuhan pandan. Bunga pudak ini hidup di dekat mata air (kolam) didekat Pura Bukit Sinunggal di Desa Tajun, Kabupaten Buleleng. Bunga yang harum, air yang

sejuk dan burung yang mandi menginspirasi Bapa Sindu (Pencipta Tari) dan Bapa Putu Kuta (Pencipta Tabuh) yang membuat garapan ini pada awal abad ke-20.

Koordinator yang juga Ketua Padepokan Dwi Mekar, Gede Pande Satria Kusumayuda atau Jero Olit mengatakan, sebagai duta Kabupatyen Buleleng untuk Gong Kebyar anak-anak telah melakukan persiapan sudah enam bulan, termasu melakukan ujicoba bersama Sanggar Alit Sundari Gianyar yang sengaja diundang ke Buleleng.

“Uji coba ini sebagai bukti keseriusan sekaa gong anak-anak tampil diajang PKB, walau mebarung bersama duta dari satu kabupaten,” ucapnya.

Foto: Sajian gong kebyar duta Kabupaten Buleleng

Pentas antara duta Kabupaten Buleleng ini sebagai ajang untuk memperlihatrakan ciri khas Buleleng. Ini murni untuk audien, walau esensi gong kebyar itu adalah mebarung, sehingga ketika ada mebarung antar kabupaten dan kota geliatnya pasti berbeda. Mebarung antar kabupaten kota memang itu sepiritnya.

”Maka itu kami berharap dikembalikan esensi mebarung gong kebyar seperti awal. Mebarung seperti melawan saudara sendiri, agak spiritnya sedikit memudar namun semangat tetap tinggi,” ungkapnya.

Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya, Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng juga melakukan persiapan yang matang untuk penampilan di PKB ke-44 ini. Dalam persmbahannya menyajikan Tabuh Kreasi Pepanggulan merupakan tabuh baru yang diciptakan oleh Tegeh Kertiasa. Kekuatan tabuh itu begitu terasa, sehingga tampil mengagumkan. Berikutnya menyajikan Tari kebyar Legong asli Buleleng serta diakhiri dengan mempersembahkan Gegitan.

“Walau pentas mebarung bukan bersama duta kabupaten lain, kami tetap mempersiapkan materi dengan baik,” kata Kelian Sekaa Gong Eka Wakya , Made Astawa S.Pd.

Kalau pentas mebarung dengan duta kabupaten lain memang memiliki greget yang luar biasa. Namun, tampil dengan membawa nama Buleleng itu mesti mampu tampil penuh semangat.

“Greget mesti tetap dipertahankan, karena tampil atas nama Buleleng. Maka itu, tampil semaksimal munghkin, mulai dari proses latihan, hinga pentas saat ini. Maka untuk itulah kami tampil semaksimal mungkin,” katanya.[T][Ado/*]

Spirit Laut Spirit Gunung dari Sekaa Gong Kebyar Badung di PKB 2022
Tags: bulelenggong kebyarPesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kitchen Photojournalism di Ubud Food Festival 2022; Membidik Sisi Lain Dapur

Next Post

Dramatari Parwa Sukawati, Lahir 1950, Redup, Bangkit, Redup, Kini Bangkit Lagi

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails
Next Post
Dramatari Parwa Sukawati, Lahir 1950, Redup, Bangkit, Redup, Kini Bangkit Lagi

Dramatari Parwa Sukawati, Lahir 1950, Redup, Bangkit, Redup, Kini Bangkit Lagi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co