12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maksudnya Begini, Bilangnya Begitu | Politik Satire dalam Video Klip “Suud Minum Yan”

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
February 8, 2021
in Esai
Maksudnya Begini, Bilangnya Begitu | Politik Satire dalam Video Klip “Suud Minum Yan”

Foto di-screenshot dari video klip Suud Minum Yan, Interblock Sinema

Apakah teman-teman pernah mendengar cocoklogi? Jika belum, cocoklogi terdiri dari dua kata; cocok dan logi. Cocok artinya cocok, pas, mantap—manis batu! Sedangkan logi atau logos adalah sebuah ilmu, jadi bisa disimpulkan dengan bebas bahwa cocoklogi adalah ilmu mencocok-cocokan sesuatu agar pas, agar mantap dan agar manis batu.

Cocoklogi kali ini akan melihat makna di balik sebuah video klip yang beberapa hari terakhir sempat ramai dibicarakan karena kaitannya dengan kritik yang diselipkan dalam bentuk satire maupun candaan. Bagaimana satire dalam video klip itu?

Baik, kita mulai dari kritikan, atau jika kita hubung-hubungkan sebuah kekecewaan pembuatnya (ini bicara pembuatnya dulu, belum pada masyarakat maupun warganet yang merasa terwakili oleh kritiknya).

Kekecewaan atau kritikan terhadap sesuatu atau seseorang yang memiliki kekuasaan tidak serta merta bisa diungkapkan secara terbuka dan gamblang. Nggak! Pengungkapan dalam kemaşan yang lebih ringan, dengan humor/lawakan menjadi cara yang dianggap efektif. Kalau kata seseorang dalam bahasa enggres, “Only jokes that have a purpose run the risk of meeting with people who do not want to listen them.” Alasan memilih humor adalah sebagai satu dari sekian cara meluapkan protes sosial, sebab sesuai dengan kepribadian tradisional bangsa kita yang tidak suka dikritik secara langsung. Apalagi di Bali ya ges? Sekali kritik, dua tiga cetik dan leak mendatangi. Hiiiii… serem! 

Gaya penyampaian semacam itu dinamakan satire. Satire merupakan gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran atau ejekan terhadap suatu keadaan atau seseorang. Political satire adalah bagian dari satire yang khusus mengambil sisi hiburan dari sebuah fenomena politik. Digunakan pula dalam pidato politik untuk mengungkapkan pesan secara implisit, seperti pada saat “menyerang’ lawan politik dengan menggunakan kata-kata sindiran.

Pesan satir bisa diwujudkan dalam beragam bentuk, karikatur, tulisan, karya sastra, maupun karya seni termasuk di dalamnya adalah lagu[1]. Termasuk film dan bahkan video klip musik karena termasuk dalam bagian karya seni. Video merupakan salah satu elemen penting yang ikut berperan dalam membangun sebuah sistem komunikasi dalam bentuk gambar bergerak. Secara umum video memanipulasi gambar dengan konsep yang matang sebelum pembuatannya.

Seperti pada video klip Suud Minum Yan!!! dari group band asal Bali, Capiyot feat Interblock Band yang digarap oleh Interblock Cinema Januari 2021. Lagu ini berhasil menarik perhatian, khususnya warganet di Bali. Setelah tiga hari diunggah di Youtube, dan pada saat cocoklogi ini ditulis, jumlah penontonnya sudah mencapai sembilan puluh tiga ribu lebih, ini belum termasuk versi karaokenya yang diunggah sehari setelah video klipnya yang sudah mencapai lima ribu enam ratus, dan versi liriknya yang sudah ditonton sebanyak tiga ribu seratus kali. Wow banget kan ges? 

Video klip Suud Minum Yan memiliki gaya visual yang menarik dan menggunakan alur bercerita yang tak linier. Dikisahkan Gede Sujana yang memerankan tokoh Pak Yan pergi ke kota (Badung) untuk mencari kerja, karakter Pak Yan ketika kecil disampaikan kalem tapi ketika dia besar dan mendapat pekerjaan yang bagus, ia menjadi menjengkelkan dengan banyaknya aturan yang dia buat. Aturan apa? Tidak disebutkan atau tidak digambarkan dalam video klipnya. Video klip ditutup dengan adegan Pak Yan ingin mencoba mengambil mic Capiyot dengan membawa map merah, tapi tak satu pun yang menghiraukannya dan meninggalkannya begitu saja.

Beberapa scene dalam video klip ini diedit dengan efek slow motion yang menampilkan pola-pola tertentu. Jika diperhatikan, video klip ini satire dan memperlihatkan simbol kritik apa yang terjadi di Bali akhir-akhir ini.

Pesan satir politik melalui lagu dan ditambah video klip mampu memberi teguran sarat kritik dengan sisipan kemasan humor lebih mengena. Menurut Freud, tampilan jenaka dimaksudkan untuk mengungkapkan tekanan terhadap musuh, mengajak orang lain untuk menertawakan musuh kita atau musuh bersama. Kira-kira begini kutipannya, “By belittling and humbling our enemy, by scorning and radiculating him, we indirectly obtain the pleasure of his defeat by laughter of the third person, the inactive spectator”.

Kekuatan visualisasi membantu membentuk frame penonton akan pesan yang disampaikan. Interpretasi adalah sebuah proses pemberian arti dan pemahaman terhadap pengalaman, artinya penonton akan menginterpretasi tanda yang secara fisik diterima kemudian dikaitkan dengan pengalamannya akan tanda yang berkaitan.

