2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Euro 2020, Kemenangan Sains Melawan Covid-19?

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
June 27, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Pekan-pekan ini, perhatian warga Eropa telah beralih dari pandemi Covid-19 kepada perhelatan turnamen sepak bola terpopuler kedua dunia, Euro 2020. Tentu saja semua kita penggemar bola tak mau ketinggalan ikut menikmatinya meski harus begadang di depan layar televisi atau dari aplikasi smart phone. Satu hal yang sangat berbeda bagi kita jika dibandingkan dengan ajang Euro sebelum-sebelumnya adalah, kita tak lagi bisa nonton bareng (nobar) pada Euro kali ini.

Saat ini di Indonesia dan beberapa negara lain di Asia (India) dan Amerika Latin (Brazilia), kasus Covid-19 dan penyebarannya tak juga mau mengendor sehingga acara-acara kerumunan masa secara resmi masih tetap dilarang. Kontras dengan apa yang kita lihat di stadion-stadion tempat berlangsungnya ajang Euro 2020, suporter memenuhi stadion, tanpa pembatasan jarak ataupun keharusan menggunakan masker. Seakan-akan sudah tak ada lagi Covid-19 di sana. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Sebelumnya, ada lima negara yang sudah mengizinkan warganya melepas masker jika bertemu di ruang publik seperti di taman maupun restoran. Di USA keputusan ini di didukung Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan disambut gembira presiden Joe Biden dengan narasi penuh harapan, “Sebuah langkah menuju kehidupan di Amerika mendekati normal.” Pertimbangan utama dari kebijakan menarik ini adalah cakupan vaksinasi yang telah melampaui 50% dan kasus transmisi lokal sudah tidak dilaporkan lagi.

Negara lain yang juga telah memberlakukan keputusan yang sama adalah Israel, Slandia Baru, China dan Bhutan. Vaksinasi di Bhutan bahkan telah mencapai 90% lebih. Warga Eropa yang seakan tak ingin kehilangan cita rasa persaingan bola yang selalu menawan, pun bergegas mengejar cakupan vaksinasi masing-masing negara. Dengan begitu, penggila bola dapat hadir memanaskan stadion-stadion megah tempat pertandingan berlangsung dengan segala efek domino yang telah diharapkan terutama dampak positif bagi ekonomi regional.

Meski hanya stadion Puskas Arena di Budapest, Hungaria yang memberlakukan kebijakan tanpa protokol kesehatan total, fakta ini sudah sangat mencengangkan. Stadion-stadion lain memang membatasi jumlah penonton yang bisa masuk pada kisaran 20-25 % dari kapasitas penuhnya. Sepintas jika kita amati dan rasakan, hingar bingar penggila bola pendukung masing-masing negara peserta Euro 2020 yang baru bisa digelar di medio tahun ini, nyaris sama dengan Euro sebelum-sebelumnya.

Virus Corona seakan-akan tak pernah ada. Yang terpenting saat ini bagi suporter adalah melepaskan luapan emosi dan memberi dukungan sekreatif mungkin untuk tim wakil negara mereka. Sepak bola tanpa suporter boleh dikata seperti sebuah omong kosong. Keduanya telah berwujud sebagai simbiotik permanen yang saling menetukan kehidupan masing-masing. Tak heran pendukung sepak bola di belahan benua Eropa telah memiliki sebutan sakralnya masing-masing seperti hooligan di Inggris, tifosi atau ultras di Italia. Di negeri kita pun fenomena ini telah merebak seperti kehadiran bonek atau mania.

Vaksinasi sebagai representasi sains, telah kembali memamerkan eksistensinya. Sains dan progresifitas teknologilah yang telah menjadi penyangga kegemilangan negara-negara modern saat ini. Sudah pasti bukan mitos apalagi takhyul, bahkan agama pun bukan. Bangsa-bangsa yang selalu ribet dan asik dengan mitos, tradisi usang atau fanatisme ritual agama semakin jauh tertinggal dan terbenam dalam kubangan kemiskinan dan ilusi kehidupan surga yang sempurna. Untung saja misalnya negara-negara Timur Tengah dibekali kekayaan alam berlimpah.

Namun saat ini, jika kita amati mereka pun telah banyak mengadopsi kecemerlangan ilmu pengetahuan dan iptek dan mulai meninggalkan konflik-konflik sektarian. Lihat saja misalnya Arab Saudi dan beberapa negeri jazirah Arab yang menjalin hubungan baik tidak saja dengan USA namun juga dengan Israel yang kemajuan ipteknya sulit ditandingi. Tinggal beberapa kelompok radikal saja yang masih berkutat dengan ambisi teologi politik mereka yang penuh kekerasan. 

 Dalam hal vaksinasi Covid-19, negara-negara modern tersebut diuntungkan oleh kemajuan teknologi farmasi dan kesadaran warganya untuk segera menerapkan strategi paling jitu dalam mengentaskan masalah. Sementara kita di Indonesia masih lebih suka berdebat dan saling menyalahkan. Demokrasi negeri ini, di satu sisi gelapnya telah memberi ruang kepada seorang politisi atau artis misalnya bicara masalah medis dengan sangat sok tau. Bidang yang jelas bukan kompetensi yang bersangkutan.

Anehnya lagi, pengguna medsos yang mestinya cerdas dan sebagian besar anak muda, justru sangat mudah menjadi pengikut tokoh-tokoh bermasalah tersebut. Maka, kontradiktif dengan situasi di negara-negara modern, kondisi di negeri kita pun dengan sempurna dirugikan oleh dua keadaan yaitu belum mampu memproduksi vaksin dengan cepat dan penolakan warga yang masih banyak terkait vaksinasi Covid-19. Maka pada akhirnya, seperti kasus-kasus medis lain semacam penyakit TBC paru, HIV atau rabies misalnya, yang telah tuntas di negara-negara maju, di negeri kita akan selalu abadi.

Kalimat terakhir di atas memang terasa getir dan suram. Namun itulah fakta yang harus kita ikhlaskan saat ini untuk diterima. Jika cuma bicara TBC paru, HIV atau rabies, itu takkan sampai memberi dampak kelumpuhan ekonomi. Maka jika Covid-19 yang menetap di negeri ini, itu tidak cuma membuat ekonomi saja yang hancur dan membawa negeri kita bangkrut, pun bukan tak mungkin bangsa kita akan dikucilkan oleh dunia.

Betapa mengerikannya. Saat bangsa-bangsa lain sudah kembali pada kehidupan normal, kita masih tenggelam dalam wabah yang tak berujung. Maka ini sepenuhnya akan menjadi pilihan kita, apakah hendak meniru negara-negara maju dan modern yang percaya sains atau kembali pada kehidupan penuh takhyul. Ikut hingar bingar berteriak histeris pada serunya pertandingan sepak bola atau mengendap-endap di gua-gua gelap dan sunyi untuk menunggu wahyu kramat? [T]

Tags: covid 19EURO 2020kesehatanpandemivaksin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Next Post

Gandrung Petak, Gandrung Bang: Luka Dirayakan, Hidup Dimuliakan

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Gandrung Petak, Gandrung Bang: Luka Dirayakan, Hidup Dimuliakan

Gandrung Petak, Gandrung Bang: Luka Dirayakan, Hidup Dimuliakan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co