2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ukraina dan Minyak Goreng, Kita Semua Punya Masalah

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 27, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kita, entah itu saya, kamu, dia, kami atau mereka, selalu punya masalah masing-masing.

Dulu, saya sering berpikir, hanya saya sendiri sajalah yang  punya masalah. Rupanya itu kekeliruan besar, setiap orang di planet ini pasti punya masalahnya sendiri-sendiri. Itulah makanya, saat ini bukan hanya ibu-ibu di Indonesia yang menghadapi masalah kelangkaan minyak goreng, seorang Putin pun tak kalah pelik masalah yang sedang dihadapinya, risiko perang dunia ketiga dari tindakannya menginvasi Ukraina. Ini jelas bukan masalah kaleng-kaleng.

Baik masalah yang sedang membelenggu presiden Rusia, Vladimir Putin, pun kekacauan yang lagi mengacak-acak penanggung jawab dapur se-Indonesia, ibu-ibu rempong Nusantara ini. Ibu-ibu atau dalam istilah populer media sosial warga +62 lebih heboh disebut emak-emak, telah mengambil peran cukup sentral dalam isu-isu sosial dalam masyarakat Indonesia.

Wajar saja emak-emak +62 semakin strong sebab telah terlatih menghadapi masalah bertubi-tubi. Sebelum kelangkaan minyak goreng, kita pasti masih ingat emak-emak kita berjibaku mengimbangi harga telor yang melambung dan tempe yang mencekik. Padahal ketiga komoditi pangan ini merupakan kebutuhan mendasar emak-emak kita di dapur dan tentu saja pula bahan utama bisnis kecil di bidang kuliner.    

Saya memang tak ikut begitu merasakan masalah emak-emak yang belum juga teratasi secara efektif hingga hari ini. Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menjaga stok aman dan harga ekonomis, minyak goreng untuk masyarakat. Tentu saja ini cukup menampar muka para pemimpin kita kalau mengingat-ingat, bangsa lain sudah siap-siap berimigrasi ke planet Mars namun kita masih ribut soal minyak goreng.

Jadi kita maklumi, pemerintah pun punya masalah alot saat ini. Meskipun, sekali lagi, saya tidak begitu merasakan urusan telor, tempe dan minyak goreng ini, namun bukannya saya tidak punya masalah. Sebagai seorang direktur RS dan juga seorang dokter, masalah nyata yang sedang terjadi adalah gelombang ketiga wabah covid-19 akibat varian Omicron.

Masalah menjadi lebih ruwet lagi karena klaim perawatan pasien covid-19 dan insentif nakes belum juga cair semuanya. Saya sih yakin dan maklum pemerintah perlu melakukan prioritas di bidang anggaran akibat dampak pandemi yang sedemikan luas dan sistemik ini. Nah, jika masalah ini, seluruh pemerintah di dunia pun pasti mengalaminya, tak terkecuali. Bahkan nakes di Polandia, satu negara maju di Eropa, juga menuntut kenaikan gaji dan pemangkasan jam kerja akibat kelelahan menangani pasien covid-19.

Rusia, sebagai satu negara adi daya punya masalah teramat besar yaitu rasa takut dan mungkin saja kesepian. Sejak ambruknya pada tahun 1991, satu persatu negara pecahan Uni Soviet, berpaling kepada NATO. Ini sangat menyakitkan.

Pernahkan kalian dicampakkan pacar yang sudah sekian tahun bersama menjalin kehangatan? Itulah yang dirasakan Rusia dan Vladimir Putin belakangan ini. Cuma Ukraina yang tersisa namun terus-menerus digoda oleh Amerika Serikat dan sekutunya untuk bergabung. Hal inilah, menurut kebanyakan orang, adalah masalah paling prinsip pemicu serangan Rusia ke Ukraina.

