13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Angkot Singaraja-Seririt, Kenangan Saat SMK dan Harapan Kini

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 22, 2020
in Esai
Angkot Singaraja-Seririt, Kenangan Saat SMK dan Harapan Kini

Salah satu angkot yang masih tersisa di Buleleng

Penulis: Gede Febry Dirgantara

________

Ini kenangan tahun 2005, pada masa saya mulai bersekolah menengah tingkat atas tepatnya di SMK Negeri 3 Singaraja.

Saya berasal dari Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Berbeda dengan teman-teman sekelas saya waktu masih SMP yang melanjutkan ke SMA, saya sendiri melanjutkan ke sekolah kejuruan karena ingin mendalami bidang komputer (Informatika).

Yang masih sangat berbekas dalam kenangan saya bersekolah saat itu adalah bemo alias angkutan umum alias transfortasi. Saat itu saya selalu menaiki moda transportasi umum dari desa saya di Bubunan sampai  ke rumah kost di Singaraja, dan sebaliknya.

Oh iya, selama bersekolah di SMK Negeri 3 Singaraja (tahun 2005-2008) saya ngekost di Gang Meliwis, wilayah Banyuning.

Saya dan teman-teman satu kost (yang berjumlah 6 orang), pada waktu menjelang libur dan pulang kampung, kita akan saling menanyakan “jam kuda mulih?”. Artinya jam berapa pulang ke kampung?

Disini komunikasi antar teman satu kost, walaupun berbeda jurusan kelihatan sangat akrab. Kita bisa mengetahui teman akan pulang kampung jam berapa, apakah mendahului, belakangan atau bersamaan. Walaupun rumah kita beda lokasi, namun komunikasi selalu terjadi di antara kita.

Dan dengan pertanyaan itu, jam kada mulih, kita akan menjadi tau apakah teman kita pulang kampung atau tidak. Dan semua dari kita pulang kampung menggunakan transportasi umum.

Dalam masa-masa masih menggunakan transportasi umum, ada beberapa kesan yang mungkin jarang ditemui pada saat ini.

Menunggu

Sebelum menaiki mobil angkot kita harus menunggu angkot itu di tepi jalan. Lamanya waktu menunggu angkot susah diprediksi. Kalau kita sedang beruntung tidak sampai menunggu 5 menit angkot yang kita perlukan akan melalui jalur dimana tempat saya menunggu angkot tersebut, hal ini membuat kita tentunya menjadi senang karena bisa sampai rumah dengan tepat waktu.

Dalam urusan menunggu angkot, saya pernah menunggu sampai 1 jam hingga angkot yang dibutuhkan melalui jalur kita tunggu. Hal ini dikarenakan jumlah angkot saat itu memang sedikit yang beroperasi di jalan, atau angkot yang lewat di depan kita sudah penuh semua diisi dengan penumpang dan barang. Jadi tidak bisa lagi diisi penumpang.

Selain itu pernah juga tidak dapat angkot sama sekali, yang mengharuskan saya tidak jadi pulang dan harus kembali ke kost (karena sedang akan ada hari raya). Dalam hal ini saya 2 kali pernah tidak dapat angkot/bis, saat berangkat ke sekolah dan saat akan pulang kampung.

Kadang Pecah Ban

Lancar dan tepat waktu juga dipengaruhi kemungkinan adanya  hambatan-hambatan di jalan. Contoh: pecah ban, mogok ataupun sopir singgah sebentar di warung).

Yang Duduk di Samping Kita

Saat sudah menaiki angkot, kadang kita bisa tambah senang karena penumpang yang duduk di samping kita adalah lawan jenis dan sebaya. Untuk mengakrabkan diri, dilakukanlah komunikasi agar waktu perjalanan tidak terasa dan disini kita bisa menambah teman walaupun dari kampung yang berbeda. Saya dan teman-teman kost kadang menceritakan hal-hal yang ditemui saat naik transportasi umum. Dan jadi topik pembahasan yang menarik.

