2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surya/Śiwa: Stana Bhatara Siwaraditya di Palinggih Surya

Sugi Lanus by Sugi Lanus
March 22, 2021
in Esai
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

— Catatan Harian Sugi Lanus, 21 Maret 2021

1. Sanggah-Mrajan atau tempat pemujaan keluarga kami ada Pelinggih Surya — demikian juga umumnya pemujaan keluarga Bali lainnya. Karena keberadaan pelinggih tersebut, dari kecil saya pikir keluarga saya pemuja Dewa Surya. Ternyata, saya belakangan baru sadar, yang dipuja di sana adalah Bhatara Śiwa, tepatnya Śiwaraditya.

2. Surya dan Śiwa di Bali kelihatannya bisa saling menggantikan, ini yang kadang membuat anak-anak kecil tidak paham. Saya dulu juga mikir kenapa orang dari luar griya menyebut warga griya sebagai “Surya”. Ada juga menyebut sebagai “Siwa”.

“Masurya” sama artinya dengan “masiwa”.

Ungkapan dari seseorang terhadap pendeta atau sulinggih keluarganya:  “suryan titiang” (sulinggih/pendeta kami yang saya muliakan), atau juga kadang diganti dengan ungkapan: “siwan titiang”. Kedua artinya sama.

3. Kembali ke Pelinggih Surya, belakangan baru saya paham, kalau itu adalah Palinggih Śiwaraditya.

Setelah saya membaca berbagai sumber sistem pemujaan di lontar-lontar, dan juga lebih jauh bertanya ke Ibu saya, saya baru sepenuhnya paham keluarga saya adalah pemuja Bhatara Śiwaraditya. Demikian juga banyak keluarga Hindu di Bali, sebagian besar pemujaan keluargannya ada Pelinggih Surya.

4. Puja pagi dalam tradisi sulinggih di Bali disebut Suryasewana.Yang di-sewana adalah Bhatara Śiwa.

Bhatara Śiwa yang dimaksud bukan Dewa Śiwa, tapi yang di level Nirguna Brahma. Bhatara Śiwa adalah Tuhan Yang Tiada Terbayangkan, atau dalam ungkapan di Bali disebut sebagai Sang Hyang Acintya.

Saya pun di masa kecil tidak paham bedanya antara Bhatara Śiwa yang dipuja dalam Suryasewana dengan Dewa Śiwa yang berperang dalam  banyak kisah Purana.

Belakangan baru paham jika Bhatara Śiwa adalah Brahman, Sang Hyang Embang, Sang Hyang Licin, Sang Hyang Paramaśiwa — Tuhan Yang Tiada Terbayangkan. Sementara Dewa Śiwa adalah sinar suci-Nya. Ini sebabnya dalam lontar-lontar berpaham Saiwa disebutkan bahwa Bhatara Śiwa turun kedunia sebagai Tri Murti: Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Śiwa — ini dipuja di Sanggar Kamulan. Bhatara Śiwa dalam sinar sucinya yang memberkati seluruh alam turun sebagai Sang Hyang Śiwaraditya.

Tingkatan dari Śiwa yang dipuja di Bali, atau yang ditemukan dalam tradisi Jawa Kuno, terbagi menjadi 3 level: Śiwa, Sadaśiwa, dan Paramaśiwa. Pemujaan ini tercermin dalam berbagai puja-stawa-stuti kepanditaan Saiwa di Bali. Di kalangan masyarakat umum, terutama saya di masa kecil, ini tidak dijelaskan, hanya setelah memasuki bacaan kepanditaan seseorang baru mendapatkan kejelasan puja-stawa di Bali ditujukan kepada Śiwa yang mana yang dituju.

Di masa kecil saya penuh tanya memikirkan kenapa Dewa Śiwa yang dalam film India itu, dimana terlibat peperangan dan masuk dalam banyak kisah yang tidak dikisahkan di Bali. Apakah Beliau yang dipuja di pagi Suryasewana? Ternyata Dewa Śiwa dalam film-film itu adalah kisah purana, yang memang bersifat puranic, artinya dalam kisah-kisah smrti, yang beda level dengan Bhatara Śiwa yang dipuja dalam tradisi suci Suryasewana.