Sebagai negara terbesar kedua di Eropa, Ukraina-lah satu-satunya penghalang ambisi NATO untuk menguasai seluruh Eropa dan tentu saja selanjutnya melucuti Rusia secara politik ekonomi global. Putin selalu melontarkan alasan demiliterisasi kepada pemerintah Ukraina yang menindas milisi pemberontak pro Moscow. Putin pun selalu mengingatkan Rusia dan Ukraina adalah saudara satu ibu yang telah menjalin sejarah sejak abad kesembilan. Ketimbang patah hati, Rusia memilih cara laki-laki untuk menyelesaikan urusan ini, perang.

Serangan Rusia secara sepihak terhadap Ukraina dan tidak mendapat restu PBB sebetulnya cuma meniru prilaku Amerika Serikat yang suka menginvasi bangsa dan negara lain dengan berbagai dalih. Jadi jelas sekali, Amerika Serikat adalah bangsa dengan masalah besar, belum merupakan bangsa yang besar yang selama ini mereka akui dan banggakan.

BACA JUGA:

  • Kolom lain dari Dokter Arya

Bangsa besar tentu lain dengan bangsa dengan masalah besar. Kita harus akui banyak hal baik dari USA, namun sikap pemimpinnya, mau tidak mau akan menjadi identitas dari bangsanya. Identitas itulah yang menyandera Amerika Serikat sejak perang Vietnam, konflik Irak Quait, Suriah, Afghanistan dan masih banyak lagi. USA pada dasarnya memang pongah menyebut dirinya sebagai polisi dunia. Atas profesinya itu, ia telah menghukum banyak pemimpin dunia seperti Muaamar Khadafi,  Saddam Husein, Noriega, mungkin juga Sukarno  dan lain-lain. Menarget mendiang Fidel Castro, Kim Jong Un dan lain-lain.

Berbagai konflik geopolitik di berbagai belahan dunia, telah menjadi ladang subur untuk dipanen dengan omset milyaran dolar US bagi Amerika Serikat, profil yang sangat cocok untuk seorang bandar. Sayang sekali PBB sebagai polisi dunia yang sesungguhnya, tak pernah tegas menjalankan tugasnya. Maka jelas sudah PBB pun punya masalahnya sendiri.

Ukraina, negeri pesepak bola legendaris Andriy Shevchenko yang berjuluk sebagai negara keranjang roti Eropa tersebut, saat deklarasi kemerdekaannya menyatakan akan netral. Tentu yang dimaksud adalah netral di tengah-tengah, tidak memihak di antara dua kekuatan barat dan Rusia. Namun presiden Volodymyr Zelensky membawa Ukraina sangat terasa bagi Rusia terlalu mesra dengan Amerika Serikat, di depan mata di siang bolong.

Bagi seorang lelaki yang menyukai bela diri seperti presiden Putin, tentu saja ini pelecehan yang telah menodai harga diri dan bangsanya yang sulit dimaafkan. Saya juga curiga, jangan-jangan Putin sudah meyakini NATO dibawah kendali Joe Biden yang sudah menua  takkan betul-betul mau ikut berperang melawan Rusia. Mereka sudah terlalu banyak mengambil pelajaran berharga, baik dari perang Vietnam, invasi ke Irak maupun Afghanistan.

Maka tinggalah sendirian bangsa Ukraina yang malang dalam kepungan prajurit Rusia, dari berbagai arah, gara-gara presidennya yang tak cakap berdiplomasi. Serangan sudah terjadi, korban sudah berjatuhan. Kita doakan semoga nestapa kemanusiaan ini segera berakhir dan persoalan ruwet minyak goreng segera menemukan titik terang. Kalau tidak, masalah besar menanti untuk kita para pecinta gorengan dan batagor. [T]

Tags: minyak gorengPerang Dunia KetigaRusiaUkraina
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Idea-Puisika” & “Idea-Masa Lalu”

Next Post

BERBAGAI JENIS NYEPI YANG DIRAYAKAN DI BALI— Nyepi Tidak Berhubungan dengan Perayaan Tahun Baru

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
HINDU & KEJAWEN BERHALA?

BERBAGAI JENIS NYEPI YANG DIRAYAKAN DI BALI— Nyepi Tidak Berhubungan dengan Perayaan Tahun Baru

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co