22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Kita Bercermin; Politik Pandemi

I Made Pria Dharsana by I Made Pria Dharsana
April 26, 2020
in Esai
Mari Kita Bercermin; Politik Pandemi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Apa yang kita rasakan berbeda saat ada sekelompok orang kampanye dengan saat duduk di dewan? Apalagi saat dimasa sulit sekarang ini.

Pasti berbeda..

Karena itu apa yg bisa dipetik dengan pengalaman ini, karena selalu berulang dialami sebagian BESAR masyarakat yang trus menerus tak sadar !!

Apalagi saat Grubug/pandemi covid19 ! makin nyata terdeteksi antara kata dan tindakan..

Simpati dan empati..

Janji tanpa bukti.

Apakah turun membantu masyarakat yang kena PHK , masyarakat terdampak covid19? tidak banyak dan jika pun ada seperti kurang berarti kecuali hanya untuk memenuhi birahi politik nya saja. begitu juga partai politik. Solidaritas yang mestinya terbangun , kedekatan yang ada tanpa sekat antara dewan dengan pemilihnya jauh dari harapan. jauh dari kesan yang seharusnya. ini entah salah siapa. dan saat sekarang, saat masyarakat kesulitan ekonomi dari dampak covid19 yang begitu berat dirasakan oleh pemerintah, dan mestinya tidak semua beban diserahkan kepada pemerintah, sudah seharusnya mereka berempati turun bergotong royong membantu masyarakat yang sekarang banyak bertambah miskin..

Syukur jika di Bali Desa Adat, Banjar Adat dan kelompok-kelompok masyarakat dan relawan turun membantu pengadaan APD bagi para dokter dan paramedis serta memberikan sembako , masker, bagi warganya agar dapat meringankan beban ekonominya..Sudah sepatutnya Desa Adat sebagai garda terakhir harus kuat dan ikut turut ambil ambil tanggung jawab atas keselamatan warganya. tidak saja kesehatan tetapi juga periuk nasinya disaat susah.. disinilah nilai pesuka dukaan nampak diuji.

Politik dan Kapital.

Akurasi data saat pemilihan dengan data saat pembagian baksos trus berubah. pasti. tergantung kebutuhan dan kepentingan..

Untuk apa dan bagi siapa?

Jika hal nya demikian akan membuat pengambilan keputusan ditingkat pusat pasti kesulitan karena selalu tidak up date. baksos apapun bentuk nya misal BLT, sekarang saat diberlakukan nya PSBB di beberapa daerah di Indonesia, dengan oemberian bantuan sembako bagi masyarakat yang terkana dampak ekonomi karena covid19, data yang belum disiapkan atau ada data penerima yang tak jelas dan salah sasaran . Disamping itu ada saja trrus menerus merasa  terus kurang..karena sikap mental sebagian dari masyarakat kita selalu menuntut.. bukan sebaliknya. meringankan benan pemerintah dengan pengadaan bahan pangan bagi diri dan lingkungan sekitarnya.. Jumalah warga bagi kepentingan politik hanya dihitung deretan angka suara pemilih yang dipentingkan.. orang hanya dihitung sebagai  kesatuan jumlah, yang akan menghitung benar-benar modal kapital yang perlu untuk dikeluarkan dan berapa lama serta bagaimana akan diperoleh kembali.. penghitungan ini seperti hukum ekonomi nya Adam Smit.. modal  sekecil kecilnya dengan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya; Disini masyarakat secara umum tidak mempunyai pemikiran sampai kesana..masyarakat kita dulu masih lugu akan tetapi sekarang sudah lebih terbuka dan malah sebagian membuka diri untuk dibayar dengan kompensasi sejumlah suara. Transaksional tak dapat dipungkiri terjadi. Namun setalah itu apa? masyarakat kita mudah lupa.. lupa kalau sudah pernah mendapat kan sesuatu pada masa kampanye apakah oleh-oleh , apakah janji-janji ( money politik) , baik berbentuk barang maupun tak berbentuk.. hanya janji tanpa bukti , tidak sebagaimana jargon beberapa partai politik..

