23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Angkot Singaraja-Seririt, Kenangan Saat SMK dan Harapan Kini

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 22, 2020
in Esai
Angkot Singaraja-Seririt, Kenangan Saat SMK dan Harapan Kini

Salah satu angkot yang masih tersisa di Buleleng

Penulis: Gede Febry Dirgantara

________

Ini kenangan tahun 2005, pada masa saya mulai bersekolah menengah tingkat atas tepatnya di SMK Negeri 3 Singaraja.

Saya berasal dari Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Berbeda dengan teman-teman sekelas saya waktu masih SMP yang melanjutkan ke SMA, saya sendiri melanjutkan ke sekolah kejuruan karena ingin mendalami bidang komputer (Informatika).

Yang masih sangat berbekas dalam kenangan saya bersekolah saat itu adalah bemo alias angkutan umum alias transfortasi. Saat itu saya selalu menaiki moda transportasi umum dari desa saya di Bubunan sampai  ke rumah kost di Singaraja, dan sebaliknya.

Oh iya, selama bersekolah di SMK Negeri 3 Singaraja (tahun 2005-2008) saya ngekost di Gang Meliwis, wilayah Banyuning.

Saya dan teman-teman satu kost (yang berjumlah 6 orang), pada waktu menjelang libur dan pulang kampung, kita akan saling menanyakan “jam kuda mulih?”. Artinya jam berapa pulang ke kampung?

Disini komunikasi antar teman satu kost, walaupun berbeda jurusan kelihatan sangat akrab. Kita bisa mengetahui teman akan pulang kampung jam berapa, apakah mendahului, belakangan atau bersamaan. Walaupun rumah kita beda lokasi, namun komunikasi selalu terjadi di antara kita.

Dan dengan pertanyaan itu, jam kada mulih, kita akan menjadi tau apakah teman kita pulang kampung atau tidak. Dan semua dari kita pulang kampung menggunakan transportasi umum.

Dalam masa-masa masih menggunakan transportasi umum, ada beberapa kesan yang mungkin jarang ditemui pada saat ini.

Menunggu

Sebelum menaiki mobil angkot kita harus menunggu angkot itu di tepi jalan. Lamanya waktu menunggu angkot susah diprediksi. Kalau kita sedang beruntung tidak sampai menunggu 5 menit angkot yang kita perlukan akan melalui jalur dimana tempat saya menunggu angkot tersebut, hal ini membuat kita tentunya menjadi senang karena bisa sampai rumah dengan tepat waktu.

Dalam urusan menunggu angkot, saya pernah menunggu sampai 1 jam hingga angkot yang dibutuhkan melalui jalur kita tunggu. Hal ini dikarenakan jumlah angkot saat itu memang sedikit yang beroperasi di jalan, atau angkot yang lewat di depan kita sudah penuh semua diisi dengan penumpang dan barang. Jadi tidak bisa lagi diisi penumpang.

Selain itu pernah juga tidak dapat angkot sama sekali, yang mengharuskan saya tidak jadi pulang dan harus kembali ke kost (karena sedang akan ada hari raya). Dalam hal ini saya 2 kali pernah tidak dapat angkot/bis, saat berangkat ke sekolah dan saat akan pulang kampung.

Kadang Pecah Ban

Lancar dan tepat waktu juga dipengaruhi kemungkinan adanya  hambatan-hambatan di jalan. Contoh: pecah ban, mogok ataupun sopir singgah sebentar di warung).

Yang Duduk di Samping Kita

Saat sudah menaiki angkot, kadang kita bisa tambah senang karena penumpang yang duduk di samping kita adalah lawan jenis dan sebaya. Untuk mengakrabkan diri, dilakukanlah komunikasi agar waktu perjalanan tidak terasa dan disini kita bisa menambah teman walaupun dari kampung yang berbeda. Saya dan teman-teman kost kadang menceritakan hal-hal yang ditemui saat naik transportasi umum. Dan jadi topik pembahasan yang menarik.

