23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tatapan Orang Kampung untuk yang Asing

Agus Wiratama by Agus Wiratama
October 8, 2021
in Esai
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Agus Wiratama || Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

[21:16, 21/09/2021] Gung Gek: Kenapa mereka menatapku?

[21:49, 21/09/2021] Grudug: Karena kau pura-pura tak menatap mereka.

[21:51, 21/09/2021] Gung Gek: Aku tak akan ke rumahmu lagi!

[21:52, 21/09/2021] Grudug: Apa susahnya menatap balik dan tersenyum?

[21:53, 21/09/2021] Gung Gek: Goblok! Bagaimana tersenyum dari balik masker?

Percakapan itu berakhir di sana. Mungkin Grudug bingung menjawabnya. Ia mengirimiku tangkapan layar pesan whatsapp itu. Temannya tak lagi mau datang ke rumah Grudug lantaran masalah sepele—mungkin bagi temannya tak sepele: ditatap orang-orang yang nongkrong di pinggir jalan.

Kau mungkin pernah masuk suatu perkampungan lalu melihat orang-orang duduk-duduk di pinggir rumah sambil mengisap rokok dalam-dalam atau sambil ngopi atau memegang mangkuk bakso dan mereka menatapmu dari ujung kepala sampai kaki ketika lewat. Aku bisa menceritakan hal itu padamu, juga Grudug yang kepalanya tumpul tak mendapat jawaban untuk membalas pesan temannya.

Suatu malam, aku berjanji kumpul di suatu kafe dengan teman-teman kuliah. Mereka bukan orang kampung, tak perlu kusebut dari mana saja asalnya. Korti kelasku rupanya tak tahu banyak tempat nongkrong, tapi sambil menepuk dadanya ia berkata bahwa ia yang akan mencarikan tempat. Alhasil, ia memilih sebuah tempat ngopi yang tiba-tiba sesak untuk kami yang jumlahnya lebih dari sepuluh orang. Kafe itu terasa sangat sempit, lebih-lebih kami merombak tempat duduk untuk melingkar.

Aku ngobrol dengan mereka dan tertawa-tawa dengan lepas. Di tengah-tengah obrolan, tiba-tiba dua orang pelanggan, laki dan perempuan, masuk ke tempat itu. Kepala kami tiba-tiba saja menoleh pada mereka. Lalu, mereka pura-pura melihat ke sekeliling, padahal matanya terlihat seperti orang terkejut ketika hampir bersamaan kami menatapnya. Mereka akhirnya keluar dan batal memesan. Seketika aku merasa tak enak pada penjaga kafe. Kukatakan pada teman-teman bahwa kami harus memilih tempat yang lebih luas atau sekalian di emperan saja seperti dulu-dulu.

[19:55, 22/09/2021] Grudug: Masalahnya bukan di kafe! Tapi di desaku!

[20:30, 22/09/2021] Aku: Jangan dipotong dulu!

[20:35, 22/09/2021] Aku: Aku merasa tak ada bedanya antara aku dan teman-teman waktu di kafe dengan orang-orang di kampung. Aku merasa mengenal setiap orang di kampung. Karena kami saling kenal, setidaknya mereka akan menyapa dengan benda multifungsi itu: klakson, jika lewat.

Aku emang sering sebal dengan orang yang suka nglakson di lampu merah, tapi setelah kupikir-pikir, orang-orang kita memang kreatif. Klakson ada banyak fungsinya, ya. Oh, ya klaksonku rusak, kau tahu tempat memperbaiki atau membeli baru? Tapi aku tidak suka dengan dagang judes tempatmu biasa membeli alat-alat itu. Ia lebih mirip pemabuk daripada pedagang!

[20:35, 22/09/2021] Grudug: Kuberitahu jika kau tak ngelantur!!!

Aku menelpon Grudug. Kukisahkan satu hal yang biasa terjadi di kampung dan bagaimana hubungan kami.

Kampung adalah rumah bagi orang-orang yang tinggal di sana. Kami akrab seolah paham satu sama lain. Sebenarnya, siapa pun yang datang akan saling sapa atau paling tidak memberi salam: mengangguk, mengangkat alis, atau bahkan berteriak. Hal itu menjadi kebiasaan sehingga bila saja orang lain datang ke kampung, kami akan tahu bahwa mereka bukan bagian dari orang-orang kami atau sebaliknya. Tetapi, sebagaimana kerumunan orang, orang asing yang dikenalkan oleh teman tentu akan diterima.

Suatu kali, aku ingat betul ketika sebuah mobil putih masuk kampung kami. Itu bukan mobil salah satu orang di kampung. Ya, biasanya kami tahu kendaraan orang kampung. Dan orang di sebelahku tahu siapa yang membawa mobil itu: “Saudara si anu dari kota,” kata seseorang di sebelahku itu.

Barangkali ini adalah insting manusia. Maksudku, kita kenal wilayah privat diri dan wilayah. Bayangkan saja, ketika kau duduk di sofa yang agak lebar di suatu kafe, lalu orang lain datang dan tiba-tiba duduk di sebelahmu dalam jarak kurang dari setengah meter, misalnya. Tentu ada perasaan yang asing (mungkin privasi yang terancam?) tapi ini sedikit sama dengan masuk kampung. Dulu, aku berpikir bahwa hal semacam itu akan terjadi selamanya. Tapi, dalam belasan tahun hal itu rupanya pelan-pelan berubah, meskipun, jalanan di kampungku masih menjadi ruang privat untuk kami. Ia privat sekaligus umum.

Hal ini membuatku membayangkan jalanan di wilayah ramai. Sebut saja Ubud. Orang-orang asing datang dan pergi dan bagaimana jalanan di sana?  Jalanan bukan lagi ruang privat komunitas masyarakat. Tapi, hal seperti ini sudah terjadi di banyak tempat. Jalan menjadi ruang umum bagi semua orang yang berkepentingan.

Gara-gara pertanyaan Grudug. Sedikit tidak aku menjadi paham bahwa semestinya, di satu sisi, aku bersyukur sebab komunitas masyarakatku masih punya batas teritori privat itu. Tapi perubahan memang tidak bisa dibendung. Katakanlah di suatu wilayah subak dekat rumahku. Di sana, jalanan setapak mulai dibeton, air sungai kecil di pinggir jalan masih bersih dan orang-orang menggunakan sungai itu sebagai tempat mandi.

Tempat itu dulu adalah tempat bermain anak-anak—tentu pada saat itu sawah menjadi tempat bermain yang lapang—semua orang yang bermain ke sana, petani yang mengurusi sawah adalah orang yang kami kenal. Tapi kini, bahkan orang-orang yang mandi di sana tidak bisa kukenali wajahnya dan beberapa dari mereka tidak saling kenal satu sama lain. Jalan beton yang kecil itu sudah menjadi ruang umum, bukan lagi ruang domestik antar masyarakat yang khusus. [T]

Tags: kampungorang baliPariwisatapersahabatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

Next Post

Psiko-Anomali | Cerpen AS Kurnia

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Psiko-Anomali | Cerpen AS Kurnia

Psiko-Anomali | Cerpen AS Kurnia

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co