24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ukraina dan Minyak Goreng, Kita Semua Punya Masalah

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 27, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kita, entah itu saya, kamu, dia, kami atau mereka, selalu punya masalah masing-masing.

Dulu, saya sering berpikir, hanya saya sendiri sajalah yang  punya masalah. Rupanya itu kekeliruan besar, setiap orang di planet ini pasti punya masalahnya sendiri-sendiri. Itulah makanya, saat ini bukan hanya ibu-ibu di Indonesia yang menghadapi masalah kelangkaan minyak goreng, seorang Putin pun tak kalah pelik masalah yang sedang dihadapinya, risiko perang dunia ketiga dari tindakannya menginvasi Ukraina. Ini jelas bukan masalah kaleng-kaleng.

Baik masalah yang sedang membelenggu presiden Rusia, Vladimir Putin, pun kekacauan yang lagi mengacak-acak penanggung jawab dapur se-Indonesia, ibu-ibu rempong Nusantara ini. Ibu-ibu atau dalam istilah populer media sosial warga +62 lebih heboh disebut emak-emak, telah mengambil peran cukup sentral dalam isu-isu sosial dalam masyarakat Indonesia.

Wajar saja emak-emak +62 semakin strong sebab telah terlatih menghadapi masalah bertubi-tubi. Sebelum kelangkaan minyak goreng, kita pasti masih ingat emak-emak kita berjibaku mengimbangi harga telor yang melambung dan tempe yang mencekik. Padahal ketiga komoditi pangan ini merupakan kebutuhan mendasar emak-emak kita di dapur dan tentu saja pula bahan utama bisnis kecil di bidang kuliner.    

Saya memang tak ikut begitu merasakan masalah emak-emak yang belum juga teratasi secara efektif hingga hari ini. Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menjaga stok aman dan harga ekonomis, minyak goreng untuk masyarakat. Tentu saja ini cukup menampar muka para pemimpin kita kalau mengingat-ingat, bangsa lain sudah siap-siap berimigrasi ke planet Mars namun kita masih ribut soal minyak goreng.

Jadi kita maklumi, pemerintah pun punya masalah alot saat ini. Meskipun, sekali lagi, saya tidak begitu merasakan urusan telor, tempe dan minyak goreng ini, namun bukannya saya tidak punya masalah. Sebagai seorang direktur RS dan juga seorang dokter, masalah nyata yang sedang terjadi adalah gelombang ketiga wabah covid-19 akibat varian Omicron.

Masalah menjadi lebih ruwet lagi karena klaim perawatan pasien covid-19 dan insentif nakes belum juga cair semuanya. Saya sih yakin dan maklum pemerintah perlu melakukan prioritas di bidang anggaran akibat dampak pandemi yang sedemikan luas dan sistemik ini. Nah, jika masalah ini, seluruh pemerintah di dunia pun pasti mengalaminya, tak terkecuali. Bahkan nakes di Polandia, satu negara maju di Eropa, juga menuntut kenaikan gaji dan pemangkasan jam kerja akibat kelelahan menangani pasien covid-19.

Rusia, sebagai satu negara adi daya punya masalah teramat besar yaitu rasa takut dan mungkin saja kesepian. Sejak ambruknya pada tahun 1991, satu persatu negara pecahan Uni Soviet, berpaling kepada NATO. Ini sangat menyakitkan.

Pernahkan kalian dicampakkan pacar yang sudah sekian tahun bersama menjalin kehangatan? Itulah yang dirasakan Rusia dan Vladimir Putin belakangan ini. Cuma Ukraina yang tersisa namun terus-menerus digoda oleh Amerika Serikat dan sekutunya untuk bergabung. Hal inilah, menurut kebanyakan orang, adalah masalah paling prinsip pemicu serangan Rusia ke Ukraina.

