2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mari Kita Bercermin; Politik Pandemi

I Made Pria Dharsana by I Made Pria Dharsana
April 26, 2020
in Esai
Mari Kita Bercermin; Politik Pandemi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Apa yang kita rasakan berbeda saat ada sekelompok orang kampanye dengan saat duduk di dewan? Apalagi saat dimasa sulit sekarang ini.

Pasti berbeda..

Karena itu apa yg bisa dipetik dengan pengalaman ini, karena selalu berulang dialami sebagian BESAR masyarakat yang trus menerus tak sadar !!

Apalagi saat Grubug/pandemi covid19 ! makin nyata terdeteksi antara kata dan tindakan..

Simpati dan empati..

Janji tanpa bukti.

Apakah turun membantu masyarakat yang kena PHK , masyarakat terdampak covid19? tidak banyak dan jika pun ada seperti kurang berarti kecuali hanya untuk memenuhi birahi politik nya saja. begitu juga partai politik. Solidaritas yang mestinya terbangun , kedekatan yang ada tanpa sekat antara dewan dengan pemilihnya jauh dari harapan. jauh dari kesan yang seharusnya. ini entah salah siapa. dan saat sekarang, saat masyarakat kesulitan ekonomi dari dampak covid19 yang begitu berat dirasakan oleh pemerintah, dan mestinya tidak semua beban diserahkan kepada pemerintah, sudah seharusnya mereka berempati turun bergotong royong membantu masyarakat yang sekarang banyak bertambah miskin..

Syukur jika di Bali Desa Adat, Banjar Adat dan kelompok-kelompok masyarakat dan relawan turun membantu pengadaan APD bagi para dokter dan paramedis serta memberikan sembako , masker, bagi warganya agar dapat meringankan beban ekonominya..Sudah sepatutnya Desa Adat sebagai garda terakhir harus kuat dan ikut turut ambil ambil tanggung jawab atas keselamatan warganya. tidak saja kesehatan tetapi juga periuk nasinya disaat susah.. disinilah nilai pesuka dukaan nampak diuji.

Politik dan Kapital.

Akurasi data saat pemilihan dengan data saat pembagian baksos trus berubah. pasti. tergantung kebutuhan dan kepentingan..

Untuk apa dan bagi siapa?

Jika hal nya demikian akan membuat pengambilan keputusan ditingkat pusat pasti kesulitan karena selalu tidak up date. baksos apapun bentuk nya misal BLT, sekarang saat diberlakukan nya PSBB di beberapa daerah di Indonesia, dengan oemberian bantuan sembako bagi masyarakat yang terkana dampak ekonomi karena covid19, data yang belum disiapkan atau ada data penerima yang tak jelas dan salah sasaran . Disamping itu ada saja trrus menerus merasa  terus kurang..karena sikap mental sebagian dari masyarakat kita selalu menuntut.. bukan sebaliknya. meringankan benan pemerintah dengan pengadaan bahan pangan bagi diri dan lingkungan sekitarnya.. Jumalah warga bagi kepentingan politik hanya dihitung deretan angka suara pemilih yang dipentingkan.. orang hanya dihitung sebagai  kesatuan jumlah, yang akan menghitung benar-benar modal kapital yang perlu untuk dikeluarkan dan berapa lama serta bagaimana akan diperoleh kembali.. penghitungan ini seperti hukum ekonomi nya Adam Smit.. modal  sekecil kecilnya dengan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya; Disini masyarakat secara umum tidak mempunyai pemikiran sampai kesana..masyarakat kita dulu masih lugu akan tetapi sekarang sudah lebih terbuka dan malah sebagian membuka diri untuk dibayar dengan kompensasi sejumlah suara. Transaksional tak dapat dipungkiri terjadi. Namun setalah itu apa? masyarakat kita mudah lupa.. lupa kalau sudah pernah mendapat kan sesuatu pada masa kampanye apakah oleh-oleh , apakah janji-janji ( money politik) , baik berbentuk barang maupun tak berbentuk.. hanya janji tanpa bukti , tidak sebagaimana jargon beberapa partai politik..

