6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cari Gelar Agar Dapat Kerja, Dapat Gelar Tak Mau Kerja

Candra Puspita Dewi by Candra Puspita Dewi
July 1, 2020
in Esai
Cari Gelar Agar Dapat Kerja, Dapat Gelar Tak Mau Kerja

Ilustrasi diolah dari sumber gambar Google

SAAT ini, pendidikan bukan barang mewah. Hampir setiap orang tua masa kini punya anggapan paten, bahwa sekolah adalah hal wajib yang harus diterima anaknya. Anak-anak punya hak untuk bersekolah.

Sekolahnya pun tidaklah sebentar. Bukan hanya dua belas tahun, tapi lebih dari itu. Bisa 16 tahun jika menempuh pendidikan S2, bisa ditambah lagi 2 tahun jika S2, ditambah lagi 4 tahun jika mau gelar doktor. Atau bisa ditambah bertahun-tahun jika tak tak lulus-lulus, atau malas mengerjakan skripsi/tesis/disertasi.

Sekolah begitu tinggi, dan belajar begitu lama, tentu ada sesuatu yang hendak dikejar. Salah satunya, apalagi kalau bukan gelar. Gelar itu biasa dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan. Pekerjaan yang relevan dengan pendidikan yang sudah ditempuh, tentunya.

Kalau pekerjaan tidak relevan, artinya gelar tak terpakai. Pendidikan tinggi-tinggi pun sia-sia rasanya. Semisal, pernah bersekolah tinggi di sebuah universitas pendidikan, tapi, ketika bekerja malah memilih untuk tidak menjadi guru karena sesuatu dan hal-hal lain.

Kondisi seperti itu bisa saja terjadi karena ketersediaan lapangan pekerjaan yang relevan dengan pendidikan yang ditempuh tidak tersedia banyak. Kalau pun ada, mungkin sulit untuk menembusnya. Saingan begitu banyak. Ya, karena banyak yang sekolah tinggi-tinggi.

Dunia sekolah dan dunia kerja itu memang agak aneh, kadang tak nyambung. Sarjana yang punya gelar, bisa juga mendapat pekerjaan bukan semata karena pendidikannya yang cemerlang. Ada yang dapat kerja karena keberuntungan. Banyak orang yang iseng, melamar pekerjaan, coba-coba, eh tahunya dapat. Padahal saat kuliah nilainya C melulu.

Ada juga sarjana yang mendapat pekerjaan karena punya koneksi, misalnya salah satu anggota keluargnya, atau mungkin tetangganya, jadi pejabat penting yang bisa memuluskan jalan menuju kursi pekerjaan.  

Tapi, selain dua tipe peraih kerja yang tersebut di atas, syukurlah masih banyak pencari kerja yang diterima bekerja karena usaha dan kemampuannya sendiri. Lulus murrni, kata orang.

Nah, bagi kawan yang sudah coba-coba, yang tak punya koneksi atau keluarga atau tetangga pejabat, dan yang sudah berusaha tapi tak lolos-lolos juga, sudahlah jangan berkecil hati. Kalau sudah begini, yang harus dilakukan adalah terus dan teruslah berusaha.

Bukankah sering mendengar nasihat penghibur, bahwa hasil itu tidak mungkin menghianati usaha? Jadi, semangatlah. Semangat!

Tapi, kalau semua usaha sudah dilakukan dan tak juga membuahkan hasil, bagaimana kalau sebaiknya tanggalkan saja gelar yang  dipunya? Ini saran saja, lho ya. Kalau tidak setuju juga tidak apa-apa. Siapa tahu tidak rela gelar sarjananya ditanggalkan.

Oh ya, pernah tidak kalian curiga, jangan-jangan gelar itulah yang menghabat kemajuan hidup kita? Justru gelar sarjana itulah yang membuat kita tak mau bekerja sehingga tak dapat-dapat kerja? Mungkin saja gelar itu menganggu pikiran kita?

