27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ukraina dan Minyak Goreng, Kita Semua Punya Masalah

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
February 27, 2022
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Kita, entah itu saya, kamu, dia, kami atau mereka, selalu punya masalah masing-masing.

Dulu, saya sering berpikir, hanya saya sendiri sajalah yang  punya masalah. Rupanya itu kekeliruan besar, setiap orang di planet ini pasti punya masalahnya sendiri-sendiri. Itulah makanya, saat ini bukan hanya ibu-ibu di Indonesia yang menghadapi masalah kelangkaan minyak goreng, seorang Putin pun tak kalah pelik masalah yang sedang dihadapinya, risiko perang dunia ketiga dari tindakannya menginvasi Ukraina. Ini jelas bukan masalah kaleng-kaleng.

Baik masalah yang sedang membelenggu presiden Rusia, Vladimir Putin, pun kekacauan yang lagi mengacak-acak penanggung jawab dapur se-Indonesia, ibu-ibu rempong Nusantara ini. Ibu-ibu atau dalam istilah populer media sosial warga +62 lebih heboh disebut emak-emak, telah mengambil peran cukup sentral dalam isu-isu sosial dalam masyarakat Indonesia.

Wajar saja emak-emak +62 semakin strong sebab telah terlatih menghadapi masalah bertubi-tubi. Sebelum kelangkaan minyak goreng, kita pasti masih ingat emak-emak kita berjibaku mengimbangi harga telor yang melambung dan tempe yang mencekik. Padahal ketiga komoditi pangan ini merupakan kebutuhan mendasar emak-emak kita di dapur dan tentu saja pula bahan utama bisnis kecil di bidang kuliner.    

Saya memang tak ikut begitu merasakan masalah emak-emak yang belum juga teratasi secara efektif hingga hari ini. Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menjaga stok aman dan harga ekonomis, minyak goreng untuk masyarakat. Tentu saja ini cukup menampar muka para pemimpin kita kalau mengingat-ingat, bangsa lain sudah siap-siap berimigrasi ke planet Mars namun kita masih ribut soal minyak goreng.

Jadi kita maklumi, pemerintah pun punya masalah alot saat ini. Meskipun, sekali lagi, saya tidak begitu merasakan urusan telor, tempe dan minyak goreng ini, namun bukannya saya tidak punya masalah. Sebagai seorang direktur RS dan juga seorang dokter, masalah nyata yang sedang terjadi adalah gelombang ketiga wabah covid-19 akibat varian Omicron.

Masalah menjadi lebih ruwet lagi karena klaim perawatan pasien covid-19 dan insentif nakes belum juga cair semuanya. Saya sih yakin dan maklum pemerintah perlu melakukan prioritas di bidang anggaran akibat dampak pandemi yang sedemikan luas dan sistemik ini. Nah, jika masalah ini, seluruh pemerintah di dunia pun pasti mengalaminya, tak terkecuali. Bahkan nakes di Polandia, satu negara maju di Eropa, juga menuntut kenaikan gaji dan pemangkasan jam kerja akibat kelelahan menangani pasien covid-19.

Rusia, sebagai satu negara adi daya punya masalah teramat besar yaitu rasa takut dan mungkin saja kesepian. Sejak ambruknya pada tahun 1991, satu persatu negara pecahan Uni Soviet, berpaling kepada NATO. Ini sangat menyakitkan.

Pernahkan kalian dicampakkan pacar yang sudah sekian tahun bersama menjalin kehangatan? Itulah yang dirasakan Rusia dan Vladimir Putin belakangan ini. Cuma Ukraina yang tersisa namun terus-menerus digoda oleh Amerika Serikat dan sekutunya untuk bergabung. Hal inilah, menurut kebanyakan orang, adalah masalah paling prinsip pemicu serangan Rusia ke Ukraina.