Terus berulang saban lima tahunan, kembali dan kembali.. gerutu dan caci maki , tak jelas, tapi apalah yang mereka caci maki mendengar, seperti nya tidak peduli, atau mereka berpendapat sudah membayar lunas atas dukungan suara yang pernah diperoleh saat kampanye. mereka sudah merasa MEMBAYAR dukungan tersebut.. dan ajaib, menjelang pemilu dan saat kampanye menjelang kembali, banyak yang datang dan mendekat, datang dan kembali membawa oleh-oleh dan janji-janji politik , masyarakat welcome.. masyarakat maklum.

Apakah dengan demikian masyarakat dan sikap mental kita sangat permisif..(ini disarikan dari beberapa hasil penelitian ).

Masyarakat lupa kalau pernah dikecewakan dan rekan teman seperjuangan yang sudah duduk di dewan tak pernah hirau dengan masyarakat yang diwakilkan nya. Dengan demikian mereka menyuarakan kepentingan siapa di kursi dewan yang terhormat? Tentu banyak jawaban yang kita peroleh dari mereka yang memang jago cakap. namun apakah kepantasan dan kepatutan dari apa yang mereka cakapkan, dan apa yang mereka lakukan. tidak penting bagi mereka. itulah politik.. walauoun bukan seperti itu seharusnya, karena kembali kepada sikap mental para politisi dengan kompetensi teruji, kapabelitas dan moralitas tak tercela dalam menjalankan kepercayaan warga pemilih dan memperjuangkan hak-hak warga dalam pengambil kebijakan baik di daerah maupun di pusat.

Oleh karena itu, kesadaran politik masyakarat menjadi penting agar menjadi lebih paham hak dan kewajiban nya sebagai warga pemilik sah Negara ini..

Sikap mental pejuang ini mesti tumbuh dalam kelas menengah dan bawah .. Ini tugas kelompok masyarakat kelas menengah, kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat , tokoh masyarakat Desa Adat dan Banjar Adat untuk terus menerus menjadi penguat dan menyuarakan kepentingan masyarakat bawah agar sadar dan dapat meningkatkan kepentingan mereka sendiri.

Desa Adat di Bali memegang peran sangat strategis , mengatur tata kehidupan masyarakat adat dengan kebudayaan nya yang tinggi untuk menyelenggara dan melaksanakan Trihita Karana berdasarkan Agama Hindu, yang dalam tataran implementasinya mensejahterakan warga adat secara sekala dan niskala.

Desa Adat/desa Pekraman di Bali berjumlah 1.488 dengan Banjar Adat 3.323 merupakan potensi besar untuk terus menyatukan warga Bali dalam memperjuangkan hak dan kewajiban membangun Bali dan mendukung pembangunan Nasional. Ditengah kesulitan ekonomi sekarang inilah desa dan banjar adat gotong royong membantu warganya.

Warga Adat Bali bagitu patuh dan tunduk pada Desa Adat.. Oleh karena itu apapun program pemerintah yang diturunkan  melalui Desa Adat dijalankan dengan baik walapun banyak yang merugikan warga Bali.

Kesadaran untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga bangsa sangat diperlukan ini sangat penting agar jika diajak berjuang memajukan diri, keluarga dan bangsanya TIDAK selalu punya alasan untuk menolak..dan tidak semua profram pemerintah yang jelas-jelas merugikan warga Bali mesti dapat ditolak pelaksanaannya. oleh karena nyalah warga Bali harus cerdas dan pandai serta tidak selalu terlena dengan kapital demi kepentingan politik, apalagi dalam situasi tekanan ekonomi yang sangat berat menimpa Bali karena ambroknya pondasi ekonomi masyarakat dari Pariwisata. Dibutuhkan reorientasi total pengembangan Pariwisata Bali pasca covid19.

Mari tetep berbagi, membangun soliditas dimasa sulit.

saniscara, 25.04.2020

Tags: covid 19pandemiPartai PolitikPolitik
Share21TweetSendShareSend
Previous Post

Puisi Adalah Keindahan, Semata-Mata Keindahan

Next Post

Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

I Made Pria Dharsana

I Made Pria Dharsana

Praktisi, akademisi dan penggiat Prabu Capung Mas

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co