Sebab, pernah ada seorang teman, sarjana, yang menolak mentah-mentah anjuran saya untuk menjadi cleaning servis di sebuah instansi. Padahal, dia sedang membutuhkan biaya untuk hidup.

Bukan bermaksud memberi pekerjaan yang jelek. Saya pikir dia menerima karena sebelumnya dia bilang dengan sangat dramatis, tragis dan memprihatinkan kalau ia benar-benar sedang butuh uang.

“Masak aku sarjana, kerjanya jadi tukang bersih-bersih,” kata dia, sang sarjana.

Nah, itu membuktikan bahwa gelar bisa membuat kita tidak bergerak. Tak punya ide. Tak kreatif. Gelar bisa menjadi beban bagi pemiliknya.

Sebagian besar orang memilih untuk bersekolah tinggi dan mengejar sebuah gelar hanya untuk mengubah nasib mereka. Mengubah nasib mungkin maksudnya menjadi pekerja kantoran. Lalu, kalau itu-itu saja yang ingin dicapai, padahal sudah tidak ada harapan lagi, apakah kita mau, sebagian waktu hanya dihabiskan untuk menunggu?

Menunggu pekerjaan yang tak datang-datang itu sama seperti menunggu kekasih yang tak jua mau diajak menikah padahal umur sudah tidak bisa diajak kompromi. Ya boro-boro sang kekasih mau diajak nikah, wong kerja saja belum.

Kita bisa lupa pada sekolah tinggi, tapi tak boleh lupa pada tujuan kita bersekolah tinggi. Yakni untuk mengubah nasib. Nasib baik, tentunya. Kalau tidak mendapat pekerjaan yang dinginkan sampai berbulan-bulan lamanya, demi bisa menjadi pegawai kantor, apa itu disebut nasib baik? Kalau tidak mendapat penghasilan selama berbulan-bulan, apa itu juga disebut nasib baik?

Untuk sementara ini, lakukan pekerjaan yang ada saja. Yang tersedia. Kalau ada lowongan menjadi pedagang, kasir, atau cleaning servis, ya diambil saja. Ya, meski pun status dari orang yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan macam itu tidak cukup keren, tapi pekerjaan-pekerjaan itu halal.

Kadang-kadang, hidup tidak melulu soal status. Meski pun kita sering mendengar bahwa di mana-mana lingkungan mementingkan status. Buktinya saja bekerja di mana dan sebagai apa adalah dua pertanyaan yang masih berserakan di lingkungan sekitar. Ya itu wajar-wajar saja.

Sebab, pertanyaan macam begitu kadang serius, kadang juga untuk berbasa-basi. Ya kalau hanya basa-basi saja, mau pekerjaan kita buruh cuci baju sekali pun, mereka tak akan hirau. Tapi, kalau serius ingin tahu dan memberikan penilaian terhadap diri kita, bagaimana? Pertanyaan mereka cukup menjadi ancaman untuk kalian pasti.

Dalam keadaan seperti ini, mendengar memang penting dan baik. Begitu pula lingkungan. Bertanya, berbasa-basi, berbicara, itu juga baik. Tapi, buat kita, percayalah bahwa ada yang patut didengar, ada yang tidak patut. Sama seperti berbicara, ada yang patut dibicarakan,  ada juga yang tidak. (T)

Tags: karirPendidikan
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Dukung Musik dan Pertunjukan Bali di New Normal – berawal dari pesan berujung gotong royong membangun panggung

Next Post

Kekerasan di Dunia Pendidikan: Coba Cek, Tersebab Siswa Bandel atau Gurunya Lapar

Candra Puspita Dewi

Candra Puspita Dewi

Lulusan Undiksha Singaraja, kini jadi guru di Denpasar. Di sela mengajar, ia juga main teater di Komunitas Mahima dan Teater Kalangan

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Kekerasan di Dunia Pendidikan: Coba Cek, Tersebab Siswa Bandel atau Gurunya Lapar

Kekerasan di Dunia Pendidikan: Coba Cek, Tersebab Siswa Bandel atau Gurunya Lapar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co