2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dunia Alam yang Hanya Terlihat di Layar Kaca

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
March 5, 2020
in Esai
Dunia Alam yang Hanya Terlihat di Layar Kaca

Karya Seni digital yang dibuat oleh I Gusti Putu Adi Supardhi dengan judul As Seen On Tv yang sempat dipamerkan di Bentara Budaya Bali dari tanggal 22 Oktober sampai 10 November 2019

Rusaknya hutan yang merupakan habitat alami bagi burung dan satwa liar merupakan hal yang buruk bagi ekosistem. Kelangkaan satwa liar membuat masyarakat hanya dapat menyaksikan keunikan satwa melalui dunia virtual dan foto saja. Kekhawatiran bahwa anak cucu di masa depan tidak dapat menyaksikan keragaman hayati secara nyata patut disikapi serius karena ini akan membuat manusia semakin terasing dari alam karena yang dia saksikan lewan media kontras dengan kenyataan yang ada saat ini.

Karya Seni digital yang dibuat oleh I Gusti Putu Adi Supardhi dengan judul As Seen On Tv yang sempat dipamerkan di Bentara Budaya Bali dari tanggal 22 Oktober sampai 10 November 2019 mengandung ekspresi yang mengkhawatirkan. Bila mengamatinya, akan tampak emosi negative si pembuat. Ini ditandai dengan tanah dan pohon yang berwarna hitam dan udara yang kelabu. Warna hitam dan kelabu ini melambangkan kematian dan kesuraman. Hutan ditebang dan dibakar. Lalu seorang remaja berseragam pramuka datang ke kawasan hutan tempat dulunya dia berkemah yang disangkanya masih hijau. Dia pun meneropong sekelilingnya. Yang dilihat hanya kehampaan dan kesunyian saja. Foto berwarna warni ular melata, burung bertengger di pohon dan berkicau , monyet yang muncul dari balik batang dan tupai yang berjalan di dahan yang ada di depan pepohonan mati menandakan kemusnahan fauna di hutan tersebut sehingga remaja pramuka ini hanya mengamati dengan berimajinasi tentang keadaan lingkungan seperti yang ia lihat di TV.  

Dalam kontek lingkungan hidup di Bali , sudah terlihat bahwa kicauan burung tidak seramai  lima puluh tahun lalu. Saat melirik ke masa lampau, ekologi pulau ini mulai merosot dengan lenyapnya raja rimba dari gumi Bali delapan puluh tahun lalu akibat perburuan dan konflik dengan manusia yang dilandasi oleh factor ekonomi untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek . Perlahan lahan banteng dan rusa hutan semakin sedikit populasinya. Semua orang di Bali hanya menyaksikan raja rimba, dan banteng dari video di Internet saat dulunya mereka masih ada. Di pesisir, duyung sudah tidak ada lagi. Masyarakat hanya dapat melihatnya di media elektronik saat ada berita heboh duyung terdampar di pantai Gerokgak bulan Maret tahun 2017(1). Tahun berikutnya berita heboh tersebut ada lagi di pantai padang galak (2). 

Mengapa muncul fenomena duyung terdampar di situ? Di sepanjang pantai utara dan timur Bali hingga Sanur terdapat padang lamun yang sayangnya telah terdegradasi akibat pembangunan, dan pencemaran. Dapat diperkirakan bahwa tujuh puluh tahun yang lalu keberadaan duyung itu lebih banyak lagi di pulau Dewata sebelum degradasi karena sumber makanannya masih terjaga. Laut Bali masih jernih saat itu.

Film film tentang alam dan satwa liar yang dijadikan promosi pariwisata sering menampilkan hutan bakau yang rimbun dan keindahan bawah laut di Bali. Ekologi bawah laut divideokan kaya dengan ikan dan berbagai jenis mahluk laut dengan aneka warna yang seindah kebun bunga.  Saat ini hutan bakau menyusut akibat reklamasi pulau Serangan dan dijadikan tumbal untuk akomodasi pariwisata massal. Terumbu Karang di Bali Timur dan Bali Utara rusak akibat  limbah dari kapal laut, snorkeling dan sampah plastik. Ekosistem “pelangi” di lautan Bali ini hanya 55% yang berkualitas baik(3). Berarti hampir setengahnya tidak layak.

Di tepi pantai, dua puluh lima tahun yang lalu, masih mudah menjumpai gurita kecil, siput laut, dan omang omang besar. Penyu lebih sering terlihat bertelur di sana. Kemudian, pesisir dikapling dan dijadikan resort. Ini menyebabkan penyu enggan bertelur di situ. Sampah plastik yang menjadi wabah di Bali turut menurunkan populasi hewan ini. Bali yang di televise disebut pulau surga pada kenyataannya tercemar.

Dari tragedi di atas ada usaha yang sedikit meredakan kekecewaan yaitu konservasi penyu, pemulihan terumbu karang dan penanaman bakau. Dengan berpijak pada kondisi saat ini dan upaya tersebut, untuk menciptakan masa depan yang lebih asri, pemulihan ekologi dan satwa liar harus diintegrasikan dengan keadilan sosial dimana masyarakat penghuni kawasan yang dijadikan zona restorasi ekologi dijadikan sebagai subjek yang aktif. Prinsipnya konservasi lingkungan harus menyatu dengan kelayakan hidup penduduk setempat dan demokratis dalam arti  diberi kesempatan berpartisipasi .

Restorasi ini harus mempertimbangkan kelayakan hidup mereka yang hidup dari hutan atau lautan. Hasil hasil laut atau hutan bakau diolah oleh masyarakat setempat dan diperdagangkan dengan adil dimana pengrajin atau nelayan memperoleh harga jual yang sesuai dengan hasil usaha mereka sehingga semakin aktif memulihkan ekosistem tersebut untuk menjalankan penghidupan bagi dirinya secara berkelanjutan dan regenerative (memperbaharui).  Akhirnya, suatu saat nanti alam Bali akan pulih mendekati seperti yang dahulu pernah dilihat di video, tinggal berapa lama hal itu akan terwujud. Salah satu paradigma yang harus diubah adalah kompetisi untuk kepentingan sementara  menjadi kooperasi untuk jangka panjang demi keberhasilan penerapan gagasan ini. [T]

Sumber:

  • Nusa Bali. 21 Maret 2017. https://www.nusabali.com/berita/11823/ikan-duyung-25-meter-terdampar-di-gerokgak. Diakses tanggal 5 Maret 2020
  • I Putu Suyatra. Ada Duyung Terdampar Penuh Luka dan Ekor Terikat. ( Juli 2018. https://baliexpress.jawapos.com/read/bali/09/07/2018/ada-duyung-terdampar-penuh-luka-dan-ekor-terikat. Diakses tanggal 5 Maret 2020
  • Ni Putu Eka Wiratmini. Hanya 55% Terumbu Karang bali yang Berkualitas Baik. 29 Oktober 2018 https://bali.bisnis.com/read/20181029/537/854154/hanya-55-terumbu-karang-di-bali-berkualitas-baik. Diakses tanggal 5 Maret 2020
Tags: alambalilingkunganSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Saatnya Anak Muda Jadi Kepala Desa

Next Post

Merayakan Bahasa Bali di Bulan Maret

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Festival Penonton, Penonton Festival

Merayakan Bahasa Bali di Bulan Maret

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co