3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Kita Bercermin; Politik Pandemi

I Made Pria Dharsana by I Made Pria Dharsana
April 26, 2020
in Esai
Mari Kita Bercermin; Politik Pandemi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Apa yang kita rasakan berbeda saat ada sekelompok orang kampanye dengan saat duduk di dewan? Apalagi saat dimasa sulit sekarang ini.

Pasti berbeda..

Karena itu apa yg bisa dipetik dengan pengalaman ini, karena selalu berulang dialami sebagian BESAR masyarakat yang trus menerus tak sadar !!

Apalagi saat Grubug/pandemi covid19 ! makin nyata terdeteksi antara kata dan tindakan..

Simpati dan empati..

Janji tanpa bukti.

Apakah turun membantu masyarakat yang kena PHK , masyarakat terdampak covid19? tidak banyak dan jika pun ada seperti kurang berarti kecuali hanya untuk memenuhi birahi politik nya saja. begitu juga partai politik. Solidaritas yang mestinya terbangun , kedekatan yang ada tanpa sekat antara dewan dengan pemilihnya jauh dari harapan. jauh dari kesan yang seharusnya. ini entah salah siapa. dan saat sekarang, saat masyarakat kesulitan ekonomi dari dampak covid19 yang begitu berat dirasakan oleh pemerintah, dan mestinya tidak semua beban diserahkan kepada pemerintah, sudah seharusnya mereka berempati turun bergotong royong membantu masyarakat yang sekarang banyak bertambah miskin..

Syukur jika di Bali Desa Adat, Banjar Adat dan kelompok-kelompok masyarakat dan relawan turun membantu pengadaan APD bagi para dokter dan paramedis serta memberikan sembako , masker, bagi warganya agar dapat meringankan beban ekonominya..Sudah sepatutnya Desa Adat sebagai garda terakhir harus kuat dan ikut turut ambil ambil tanggung jawab atas keselamatan warganya. tidak saja kesehatan tetapi juga periuk nasinya disaat susah.. disinilah nilai pesuka dukaan nampak diuji.

Politik dan Kapital.

Akurasi data saat pemilihan dengan data saat pembagian baksos trus berubah. pasti. tergantung kebutuhan dan kepentingan..

Untuk apa dan bagi siapa?

Jika hal nya demikian akan membuat pengambilan keputusan ditingkat pusat pasti kesulitan karena selalu tidak up date. baksos apapun bentuk nya misal BLT, sekarang saat diberlakukan nya PSBB di beberapa daerah di Indonesia, dengan oemberian bantuan sembako bagi masyarakat yang terkana dampak ekonomi karena covid19, data yang belum disiapkan atau ada data penerima yang tak jelas dan salah sasaran . Disamping itu ada saja trrus menerus merasa  terus kurang..karena sikap mental sebagian dari masyarakat kita selalu menuntut.. bukan sebaliknya. meringankan benan pemerintah dengan pengadaan bahan pangan bagi diri dan lingkungan sekitarnya.. Jumalah warga bagi kepentingan politik hanya dihitung deretan angka suara pemilih yang dipentingkan.. orang hanya dihitung sebagai  kesatuan jumlah, yang akan menghitung benar-benar modal kapital yang perlu untuk dikeluarkan dan berapa lama serta bagaimana akan diperoleh kembali.. penghitungan ini seperti hukum ekonomi nya Adam Smit.. modal  sekecil kecilnya dengan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya; Disini masyarakat secara umum tidak mempunyai pemikiran sampai kesana..masyarakat kita dulu masih lugu akan tetapi sekarang sudah lebih terbuka dan malah sebagian membuka diri untuk dibayar dengan kompensasi sejumlah suara. Transaksional tak dapat dipungkiri terjadi. Namun setalah itu apa? masyarakat kita mudah lupa.. lupa kalau sudah pernah mendapat kan sesuatu pada masa kampanye apakah oleh-oleh , apakah janji-janji ( money politik) , baik berbentuk barang maupun tak berbentuk.. hanya janji tanpa bukti , tidak sebagaimana jargon beberapa partai politik..