Sebagai negara terbesar kedua di Eropa, Ukraina-lah satu-satunya penghalang ambisi NATO untuk menguasai seluruh Eropa dan tentu saja selanjutnya melucuti Rusia secara politik ekonomi global. Putin selalu melontarkan alasan demiliterisasi kepada pemerintah Ukraina yang menindas milisi pemberontak pro Moscow. Putin pun selalu mengingatkan Rusia dan Ukraina adalah saudara satu ibu yang telah menjalin sejarah sejak abad kesembilan. Ketimbang patah hati, Rusia memilih cara laki-laki untuk menyelesaikan urusan ini, perang.

Serangan Rusia secara sepihak terhadap Ukraina dan tidak mendapat restu PBB sebetulnya cuma meniru prilaku Amerika Serikat yang suka menginvasi bangsa dan negara lain dengan berbagai dalih. Jadi jelas sekali, Amerika Serikat adalah bangsa dengan masalah besar, belum merupakan bangsa yang besar yang selama ini mereka akui dan banggakan.

BACA JUGA:

  • Kolom lain dari Dokter Arya

Bangsa besar tentu lain dengan bangsa dengan masalah besar. Kita harus akui banyak hal baik dari USA, namun sikap pemimpinnya, mau tidak mau akan menjadi identitas dari bangsanya. Identitas itulah yang menyandera Amerika Serikat sejak perang Vietnam, konflik Irak Quait, Suriah, Afghanistan dan masih banyak lagi. USA pada dasarnya memang pongah menyebut dirinya sebagai polisi dunia. Atas profesinya itu, ia telah menghukum banyak pemimpin dunia seperti Muaamar Khadafi,  Saddam Husein, Noriega, mungkin juga Sukarno  dan lain-lain. Menarget mendiang Fidel Castro, Kim Jong Un dan lain-lain.

Berbagai konflik geopolitik di berbagai belahan dunia, telah menjadi ladang subur untuk dipanen dengan omset milyaran dolar US bagi Amerika Serikat, profil yang sangat cocok untuk seorang bandar. Sayang sekali PBB sebagai polisi dunia yang sesungguhnya, tak pernah tegas menjalankan tugasnya. Maka jelas sudah PBB pun punya masalahnya sendiri.

Ukraina, negeri pesepak bola legendaris Andriy Shevchenko yang berjuluk sebagai negara keranjang roti Eropa tersebut, saat deklarasi kemerdekaannya menyatakan akan netral. Tentu yang dimaksud adalah netral di tengah-tengah, tidak memihak di antara dua kekuatan barat dan Rusia. Namun presiden Volodymyr Zelensky membawa Ukraina sangat terasa bagi Rusia terlalu mesra dengan Amerika Serikat, di depan mata di siang bolong.

Bagi seorang lelaki yang menyukai bela diri seperti presiden Putin, tentu saja ini pelecehan yang telah menodai harga diri dan bangsanya yang sulit dimaafkan. Saya juga curiga, jangan-jangan Putin sudah meyakini NATO dibawah kendali Joe Biden yang sudah menua  takkan betul-betul mau ikut berperang melawan Rusia. Mereka sudah terlalu banyak mengambil pelajaran berharga, baik dari perang Vietnam, invasi ke Irak maupun Afghanistan.

Maka tinggalah sendirian bangsa Ukraina yang malang dalam kepungan prajurit Rusia, dari berbagai arah, gara-gara presidennya yang tak cakap berdiplomasi. Serangan sudah terjadi, korban sudah berjatuhan. Kita doakan semoga nestapa kemanusiaan ini segera berakhir dan persoalan ruwet minyak goreng segera menemukan titik terang. Kalau tidak, masalah besar menanti untuk kita para pecinta gorengan dan batagor. [T]

Tags: minyak gorengPerang Dunia KetigaRusiaUkraina
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Idea-Puisika” & “Idea-Masa Lalu”

Next Post

BERBAGAI JENIS NYEPI YANG DIRAYAKAN DI BALI— Nyepi Tidak Berhubungan dengan Perayaan Tahun Baru

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
HINDU & KEJAWEN BERHALA?

BERBAGAI JENIS NYEPI YANG DIRAYAKAN DI BALI— Nyepi Tidak Berhubungan dengan Perayaan Tahun Baru

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co