24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Angkot Singaraja-Seririt, Kenangan Saat SMK dan Harapan Kini

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 22, 2020
in Esai
Angkot Singaraja-Seririt, Kenangan Saat SMK dan Harapan Kini

Salah satu angkot yang masih tersisa di Buleleng

Penulis: Gede Febry Dirgantara

________

Ini kenangan tahun 2005, pada masa saya mulai bersekolah menengah tingkat atas tepatnya di SMK Negeri 3 Singaraja.

Saya berasal dari Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Berbeda dengan teman-teman sekelas saya waktu masih SMP yang melanjutkan ke SMA, saya sendiri melanjutkan ke sekolah kejuruan karena ingin mendalami bidang komputer (Informatika).

Yang masih sangat berbekas dalam kenangan saya bersekolah saat itu adalah bemo alias angkutan umum alias transfortasi. Saat itu saya selalu menaiki moda transportasi umum dari desa saya di Bubunan sampai  ke rumah kost di Singaraja, dan sebaliknya.

Oh iya, selama bersekolah di SMK Negeri 3 Singaraja (tahun 2005-2008) saya ngekost di Gang Meliwis, wilayah Banyuning.

Saya dan teman-teman satu kost (yang berjumlah 6 orang), pada waktu menjelang libur dan pulang kampung, kita akan saling menanyakan “jam kuda mulih?”. Artinya jam berapa pulang ke kampung?

Disini komunikasi antar teman satu kost, walaupun berbeda jurusan kelihatan sangat akrab. Kita bisa mengetahui teman akan pulang kampung jam berapa, apakah mendahului, belakangan atau bersamaan. Walaupun rumah kita beda lokasi, namun komunikasi selalu terjadi di antara kita.

Dan dengan pertanyaan itu, jam kada mulih, kita akan menjadi tau apakah teman kita pulang kampung atau tidak. Dan semua dari kita pulang kampung menggunakan transportasi umum.

Dalam masa-masa masih menggunakan transportasi umum, ada beberapa kesan yang mungkin jarang ditemui pada saat ini.

Menunggu

Sebelum menaiki mobil angkot kita harus menunggu angkot itu di tepi jalan. Lamanya waktu menunggu angkot susah diprediksi. Kalau kita sedang beruntung tidak sampai menunggu 5 menit angkot yang kita perlukan akan melalui jalur dimana tempat saya menunggu angkot tersebut, hal ini membuat kita tentunya menjadi senang karena bisa sampai rumah dengan tepat waktu.

Dalam urusan menunggu angkot, saya pernah menunggu sampai 1 jam hingga angkot yang dibutuhkan melalui jalur kita tunggu. Hal ini dikarenakan jumlah angkot saat itu memang sedikit yang beroperasi di jalan, atau angkot yang lewat di depan kita sudah penuh semua diisi dengan penumpang dan barang. Jadi tidak bisa lagi diisi penumpang.

Selain itu pernah juga tidak dapat angkot sama sekali, yang mengharuskan saya tidak jadi pulang dan harus kembali ke kost (karena sedang akan ada hari raya). Dalam hal ini saya 2 kali pernah tidak dapat angkot/bis, saat berangkat ke sekolah dan saat akan pulang kampung.

Kadang Pecah Ban

Lancar dan tepat waktu juga dipengaruhi kemungkinan adanya  hambatan-hambatan di jalan. Contoh: pecah ban, mogok ataupun sopir singgah sebentar di warung).

Yang Duduk di Samping Kita

Saat sudah menaiki angkot, kadang kita bisa tambah senang karena penumpang yang duduk di samping kita adalah lawan jenis dan sebaya. Untuk mengakrabkan diri, dilakukanlah komunikasi agar waktu perjalanan tidak terasa dan disini kita bisa menambah teman walaupun dari kampung yang berbeda. Saya dan teman-teman kost kadang menceritakan hal-hal yang ditemui saat naik transportasi umum. Dan jadi topik pembahasan yang menarik.

