23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serba-serbi Proses Penerjemahan Buku Sastra Bali Modern ke Bahasa Indonesia

tatkala by tatkala
October 8, 2021
in Berita
Serba-serbi Proses Penerjemahan Buku Sastra Bali Modern ke Bahasa Indonesia

Sejumlah penerjemah, sastrawan, reviewer dan penyunting dalam proses penerjemahan Sastra Bali Modern ke Bahasa Indonesia

Selesailah sudah proses penerjemahan 16 buku Sastra Bali Modern (novel dan kumpulan cerpen) ke dalam Bahasa Indonesia pada proyek penerjemahan Balai Bahasa Provinsi Bali tahun 2021. Setelah para penerjemah mengerjakan terjemahan selama beberapa bulan, digelar kemudian acara Diseminasi   Karya Sastra Terjemahan Sastra Daerah di Hotel Inna Sindhu, Sanur, Denpasar, 1-3 Oktober 2021.

Dalam acara selama tiga hari itu, Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai penyelenggara mempertemukan para penerjemah, penelaah (reviewer), penyunting, dan sastrawan yang karyanya diterjemahkan. Mereka dipertemukan untuk berdiskusi sampai menemukan kata sepakat terhadap terjemahan yang sudah dihasilkan.

Inilah 16 buku yang diterjemahkan itu:

  1. “Mekel Paris” karya Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten diterjemahkan Ida Ayu Oka Rusmini dengan reviewer Arif Bagus Prasetyo.
  2. “Macan Raden” karya I Gusti Putu Bawa Samar Gantang dengan penerjemah I Gusti Ayu Mahindu Dewi Purbarini dan reviwer Arif Bagus Prasetyo.  
  3. “Luh Jalir” karya A.A. Sagung Mas Ruscitadewi diterjemahkan Made Adnyana Ole dengan reviwer Arif Bagus Prasetyo.         
  4. “Mlancaran ke Sasak” karya Gde Srawana, penerjemah I Gede Agus Darma Putra dengan reviewer Dr. I Wayan Artika.
  5. “Begal” karya IDK Raka Kusuma, penerjemah I Komang Adnyana dengan reviewer Dr. I Wayan Artika.
  6. “Gending Girang Sisi Pakerisan” karya A.A. Wiyat S. Ardhi, penerjemah Wayan Sumahardika, reviewer  Dr. I Wayan Artika.
  7. “Kupu-Kupu Kuning Ngindang di Candidasa” karya I Ketut Sandiasa, penerjemah I Nyoman Agus Sudipta, reviewer Dr. I Wayan Suardiana.
  8. “Sunari” karya I Ketut Rida, diterjemahkan I Wayan Westa dengan reviewer Dr. I Wayan Suardiana.
  9. “Aud Kelor” karya Dewa Ayu Carma Citrawati, penerjemah I Gede Gita Purnama dengan reviewer Dr. I Wayan Suardiana, M.Hum.   
  10. “Depang Tiang Bajang Kayang-Kayang”  karya I Nyoman Manda, penerjemah I Wayan Yogik Aditya Urdhahana, reviewer   Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra.
  11. “Sentana” karya I Made Sugianto, penerjemah Ayu Putri Suryaningrat, reviewer Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra.
  12. “Dasa Tali Dogen” karya Gde Darna, penerjemah Kadek Sonia Piscayanti dengan reviewer Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra.
  13. “Swecan Widhi” karya Komang Alit Juliarta dengan penerjemah I Putu Supartika, reviewer I Dewa Gede Windhu Sancaya.
  14. “Ngurug Pasih” karya I Gede Putra Ariawan dengan penerjemah Putu Eka Guna Yasa, reviewer I Dewa Gede Windhu Sancaya.
  15. “Nglekadang Meme” karya I Komang Berata, penerjemah   I Wayan Kerti dengan reviewer I Dewa Gede Windhu Sancaya.
  16. “Gede Ombak Gede Angin” karya I Made Suarsa dengan penerjemah Ni Luh Yesi Candrika, reviewer  I Dewa Gede Windhu Sancaya.

Arif Bagus Prasetyo, sastrawan dan penerjemah professional yang menjadi reviewer dalam acara desiminasi itu,  menilai usaha penerjermahan karya sastra daerah di Provinsi Bali sudah ideal. Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai penyelenggara dengan upaya yang keras mempertemukan penerjemah, penulis yang karyanya diterjemahkan, penyunting, dan reviewer dalam satu meja. Sehingga permasalahan dalam penerjemahan pun bisa dituntaskan.

“Ini ideal sekali. Jarang ada proses penerjemahan melibatkan penulis yang karyanya diterjemahkan,” kata Arif.

