2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serba-serbi Proses Penerjemahan Buku Sastra Bali Modern ke Bahasa Indonesia

tatkala by tatkala
October 8, 2021
in Berita
Serba-serbi Proses Penerjemahan Buku Sastra Bali Modern ke Bahasa Indonesia

Sejumlah penerjemah, sastrawan, reviewer dan penyunting dalam proses penerjemahan Sastra Bali Modern ke Bahasa Indonesia

Selesailah sudah proses penerjemahan 16 buku Sastra Bali Modern (novel dan kumpulan cerpen) ke dalam Bahasa Indonesia pada proyek penerjemahan Balai Bahasa Provinsi Bali tahun 2021. Setelah para penerjemah mengerjakan terjemahan selama beberapa bulan, digelar kemudian acara Diseminasi   Karya Sastra Terjemahan Sastra Daerah di Hotel Inna Sindhu, Sanur, Denpasar, 1-3 Oktober 2021.

Dalam acara selama tiga hari itu, Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai penyelenggara mempertemukan para penerjemah, penelaah (reviewer), penyunting, dan sastrawan yang karyanya diterjemahkan. Mereka dipertemukan untuk berdiskusi sampai menemukan kata sepakat terhadap terjemahan yang sudah dihasilkan.

Inilah 16 buku yang diterjemahkan itu:

  1. “Mekel Paris” karya Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten diterjemahkan Ida Ayu Oka Rusmini dengan reviewer Arif Bagus Prasetyo.
  2. “Macan Raden” karya I Gusti Putu Bawa Samar Gantang dengan penerjemah I Gusti Ayu Mahindu Dewi Purbarini dan reviwer Arif Bagus Prasetyo.  
  3. “Luh Jalir” karya A.A. Sagung Mas Ruscitadewi diterjemahkan Made Adnyana Ole dengan reviwer Arif Bagus Prasetyo.         
  4. “Mlancaran ke Sasak” karya Gde Srawana, penerjemah I Gede Agus Darma Putra dengan reviewer Dr. I Wayan Artika.
  5. “Begal” karya IDK Raka Kusuma, penerjemah I Komang Adnyana dengan reviewer Dr. I Wayan Artika.
  6. “Gending Girang Sisi Pakerisan” karya A.A. Wiyat S. Ardhi, penerjemah Wayan Sumahardika, reviewer  Dr. I Wayan Artika.
  7. “Kupu-Kupu Kuning Ngindang di Candidasa” karya I Ketut Sandiasa, penerjemah I Nyoman Agus Sudipta, reviewer Dr. I Wayan Suardiana.
  8. “Sunari” karya I Ketut Rida, diterjemahkan I Wayan Westa dengan reviewer Dr. I Wayan Suardiana.
  9. “Aud Kelor” karya Dewa Ayu Carma Citrawati, penerjemah I Gede Gita Purnama dengan reviewer Dr. I Wayan Suardiana, M.Hum.   
  10. “Depang Tiang Bajang Kayang-Kayang”  karya I Nyoman Manda, penerjemah I Wayan Yogik Aditya Urdhahana, reviewer   Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra.
  11. “Sentana” karya I Made Sugianto, penerjemah Ayu Putri Suryaningrat, reviewer Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra.
  12. “Dasa Tali Dogen” karya Gde Darna, penerjemah Kadek Sonia Piscayanti dengan reviewer Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra.
  13. “Swecan Widhi” karya Komang Alit Juliarta dengan penerjemah I Putu Supartika, reviewer I Dewa Gede Windhu Sancaya.
  14. “Ngurug Pasih” karya I Gede Putra Ariawan dengan penerjemah Putu Eka Guna Yasa, reviewer I Dewa Gede Windhu Sancaya.
  15. “Nglekadang Meme” karya I Komang Berata, penerjemah   I Wayan Kerti dengan reviewer I Dewa Gede Windhu Sancaya.
  16. “Gede Ombak Gede Angin” karya I Made Suarsa dengan penerjemah Ni Luh Yesi Candrika, reviewer  I Dewa Gede Windhu Sancaya.

Arif Bagus Prasetyo, sastrawan dan penerjemah professional yang menjadi reviewer dalam acara desiminasi itu,  menilai usaha penerjermahan karya sastra daerah di Provinsi Bali sudah ideal. Balai Bahasa Provinsi Bali sebagai penyelenggara dengan upaya yang keras mempertemukan penerjemah, penulis yang karyanya diterjemahkan, penyunting, dan reviewer dalam satu meja. Sehingga permasalahan dalam penerjemahan pun bisa dituntaskan.

“Ini ideal sekali. Jarang ada proses penerjemahan melibatkan penulis yang karyanya diterjemahkan,” kata Arif.

