3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ukraina dan Minyak Goreng, Kita Semua Punya Masalah

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 27, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kita, entah itu saya, kamu, dia, kami atau mereka, selalu punya masalah masing-masing.

Dulu, saya sering berpikir, hanya saya sendiri sajalah yang  punya masalah. Rupanya itu kekeliruan besar, setiap orang di planet ini pasti punya masalahnya sendiri-sendiri. Itulah makanya, saat ini bukan hanya ibu-ibu di Indonesia yang menghadapi masalah kelangkaan minyak goreng, seorang Putin pun tak kalah pelik masalah yang sedang dihadapinya, risiko perang dunia ketiga dari tindakannya menginvasi Ukraina. Ini jelas bukan masalah kaleng-kaleng.

Baik masalah yang sedang membelenggu presiden Rusia, Vladimir Putin, pun kekacauan yang lagi mengacak-acak penanggung jawab dapur se-Indonesia, ibu-ibu rempong Nusantara ini. Ibu-ibu atau dalam istilah populer media sosial warga +62 lebih heboh disebut emak-emak, telah mengambil peran cukup sentral dalam isu-isu sosial dalam masyarakat Indonesia.

Wajar saja emak-emak +62 semakin strong sebab telah terlatih menghadapi masalah bertubi-tubi. Sebelum kelangkaan minyak goreng, kita pasti masih ingat emak-emak kita berjibaku mengimbangi harga telor yang melambung dan tempe yang mencekik. Padahal ketiga komoditi pangan ini merupakan kebutuhan mendasar emak-emak kita di dapur dan tentu saja pula bahan utama bisnis kecil di bidang kuliner.    

Saya memang tak ikut begitu merasakan masalah emak-emak yang belum juga teratasi secara efektif hingga hari ini. Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menjaga stok aman dan harga ekonomis, minyak goreng untuk masyarakat. Tentu saja ini cukup menampar muka para pemimpin kita kalau mengingat-ingat, bangsa lain sudah siap-siap berimigrasi ke planet Mars namun kita masih ribut soal minyak goreng.

Jadi kita maklumi, pemerintah pun punya masalah alot saat ini. Meskipun, sekali lagi, saya tidak begitu merasakan urusan telor, tempe dan minyak goreng ini, namun bukannya saya tidak punya masalah. Sebagai seorang direktur RS dan juga seorang dokter, masalah nyata yang sedang terjadi adalah gelombang ketiga wabah covid-19 akibat varian Omicron.

Masalah menjadi lebih ruwet lagi karena klaim perawatan pasien covid-19 dan insentif nakes belum juga cair semuanya. Saya sih yakin dan maklum pemerintah perlu melakukan prioritas di bidang anggaran akibat dampak pandemi yang sedemikan luas dan sistemik ini. Nah, jika masalah ini, seluruh pemerintah di dunia pun pasti mengalaminya, tak terkecuali. Bahkan nakes di Polandia, satu negara maju di Eropa, juga menuntut kenaikan gaji dan pemangkasan jam kerja akibat kelelahan menangani pasien covid-19.

Rusia, sebagai satu negara adi daya punya masalah teramat besar yaitu rasa takut dan mungkin saja kesepian. Sejak ambruknya pada tahun 1991, satu persatu negara pecahan Uni Soviet, berpaling kepada NATO. Ini sangat menyakitkan.

Pernahkan kalian dicampakkan pacar yang sudah sekian tahun bersama menjalin kehangatan? Itulah yang dirasakan Rusia dan Vladimir Putin belakangan ini. Cuma Ukraina yang tersisa namun terus-menerus digoda oleh Amerika Serikat dan sekutunya untuk bergabung. Hal inilah, menurut kebanyakan orang, adalah masalah paling prinsip pemicu serangan Rusia ke Ukraina.

