2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nava-Sāgarāvarteṣu, Sembilan Teluk Mengitari Bali – Catatan Harian Sugi Lanus

Sugi Lanus by Sugi Lanus
November 14, 2019
in Esai
Nava-Sāgarāvarteṣu, Sembilan Teluk Mengitari Bali  – Catatan Harian Sugi Lanus

Foto Sugi Lanus

Simpul awal peradaban Bali dan parameter kerusakan Bali bisa dilihat di sembilan teluk yang mengitari Bali.

Sembilan teluk yang istimewa (NAVA-SĀGARĀVARTEṢU) dari awal masehi menjadi titik-titik bertumbuhnya peradaban Bali. Bahkan jauh sebelum itu. Dari kesembilan teluk itu, merujuk berbagai temuan arkeologi dan rujukan prasasti, berkembang menjadi hunian, masih sampai kini menjadi titik yang disucikan. Disakralkan oleh masyarakat Bali. Namun, karena istimewa kesemua teluk ini, banyak kepentingan masuk, umumnya dengan alasan pengembangan fasilitas pariwisata, yang ujung-ujungnya diprivatisasi, 9 teluk ini bisa menjadi titik-titik parameter mengukur kerusakan Bali.

Apa saja 9 teluk tersebut?

1. Teluk Gilimanuk, disebut juga sebagai Teluk Lumpur. Terletak di bagian ujung barat pulau Bali. Dikenal sebagai Pelabuhan Gilimanuk oleh masyarakat umum. Tapi jika masuk ke dalam ke Teluk Lumpur, kawasan adalah salah satu kawasan terindah dan penuh ikan dan burung yang paling menarik di Bali. Dari jaman prasejarah kawasan ini dihuni oleh manusia Bali yang menjadi cikal-bakal kita sekarang. Peninggalannya sampai kini masih terkubur dan sudah teliti tersedia bukti-buktinya di Museum Gilimanuk. Sayang, Museum Gilimanuk yang menjadi bukti dari 100 tahun sebelum masehi manusia Bali telah melakukan “ritual potong gigi” ini tidak dikelola dengan memadai, padahal Museum Gilimanuk dan kawasan Teluk Gilimanuk sudah jelas menjadi bukti-bukti awal dari peradaban Bali yang sangat penting. Kawasan ini bisa menjadi pusat belajar bagi generasi muda Bali mengenal leluhurnya secara arkeologis dan melihat peradaban Bali di awal masehi. Teluk ini meliputi hutan menuju kawasan Segara Rupek yang menjadi salah satu pusat spiritual yang banyak dikunjungi umat Hindu.

2. Teluk Terima dikenal sebagai teluk yang menjadi penyembarangan ke Pulau Menjangan. Teluk ini meliputi kawasan Hutan Bali Barat, Sumerkelampok-Sumberbatok-Terima, yang dikenal legendanya sebagai tempat berpulangnya Jayaprana, kini Pura Teluk Terima (Jayaprana distanakan) berada di pinggir hutan Teluk Terima. Titik dimana terjadi perang dalam kisah Jayaprana dan tumpah darah akibat kepentingan penguasa yang ingin menyerobot istri bawahannya. Pulau Menjangan yang menjadi bagian wilayah Teluk Terima berkembang menjadi tujuan dharmayatra, berdiri berbagai Pura, tapi sekaligus tempat plesiran dan berjamuran hotel di sekitarnya. Bola liar yang bisa melalap kelestarian hutan dan teluk. Investasi yang masuk telah ada yang menerima penolakan warga.

3. Teluk Banyuwedang masih berada di Kawasan Hutan Bali Barat. Masuk kawasan Desa Goris dan sekitarnya, menjadi kawasan pariwisata Bali yang sangat pesat perkembangannya di tengah-tengah hutan bakau dan pantai kawasan hutan. Perkembangan dan masuknya investasi di teluk ini telah memunculkan sederatan kasus masalah pelanggaran terhadap kawasan hutan negara. Pura yang disucikan di sini adalah Pura Banyuwedang dengan mata air panas yang secara turun-temurun menjadi tempat nunas tamba (memohon kesembuhan/obat).

4. Teluk Penerusan-Sumberkima dengan Gisi Kisik dan Gili Putih, salah satu teluk yang keindahannya luar biasa dengan dua pulau munggil berpasir putih. Menjadi incaran banyak pengembang. Kawasan telah dilirik Pemerintah Kolonial Belanda menjadi kawasan pertambakan perintis ditahun 1930-an, dan sampai kini potensinya masih sangat besar. Kini nasibnya diserbu investor pengembangan fasilitas wisata. Telah muncul berbagai kerumitan urusan pertanahan sangat besar, beberapa konflik tanah belakangan mengemuka di kawasan ini.

5. Teluk Sendang, dengan Pura Pucak Gunung Beratan yang menaunginya. Kawasan ini masih sedikit terisolasi dan tidak banyak dikenal kecuali menjadi budidaya mutiara. Teluk ini bisa dilihat dari Pucak Gunung Beratan, Desa Pemuteran, Gerokgak, Buleleng.

