23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surya/Śiwa: Stana Bhatara Siwaraditya di Palinggih Surya

Sugi Lanus by Sugi Lanus
March 22, 2021
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

— Catatan Harian Sugi Lanus, 21 Maret 2021

1. Sanggah-Mrajan atau tempat pemujaan keluarga kami ada Pelinggih Surya — demikian juga umumnya pemujaan keluarga Bali lainnya. Karena keberadaan pelinggih tersebut, dari kecil saya pikir keluarga saya pemuja Dewa Surya. Ternyata, saya belakangan baru sadar, yang dipuja di sana adalah Bhatara Śiwa, tepatnya Śiwaraditya.

2. Surya dan Śiwa di Bali kelihatannya bisa saling menggantikan, ini yang kadang membuat anak-anak kecil tidak paham. Saya dulu juga mikir kenapa orang dari luar griya menyebut warga griya sebagai “Surya”. Ada juga menyebut sebagai “Siwa”.

“Masurya” sama artinya dengan “masiwa”.

Ungkapan dari seseorang terhadap pendeta atau sulinggih keluarganya:  “suryan titiang” (sulinggih/pendeta kami yang saya muliakan), atau juga kadang diganti dengan ungkapan: “siwan titiang”. Kedua artinya sama.

3. Kembali ke Pelinggih Surya, belakangan baru saya paham, kalau itu adalah Palinggih Śiwaraditya.

Setelah saya membaca berbagai sumber sistem pemujaan di lontar-lontar, dan juga lebih jauh bertanya ke Ibu saya, saya baru sepenuhnya paham keluarga saya adalah pemuja Bhatara Śiwaraditya. Demikian juga banyak keluarga Hindu di Bali, sebagian besar pemujaan keluargannya ada Pelinggih Surya.

4. Puja pagi dalam tradisi sulinggih di Bali disebut Suryasewana.Yang di-sewana adalah Bhatara Śiwa.

Bhatara Śiwa yang dimaksud bukan Dewa Śiwa, tapi yang di level Nirguna Brahma. Bhatara Śiwa adalah Tuhan Yang Tiada Terbayangkan, atau dalam ungkapan di Bali disebut sebagai Sang Hyang Acintya.

Saya pun di masa kecil tidak paham bedanya antara Bhatara Śiwa yang dipuja dalam Suryasewana dengan Dewa Śiwa yang berperang dalam  banyak kisah Purana.

Belakangan baru paham jika Bhatara Śiwa adalah Brahman, Sang Hyang Embang, Sang Hyang Licin, Sang Hyang Paramaśiwa — Tuhan Yang Tiada Terbayangkan. Sementara Dewa Śiwa adalah sinar suci-Nya. Ini sebabnya dalam lontar-lontar berpaham Saiwa disebutkan bahwa Bhatara Śiwa turun kedunia sebagai Tri Murti: Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Śiwa — ini dipuja di Sanggar Kamulan. Bhatara Śiwa dalam sinar sucinya yang memberkati seluruh alam turun sebagai Sang Hyang Śiwaraditya.

Tingkatan dari Śiwa yang dipuja di Bali, atau yang ditemukan dalam tradisi Jawa Kuno, terbagi menjadi 3 level: Śiwa, Sadaśiwa, dan Paramaśiwa. Pemujaan ini tercermin dalam berbagai puja-stawa-stuti kepanditaan Saiwa di Bali. Di kalangan masyarakat umum, terutama saya di masa kecil, ini tidak dijelaskan, hanya setelah memasuki bacaan kepanditaan seseorang baru mendapatkan kejelasan puja-stawa di Bali ditujukan kepada Śiwa yang mana yang dituju.

Di masa kecil saya penuh tanya memikirkan kenapa Dewa Śiwa yang dalam film India itu, dimana terlibat peperangan dan masuk dalam banyak kisah yang tidak dikisahkan di Bali. Apakah Beliau yang dipuja di pagi Suryasewana? Ternyata Dewa Śiwa dalam film-film itu adalah kisah purana, yang memang bersifat puranic, artinya dalam kisah-kisah smrti, yang beda level dengan Bhatara Śiwa yang dipuja dalam tradisi suci Suryasewana.