5. Melalui Pelinggih Surya pemeluk Hindu di Bali “nunas tirta” disebut “Tirta Surya” — kenapa demikian? Pemujaan Suryasewana menjelaskan bahwa Hyang Paraśiwa yang tidak tersentuh dan Acintya yang tiada terbayangkan hanya bisa “diturunkan anugraha-Nya” dengan melalui “perantaraan pemujaan “yang terbayangkan dalam mata batin” melalui pemujaan Śiva-Āditya, yang lebih dikenal di Bali sebagai Sang Hyang Śiwaraditya.

Tidak salah jika selalu dituturkan dalam keluarga kami jika tidak bisa mendapat tirta dari pendeta keluarga ketika ‘nyuryasewana’, bisa sendiri atau lewat pemangku nunas tirta di Pelinggih Surya, yang mana disebutkan “nilainya sama”.

Dalam tradisi keluarga kami, dalam penyiratan tirta, atau sebagai penutup tirta adalah Tirta Surya, yang sama dengan artinya Tirta Śiwa. Inillah tirta tertinggi.

Tirta Śiwa dan Tirta Śurya bisa saling menggantikan. Tergantung mana yang tersedia atau terjangkau. Sehari-hari kami di rumah selalu ada Tirta Śiwa. Ini yang dipercikkan ketika persembahyangan harian kami.

Demikianlah, dalam keluarga kami, dalam pewarisan tradisi puja yang saya terima secara turun temurun dari orang tua kami, dijelaskan bahwa Surya/Śiwa adalah sama. Memuja Sanghyang Śiwa-Àditya dilakukan di hadapan Pelinggih Surya.

6. “OṂ Āditya-hṛdayaṃ namaḥ, sarva-śatru-vināśanam toya-vaha jagat-pūrṇaṃ, pavitraṃ paramaṃ Śivam. Śiva-pūjā[ṃ] karṣyeta, pavitraṃ pāpa-nāśanam dīrghâyuṣyam eva śāntiṃ, bhukti-lābham avâpnuyāt”.

Demikianlah penegasan bagaimana memuja Āditya=Surya adalah memuja Śiwa. Dalam stawa Āditya-hṛdayaṃ itu terlihat jelas jika diterjemahkan:

“Jantung hati yang adalah Sūrya, sembah; peleburan segala musuh; aliran [-nya air-suci] yang mengisi dunia, Penyuci, Sang Hyang Śiwa Yang Agung. Jika orang melaksanakan kebaktian pada Śiwa, Penyuci yang menghancurkan semua kepapaan; orang akan memperoleh umur-panjang, ketenangan dan suka-cita lahir-batin.”

7. Dengan memahami Pelinggih Surya sebagai tempat pemujaan Hyang Śiwa-Āditya, dan memahami pedoman puja Suryasewana, HRĀṂ HRĪṂ SAḤ, seseorang akan mendapat kejelasan hanya lewat sinar suci Hyang Śiwa-Āditya kemahasempurnaan Hyang Paramaśiwa (Brahman) bisa terbayangkan — “Śiwa Sakala-Niskala”. Menjadi terjelaskan kenapa Pelinggih Surya ada simbol Sang Hyang Acintya. Di sanalah cahaya suci Brahman atau Sang Hyang Acintya (atau Paramaśiwa) di puja dalam cahaya Hyang Śiwa-Āditya.[T]

___

KLIK ARTIKEL SUGI LANUS LAINNYA

ILustrasi tatkala.co / Nana Partha

Tags: balihindu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komang Suwanara, Menyadap Tuak Sejak SMP

Next Post

Hari Air Sedunia | Sikap Sederhana Menjawab Krisis Air

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Hari Air Sedunia | Sikap Sederhana Menjawab Krisis Air

Hari Air Sedunia | Sikap Sederhana Menjawab Krisis Air

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co