23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dilema Pariwisata Air Sanih: Memenangkan Kenyamanan, Memenangkan Pendapatan

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
June 15, 2022
in Esai
Dilema Pariwisata Air Sanih: Memenangkan Kenyamanan, Memenangkan Pendapatan

Keramaian di salah satu sudut obyek wisata Air Sanih, Kubutambahan Buleleng, saat Umanis Galungan, Kamis 9 Juni 2022 | Foto: Teddy

Bagi umat Hindu di Bali, momentum hari suci Galungan menjadi waktu yang banyak dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga, tidak terkecuali saya sendiri. Seperti halnya yang saya lakukan sebelum-sebelumnya, saya menjalani hari suci Galungan di tanah kelahiran, yakni di Kubutambahan, Buleleng.

Kalau sudah hari raya, saya dan saudara-saudara pasti diharuskan bangun lebih pagi dari biasanya—meskipun begitu saya tetap bangun siang. Hehe. Kira-kira jam 10 pagi, saya dan keluarga berangkat menuju pura-pura yang ada di wilayah Desa Kubutambahan, lebih tepatnya 5 (lima) pura, yakni: Pura Desa, Pura Dalem, Pura Maduwe Karang, Pura Segara, dan Pura Dalem Puri Desa Kubutambahan.

Tapi momen yang paling ditunggu-tunggu adalah keesokan harinya—Umanis Galungan. Hari ini kerap kali dimanfaatkan untuk mengunjungi daerah wisata terdekat. Kalau bicara soal jarak, maka destinasi wisata terdekat dari kampung halaman saya adalah “Air Sanih”.  

“Community-Based Tourism” Sebagai Salah Satu Upaya Pemulihan Pariwisata Bali

Kalau saya cek di aplikasi Google Maps, jarak antara kampung halaman saya dengan Air Sanih sekitar 4,3 km atau memakan waktu tempuh selama 5 menit. Akhirnya pada Kamis pagi, saya dan keluarga (tidak semua) berangkat menuju Air Sanih, berbekal roti tawar satu bungkus, sekaleng susu kental manis, dan dua pack yakult—saya sudah minum dua, hehe.

Sedikit Cerita Tentang Air Sanih

Kolam Air Sanih sudah menjadi destinasi wajib untuk saya kunjungi ketika saya berada di Kubutambahan—ya mungkin sudah sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kalau diingat-ingat, dulu saya bersama Ninik sering menggunakan Bemo (Angkutan Umum di desa) saat ingin pergi ke Air Sanih.

Menurut babad “Besi Mejajar”, “Air Sanih” yang juga akrab disebut “Yeh Sanih” yang dalam bahasa Bali berasal dari kata “Ersania” yang memiliki arti kelod kangin (timur laut)—mungkin ini juga menunjukkan keberadaan Air Sanih. Konon juga air yang ada di kolam Air Sanih ini bersumber dari Danau Batur, mungkin nanti saya harus menanyakan ini pada sahabat saya Jero Penyarikan Duuran Batur, hehe.

Sampai hari ini, Air Sanih menjadi destinasi favorit bagi warga yang berada di sekitaran Buleleng Timur, bahkan di luar itu pun kerap kali berkunjung ke tempat ini. Seiring berjalannya waktu, berbagai pengembangan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Perkembangan terakhir yang saya lihat, seperti: sudah ada semacam kolam arus yang tidak terlalu dalam dan banyak dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain di bawa pengawasan orang tuanya.

Kemudian saya lihat fasilitas seperti ruang ganti semakin banyak jumlahnya, termasuk tempat membilas diri setelah mandi di kolam. Dan (mungkin) yang menjadi favorit bagi kalangan anak-anak adalah perosotan air dengan besar yang bervariasi—kebetulan adik sepupu saya menghabiskan 2 jam hanya untuk bermain di sana. Meski pengembangan telah dilakukan di berbagai sisi, tapi kalau bicara soal tiket masuk, pihak pengelola masih mematok tarif yang bisa dikatakan terjangkau. Orang dewasa dikenakan Rp. 8.000, dan anak-anak sebesar Rp. 5.000. Terjangkau bukan?