Biaya Murah

Saat itu, ongkos transfortasi dari tempat kost ke kampung tergolong murah. Karena status masih pelajar, ongkosnya separuh dari penumpang umum. Saya ingat waktu itu, ongkos dari kost saya di Singaraja ke kampung di Bubunan, Seririt, hanya Rp 6.000, (Rp 4.000 untuk bis dan Rp. 2.000 untuk angkot). Ini masih bisa terjangkau untuk kalangan pelajar. Banyak pelajar yang menggunakan kendaraan transportasi umum, karena tingkat jumlah  kepemilikan motor tiap rumah tangga masih bisa terbilang rendah.

Kini Sepeda Motor

Kini, setelah berjalannya waktu transportasi umum ibarat selebritas yang memudar popularitasnya. Jumlahnya menurun sejak beberapa tahun terakhir.  Hal ini dikarenakan banyak warga beralih menggunakan sepeda motor.

Ini tentu karena mengendarai sepeda motor dianggap lebih praktis. Adapun beberapa kelebihan yang dari mengendari sepeda motor yaitu pertama penggendara sepeda motor dapat bepergian dengan fleksibel sesuai waktu yang ditentukan oleh pengendara. Tidak lagi perlu menunggu dan bisa langsung sampai tujuan tanpa adanya beberapa kali transit.

Selain itu, untuk memperoleh kendaraan motor saat ini sudah sangat dipermudah. Untuk membeli motor saat ini dapat dibayar dengan cicilan yang sangat rendah, sesuai dengan kemampuan pembeli tentunya semakin rendah angsuran biayanya semakin lama jangka waktu pembayaran. Bahkan ada beberapa dealer motor menawarkan DP 0 rupiah, sehingga sangat mudah untuk memperoleh motor tersebut.

Penyebab lainnya, banyaknya variasi kendaraan motor dari model, ukuran dan harga motor tersebut dan dapat dipilih sesuai dengan selera pembeli. Kadang orang membeli motor yang mahal ingin menunjukkan kepada sekitar bahwa dia mampu untuk kendaraan tersebut karena gengsi dan ingin dianggap memiliki selera “high”.

Apalagi, kini para orang tua memberikan izin anaknya untuk menggunakan sepeda motor walaupun belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), orang tua berpendapat bahwa tidak ingin repot untuk mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah karena kesibukan pekerjaan. Sehingga orang tua memberikan kebebasan kepada anaknya yang belum memiliki SIM untuk mengendarai motor. Kita dapat melihat di beberapa sekolah banyak siswanya membawa sepeda motor ke sekolah. Bahkan ada siswa yang masih di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih berumur 14 tahun sudah mengendarai motor ke sekolah. Padahal secara psikologis, anak-anak tersebut masih labil dalam mengendarai motor.

Peremajaan Transfortasi Umum

Perlu disadari juga, saat ini banyak kendaraan transportasi umum (bis dan angkot) yang sudah berusia tua. Sehingga mengurangi rasa nyaman para penumpang. Karena ketidak nyamanan inilah membuat tranportasi umum ini mulai ditinggalkan. Perlu adanya perubahan untuk mengembalikan kejayaan dalam menggunakan transportasi umum. Memang ini terasa berat tantangannya, namun belum terlambat untuk mewujudkannya.

Perubahan ini perlu dilakukan agar kehidupan transportasi umum ini tetap bisa bernapas dan bangkit. Perubahan bisa dilakukan dari pihak pengambil keputusan tentang transportasi, stakeholder dan  para pengusaha angkot dan bus. 

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu mengganti kendaraan yang tidak layak diganti dengan yang baru sehingga penumpang merasa lebih nyaman, kemudian jumlah armada ditambah sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu angkot/bus. Kemudian rute perjalanan  angkot ditambah lagi sampai pelosok/tujuan rumah.

Selain itu beberapa hal lagi yang perlu dibenahi. Padahal, penggunaan transportasi umum memiliki banyak kelebihan untuk penumpang yaitu bebas biaya servis, pajak tahunan , dapat mengurangi polusi udara dan kemacetan. Semoga kedepannya Transportasi umum dapat kembali menjadi Primadona dan mengalami kemajuan  di Kabupaten Buleleng. SALAM PERUBAHAN

  • Gede Febry Dirgantara, Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Gede Made Surya Darma, Manifestasi Angka 7

Next Post

Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Akarpohon Mataram || Komunitas Penulis, Komunitas yang Membaca

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co