2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Angkot Singaraja-Seririt, Kenangan Saat SMK dan Harapan Kini

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 22, 2020
in Esai
Angkot Singaraja-Seririt, Kenangan Saat SMK dan Harapan Kini

Salah satu angkot yang masih tersisa di Buleleng

Penulis: Gede Febry Dirgantara

________

Ini kenangan tahun 2005, pada masa saya mulai bersekolah menengah tingkat atas tepatnya di SMK Negeri 3 Singaraja.

Saya berasal dari Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Berbeda dengan teman-teman sekelas saya waktu masih SMP yang melanjutkan ke SMA, saya sendiri melanjutkan ke sekolah kejuruan karena ingin mendalami bidang komputer (Informatika).

Yang masih sangat berbekas dalam kenangan saya bersekolah saat itu adalah bemo alias angkutan umum alias transfortasi. Saat itu saya selalu menaiki moda transportasi umum dari desa saya di Bubunan sampai  ke rumah kost di Singaraja, dan sebaliknya.

Oh iya, selama bersekolah di SMK Negeri 3 Singaraja (tahun 2005-2008) saya ngekost di Gang Meliwis, wilayah Banyuning.

Saya dan teman-teman satu kost (yang berjumlah 6 orang), pada waktu menjelang libur dan pulang kampung, kita akan saling menanyakan “jam kuda mulih?”. Artinya jam berapa pulang ke kampung?

Disini komunikasi antar teman satu kost, walaupun berbeda jurusan kelihatan sangat akrab. Kita bisa mengetahui teman akan pulang kampung jam berapa, apakah mendahului, belakangan atau bersamaan. Walaupun rumah kita beda lokasi, namun komunikasi selalu terjadi di antara kita.

Dan dengan pertanyaan itu, jam kada mulih, kita akan menjadi tau apakah teman kita pulang kampung atau tidak. Dan semua dari kita pulang kampung menggunakan transportasi umum.

Dalam masa-masa masih menggunakan transportasi umum, ada beberapa kesan yang mungkin jarang ditemui pada saat ini.

Menunggu

Sebelum menaiki mobil angkot kita harus menunggu angkot itu di tepi jalan. Lamanya waktu menunggu angkot susah diprediksi. Kalau kita sedang beruntung tidak sampai menunggu 5 menit angkot yang kita perlukan akan melalui jalur dimana tempat saya menunggu angkot tersebut, hal ini membuat kita tentunya menjadi senang karena bisa sampai rumah dengan tepat waktu.

Dalam urusan menunggu angkot, saya pernah menunggu sampai 1 jam hingga angkot yang dibutuhkan melalui jalur kita tunggu. Hal ini dikarenakan jumlah angkot saat itu memang sedikit yang beroperasi di jalan, atau angkot yang lewat di depan kita sudah penuh semua diisi dengan penumpang dan barang. Jadi tidak bisa lagi diisi penumpang.

Selain itu pernah juga tidak dapat angkot sama sekali, yang mengharuskan saya tidak jadi pulang dan harus kembali ke kost (karena sedang akan ada hari raya). Dalam hal ini saya 2 kali pernah tidak dapat angkot/bis, saat berangkat ke sekolah dan saat akan pulang kampung.

Kadang Pecah Ban

Lancar dan tepat waktu juga dipengaruhi kemungkinan adanya  hambatan-hambatan di jalan. Contoh: pecah ban, mogok ataupun sopir singgah sebentar di warung).

Yang Duduk di Samping Kita

Saat sudah menaiki angkot, kadang kita bisa tambah senang karena penumpang yang duduk di samping kita adalah lawan jenis dan sebaya. Untuk mengakrabkan diri, dilakukanlah komunikasi agar waktu perjalanan tidak terasa dan disini kita bisa menambah teman walaupun dari kampung yang berbeda. Saya dan teman-teman kost kadang menceritakan hal-hal yang ditemui saat naik transportasi umum. Dan jadi topik pembahasan yang menarik.

