2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Rumah Saja – Saatnya Anak-anak Jauh dari Makanan Jalanan

Penulis Cerita Katagori Umum by Penulis Cerita Katagori Umum
March 26, 2020
in Esai
Di Rumah Saja – Saatnya Anak-anak Jauh dari Makanan Jalanan

Penulis bersama anak-anak di rumah saja

Oleh: Wayan Junaedy — Marga, Tabanan

Covid 19 begitu ganas. Seluruh dunia meradang. Status pandemi pun diputuskan oleh WHO terhadap virus buas ini, karena menjangkiti banyak negara di beberapa benua. Awalnya orang yang terinfeksi pertama di kota Wuhan, Tiongkok, terus menyebar ke berbagai kota dalam hitungan hari. Tak sampai satu bulan, virus ini menjelajah negara-negara lain di luar Tiongkok.

Kita di Indonesia, awalnya yang santai-santai, begitu terkejut saat diumumkan 2 orang warga terinfeksi. Dalam hitungan hari warga yang terinfeksi bertambah jadi ratusan. Beberapa  meninggal dunia. Status gawat darurat dicetuskan. Anak-anak diliburkan dari sekolah. ASN juga mulai disarankan kerja dari rumah.

Virus korona baru, Covid 19, memang tidak bisa dianggap remeh. Virus yang konon katanya sangat rapuh jika berada di udara bebas ini, kena cairan sabun saja sudah lumpuh, tapi kalau sudah masuk ke dalam tubuh dia akan tangguh dan bisa membunuh.

Sejak dua orang Indonesia yang pertama terinfeksi covid 19 ini diumumkan, masyarakat sempat panik. Masker diborong dan jadi langka. Hand sanitizer, bahkan alkohol 100 persen pun ikut lenyap di pasaran. Kebutuhan pokok seperti beras juga ikut diborong masyarakat yang kawatir.

Sejak itulah kami dihimbau untuk tinggal di rumah masing-masing. Lebih aman tinggal di rumah, menjauh dari ancaman virus mematikan itu. Virus itu tidak terbang sendiri untuk mencari korban-korbannya, tapi hinggap pada orang-orang yang menjadi perantara, atau istilah kerennya carrier. Tak ada yang kebal. Covid 19 tidak memilih korbannya, tapi siapa saja yang bisa dihinggapi. Siapa saja yang dekat dengan si perantara, orang yang terinfeksi.

Anak-anak senang diliburkan, tapi cemberut karena kami tidak mengijinkan piknik.

“Ini bukan liburan sekolah, tapi cara yang jitu bersembunyi dari kejaran virus,” kata saya memberi pengertian mereka. Toh mereka tidak betul-betul istirahat di rumah, tapi diberi tugas bertumpuk-tumpuk oleh guru mereka untuk dikerjakan secara online. Mereka belajar secara mandiri, tanpa tatap muka dengan sang pengajar. Iya, sesungguhnya itu bukan liburan sekolah, tapi mengubah cara belajar saja. Karena virus covid 19, semua jadi darurat.

Gian, anak sulung saya, bilang mulai bosan, karena tugas yang susah harus dipecahkan sendiri, yang membuatnya agak stres. Tapi apa boleh buat, kita tidak berani piknik untuk menyegarkan pikiran. Apalagi nonton film ke bioskop, yang menjadi hobi anak sulung kami itu. Bioskop menjadi salah satu tempat yang paling riskan dari penyebaran covid 19.

Untuk mengusir kebosanan, Gian menonton film-film lewat internet di kamarnya, lewat laptop dan jaringan wifi yang sudah tersedia di rumah kami.

Sedangkan anak kami yang bungsu, Prema Ananda, menghabiskan berjam-jam waktunya untuk main game online. Ketika dia bosan, sorenya dia minta main bulutangkis di taman bunga depan rumah kami. Tentu dengan senang hati saya melatihnya, sambil berharap suatu ketika dia bisa menjadi pemain nasional yang akan mewakili Indonesia nanti…hehehe. Boleh kan bercita-cita tinggi. Bukankah orang bijaksana berkata: jangan membatasi cita-citamu!

