2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tatapan Orang Kampung untuk yang Asing

Agus Wiratama by Agus Wiratama
October 8, 2021
in Esai
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Agus Wiratama || Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

[21:16, 21/09/2021] Gung Gek: Kenapa mereka menatapku?

[21:49, 21/09/2021] Grudug: Karena kau pura-pura tak menatap mereka.

[21:51, 21/09/2021] Gung Gek: Aku tak akan ke rumahmu lagi!

[21:52, 21/09/2021] Grudug: Apa susahnya menatap balik dan tersenyum?

[21:53, 21/09/2021] Gung Gek: Goblok! Bagaimana tersenyum dari balik masker?

Percakapan itu berakhir di sana. Mungkin Grudug bingung menjawabnya. Ia mengirimiku tangkapan layar pesan whatsapp itu. Temannya tak lagi mau datang ke rumah Grudug lantaran masalah sepele—mungkin bagi temannya tak sepele: ditatap orang-orang yang nongkrong di pinggir jalan.

Kau mungkin pernah masuk suatu perkampungan lalu melihat orang-orang duduk-duduk di pinggir rumah sambil mengisap rokok dalam-dalam atau sambil ngopi atau memegang mangkuk bakso dan mereka menatapmu dari ujung kepala sampai kaki ketika lewat. Aku bisa menceritakan hal itu padamu, juga Grudug yang kepalanya tumpul tak mendapat jawaban untuk membalas pesan temannya.

Suatu malam, aku berjanji kumpul di suatu kafe dengan teman-teman kuliah. Mereka bukan orang kampung, tak perlu kusebut dari mana saja asalnya. Korti kelasku rupanya tak tahu banyak tempat nongkrong, tapi sambil menepuk dadanya ia berkata bahwa ia yang akan mencarikan tempat. Alhasil, ia memilih sebuah tempat ngopi yang tiba-tiba sesak untuk kami yang jumlahnya lebih dari sepuluh orang. Kafe itu terasa sangat sempit, lebih-lebih kami merombak tempat duduk untuk melingkar.

Aku ngobrol dengan mereka dan tertawa-tawa dengan lepas. Di tengah-tengah obrolan, tiba-tiba dua orang pelanggan, laki dan perempuan, masuk ke tempat itu. Kepala kami tiba-tiba saja menoleh pada mereka. Lalu, mereka pura-pura melihat ke sekeliling, padahal matanya terlihat seperti orang terkejut ketika hampir bersamaan kami menatapnya. Mereka akhirnya keluar dan batal memesan. Seketika aku merasa tak enak pada penjaga kafe. Kukatakan pada teman-teman bahwa kami harus memilih tempat yang lebih luas atau sekalian di emperan saja seperti dulu-dulu.

[19:55, 22/09/2021] Grudug: Masalahnya bukan di kafe! Tapi di desaku!

[20:30, 22/09/2021] Aku: Jangan dipotong dulu!

[20:35, 22/09/2021] Aku: Aku merasa tak ada bedanya antara aku dan teman-teman waktu di kafe dengan orang-orang di kampung. Aku merasa mengenal setiap orang di kampung. Karena kami saling kenal, setidaknya mereka akan menyapa dengan benda multifungsi itu: klakson, jika lewat.

Aku emang sering sebal dengan orang yang suka nglakson di lampu merah, tapi setelah kupikir-pikir, orang-orang kita memang kreatif. Klakson ada banyak fungsinya, ya. Oh, ya klaksonku rusak, kau tahu tempat memperbaiki atau membeli baru? Tapi aku tidak suka dengan dagang judes tempatmu biasa membeli alat-alat itu. Ia lebih mirip pemabuk daripada pedagang!

[20:35, 22/09/2021] Grudug: Kuberitahu jika kau tak ngelantur!!!

Aku menelpon Grudug. Kukisahkan satu hal yang biasa terjadi di kampung dan bagaimana hubungan kami.

Kampung adalah rumah bagi orang-orang yang tinggal di sana. Kami akrab seolah paham satu sama lain. Sebenarnya, siapa pun yang datang akan saling sapa atau paling tidak memberi salam: mengangguk, mengangkat alis, atau bahkan berteriak. Hal itu menjadi kebiasaan sehingga bila saja orang lain datang ke kampung, kami akan tahu bahwa mereka bukan bagian dari orang-orang kami atau sebaliknya. Tetapi, sebagaimana kerumunan orang, orang asing yang dikenalkan oleh teman tentu akan diterima.

Suatu kali, aku ingat betul ketika sebuah mobil putih masuk kampung kami. Itu bukan mobil salah satu orang di kampung. Ya, biasanya kami tahu kendaraan orang kampung. Dan orang di sebelahku tahu siapa yang membawa mobil itu: “Saudara si anu dari kota,” kata seseorang di sebelahku itu.

Barangkali ini adalah insting manusia. Maksudku, kita kenal wilayah privat diri dan wilayah. Bayangkan saja, ketika kau duduk di sofa yang agak lebar di suatu kafe, lalu orang lain datang dan tiba-tiba duduk di sebelahmu dalam jarak kurang dari setengah meter, misalnya. Tentu ada perasaan yang asing (mungkin privasi yang terancam?) tapi ini sedikit sama dengan masuk kampung. Dulu, aku berpikir bahwa hal semacam itu akan terjadi selamanya. Tapi, dalam belasan tahun hal itu rupanya pelan-pelan berubah, meskipun, jalanan di kampungku masih menjadi ruang privat untuk kami. Ia privat sekaligus umum.

Hal ini membuatku membayangkan jalanan di wilayah ramai. Sebut saja Ubud. Orang-orang asing datang dan pergi dan bagaimana jalanan di sana?  Jalanan bukan lagi ruang privat komunitas masyarakat. Tapi, hal seperti ini sudah terjadi di banyak tempat. Jalan menjadi ruang umum bagi semua orang yang berkepentingan.

Gara-gara pertanyaan Grudug. Sedikit tidak aku menjadi paham bahwa semestinya, di satu sisi, aku bersyukur sebab komunitas masyarakatku masih punya batas teritori privat itu. Tapi perubahan memang tidak bisa dibendung. Katakanlah di suatu wilayah subak dekat rumahku. Di sana, jalanan setapak mulai dibeton, air sungai kecil di pinggir jalan masih bersih dan orang-orang menggunakan sungai itu sebagai tempat mandi.

Tempat itu dulu adalah tempat bermain anak-anak—tentu pada saat itu sawah menjadi tempat bermain yang lapang—semua orang yang bermain ke sana, petani yang mengurusi sawah adalah orang yang kami kenal. Tapi kini, bahkan orang-orang yang mandi di sana tidak bisa kukenali wajahnya dan beberapa dari mereka tidak saling kenal satu sama lain. Jalan beton yang kecil itu sudah menjadi ruang umum, bukan lagi ruang domestik antar masyarakat yang khusus. [T]

Tags: kampungorang baliPariwisatapersahabatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

Next Post

Psiko-Anomali | Cerpen AS Kurnia

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Psiko-Anomali | Cerpen AS Kurnia

Psiko-Anomali | Cerpen AS Kurnia

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co