Biaya Murah

Saat itu, ongkos transfortasi dari tempat kost ke kampung tergolong murah. Karena status masih pelajar, ongkosnya separuh dari penumpang umum. Saya ingat waktu itu, ongkos dari kost saya di Singaraja ke kampung di Bubunan, Seririt, hanya Rp 6.000, (Rp 4.000 untuk bis dan Rp. 2.000 untuk angkot). Ini masih bisa terjangkau untuk kalangan pelajar. Banyak pelajar yang menggunakan kendaraan transportasi umum, karena tingkat jumlah  kepemilikan motor tiap rumah tangga masih bisa terbilang rendah.

Kini Sepeda Motor

Kini, setelah berjalannya waktu transportasi umum ibarat selebritas yang memudar popularitasnya. Jumlahnya menurun sejak beberapa tahun terakhir.  Hal ini dikarenakan banyak warga beralih menggunakan sepeda motor.

Ini tentu karena mengendarai sepeda motor dianggap lebih praktis. Adapun beberapa kelebihan yang dari mengendari sepeda motor yaitu pertama penggendara sepeda motor dapat bepergian dengan fleksibel sesuai waktu yang ditentukan oleh pengendara. Tidak lagi perlu menunggu dan bisa langsung sampai tujuan tanpa adanya beberapa kali transit.

Selain itu, untuk memperoleh kendaraan motor saat ini sudah sangat dipermudah. Untuk membeli motor saat ini dapat dibayar dengan cicilan yang sangat rendah, sesuai dengan kemampuan pembeli tentunya semakin rendah angsuran biayanya semakin lama jangka waktu pembayaran. Bahkan ada beberapa dealer motor menawarkan DP 0 rupiah, sehingga sangat mudah untuk memperoleh motor tersebut.

Penyebab lainnya, banyaknya variasi kendaraan motor dari model, ukuran dan harga motor tersebut dan dapat dipilih sesuai dengan selera pembeli. Kadang orang membeli motor yang mahal ingin menunjukkan kepada sekitar bahwa dia mampu untuk kendaraan tersebut karena gengsi dan ingin dianggap memiliki selera “high”.

Apalagi, kini para orang tua memberikan izin anaknya untuk menggunakan sepeda motor walaupun belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), orang tua berpendapat bahwa tidak ingin repot untuk mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah karena kesibukan pekerjaan. Sehingga orang tua memberikan kebebasan kepada anaknya yang belum memiliki SIM untuk mengendarai motor. Kita dapat melihat di beberapa sekolah banyak siswanya membawa sepeda motor ke sekolah. Bahkan ada siswa yang masih di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih berumur 14 tahun sudah mengendarai motor ke sekolah. Padahal secara psikologis, anak-anak tersebut masih labil dalam mengendarai motor.

Peremajaan Transfortasi Umum

Perlu disadari juga, saat ini banyak kendaraan transportasi umum (bis dan angkot) yang sudah berusia tua. Sehingga mengurangi rasa nyaman para penumpang. Karena ketidak nyamanan inilah membuat tranportasi umum ini mulai ditinggalkan. Perlu adanya perubahan untuk mengembalikan kejayaan dalam menggunakan transportasi umum. Memang ini terasa berat tantangannya, namun belum terlambat untuk mewujudkannya.

Perubahan ini perlu dilakukan agar kehidupan transportasi umum ini tetap bisa bernapas dan bangkit. Perubahan bisa dilakukan dari pihak pengambil keputusan tentang transportasi, stakeholder dan  para pengusaha angkot dan bus. 

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu mengganti kendaraan yang tidak layak diganti dengan yang baru sehingga penumpang merasa lebih nyaman, kemudian jumlah armada ditambah sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu angkot/bus. Kemudian rute perjalanan  angkot ditambah lagi sampai pelosok/tujuan rumah.

Selain itu beberapa hal lagi yang perlu dibenahi. Padahal, penggunaan transportasi umum memiliki banyak kelebihan untuk penumpang yaitu bebas biaya servis, pajak tahunan , dapat mengurangi polusi udara dan kemacetan. Semoga kedepannya Transportasi umum dapat kembali menjadi Primadona dan mengalami kemajuan  di Kabupaten Buleleng. SALAM PERUBAHAN

  • Gede Febry Dirgantara, Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Gede Made Surya Darma, Manifestasi Angka 7

Next Post

Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co