Satire dalam video klip Suud Minum Yan, berdasarkan cocoklogi yang saya lakukan bisa dilihat dari poin-poin berikut ini:

1. Karakter Politisi Berbaju Merah

Pak Yan dalam video klip Suud Minum Yan merupakan seorang politisi. Hal ini bisa dilihat di bagian awal video klip Pak Yan lengkap dengan kemeja merah, udeng merah, anteng poleng–membawa proposal perbaikan jalan di Karangasem. Sudah pasti Pak Yan ini seorang politisi. Memang rakyat biasa bisa perbaiki jalan negara? Ya bisa, kalau kerjanya jam-jaman. Kerja delapan jam belum dikurangi PSBB-Work From Home dan sebagainya sebagainya kok minta gaji dua ratus juta. Sudah miskin secara struktural kok masih mimpi. Eh.

Meskipun begitu, Pak Yan ini digambarkan sepertinya tidak sebagai politisi cerdas, namun lebih kepada politisi yang mudah ditipu, jika waktu kecil Pak Yan ini disebut olog-olog pong. Boleh diisi jirr.. Jika ingin improvisasi. Jadinya olog-olog pong jiiirr~. Karena tidak tahu ke mana arah tujuannya, nasib Pak Yan berhasil ditipu oleh tukang ojek yang menarifnya mahal meskipun jarak dari posisi sebelumnya ke tujuan tak terlalu jauh, bahkan hanya 1 meter. Pak Yan 0 – Tukang Ojek 1.

2. Minum Arak Halus

Karakter Pak Yan dalam video klip ini digambarkan memang suka minum, dalam beberapa scene dia menenggak arak sendiri, minum tuak sendiri. Karena rasa penasaran saya yang berlebih, saya mencari-cari apakah ada karakter dalam novel atau dalam apapun yang mirip-mirip dengan Pak Yan dalam video klip ini?

Saya ketik saja di google “laki-laki baju merah suka minum arak bali”. Google ternyata menunjukkan beberapa artikel dan foto orang berbaju merah juga muncul. Wah, saya semakin penasaran. Pikiran sederhana saya bertanya, apakah si baju merah ini mirip dengan Pak Yan di video klip? Dari tampilan baju dan udeng, oke sama— ya, sama-sama warna merah dan terkadang batik. Dari kacamata tidak, Pak Yan di video klip tidak menggunakan kacamata, sedangkan orang baju merah yang ditunjukkan Google menggunakan kacamata. Yang berbeda lagi, Pak Yan di video klip brewok, sementara di Google klimis.

Saya cari-cari lagi apa yang mirip, ternyata orang baju merah yang ditunjukkan Google, memiliki beberapa kutipan mengenai arak. Bagimana kutipannya? Ah, cari sendiri dah. Jika sudah baca-baca kutipan itu, bisa-bisalah disimpulkan bahwa Pak Yan di video klip dengan si baju merah yang ditunjukkan Google mirip! Mirip-mirip suka arak.

3. Karakter Pak Yan Berubah-ubah

Berubah di sini bukan menjadi bunglon atau power rangers, ultraman, kamen riders, musang ekor sembilan dan lain sebagainya, melainkan dirinya sendiri—Pak Yan itu sendiri. Melalui penggalan liriknya dan satu scene masa kecil, Pak Yan kecil adalah anak yang kalem dan ketika dewasa dia berubah—-apalagi ketika mendapatkan pekerjaan yang bagus, dia jarang senyum dan tampangnya digambarkan arogan, tapi semenjak itu juga dia berubah menjadi orang yang banyak aturan.

Melihat liriknya saya bertanya pada diri sendiri, aturan apa ya ini? Karena dalam lirik atau dalam video klipnya, tidak disebutkan aturan macam apa. Daripada saya susah tidur memikirkan video klip macam begini, saya pun mengetik di Google lagi “Aturan berubah-ubah di Bali”, makasi Google! Google pun menunjukkan aturan mulai dari Swab test, kebijakan masuk ke Bali, hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.  Apakah ini yang dimaksud aturan yang berubah-ubah?

Aduh, kebanyakan berpikir saya jadi lapar. Sudah bingung mencari maksud Pak Yan di video klip ditambah lapar ditambah saat saya mengetik tulisan ini jam menunjukkan pukul delapan kurang lima belas. Daripada saya bingung, kelaparan dan tidak bisa beli makan hiiiii… ngeri, mending saya keluar dulu beli makan.

Kalian yang baca dan nonton videonya cari sendirilah. Sudah gede masak perlu disuapin. Wkwkwkk. [T][Editor Adnyana Ole]


[1] (Leonard Freedman, The Offensive Art¸Political Satire and Its Censorship around the World from Beerbohm to Borat, (London: Praeger, 2009), p. 68.)

________

Video klip Suud Minum Yan…
Tags: laguLagu Pop Balimusikmusik pop baliPolitiksatire
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cara Indah Sastrawan Bali Modern Mengantar Alit Juliartha Menuju Rumah Puisi Abadi | In Memoriam

Next Post

Terpapar Umbu Landu Paranggi | Kisah Aliran Kepenyairan di Bali

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Covid-19 dalam Alam Pikir Religi Nusantara – Catatan Harian Sugi Lanus

Terpapar Umbu Landu Paranggi | Kisah Aliran Kepenyairan di Bali

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co