Sebagai negara terbesar kedua di Eropa, Ukraina-lah satu-satunya penghalang ambisi NATO untuk menguasai seluruh Eropa dan tentu saja selanjutnya melucuti Rusia secara politik ekonomi global. Putin selalu melontarkan alasan demiliterisasi kepada pemerintah Ukraina yang menindas milisi pemberontak pro Moscow. Putin pun selalu mengingatkan Rusia dan Ukraina adalah saudara satu ibu yang telah menjalin sejarah sejak abad kesembilan. Ketimbang patah hati, Rusia memilih cara laki-laki untuk menyelesaikan urusan ini, perang.

Serangan Rusia secara sepihak terhadap Ukraina dan tidak mendapat restu PBB sebetulnya cuma meniru prilaku Amerika Serikat yang suka menginvasi bangsa dan negara lain dengan berbagai dalih. Jadi jelas sekali, Amerika Serikat adalah bangsa dengan masalah besar, belum merupakan bangsa yang besar yang selama ini mereka akui dan banggakan.

BACA JUGA:

  • Kolom lain dari Dokter Arya

Bangsa besar tentu lain dengan bangsa dengan masalah besar. Kita harus akui banyak hal baik dari USA, namun sikap pemimpinnya, mau tidak mau akan menjadi identitas dari bangsanya. Identitas itulah yang menyandera Amerika Serikat sejak perang Vietnam, konflik Irak Quait, Suriah, Afghanistan dan masih banyak lagi. USA pada dasarnya memang pongah menyebut dirinya sebagai polisi dunia. Atas profesinya itu, ia telah menghukum banyak pemimpin dunia seperti Muaamar Khadafi,  Saddam Husein, Noriega, mungkin juga Sukarno  dan lain-lain. Menarget mendiang Fidel Castro, Kim Jong Un dan lain-lain.

Berbagai konflik geopolitik di berbagai belahan dunia, telah menjadi ladang subur untuk dipanen dengan omset milyaran dolar US bagi Amerika Serikat, profil yang sangat cocok untuk seorang bandar. Sayang sekali PBB sebagai polisi dunia yang sesungguhnya, tak pernah tegas menjalankan tugasnya. Maka jelas sudah PBB pun punya masalahnya sendiri.

Ukraina, negeri pesepak bola legendaris Andriy Shevchenko yang berjuluk sebagai negara keranjang roti Eropa tersebut, saat deklarasi kemerdekaannya menyatakan akan netral. Tentu yang dimaksud adalah netral di tengah-tengah, tidak memihak di antara dua kekuatan barat dan Rusia. Namun presiden Volodymyr Zelensky membawa Ukraina sangat terasa bagi Rusia terlalu mesra dengan Amerika Serikat, di depan mata di siang bolong.

Bagi seorang lelaki yang menyukai bela diri seperti presiden Putin, tentu saja ini pelecehan yang telah menodai harga diri dan bangsanya yang sulit dimaafkan. Saya juga curiga, jangan-jangan Putin sudah meyakini NATO dibawah kendali Joe Biden yang sudah menua  takkan betul-betul mau ikut berperang melawan Rusia. Mereka sudah terlalu banyak mengambil pelajaran berharga, baik dari perang Vietnam, invasi ke Irak maupun Afghanistan.

Maka tinggalah sendirian bangsa Ukraina yang malang dalam kepungan prajurit Rusia, dari berbagai arah, gara-gara presidennya yang tak cakap berdiplomasi. Serangan sudah terjadi, korban sudah berjatuhan. Kita doakan semoga nestapa kemanusiaan ini segera berakhir dan persoalan ruwet minyak goreng segera menemukan titik terang. Kalau tidak, masalah besar menanti untuk kita para pecinta gorengan dan batagor. [T]

Tags: minyak gorengPerang Dunia KetigaRusiaUkraina
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Idea-Puisika” & “Idea-Masa Lalu”

Next Post

BERBAGAI JENIS NYEPI YANG DIRAYAKAN DI BALI— Nyepi Tidak Berhubungan dengan Perayaan Tahun Baru

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
HINDU & KEJAWEN BERHALA?

BERBAGAI JENIS NYEPI YANG DIRAYAKAN DI BALI— Nyepi Tidak Berhubungan dengan Perayaan Tahun Baru

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co