Sebagai negara terbesar kedua di Eropa, Ukraina-lah satu-satunya penghalang ambisi NATO untuk menguasai seluruh Eropa dan tentu saja selanjutnya melucuti Rusia secara politik ekonomi global. Putin selalu melontarkan alasan demiliterisasi kepada pemerintah Ukraina yang menindas milisi pemberontak pro Moscow. Putin pun selalu mengingatkan Rusia dan Ukraina adalah saudara satu ibu yang telah menjalin sejarah sejak abad kesembilan. Ketimbang patah hati, Rusia memilih cara laki-laki untuk menyelesaikan urusan ini, perang.

Serangan Rusia secara sepihak terhadap Ukraina dan tidak mendapat restu PBB sebetulnya cuma meniru prilaku Amerika Serikat yang suka menginvasi bangsa dan negara lain dengan berbagai dalih. Jadi jelas sekali, Amerika Serikat adalah bangsa dengan masalah besar, belum merupakan bangsa yang besar yang selama ini mereka akui dan banggakan.

BACA JUGA:

  • Kolom lain dari Dokter Arya

Bangsa besar tentu lain dengan bangsa dengan masalah besar. Kita harus akui banyak hal baik dari USA, namun sikap pemimpinnya, mau tidak mau akan menjadi identitas dari bangsanya. Identitas itulah yang menyandera Amerika Serikat sejak perang Vietnam, konflik Irak Quait, Suriah, Afghanistan dan masih banyak lagi. USA pada dasarnya memang pongah menyebut dirinya sebagai polisi dunia. Atas profesinya itu, ia telah menghukum banyak pemimpin dunia seperti Muaamar Khadafi,  Saddam Husein, Noriega, mungkin juga Sukarno  dan lain-lain. Menarget mendiang Fidel Castro, Kim Jong Un dan lain-lain.

Berbagai konflik geopolitik di berbagai belahan dunia, telah menjadi ladang subur untuk dipanen dengan omset milyaran dolar US bagi Amerika Serikat, profil yang sangat cocok untuk seorang bandar. Sayang sekali PBB sebagai polisi dunia yang sesungguhnya, tak pernah tegas menjalankan tugasnya. Maka jelas sudah PBB pun punya masalahnya sendiri.

Ukraina, negeri pesepak bola legendaris Andriy Shevchenko yang berjuluk sebagai negara keranjang roti Eropa tersebut, saat deklarasi kemerdekaannya menyatakan akan netral. Tentu yang dimaksud adalah netral di tengah-tengah, tidak memihak di antara dua kekuatan barat dan Rusia. Namun presiden Volodymyr Zelensky membawa Ukraina sangat terasa bagi Rusia terlalu mesra dengan Amerika Serikat, di depan mata di siang bolong.

Bagi seorang lelaki yang menyukai bela diri seperti presiden Putin, tentu saja ini pelecehan yang telah menodai harga diri dan bangsanya yang sulit dimaafkan. Saya juga curiga, jangan-jangan Putin sudah meyakini NATO dibawah kendali Joe Biden yang sudah menua  takkan betul-betul mau ikut berperang melawan Rusia. Mereka sudah terlalu banyak mengambil pelajaran berharga, baik dari perang Vietnam, invasi ke Irak maupun Afghanistan.

Maka tinggalah sendirian bangsa Ukraina yang malang dalam kepungan prajurit Rusia, dari berbagai arah, gara-gara presidennya yang tak cakap berdiplomasi. Serangan sudah terjadi, korban sudah berjatuhan. Kita doakan semoga nestapa kemanusiaan ini segera berakhir dan persoalan ruwet minyak goreng segera menemukan titik terang. Kalau tidak, masalah besar menanti untuk kita para pecinta gorengan dan batagor. [T]

Tags: minyak gorengPerang Dunia KetigaRusiaUkraina
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Idea-Puisika” & “Idea-Masa Lalu”

Next Post

BERBAGAI JENIS NYEPI YANG DIRAYAKAN DI BALI— Nyepi Tidak Berhubungan dengan Perayaan Tahun Baru

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
HINDU & KEJAWEN BERHALA?

BERBAGAI JENIS NYEPI YANG DIRAYAKAN DI BALI— Nyepi Tidak Berhubungan dengan Perayaan Tahun Baru

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co