23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Angkot Singaraja-Seririt, Kenangan Saat SMK dan Harapan Kini

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 22, 2020
in Esai
Angkot Singaraja-Seririt, Kenangan Saat SMK dan Harapan Kini

Salah satu angkot yang masih tersisa di Buleleng

Penulis: Gede Febry Dirgantara

________

Ini kenangan tahun 2005, pada masa saya mulai bersekolah menengah tingkat atas tepatnya di SMK Negeri 3 Singaraja.

Saya berasal dari Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Berbeda dengan teman-teman sekelas saya waktu masih SMP yang melanjutkan ke SMA, saya sendiri melanjutkan ke sekolah kejuruan karena ingin mendalami bidang komputer (Informatika).

Yang masih sangat berbekas dalam kenangan saya bersekolah saat itu adalah bemo alias angkutan umum alias transfortasi. Saat itu saya selalu menaiki moda transportasi umum dari desa saya di Bubunan sampai  ke rumah kost di Singaraja, dan sebaliknya.

Oh iya, selama bersekolah di SMK Negeri 3 Singaraja (tahun 2005-2008) saya ngekost di Gang Meliwis, wilayah Banyuning.

Saya dan teman-teman satu kost (yang berjumlah 6 orang), pada waktu menjelang libur dan pulang kampung, kita akan saling menanyakan “jam kuda mulih?”. Artinya jam berapa pulang ke kampung?

Disini komunikasi antar teman satu kost, walaupun berbeda jurusan kelihatan sangat akrab. Kita bisa mengetahui teman akan pulang kampung jam berapa, apakah mendahului, belakangan atau bersamaan. Walaupun rumah kita beda lokasi, namun komunikasi selalu terjadi di antara kita.

Dan dengan pertanyaan itu, jam kada mulih, kita akan menjadi tau apakah teman kita pulang kampung atau tidak. Dan semua dari kita pulang kampung menggunakan transportasi umum.

Dalam masa-masa masih menggunakan transportasi umum, ada beberapa kesan yang mungkin jarang ditemui pada saat ini.

Menunggu

Sebelum menaiki mobil angkot kita harus menunggu angkot itu di tepi jalan. Lamanya waktu menunggu angkot susah diprediksi. Kalau kita sedang beruntung tidak sampai menunggu 5 menit angkot yang kita perlukan akan melalui jalur dimana tempat saya menunggu angkot tersebut, hal ini membuat kita tentunya menjadi senang karena bisa sampai rumah dengan tepat waktu.

Dalam urusan menunggu angkot, saya pernah menunggu sampai 1 jam hingga angkot yang dibutuhkan melalui jalur kita tunggu. Hal ini dikarenakan jumlah angkot saat itu memang sedikit yang beroperasi di jalan, atau angkot yang lewat di depan kita sudah penuh semua diisi dengan penumpang dan barang. Jadi tidak bisa lagi diisi penumpang.

Selain itu pernah juga tidak dapat angkot sama sekali, yang mengharuskan saya tidak jadi pulang dan harus kembali ke kost (karena sedang akan ada hari raya). Dalam hal ini saya 2 kali pernah tidak dapat angkot/bis, saat berangkat ke sekolah dan saat akan pulang kampung.

Kadang Pecah Ban

Lancar dan tepat waktu juga dipengaruhi kemungkinan adanya  hambatan-hambatan di jalan. Contoh: pecah ban, mogok ataupun sopir singgah sebentar di warung).

Yang Duduk di Samping Kita

Saat sudah menaiki angkot, kadang kita bisa tambah senang karena penumpang yang duduk di samping kita adalah lawan jenis dan sebaya. Untuk mengakrabkan diri, dilakukanlah komunikasi agar waktu perjalanan tidak terasa dan disini kita bisa menambah teman walaupun dari kampung yang berbeda. Saya dan teman-teman kost kadang menceritakan hal-hal yang ditemui saat naik transportasi umum. Dan jadi topik pembahasan yang menarik.

