28 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dunia Alam yang Hanya Terlihat di Layar Kaca

Doni Sugiarto Wijaya by Doni Sugiarto Wijaya
March 5, 2020
in Esai
Dunia Alam yang Hanya Terlihat di Layar Kaca

Karya Seni digital yang dibuat oleh I Gusti Putu Adi Supardhi dengan judul As Seen On Tv yang sempat dipamerkan di Bentara Budaya Bali dari tanggal 22 Oktober sampai 10 November 2019

Rusaknya hutan yang merupakan habitat alami bagi burung dan satwa liar merupakan hal yang buruk bagi ekosistem. Kelangkaan satwa liar membuat masyarakat hanya dapat menyaksikan keunikan satwa melalui dunia virtual dan foto saja. Kekhawatiran bahwa anak cucu di masa depan tidak dapat menyaksikan keragaman hayati secara nyata patut disikapi serius karena ini akan membuat manusia semakin terasing dari alam karena yang dia saksikan lewan media kontras dengan kenyataan yang ada saat ini.

Karya Seni digital yang dibuat oleh I Gusti Putu Adi Supardhi dengan judul As Seen On Tv yang sempat dipamerkan di Bentara Budaya Bali dari tanggal 22 Oktober sampai 10 November 2019 mengandung ekspresi yang mengkhawatirkan. Bila mengamatinya, akan tampak emosi negative si pembuat. Ini ditandai dengan tanah dan pohon yang berwarna hitam dan udara yang kelabu. Warna hitam dan kelabu ini melambangkan kematian dan kesuraman. Hutan ditebang dan dibakar. Lalu seorang remaja berseragam pramuka datang ke kawasan hutan tempat dulunya dia berkemah yang disangkanya masih hijau. Dia pun meneropong sekelilingnya. Yang dilihat hanya kehampaan dan kesunyian saja. Foto berwarna warni ular melata, burung bertengger di pohon dan berkicau , monyet yang muncul dari balik batang dan tupai yang berjalan di dahan yang ada di depan pepohonan mati menandakan kemusnahan fauna di hutan tersebut sehingga remaja pramuka ini hanya mengamati dengan berimajinasi tentang keadaan lingkungan seperti yang ia lihat di TV.  

Dalam kontek lingkungan hidup di Bali , sudah terlihat bahwa kicauan burung tidak seramai  lima puluh tahun lalu. Saat melirik ke masa lampau, ekologi pulau ini mulai merosot dengan lenyapnya raja rimba dari gumi Bali delapan puluh tahun lalu akibat perburuan dan konflik dengan manusia yang dilandasi oleh factor ekonomi untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek . Perlahan lahan banteng dan rusa hutan semakin sedikit populasinya. Semua orang di Bali hanya menyaksikan raja rimba, dan banteng dari video di Internet saat dulunya mereka masih ada. Di pesisir, duyung sudah tidak ada lagi. Masyarakat hanya dapat melihatnya di media elektronik saat ada berita heboh duyung terdampar di pantai Gerokgak bulan Maret tahun 2017(1). Tahun berikutnya berita heboh tersebut ada lagi di pantai padang galak (2). 

Mengapa muncul fenomena duyung terdampar di situ? Di sepanjang pantai utara dan timur Bali hingga Sanur terdapat padang lamun yang sayangnya telah terdegradasi akibat pembangunan, dan pencemaran. Dapat diperkirakan bahwa tujuh puluh tahun yang lalu keberadaan duyung itu lebih banyak lagi di pulau Dewata sebelum degradasi karena sumber makanannya masih terjaga. Laut Bali masih jernih saat itu.

Film film tentang alam dan satwa liar yang dijadikan promosi pariwisata sering menampilkan hutan bakau yang rimbun dan keindahan bawah laut di Bali. Ekologi bawah laut divideokan kaya dengan ikan dan berbagai jenis mahluk laut dengan aneka warna yang seindah kebun bunga.  Saat ini hutan bakau menyusut akibat reklamasi pulau Serangan dan dijadikan tumbal untuk akomodasi pariwisata massal. Terumbu Karang di Bali Timur dan Bali Utara rusak akibat  limbah dari kapal laut, snorkeling dan sampah plastik. Ekosistem “pelangi” di lautan Bali ini hanya 55% yang berkualitas baik(3). Berarti hampir setengahnya tidak layak.