Terus berulang saban lima tahunan, kembali dan kembali.. gerutu dan caci maki , tak jelas, tapi apalah yang mereka caci maki mendengar, seperti nya tidak peduli, atau mereka berpendapat sudah membayar lunas atas dukungan suara yang pernah diperoleh saat kampanye. mereka sudah merasa MEMBAYAR dukungan tersebut.. dan ajaib, menjelang pemilu dan saat kampanye menjelang kembali, banyak yang datang dan mendekat, datang dan kembali membawa oleh-oleh dan janji-janji politik , masyarakat welcome.. masyarakat maklum.

Apakah dengan demikian masyarakat dan sikap mental kita sangat permisif..(ini disarikan dari beberapa hasil penelitian ).

Masyarakat lupa kalau pernah dikecewakan dan rekan teman seperjuangan yang sudah duduk di dewan tak pernah hirau dengan masyarakat yang diwakilkan nya. Dengan demikian mereka menyuarakan kepentingan siapa di kursi dewan yang terhormat? Tentu banyak jawaban yang kita peroleh dari mereka yang memang jago cakap. namun apakah kepantasan dan kepatutan dari apa yang mereka cakapkan, dan apa yang mereka lakukan. tidak penting bagi mereka. itulah politik.. walauoun bukan seperti itu seharusnya, karena kembali kepada sikap mental para politisi dengan kompetensi teruji, kapabelitas dan moralitas tak tercela dalam menjalankan kepercayaan warga pemilih dan memperjuangkan hak-hak warga dalam pengambil kebijakan baik di daerah maupun di pusat.

Oleh karena itu, kesadaran politik masyakarat menjadi penting agar menjadi lebih paham hak dan kewajiban nya sebagai warga pemilik sah Negara ini..

Sikap mental pejuang ini mesti tumbuh dalam kelas menengah dan bawah .. Ini tugas kelompok masyarakat kelas menengah, kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat , tokoh masyarakat Desa Adat dan Banjar Adat untuk terus menerus menjadi penguat dan menyuarakan kepentingan masyarakat bawah agar sadar dan dapat meningkatkan kepentingan mereka sendiri.

Desa Adat di Bali memegang peran sangat strategis , mengatur tata kehidupan masyarakat adat dengan kebudayaan nya yang tinggi untuk menyelenggara dan melaksanakan Trihita Karana berdasarkan Agama Hindu, yang dalam tataran implementasinya mensejahterakan warga adat secara sekala dan niskala.

Desa Adat/desa Pekraman di Bali berjumlah 1.488 dengan Banjar Adat 3.323 merupakan potensi besar untuk terus menyatukan warga Bali dalam memperjuangkan hak dan kewajiban membangun Bali dan mendukung pembangunan Nasional. Ditengah kesulitan ekonomi sekarang inilah desa dan banjar adat gotong royong membantu warganya.

Warga Adat Bali bagitu patuh dan tunduk pada Desa Adat.. Oleh karena itu apapun program pemerintah yang diturunkan  melalui Desa Adat dijalankan dengan baik walapun banyak yang merugikan warga Bali.

Kesadaran untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga bangsa sangat diperlukan ini sangat penting agar jika diajak berjuang memajukan diri, keluarga dan bangsanya TIDAK selalu punya alasan untuk menolak..dan tidak semua profram pemerintah yang jelas-jelas merugikan warga Bali mesti dapat ditolak pelaksanaannya. oleh karena nyalah warga Bali harus cerdas dan pandai serta tidak selalu terlena dengan kapital demi kepentingan politik, apalagi dalam situasi tekanan ekonomi yang sangat berat menimpa Bali karena ambroknya pondasi ekonomi masyarakat dari Pariwisata. Dibutuhkan reorientasi total pengembangan Pariwisata Bali pasca covid19.

Mari tetep berbagi, membangun soliditas dimasa sulit.

saniscara, 25.04.2020

Tags: covid 19pandemiPartai PolitikPolitik
Share21TweetSendShareSend
Previous Post

Puisi Adalah Keindahan, Semata-Mata Keindahan

Next Post

Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

I Made Pria Dharsana

I Made Pria Dharsana

Praktisi, akademisi dan penggiat Prabu Capung Mas

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co