5. Melalui Pelinggih Surya pemeluk Hindu di Bali “nunas tirta” disebut “Tirta Surya” — kenapa demikian? Pemujaan Suryasewana menjelaskan bahwa Hyang Paraśiwa yang tidak tersentuh dan Acintya yang tiada terbayangkan hanya bisa “diturunkan anugraha-Nya” dengan melalui “perantaraan pemujaan “yang terbayangkan dalam mata batin” melalui pemujaan Śiva-Āditya, yang lebih dikenal di Bali sebagai Sang Hyang Śiwaraditya.

Tidak salah jika selalu dituturkan dalam keluarga kami jika tidak bisa mendapat tirta dari pendeta keluarga ketika ‘nyuryasewana’, bisa sendiri atau lewat pemangku nunas tirta di Pelinggih Surya, yang mana disebutkan “nilainya sama”.

Dalam tradisi keluarga kami, dalam penyiratan tirta, atau sebagai penutup tirta adalah Tirta Surya, yang sama dengan artinya Tirta Śiwa. Inillah tirta tertinggi.

Tirta Śiwa dan Tirta Śurya bisa saling menggantikan. Tergantung mana yang tersedia atau terjangkau. Sehari-hari kami di rumah selalu ada Tirta Śiwa. Ini yang dipercikkan ketika persembahyangan harian kami.

Demikianlah, dalam keluarga kami, dalam pewarisan tradisi puja yang saya terima secara turun temurun dari orang tua kami, dijelaskan bahwa Surya/Śiwa adalah sama. Memuja Sanghyang Śiwa-Àditya dilakukan di hadapan Pelinggih Surya.

6. “OṂ Āditya-hṛdayaṃ namaḥ, sarva-śatru-vināśanam toya-vaha jagat-pūrṇaṃ, pavitraṃ paramaṃ Śivam. Śiva-pūjā[ṃ] karṣyeta, pavitraṃ pāpa-nāśanam dīrghâyuṣyam eva śāntiṃ, bhukti-lābham avâpnuyāt”.

Demikianlah penegasan bagaimana memuja Āditya=Surya adalah memuja Śiwa. Dalam stawa Āditya-hṛdayaṃ itu terlihat jelas jika diterjemahkan:

“Jantung hati yang adalah Sūrya, sembah; peleburan segala musuh; aliran [-nya air-suci] yang mengisi dunia, Penyuci, Sang Hyang Śiwa Yang Agung. Jika orang melaksanakan kebaktian pada Śiwa, Penyuci yang menghancurkan semua kepapaan; orang akan memperoleh umur-panjang, ketenangan dan suka-cita lahir-batin.”

7. Dengan memahami Pelinggih Surya sebagai tempat pemujaan Hyang Śiwa-Āditya, dan memahami pedoman puja Suryasewana, HRĀṂ HRĪṂ SAḤ, seseorang akan mendapat kejelasan hanya lewat sinar suci Hyang Śiwa-Āditya kemahasempurnaan Hyang Paramaśiwa (Brahman) bisa terbayangkan — “Śiwa Sakala-Niskala”. Menjadi terjelaskan kenapa Pelinggih Surya ada simbol Sang Hyang Acintya. Di sanalah cahaya suci Brahman atau Sang Hyang Acintya (atau Paramaśiwa) di puja dalam cahaya Hyang Śiwa-Āditya.[T]

___

KLIK ARTIKEL SUGI LANUS LAINNYA

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

Tags: balihindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komang Suwanara, Menyadap Tuak Sejak SMP

Next Post

Hari Air Sedunia | Sikap Sederhana Menjawab Krisis Air

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Hari Air Sedunia | Sikap Sederhana Menjawab Krisis Air

Hari Air Sedunia | Sikap Sederhana Menjawab Krisis Air

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co