Biaya Murah

Saat itu, ongkos transfortasi dari tempat kost ke kampung tergolong murah. Karena status masih pelajar, ongkosnya separuh dari penumpang umum. Saya ingat waktu itu, ongkos dari kost saya di Singaraja ke kampung di Bubunan, Seririt, hanya Rp 6.000, (Rp 4.000 untuk bis dan Rp. 2.000 untuk angkot). Ini masih bisa terjangkau untuk kalangan pelajar. Banyak pelajar yang menggunakan kendaraan transportasi umum, karena tingkat jumlah  kepemilikan motor tiap rumah tangga masih bisa terbilang rendah.

Kini Sepeda Motor

Kini, setelah berjalannya waktu transportasi umum ibarat selebritas yang memudar popularitasnya. Jumlahnya menurun sejak beberapa tahun terakhir.  Hal ini dikarenakan banyak warga beralih menggunakan sepeda motor.

Ini tentu karena mengendarai sepeda motor dianggap lebih praktis. Adapun beberapa kelebihan yang dari mengendari sepeda motor yaitu pertama penggendara sepeda motor dapat bepergian dengan fleksibel sesuai waktu yang ditentukan oleh pengendara. Tidak lagi perlu menunggu dan bisa langsung sampai tujuan tanpa adanya beberapa kali transit.

Selain itu, untuk memperoleh kendaraan motor saat ini sudah sangat dipermudah. Untuk membeli motor saat ini dapat dibayar dengan cicilan yang sangat rendah, sesuai dengan kemampuan pembeli tentunya semakin rendah angsuran biayanya semakin lama jangka waktu pembayaran. Bahkan ada beberapa dealer motor menawarkan DP 0 rupiah, sehingga sangat mudah untuk memperoleh motor tersebut.

Penyebab lainnya, banyaknya variasi kendaraan motor dari model, ukuran dan harga motor tersebut dan dapat dipilih sesuai dengan selera pembeli. Kadang orang membeli motor yang mahal ingin menunjukkan kepada sekitar bahwa dia mampu untuk kendaraan tersebut karena gengsi dan ingin dianggap memiliki selera “high”.

Apalagi, kini para orang tua memberikan izin anaknya untuk menggunakan sepeda motor walaupun belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), orang tua berpendapat bahwa tidak ingin repot untuk mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah karena kesibukan pekerjaan. Sehingga orang tua memberikan kebebasan kepada anaknya yang belum memiliki SIM untuk mengendarai motor. Kita dapat melihat di beberapa sekolah banyak siswanya membawa sepeda motor ke sekolah. Bahkan ada siswa yang masih di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih berumur 14 tahun sudah mengendarai motor ke sekolah. Padahal secara psikologis, anak-anak tersebut masih labil dalam mengendarai motor.

Peremajaan Transfortasi Umum

Perlu disadari juga, saat ini banyak kendaraan transportasi umum (bis dan angkot) yang sudah berusia tua. Sehingga mengurangi rasa nyaman para penumpang. Karena ketidak nyamanan inilah membuat tranportasi umum ini mulai ditinggalkan. Perlu adanya perubahan untuk mengembalikan kejayaan dalam menggunakan transportasi umum. Memang ini terasa berat tantangannya, namun belum terlambat untuk mewujudkannya.

Perubahan ini perlu dilakukan agar kehidupan transportasi umum ini tetap bisa bernapas dan bangkit. Perubahan bisa dilakukan dari pihak pengambil keputusan tentang transportasi, stakeholder dan  para pengusaha angkot dan bus. 

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu mengganti kendaraan yang tidak layak diganti dengan yang baru sehingga penumpang merasa lebih nyaman, kemudian jumlah armada ditambah sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu angkot/bus. Kemudian rute perjalanan  angkot ditambah lagi sampai pelosok/tujuan rumah.

Selain itu beberapa hal lagi yang perlu dibenahi. Padahal, penggunaan transportasi umum memiliki banyak kelebihan untuk penumpang yaitu bebas biaya servis, pajak tahunan , dapat mengurangi polusi udara dan kemacetan. Semoga kedepannya Transportasi umum dapat kembali menjadi Primadona dan mengalami kemajuan  di Kabupaten Buleleng. SALAM PERUBAHAN

  • Gede Febry Dirgantara, Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Gede Made Surya Darma, Manifestasi Angka 7

Next Post

Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co