Dalam diseminasi yang mempertemukan penerjemah, sastrawan, reviewer dan penyunting itu terungkap beberapa permasalahan yang sesekali memerlukan diskusi panjang.

Agus Darma Putra yang menerjemahkan ‘Malancaran ka Sasak’ mengaku punya persoalan dalam mengalihbahasakan istilah Bali. Misalnya kalimat, “Dayu dadi dayanin, Desak dadi desekin, jaba dadi jabagin,”.

“Kalimat itu permainan kata dalam Bahasa Bali yang sulit dialihbahasakan,” kata Darma Putra yang juga dosen di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar itu.

Daya dalam bahasa Indonesia berarti curang. “Jadi tidak cocok jika ‘Dayu dadi dayanin’ diubah menjadi Dayu boleh dicurangi,” kata Darma Putra.

Dan, memang menerjemahkan bukanlah perkara mudah. Selain kasus sebagaimana disampaikan Darma Putra, terdapat banyak hal yang didiskusikan, bahkan dengan waktu yang cukup lama. Misalnya, apakah judul atau kata-kata yang mengandung kearifan lokal perlu diterjemahkan. Seperti judul cerpen Purusa. Apa terjemahan dari judul itu? Tanggungjawab, poros, atau apa.

Apakah kata sapaan, seperti “beli” perlu diterjemahkan menjadi “kakak”, “meme” menjadi “ibu”, “mbok” menjadi “kakak”, atau “uwak” menjadi “paman”?

Apakah tiang atau titiang diterjemahkan menjadi “saya” atau “aku”?

Hal-hal yang tampaknya sederhana itu terjadi menimbulkan sejumlah perdebatan dalam diskusi. Sehingga, diskusi dalam desiminasi itu benar-benar menjadi pelajaran baru bagi para penerjemah yang rata-rata memang tak pernah punya pengalaman menerjemahkan sebelumnya.   

Dari banyaknya persoalan yang muncul dalam diskusi selama tiga hari itu, akhirnya terdapat sejumlah kesimpulan. Puji Retno Hardiningtyas, perwakilan penyunting dari Balai Bahasa Provinsi Bali membacakan kesimpulan itu di akhir diskusi. Kesimpulan itu antara lain:

Hampir semua judul dari 16 naskah cerita yang diterjemahkan tetap mempertahankan bahasa Bali. Tim reviewer menyepakati dengan keputusan penerjemah. Misalnya, buku dengan judul Luh Jalir tetap dipertahankan dengan judul Luh Jalir, bukan misalnya Perempuan Jalang.

Disepakati juga penulisan yang sesuai dengan ejaan bahasa Bali, misalnya penulisan beli (kakak), bukan bli.

Penggunaan catatan kaki hanya digunakan untuk karya terjemahan “Depang Tiang Bajang Kayang-Kayang” menjadi “Biarkan Saya Lajang Selama-Lamanya”. Ini dilakukan karena naskah aslinya berisi percakapan tokoh dengan menggunakan bahasa Inggris.

Kata-kata bercetak miring atau kata yang diapit tanda petik yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia diberi penjelasan menggunakan catatan akhir dengan model glosarium. Tujuannya untuk dapat dijadikan sumbangan pengayaan bahasa Indonesia.

Khusus untuk Depang Tiang Bajang Kayang-Kayang, penerjemahannya agak “merombak” karya tersebut karena bahasa Bali dalam karya tersebut adalah bahasa lisan yang dituliskan.

Ada beberapa kata dalam bahasa Bali yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sehingga kata-kata tersebut diputuskan tetap digunakan dan ditulis dengan huruf miring.

Kata-kata penting dalam bahasa Bali yang masih tetap dipertahankan penggunaannya dalam naskah, dibuat daftar istilah atau glosarium.

Judul buku dan sub-judul yang menunjukkan kearifan lokal (local genius) tetap dipertahankan dengan menggunakan bahasa Bali. Kata-kata ragam cakap, seperti kos, tidak dicetak miring mengingat kata-kata seperti itu sudah umum dipakai apalagi dalam dialog kecuali ada pertimbangan lain. [T]

_____

SELANJUTNYA BACA:

Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

____

Tags: Balai Bahasa Balisastrasastra bali modernterjemahan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kamau Abayomi: Puisi, Musik dan DJ | Ia Hirup Sejuk Udara Desa Apuan

Next Post

Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
0
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

Read moreDetails

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
0
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

Read moreDetails

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
0
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

Read moreDetails

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
0
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

Read moreDetails

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

Read moreDetails

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

by tatkala
October 3, 2026
0
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

Read moreDetails

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

by Jaswanto
October 1, 2026
0
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

Read moreDetails

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
0
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails
Next Post
Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co