Dalam diseminasi yang mempertemukan penerjemah, sastrawan, reviewer dan penyunting itu terungkap beberapa permasalahan yang sesekali memerlukan diskusi panjang.

Agus Darma Putra yang menerjemahkan ‘Malancaran ka Sasak’ mengaku punya persoalan dalam mengalihbahasakan istilah Bali. Misalnya kalimat, “Dayu dadi dayanin, Desak dadi desekin, jaba dadi jabagin,”.

“Kalimat itu permainan kata dalam Bahasa Bali yang sulit dialihbahasakan,” kata Darma Putra yang juga dosen di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar itu.

Daya dalam bahasa Indonesia berarti curang. “Jadi tidak cocok jika ‘Dayu dadi dayanin’ diubah menjadi Dayu boleh dicurangi,” kata Darma Putra.

Dan, memang menerjemahkan bukanlah perkara mudah. Selain kasus sebagaimana disampaikan Darma Putra, terdapat banyak hal yang didiskusikan, bahkan dengan waktu yang cukup lama. Misalnya, apakah judul atau kata-kata yang mengandung kearifan lokal perlu diterjemahkan. Seperti judul cerpen Purusa. Apa terjemahan dari judul itu? Tanggungjawab, poros, atau apa.

Apakah kata sapaan, seperti “beli” perlu diterjemahkan menjadi “kakak”, “meme” menjadi “ibu”, “mbok” menjadi “kakak”, atau “uwak” menjadi “paman”?

Apakah tiang atau titiang diterjemahkan menjadi “saya” atau “aku”?

Hal-hal yang tampaknya sederhana itu terjadi menimbulkan sejumlah perdebatan dalam diskusi. Sehingga, diskusi dalam desiminasi itu benar-benar menjadi pelajaran baru bagi para penerjemah yang rata-rata memang tak pernah punya pengalaman menerjemahkan sebelumnya.   

Dari banyaknya persoalan yang muncul dalam diskusi selama tiga hari itu, akhirnya terdapat sejumlah kesimpulan. Puji Retno Hardiningtyas, perwakilan penyunting dari Balai Bahasa Provinsi Bali membacakan kesimpulan itu di akhir diskusi. Kesimpulan itu antara lain:

Hampir semua judul dari 16 naskah cerita yang diterjemahkan tetap mempertahankan bahasa Bali. Tim reviewer menyepakati dengan keputusan penerjemah. Misalnya, buku dengan judul Luh Jalir tetap dipertahankan dengan judul Luh Jalir, bukan misalnya Perempuan Jalang.

Disepakati juga penulisan yang sesuai dengan ejaan bahasa Bali, misalnya penulisan beli (kakak), bukan bli.

Penggunaan catatan kaki hanya digunakan untuk karya terjemahan “Depang Tiang Bajang Kayang-Kayang” menjadi “Biarkan Saya Lajang Selama-Lamanya”. Ini dilakukan karena naskah aslinya berisi percakapan tokoh dengan menggunakan bahasa Inggris.

Kata-kata bercetak miring atau kata yang diapit tanda petik yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia diberi penjelasan menggunakan catatan akhir dengan model glosarium. Tujuannya untuk dapat dijadikan sumbangan pengayaan bahasa Indonesia.

Khusus untuk Depang Tiang Bajang Kayang-Kayang, penerjemahannya agak “merombak” karya tersebut karena bahasa Bali dalam karya tersebut adalah bahasa lisan yang dituliskan.

Ada beberapa kata dalam bahasa Bali yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sehingga kata-kata tersebut diputuskan tetap digunakan dan ditulis dengan huruf miring.

Kata-kata penting dalam bahasa Bali yang masih tetap dipertahankan penggunaannya dalam naskah, dibuat daftar istilah atau glosarium.

Judul buku dan sub-judul yang menunjukkan kearifan lokal (local genius) tetap dipertahankan dengan menggunakan bahasa Bali. Kata-kata ragam cakap, seperti kos, tidak dicetak miring mengingat kata-kata seperti itu sudah umum dipakai apalagi dalam dialog kecuali ada pertimbangan lain. [T]

_____

SELANJUTNYA BACA:

Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

____

Tags: Balai Bahasa Balisastrasastra bali modernterjemahan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kamau Abayomi: Puisi, Musik dan DJ | Ia Hirup Sejuk Udara Desa Apuan

Next Post

Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

by Jaswanto
October 1, 2026
0
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

Read moreDetails

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
0
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
0
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

Read moreDetails

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

by tatkala
September 21, 2026
0
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails
Next Post
Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

Sastrawan Menerjemahkan | Catatan Desiminasi Penerjemahan Karya Sastra Daerah di Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co