Di tepi pantai, dua puluh lima tahun yang lalu, masih mudah menjumpai gurita kecil, siput laut, dan omang omang besar. Penyu lebih sering terlihat bertelur di sana. Kemudian, pesisir dikapling dan dijadikan resort. Ini menyebabkan penyu enggan bertelur di situ. Sampah plastik yang menjadi wabah di Bali turut menurunkan populasi hewan ini. Bali yang di televise disebut pulau surga pada kenyataannya tercemar.

Dari tragedi di atas ada usaha yang sedikit meredakan kekecewaan yaitu konservasi penyu, pemulihan terumbu karang dan penanaman bakau. Dengan berpijak pada kondisi saat ini dan upaya tersebut, untuk menciptakan masa depan yang lebih asri, pemulihan ekologi dan satwa liar harus diintegrasikan dengan keadilan sosial dimana masyarakat penghuni kawasan yang dijadikan zona restorasi ekologi dijadikan sebagai subjek yang aktif. Prinsipnya konservasi lingkungan harus menyatu dengan kelayakan hidup penduduk setempat dan demokratis dalam arti  diberi kesempatan berpartisipasi .

Restorasi ini harus mempertimbangkan kelayakan hidup mereka yang hidup dari hutan atau lautan. Hasil hasil laut atau hutan bakau diolah oleh masyarakat setempat dan diperdagangkan dengan adil dimana pengrajin atau nelayan memperoleh harga jual yang sesuai dengan hasil usaha mereka sehingga semakin aktif memulihkan ekosistem tersebut untuk menjalankan penghidupan bagi dirinya secara berkelanjutan dan regenerative (memperbaharui).  Akhirnya, suatu saat nanti alam Bali akan pulih mendekati seperti yang dahulu pernah dilihat di video, tinggal berapa lama hal itu akan terwujud. Salah satu paradigma yang harus diubah adalah kompetisi untuk kepentingan sementara  menjadi kooperasi untuk jangka panjang demi keberhasilan penerapan gagasan ini. [T]

Sumber:

  • Nusa Bali. 21 Maret 2017. https://www.nusabali.com/berita/11823/ikan-duyung-25-meter-terdampar-di-gerokgak. Diakses tanggal 5 Maret 2020
  • I Putu Suyatra. Ada Duyung Terdampar Penuh Luka dan Ekor Terikat. ( Juli 2018. https://baliexpress.jawapos.com/read/bali/09/07/2018/ada-duyung-terdampar-penuh-luka-dan-ekor-terikat. Diakses tanggal 5 Maret 2020
  • Ni Putu Eka Wiratmini. Hanya 55% Terumbu Karang bali yang Berkualitas Baik. 29 Oktober 2018 https://bali.bisnis.com/read/20181029/537/854154/hanya-55-terumbu-karang-di-bali-berkualitas-baik. Diakses tanggal 5 Maret 2020
Tags: alambalilingkunganSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Saatnya Anak Muda Jadi Kepala Desa

Next Post

Merayakan Bahasa Bali di Bulan Maret

Doni Sugiarto Wijaya

Doni Sugiarto Wijaya

Lulus Kuliah tahun 2017 dari Universitas Pendidikan Nasional jurusan ekonomi manajemen dengan IPK 3,54. Mendapat penghargaan Paramitha Satya Nugraha sebagai mahasiswa yang menulis skripsi dengan bahasa Inggris. Sejak tahun 2019 pertengahan bulan Oktober, Doni mulai belajar menulis di blog secara otodidak. Doni menulis untuk bersuara kepada publik mengenai isu isu lingkungan hidup, sosial dan satwa liar.

Related Posts

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

by Asep Kurnia
April 27, 2026
0
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

Read moreDetails

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
0
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

Read moreDetails

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

by Isran Kamal
April 27, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

Read moreDetails

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

by Sugi Lanus
April 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

Read moreDetails

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

Read moreDetails

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
0
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

Read moreDetails

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
0
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

Read moreDetails

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails
Next Post
Festival Penonton, Penonton Festival

Merayakan Bahasa Bali di Bulan Maret

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
Esai

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

by Asep Kurnia
April 27, 2026
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali
Persona

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi
Panggung

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
Esai

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
Esai

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

by Isran Kamal
April 27, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

by Sugi Lanus
April 27, 2026
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co