12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surya/Śiwa: Stana Bhatara Siwaraditya di Palinggih Surya

Sugi Lanus by Sugi Lanus
March 22, 2021
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

— Catatan Harian Sugi Lanus, 21 Maret 2021

1. Sanggah-Mrajan atau tempat pemujaan keluarga kami ada Pelinggih Surya — demikian juga umumnya pemujaan keluarga Bali lainnya. Karena keberadaan pelinggih tersebut, dari kecil saya pikir keluarga saya pemuja Dewa Surya. Ternyata, saya belakangan baru sadar, yang dipuja di sana adalah Bhatara Śiwa, tepatnya Śiwaraditya.

2. Surya dan Śiwa di Bali kelihatannya bisa saling menggantikan, ini yang kadang membuat anak-anak kecil tidak paham. Saya dulu juga mikir kenapa orang dari luar griya menyebut warga griya sebagai “Surya”. Ada juga menyebut sebagai “Siwa”.

“Masurya” sama artinya dengan “masiwa”.

Ungkapan dari seseorang terhadap pendeta atau sulinggih keluarganya:  “suryan titiang” (sulinggih/pendeta kami yang saya muliakan), atau juga kadang diganti dengan ungkapan: “siwan titiang”. Kedua artinya sama.

3. Kembali ke Pelinggih Surya, belakangan baru saya paham, kalau itu adalah Palinggih Śiwaraditya.

Setelah saya membaca berbagai sumber sistem pemujaan di lontar-lontar, dan juga lebih jauh bertanya ke Ibu saya, saya baru sepenuhnya paham keluarga saya adalah pemuja Bhatara Śiwaraditya. Demikian juga banyak keluarga Hindu di Bali, sebagian besar pemujaan keluargannya ada Pelinggih Surya.

4. Puja pagi dalam tradisi sulinggih di Bali disebut Suryasewana.Yang di-sewana adalah Bhatara Śiwa.

Bhatara Śiwa yang dimaksud bukan Dewa Śiwa, tapi yang di level Nirguna Brahma. Bhatara Śiwa adalah Tuhan Yang Tiada Terbayangkan, atau dalam ungkapan di Bali disebut sebagai Sang Hyang Acintya.

Saya pun di masa kecil tidak paham bedanya antara Bhatara Śiwa yang dipuja dalam Suryasewana dengan Dewa Śiwa yang berperang dalam  banyak kisah Purana.

Belakangan baru paham jika Bhatara Śiwa adalah Brahman, Sang Hyang Embang, Sang Hyang Licin, Sang Hyang Paramaśiwa — Tuhan Yang Tiada Terbayangkan. Sementara Dewa Śiwa adalah sinar suci-Nya. Ini sebabnya dalam lontar-lontar berpaham Saiwa disebutkan bahwa Bhatara Śiwa turun kedunia sebagai Tri Murti: Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Śiwa — ini dipuja di Sanggar Kamulan. Bhatara Śiwa dalam sinar sucinya yang memberkati seluruh alam turun sebagai Sang Hyang Śiwaraditya.

Tingkatan dari Śiwa yang dipuja di Bali, atau yang ditemukan dalam tradisi Jawa Kuno, terbagi menjadi 3 level: Śiwa, Sadaśiwa, dan Paramaśiwa. Pemujaan ini tercermin dalam berbagai puja-stawa-stuti kepanditaan Saiwa di Bali. Di kalangan masyarakat umum, terutama saya di masa kecil, ini tidak dijelaskan, hanya setelah memasuki bacaan kepanditaan seseorang baru mendapatkan kejelasan puja-stawa di Bali ditujukan kepada Śiwa yang mana yang dituju.

Di masa kecil saya penuh tanya memikirkan kenapa Dewa Śiwa yang dalam film India itu, dimana terlibat peperangan dan masuk dalam banyak kisah yang tidak dikisahkan di Bali. Apakah Beliau yang dipuja di pagi Suryasewana? Ternyata Dewa Śiwa dalam film-film itu adalah kisah purana, yang memang bersifat puranic, artinya dalam kisah-kisah smrti, yang beda level dengan Bhatara Śiwa yang dipuja dalam tradisi suci Suryasewana.