Bermain bulutangkis untuk menghilang kebosanan

Iya, saban sore kami piknik di rumah saja. Tepatnya di taman bunga depan rumah kami. Kebetulan tempat itu sepi, jadi aman dari kerumunan massa, mungkin aman juga dari paparan covid 19. Saya dan si bungsu bermain bulutangkis, sedangkan Gian dan ibunya duduk-duduk  menonton kami yang sedang latihan. Sesekali mereka memainkan smartphone di genggaman masing-masing. Taman bunga yang sering kami cuekin, ternyata menjadi tempat bercengkrama keluarga kecil kami yang mengasyikkan.

Saat kerja, saya tak perlu kawatir lagi, sebab ada istri sekarang di rumah 24 jam. Istri saya kebetulan sebagai ASN di Pemda Badung, yang diliburkan juga sejak merebaknya kasus covid 19 ini. Istri sekarang seolah sebagai ibu rumah tangga yang menjaga anak-anak di rumah, terutama memastikan kesehatan mereka. Terutama anak kami yang bungsu, yang sering telat-telat makan siang karena selama ini di luar pantauan kami. Sekarang terasa lebih aman. Untuk sementara, dalam keadaan darurat ini, ada yang melindungi anak-anak dari makanan luar. Anak-anak menjai jauh dari makanan jalanan, dan kini jadi lebih disiplin makan di rumah karena tunduk dengan ibunya.

Iya, kita ambil hikmah saja dari kasus covid 19 ini. Keadaan ini telah mendekatkan diri kita dengan rumah sendiri. Istri sekarang lebih banyak waktu untuk bersih-bersih rumah. Bahkan sekarang mulai memperhatikan kebun. Saat terasa ada tanaman yang kurang, yaitu lidah buaya, tanaman yang sangat bermanfaat itu, segera dia membeli bibit lidah buaya dan menanam sendiri dalam sebuah pot mungil.

Semenjak dirumahkan itu, anak-anak kami lebih sering bernyanyi. Bernyanyi mengikuti vokal para vokalis dari grup terkenal lewat smartphone mereka. Yah, itu jauh lebih positif daripada main game online. Bernyanyi akan melatih dan menstimulasi otak. Bernyanyi akan membuat gembira dan tubuh secara otomatis memproduksi hormon Endorfin, hormon yang baik untuk kesehatan. Bernyanyi menghaluskan hati dan melatih konsentrasi. Bernyanyi akan menyeimbangkan otak kanan-kiri. Kalau otak kanan-kiri tumbuh tidak seimbang, manusia cenderung egois.

Yah, kita terima saja hikmah ini dengan berpikir positif. Semoga darurat ini segera berakhir, dan anak-anak bisa kembali bersekolah, bersosialisasi dengan teman-teman mereka tanpa kawatir. [T]

Tags: covid 19Lomba Menulis Cerita Dari Rumah Tentang RumahRumah
Share77TweetSendShareSend
Previous Post

Keindahan Lain di Nusa Penida: Toya Pakeh, Satu Desa Penduduknya Muslim

Next Post

Tradisi Eka Brata (Amati Lelungan) Akan Melindungi Bali dari Covid-19 – [Petunjuk Pustaka Lontar Warisan Majapahit]

Penulis Cerita Katagori Umum

Penulis Cerita Katagori Umum

Cerita-cerita ini ditulis para peserta lomba menulis cerita Dari Rumah Tentang Rumah yang diselenggarakan tatkala.co untuk katagori umum

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Eka Brata (Amati Lelungan) Akan Melindungi Bali dari Covid-19 – [Petunjuk Pustaka Lontar Warisan Majapahit]

Tradisi Eka Brata (Amati Lelungan) Akan Melindungi Bali dari Covid-19 - [Petunjuk Pustaka Lontar Warisan Majapahit]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co