Biaya Murah

Saat itu, ongkos transfortasi dari tempat kost ke kampung tergolong murah. Karena status masih pelajar, ongkosnya separuh dari penumpang umum. Saya ingat waktu itu, ongkos dari kost saya di Singaraja ke kampung di Bubunan, Seririt, hanya Rp 6.000, (Rp 4.000 untuk bis dan Rp. 2.000 untuk angkot). Ini masih bisa terjangkau untuk kalangan pelajar. Banyak pelajar yang menggunakan kendaraan transportasi umum, karena tingkat jumlah  kepemilikan motor tiap rumah tangga masih bisa terbilang rendah.

Kini Sepeda Motor

Kini, setelah berjalannya waktu transportasi umum ibarat selebritas yang memudar popularitasnya. Jumlahnya menurun sejak beberapa tahun terakhir.  Hal ini dikarenakan banyak warga beralih menggunakan sepeda motor.

Ini tentu karena mengendarai sepeda motor dianggap lebih praktis. Adapun beberapa kelebihan yang dari mengendari sepeda motor yaitu pertama penggendara sepeda motor dapat bepergian dengan fleksibel sesuai waktu yang ditentukan oleh pengendara. Tidak lagi perlu menunggu dan bisa langsung sampai tujuan tanpa adanya beberapa kali transit.

Selain itu, untuk memperoleh kendaraan motor saat ini sudah sangat dipermudah. Untuk membeli motor saat ini dapat dibayar dengan cicilan yang sangat rendah, sesuai dengan kemampuan pembeli tentunya semakin rendah angsuran biayanya semakin lama jangka waktu pembayaran. Bahkan ada beberapa dealer motor menawarkan DP 0 rupiah, sehingga sangat mudah untuk memperoleh motor tersebut.

Penyebab lainnya, banyaknya variasi kendaraan motor dari model, ukuran dan harga motor tersebut dan dapat dipilih sesuai dengan selera pembeli. Kadang orang membeli motor yang mahal ingin menunjukkan kepada sekitar bahwa dia mampu untuk kendaraan tersebut karena gengsi dan ingin dianggap memiliki selera “high”.

Apalagi, kini para orang tua memberikan izin anaknya untuk menggunakan sepeda motor walaupun belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), orang tua berpendapat bahwa tidak ingin repot untuk mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah karena kesibukan pekerjaan. Sehingga orang tua memberikan kebebasan kepada anaknya yang belum memiliki SIM untuk mengendarai motor. Kita dapat melihat di beberapa sekolah banyak siswanya membawa sepeda motor ke sekolah. Bahkan ada siswa yang masih di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih berumur 14 tahun sudah mengendarai motor ke sekolah. Padahal secara psikologis, anak-anak tersebut masih labil dalam mengendarai motor.

Peremajaan Transfortasi Umum

Perlu disadari juga, saat ini banyak kendaraan transportasi umum (bis dan angkot) yang sudah berusia tua. Sehingga mengurangi rasa nyaman para penumpang. Karena ketidak nyamanan inilah membuat tranportasi umum ini mulai ditinggalkan. Perlu adanya perubahan untuk mengembalikan kejayaan dalam menggunakan transportasi umum. Memang ini terasa berat tantangannya, namun belum terlambat untuk mewujudkannya.

Perubahan ini perlu dilakukan agar kehidupan transportasi umum ini tetap bisa bernapas dan bangkit. Perubahan bisa dilakukan dari pihak pengambil keputusan tentang transportasi, stakeholder dan  para pengusaha angkot dan bus. 

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu mengganti kendaraan yang tidak layak diganti dengan yang baru sehingga penumpang merasa lebih nyaman, kemudian jumlah armada ditambah sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu angkot/bus. Kemudian rute perjalanan  angkot ditambah lagi sampai pelosok/tujuan rumah.

Selain itu beberapa hal lagi yang perlu dibenahi. Padahal, penggunaan transportasi umum memiliki banyak kelebihan untuk penumpang yaitu bebas biaya servis, pajak tahunan , dapat mengurangi polusi udara dan kemacetan. Semoga kedepannya Transportasi umum dapat kembali menjadi Primadona dan mengalami kemajuan  di Kabupaten Buleleng. SALAM PERUBAHAN

  • Gede Febry Dirgantara, Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Gede Made Surya Darma, Manifestasi Angka 7

Next Post

Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co