Terus berulang saban lima tahunan, kembali dan kembali.. gerutu dan caci maki , tak jelas, tapi apalah yang mereka caci maki mendengar, seperti nya tidak peduli, atau mereka berpendapat sudah membayar lunas atas dukungan suara yang pernah diperoleh saat kampanye. mereka sudah merasa MEMBAYAR dukungan tersebut.. dan ajaib, menjelang pemilu dan saat kampanye menjelang kembali, banyak yang datang dan mendekat, datang dan kembali membawa oleh-oleh dan janji-janji politik , masyarakat welcome.. masyarakat maklum.

Apakah dengan demikian masyarakat dan sikap mental kita sangat permisif..(ini disarikan dari beberapa hasil penelitian ).

Masyarakat lupa kalau pernah dikecewakan dan rekan teman seperjuangan yang sudah duduk di dewan tak pernah hirau dengan masyarakat yang diwakilkan nya. Dengan demikian mereka menyuarakan kepentingan siapa di kursi dewan yang terhormat? Tentu banyak jawaban yang kita peroleh dari mereka yang memang jago cakap. namun apakah kepantasan dan kepatutan dari apa yang mereka cakapkan, dan apa yang mereka lakukan. tidak penting bagi mereka. itulah politik.. walauoun bukan seperti itu seharusnya, karena kembali kepada sikap mental para politisi dengan kompetensi teruji, kapabelitas dan moralitas tak tercela dalam menjalankan kepercayaan warga pemilih dan memperjuangkan hak-hak warga dalam pengambil kebijakan baik di daerah maupun di pusat.

Oleh karena itu, kesadaran politik masyakarat menjadi penting agar menjadi lebih paham hak dan kewajiban nya sebagai warga pemilik sah Negara ini..

Sikap mental pejuang ini mesti tumbuh dalam kelas menengah dan bawah .. Ini tugas kelompok masyarakat kelas menengah, kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat , tokoh masyarakat Desa Adat dan Banjar Adat untuk terus menerus menjadi penguat dan menyuarakan kepentingan masyarakat bawah agar sadar dan dapat meningkatkan kepentingan mereka sendiri.

Desa Adat di Bali memegang peran sangat strategis , mengatur tata kehidupan masyarakat adat dengan kebudayaan nya yang tinggi untuk menyelenggara dan melaksanakan Trihita Karana berdasarkan Agama Hindu, yang dalam tataran implementasinya mensejahterakan warga adat secara sekala dan niskala.

Desa Adat/desa Pekraman di Bali berjumlah 1.488 dengan Banjar Adat 3.323 merupakan potensi besar untuk terus menyatukan warga Bali dalam memperjuangkan hak dan kewajiban membangun Bali dan mendukung pembangunan Nasional. Ditengah kesulitan ekonomi sekarang inilah desa dan banjar adat gotong royong membantu warganya.

Warga Adat Bali bagitu patuh dan tunduk pada Desa Adat.. Oleh karena itu apapun program pemerintah yang diturunkan  melalui Desa Adat dijalankan dengan baik walapun banyak yang merugikan warga Bali.

Kesadaran untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga bangsa sangat diperlukan ini sangat penting agar jika diajak berjuang memajukan diri, keluarga dan bangsanya TIDAK selalu punya alasan untuk menolak..dan tidak semua profram pemerintah yang jelas-jelas merugikan warga Bali mesti dapat ditolak pelaksanaannya. oleh karena nyalah warga Bali harus cerdas dan pandai serta tidak selalu terlena dengan kapital demi kepentingan politik, apalagi dalam situasi tekanan ekonomi yang sangat berat menimpa Bali karena ambroknya pondasi ekonomi masyarakat dari Pariwisata. Dibutuhkan reorientasi total pengembangan Pariwisata Bali pasca covid19.

Mari tetep berbagi, membangun soliditas dimasa sulit.

saniscara, 25.04.2020

Tags: covid 19pandemiPartai PolitikPolitik
Share21TweetSendShareSend
Previous Post

Puisi Adalah Keindahan, Semata-Mata Keindahan

Next Post

Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

I Made Pria Dharsana

I Made Pria Dharsana

Praktisi, akademisi dan penggiat Prabu Capung Mas

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co