Biaya Murah

Saat itu, ongkos transfortasi dari tempat kost ke kampung tergolong murah. Karena status masih pelajar, ongkosnya separuh dari penumpang umum. Saya ingat waktu itu, ongkos dari kost saya di Singaraja ke kampung di Bubunan, Seririt, hanya Rp 6.000, (Rp 4.000 untuk bis dan Rp. 2.000 untuk angkot). Ini masih bisa terjangkau untuk kalangan pelajar. Banyak pelajar yang menggunakan kendaraan transportasi umum, karena tingkat jumlah  kepemilikan motor tiap rumah tangga masih bisa terbilang rendah.

Kini Sepeda Motor

Kini, setelah berjalannya waktu transportasi umum ibarat selebritas yang memudar popularitasnya. Jumlahnya menurun sejak beberapa tahun terakhir.  Hal ini dikarenakan banyak warga beralih menggunakan sepeda motor.

Ini tentu karena mengendarai sepeda motor dianggap lebih praktis. Adapun beberapa kelebihan yang dari mengendari sepeda motor yaitu pertama penggendara sepeda motor dapat bepergian dengan fleksibel sesuai waktu yang ditentukan oleh pengendara. Tidak lagi perlu menunggu dan bisa langsung sampai tujuan tanpa adanya beberapa kali transit.

Selain itu, untuk memperoleh kendaraan motor saat ini sudah sangat dipermudah. Untuk membeli motor saat ini dapat dibayar dengan cicilan yang sangat rendah, sesuai dengan kemampuan pembeli tentunya semakin rendah angsuran biayanya semakin lama jangka waktu pembayaran. Bahkan ada beberapa dealer motor menawarkan DP 0 rupiah, sehingga sangat mudah untuk memperoleh motor tersebut.

Penyebab lainnya, banyaknya variasi kendaraan motor dari model, ukuran dan harga motor tersebut dan dapat dipilih sesuai dengan selera pembeli. Kadang orang membeli motor yang mahal ingin menunjukkan kepada sekitar bahwa dia mampu untuk kendaraan tersebut karena gengsi dan ingin dianggap memiliki selera “high”.

Apalagi, kini para orang tua memberikan izin anaknya untuk menggunakan sepeda motor walaupun belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), orang tua berpendapat bahwa tidak ingin repot untuk mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah karena kesibukan pekerjaan. Sehingga orang tua memberikan kebebasan kepada anaknya yang belum memiliki SIM untuk mengendarai motor. Kita dapat melihat di beberapa sekolah banyak siswanya membawa sepeda motor ke sekolah. Bahkan ada siswa yang masih di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih berumur 14 tahun sudah mengendarai motor ke sekolah. Padahal secara psikologis, anak-anak tersebut masih labil dalam mengendarai motor.

Peremajaan Transfortasi Umum

Perlu disadari juga, saat ini banyak kendaraan transportasi umum (bis dan angkot) yang sudah berusia tua. Sehingga mengurangi rasa nyaman para penumpang. Karena ketidak nyamanan inilah membuat tranportasi umum ini mulai ditinggalkan. Perlu adanya perubahan untuk mengembalikan kejayaan dalam menggunakan transportasi umum. Memang ini terasa berat tantangannya, namun belum terlambat untuk mewujudkannya.

Perubahan ini perlu dilakukan agar kehidupan transportasi umum ini tetap bisa bernapas dan bangkit. Perubahan bisa dilakukan dari pihak pengambil keputusan tentang transportasi, stakeholder dan  para pengusaha angkot dan bus. 

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu mengganti kendaraan yang tidak layak diganti dengan yang baru sehingga penumpang merasa lebih nyaman, kemudian jumlah armada ditambah sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu angkot/bus. Kemudian rute perjalanan  angkot ditambah lagi sampai pelosok/tujuan rumah.

Selain itu beberapa hal lagi yang perlu dibenahi. Padahal, penggunaan transportasi umum memiliki banyak kelebihan untuk penumpang yaitu bebas biaya servis, pajak tahunan , dapat mengurangi polusi udara dan kemacetan. Semoga kedepannya Transportasi umum dapat kembali menjadi Primadona dan mengalami kemajuan  di Kabupaten Buleleng. SALAM PERUBAHAN

  • Gede Febry Dirgantara, Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Gede Made Surya Darma, Manifestasi Angka 7

Next Post

Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co