5. Melalui Pelinggih Surya pemeluk Hindu di Bali “nunas tirta” disebut “Tirta Surya” — kenapa demikian? Pemujaan Suryasewana menjelaskan bahwa Hyang Paraśiwa yang tidak tersentuh dan Acintya yang tiada terbayangkan hanya bisa “diturunkan anugraha-Nya” dengan melalui “perantaraan pemujaan “yang terbayangkan dalam mata batin” melalui pemujaan Śiva-Āditya, yang lebih dikenal di Bali sebagai Sang Hyang Śiwaraditya.

Tidak salah jika selalu dituturkan dalam keluarga kami jika tidak bisa mendapat tirta dari pendeta keluarga ketika ‘nyuryasewana’, bisa sendiri atau lewat pemangku nunas tirta di Pelinggih Surya, yang mana disebutkan “nilainya sama”.

Dalam tradisi keluarga kami, dalam penyiratan tirta, atau sebagai penutup tirta adalah Tirta Surya, yang sama dengan artinya Tirta Śiwa. Inillah tirta tertinggi.

Tirta Śiwa dan Tirta Śurya bisa saling menggantikan. Tergantung mana yang tersedia atau terjangkau. Sehari-hari kami di rumah selalu ada Tirta Śiwa. Ini yang dipercikkan ketika persembahyangan harian kami.

Demikianlah, dalam keluarga kami, dalam pewarisan tradisi puja yang saya terima secara turun temurun dari orang tua kami, dijelaskan bahwa Surya/Śiwa adalah sama. Memuja Sanghyang Śiwa-Àditya dilakukan di hadapan Pelinggih Surya.

6. “OṂ Āditya-hṛdayaṃ namaḥ, sarva-śatru-vināśanam toya-vaha jagat-pūrṇaṃ, pavitraṃ paramaṃ Śivam. Śiva-pūjā[ṃ] karṣyeta, pavitraṃ pāpa-nāśanam dīrghâyuṣyam eva śāntiṃ, bhukti-lābham avâpnuyāt”.

Demikianlah penegasan bagaimana memuja Āditya=Surya adalah memuja Śiwa. Dalam stawa Āditya-hṛdayaṃ itu terlihat jelas jika diterjemahkan:

“Jantung hati yang adalah Sūrya, sembah; peleburan segala musuh; aliran [-nya air-suci] yang mengisi dunia, Penyuci, Sang Hyang Śiwa Yang Agung. Jika orang melaksanakan kebaktian pada Śiwa, Penyuci yang menghancurkan semua kepapaan; orang akan memperoleh umur-panjang, ketenangan dan suka-cita lahir-batin.”

7. Dengan memahami Pelinggih Surya sebagai tempat pemujaan Hyang Śiwa-Āditya, dan memahami pedoman puja Suryasewana, HRĀṂ HRĪṂ SAḤ, seseorang akan mendapat kejelasan hanya lewat sinar suci Hyang Śiwa-Āditya kemahasempurnaan Hyang Paramaśiwa (Brahman) bisa terbayangkan — “Śiwa Sakala-Niskala”. Menjadi terjelaskan kenapa Pelinggih Surya ada simbol Sang Hyang Acintya. Di sanalah cahaya suci Brahman atau Sang Hyang Acintya (atau Paramaśiwa) di puja dalam cahaya Hyang Śiwa-Āditya.[T]

___

KLIK ARTIKEL SUGI LANUS LAINNYA

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

Tags: balihindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komang Suwanara, Menyadap Tuak Sejak SMP

Next Post

Hari Air Sedunia | Sikap Sederhana Menjawab Krisis Air

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Hari Air Sedunia | Sikap Sederhana Menjawab Krisis Air

Hari Air Sedunia | Sikap Sederhana Menjawab Krisis Air

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co