Kenyamanan atau Pendapatan: Bisakah Kita Menangkan Semuanya?

Suatu destinasi wisata harus menghadirkan kenyamanan bagi setiap pengunjungnya. Sekiranya, itulah yang saya yakini sampai detik ini. Bukan tanpa alasan, terbukti di setiap destinasi wisata yang ada di Bali berlomba-lomba memperbaiki infrastrukturnya guna menghadirkan kenyamanan pengunjungnya—wisatawan lokal khususnya, dan wisatawan manca negara utamanya. Kenyamanan tidak semata-mata dihadirkan lewat infrastruktur, tapi bisa juga dihadirkan melalui kebijakan ataupun sistem yang diterapkan dalam satu destinasi wisata.

Tentu bukan hanya saya dan keluarga saya saja yang berpikiran kalau Umanis Galungan menjadi momen untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, tapi masih banyak lagi yang berpikiran demikian. Momen yang pas, ditambah tarif tiket masuk yang terjangkau menjadikan Air Sanih menjadi destinasi utama bagi warga Buleleng khususnya di bagian timur. Ratusan orang tumpah ruah di tempat wisata ini. Banyak anak-anak berebut untuk menaiki wahana baru yang sudah saya sebutkan tadi, tapi lebih banyak lagi anggota keluarga yang mencari tempat menunggu anggota keluarga lain yang sedang berenang—dan itu saya rasakan.

Recovery Pariwisata Pasca Pandemi: Belajar dari Kritik Pemulihan Pariwisata Pasca Bom Bali

Ratusan pengunjung pada hari Umanis Galungan tentu menjadi pemasukan yang menggiurkan bagi pengelola. Tapi saya rasa itu bukanlah hal yang bijak, apalagi Indonesia belum mendeklarasikan diri telah melalui pandemi Covid-19. Sehingga, penting kemudian menurut saya untuk pihak pengelola membatasi jumlah tiket yang dijual pada hari tersebut, tentu dengan pemberitahuan sebelumnya. Hal ini penting untuk menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung.

Apabila hal tersebut sulit untuk dilakukan, cara lain bisa dilakukan dengan menambah areal berteduh atau menunggu bagi anggota keluarga yang tidak ikut berenang, setidaknya hal ini dapat menambah rasa nyaman para pengunjung.

Dan saya rasa, pihak pengelola pasti memiliki data pengunjung di setiap tahunnya. Sehingga data tersebut dapat menjadi pedoman dalam memperkirakan kapan lonjakan pengunjung. Jadi sebelum gelombang pengunjung itu datang, pengelola harus mempersiapkan infrastruktur sebaik mungkin.

Sebagai tempat wisata yang dikelola oleh masyarakat, sudah seharusnya masyarakat menunjukkan profesionalitas dalam hal pengelolaan dan penerapan sistem. Hal ini juga sudah pernah saya lihat saat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ambengan dengan penuh keseriusan mengelola sistem dan membangun infrastruktur destinasi wisata Air Terjun Jembong (dekat Posko KKN saya semasa mahasiswa).

Jadi, meski Air Sanih kerap dikunjungi wisatawan lokal, jangan sampai hal tersebut mengurangi niat pengelola untuk menghadirkan kenyamanan bagi pengunjungnya. Betul apa betul? [T]

Tags: air sanihbulelengPariwisatapariwisata buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Baleganjur PKB | Gianyar Mainkan “Wave of Springs”, Klungkung Bawa “Bulak Bangsing”, Karangasem “Makekobok”

Next Post

Hujan Air, Hujan Pujian, Hujan Cacian, Gianyar Harusnya Juara | Dari Lomba Baleganjur PKB 2022

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Hujan Air, Hujan Pujian, Hujan Cacian, Gianyar Harusnya Juara | Dari Lomba Baleganjur PKB 2022

Hujan Air, Hujan Pujian, Hujan Cacian, Gianyar Harusnya Juara | Dari Lomba Baleganjur PKB 2022

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co