3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tatapan Orang Kampung untuk yang Asing

Agus Wiratama by Agus Wiratama
October 8, 2021
in Esai
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Agus Wiratama || Ilustrasi tatkala.co || Nana Partha

[21:16, 21/09/2021] Gung Gek: Kenapa mereka menatapku?

[21:49, 21/09/2021] Grudug: Karena kau pura-pura tak menatap mereka.

[21:51, 21/09/2021] Gung Gek: Aku tak akan ke rumahmu lagi!

[21:52, 21/09/2021] Grudug: Apa susahnya menatap balik dan tersenyum?

[21:53, 21/09/2021] Gung Gek: Goblok! Bagaimana tersenyum dari balik masker?

Percakapan itu berakhir di sana. Mungkin Grudug bingung menjawabnya. Ia mengirimiku tangkapan layar pesan whatsapp itu. Temannya tak lagi mau datang ke rumah Grudug lantaran masalah sepele—mungkin bagi temannya tak sepele: ditatap orang-orang yang nongkrong di pinggir jalan.

Kau mungkin pernah masuk suatu perkampungan lalu melihat orang-orang duduk-duduk di pinggir rumah sambil mengisap rokok dalam-dalam atau sambil ngopi atau memegang mangkuk bakso dan mereka menatapmu dari ujung kepala sampai kaki ketika lewat. Aku bisa menceritakan hal itu padamu, juga Grudug yang kepalanya tumpul tak mendapat jawaban untuk membalas pesan temannya.

Suatu malam, aku berjanji kumpul di suatu kafe dengan teman-teman kuliah. Mereka bukan orang kampung, tak perlu kusebut dari mana saja asalnya. Korti kelasku rupanya tak tahu banyak tempat nongkrong, tapi sambil menepuk dadanya ia berkata bahwa ia yang akan mencarikan tempat. Alhasil, ia memilih sebuah tempat ngopi yang tiba-tiba sesak untuk kami yang jumlahnya lebih dari sepuluh orang. Kafe itu terasa sangat sempit, lebih-lebih kami merombak tempat duduk untuk melingkar.

Aku ngobrol dengan mereka dan tertawa-tawa dengan lepas. Di tengah-tengah obrolan, tiba-tiba dua orang pelanggan, laki dan perempuan, masuk ke tempat itu. Kepala kami tiba-tiba saja menoleh pada mereka. Lalu, mereka pura-pura melihat ke sekeliling, padahal matanya terlihat seperti orang terkejut ketika hampir bersamaan kami menatapnya. Mereka akhirnya keluar dan batal memesan. Seketika aku merasa tak enak pada penjaga kafe. Kukatakan pada teman-teman bahwa kami harus memilih tempat yang lebih luas atau sekalian di emperan saja seperti dulu-dulu.

[19:55, 22/09/2021] Grudug: Masalahnya bukan di kafe! Tapi di desaku!

[20:30, 22/09/2021] Aku: Jangan dipotong dulu!

[20:35, 22/09/2021] Aku: Aku merasa tak ada bedanya antara aku dan teman-teman waktu di kafe dengan orang-orang di kampung. Aku merasa mengenal setiap orang di kampung. Karena kami saling kenal, setidaknya mereka akan menyapa dengan benda multifungsi itu: klakson, jika lewat.

Aku emang sering sebal dengan orang yang suka nglakson di lampu merah, tapi setelah kupikir-pikir, orang-orang kita memang kreatif. Klakson ada banyak fungsinya, ya. Oh, ya klaksonku rusak, kau tahu tempat memperbaiki atau membeli baru? Tapi aku tidak suka dengan dagang judes tempatmu biasa membeli alat-alat itu. Ia lebih mirip pemabuk daripada pedagang!

[20:35, 22/09/2021] Grudug: Kuberitahu jika kau tak ngelantur!!!

Aku menelpon Grudug. Kukisahkan satu hal yang biasa terjadi di kampung dan bagaimana hubungan kami.

Kampung adalah rumah bagi orang-orang yang tinggal di sana. Kami akrab seolah paham satu sama lain. Sebenarnya, siapa pun yang datang akan saling sapa atau paling tidak memberi salam: mengangguk, mengangkat alis, atau bahkan berteriak. Hal itu menjadi kebiasaan sehingga bila saja orang lain datang ke kampung, kami akan tahu bahwa mereka bukan bagian dari orang-orang kami atau sebaliknya. Tetapi, sebagaimana kerumunan orang, orang asing yang dikenalkan oleh teman tentu akan diterima.

Suatu kali, aku ingat betul ketika sebuah mobil putih masuk kampung kami. Itu bukan mobil salah satu orang di kampung. Ya, biasanya kami tahu kendaraan orang kampung. Dan orang di sebelahku tahu siapa yang membawa mobil itu: “Saudara si anu dari kota,” kata seseorang di sebelahku itu.

Barangkali ini adalah insting manusia. Maksudku, kita kenal wilayah privat diri dan wilayah. Bayangkan saja, ketika kau duduk di sofa yang agak lebar di suatu kafe, lalu orang lain datang dan tiba-tiba duduk di sebelahmu dalam jarak kurang dari setengah meter, misalnya. Tentu ada perasaan yang asing (mungkin privasi yang terancam?) tapi ini sedikit sama dengan masuk kampung. Dulu, aku berpikir bahwa hal semacam itu akan terjadi selamanya. Tapi, dalam belasan tahun hal itu rupanya pelan-pelan berubah, meskipun, jalanan di kampungku masih menjadi ruang privat untuk kami. Ia privat sekaligus umum.

Hal ini membuatku membayangkan jalanan di wilayah ramai. Sebut saja Ubud. Orang-orang asing datang dan pergi dan bagaimana jalanan di sana?  Jalanan bukan lagi ruang privat komunitas masyarakat. Tapi, hal seperti ini sudah terjadi di banyak tempat. Jalan menjadi ruang umum bagi semua orang yang berkepentingan.

Gara-gara pertanyaan Grudug. Sedikit tidak aku menjadi paham bahwa semestinya, di satu sisi, aku bersyukur sebab komunitas masyarakatku masih punya batas teritori privat itu. Tapi perubahan memang tidak bisa dibendung. Katakanlah di suatu wilayah subak dekat rumahku. Di sana, jalanan setapak mulai dibeton, air sungai kecil di pinggir jalan masih bersih dan orang-orang menggunakan sungai itu sebagai tempat mandi.

Tempat itu dulu adalah tempat bermain anak-anak—tentu pada saat itu sawah menjadi tempat bermain yang lapang—semua orang yang bermain ke sana, petani yang mengurusi sawah adalah orang yang kami kenal. Tapi kini, bahkan orang-orang yang mandi di sana tidak bisa kukenali wajahnya dan beberapa dari mereka tidak saling kenal satu sama lain. Jalan beton yang kecil itu sudah menjadi ruang umum, bukan lagi ruang domestik antar masyarakat yang khusus. [T]

Tags: kampungorang baliPariwisatapersahabatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

Next Post

Psiko-Anomali | Cerpen AS Kurnia

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Psiko-Anomali | Cerpen AS Kurnia

Psiko-Anomali | Cerpen AS Kurnia

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co