6. Teluk Bawang (Celukan Bawang), sebelum kemerdekaan celuk ini masuk wilayah Desa Pengulon, teluk yang disakralkan dikenal sebagai tempat ‘tenget’, dengan pelabuan, sekarang kawasan ini menjadi pintu masuk batubara untuk PLTU Celukan Bawang yang telah menuai penolakan keras dari warga. Bermula dari keluhan sejumlah warga atas polusi PLTU Celukan Bawang I, yang beroperasi sejak 2015. Warga memperkirakan jika pembangkit listrik kedua beroperasi, polusi udara dan polusi suara yang mereka alami akan semakin buruk. Bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI-LBH) Bali dan lembaga pemerhati lingkungan Greenpeace, warga melayangkan gugatan pertama ke PTUN Denpasar pada 24 Januari 2018.

7. Celuk Padang (Padang Bai), dikenal sebagai Pelabuhan Padang Bai, dengan Pura Silayukti dan pasraman Mpu Kuturan yang termasyur sebagai salah satu Maharsi  terpenting yang menjadi arsitek kebudayaan Bali. Dalam naskah lontar Negarakrtagama dan Calonarang, teluk ini telah disebutkan sebagai Teluk Padang di desa Padang — kini disebut Padang Bai (baai, bahasa Belanda untuk teluk). Dari data ini kita mengetahui setidaknya dari abad ke 11 teluk ini menjadi salah satu pusat peradaban spiritual Bali yang penting.

8. Teluk Benoa, kawasan spiritual agung Pura Sakenan dan sekitarnya. Semenjak Orde Baru menjadi multi kompleks persoalan. Multi kepentingan dan rawan dicaplok raksasa investasi. Patut disyukuri sekalipun belum tentu ajeg pelaksanaannya di lapangan, baru saja Teluk Benoa ditetapkan sebagai kawasan maritim, melalui KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46/KEPMEN-KP/2019 TENTANG KAWASAN KONSERVASI MARITIM TELUK BENOA DI PERAIRAN PROVINSI BALI. Setelah didemo 5 tahun oleh puluhan desa pakraman dan pemuda Bali, yang tiada henti menuntut pembatalan rencana reklamasi teluk ini. Teluk ini menyimpan sejarah panjang perjalanan para rsi yang berlabuh dan bermukim di Sakenan/Serangan dan sekitar kawasan teluk ini.

9. Teluk Jimbaran telah berkembang menjadi kawasan pantai Jimbaran yang menjadi tujuan wisata terpilih. Teluk Jimbaran telah dihuni dari masa prasejarah. Temuan sekitar teluk Jimbaran telah diteliti dengan baik. Dan Pura Ulun Siwi di Jimbaran adalah salah satu kulminasi dari perkembangan penduduk yang mukim di Teluk Jimbaran. Teluk ini sebelum dibangun Airport Ngurah Rai membentang sampai Kuta dan Pantai Peti Tenget dengan Pura Peti Tenget yang telah ada dari berabad sebelum Danghyang Nirartha ke Bali. Kemungkinan peninggalan zaman Raja Udayana, bersamaan juga dengan Pura Uluwatu dan Tanah Lota yang satu garis kawasan bersimpul di Teluk Jimbaran.

NAVA-SĀGARĀVARTEṢU yaitu SEMBILAN TELUK MENGITARI BALI tersebut adalah kosmologi yang menyerupai genggaman kosmik penyangga pantai dan tepian melingkari Pulau Bali.

Masih ajeg atau mulai roboh konsep “SEGARA-GUNUNG” yang dimuliakan di Bali, yang menjadi dasar kesadaran menata Pulau Bali, bisa dilihat di 9 titik teluk ini. Jika teluk-teluk ini dipreteli dengan sembarang dan dikuasai demi pentingan investasi semata yang menghapuskan atau meniadakan nilai-nilai sejarah, nilai-nilai instrinsik, dan merusak kelestarian alamnya, maka di sinilah titik-titik robohnya konsepsi “segara-gunung”. Roboh pula seluruh tatanan pulau.

Sembilan teluk ini adalah hilir dari “Segara-Gunung”. Titik SEGARA-nya. Jika rusak di hilir, tinggal menunggu menjalar ketuk-tular ke daratan dan pegunungan mewabah sampai danau dan simpul-simpul air di kaki pegunungan, titik-titik ‘SEGARA-GUNUNG’ yang ada di hulu pulau.

Sembilan teluk ini benteng terdepan “SEGARA-GUNUNG”, benteng terdalamnya Sanghyang Catur Danu, empat danau yang menjadi pusat peradaban Bali Aga dan Bali Mula yang bertahan kukuh dari berabad di masa silam bertahan di kerimbunan dan kelebatan pohon pegunungan yang kini sudah mulai keok digunduli dan diserbu berbagai pengerusakan.

Sembilan teluk dan empat danau ini akan menjadi ruang pertarungan (KALA MASA) abadi di Bali dalam penegakan TRI ANGGA (tiga tubuh sekala niskala Bali) yang berwujud tatanan PARAHYANGAN, PALEMAHAN, PAWONGAN. Robohnya semua itu bisa dilihat pertama-tama di SEMBILAN TELUK YANG MENGITARI BALI tersebut.[T]

Catatan Harian 28 Oktober 2019

Tags: balitelukTeluk Benoa
Share57TweetSendShareSend
Previous Post

Kuliah di Pendidikan Teknik Informatika, Nanggung, Nggak Cukup S-1

Next Post

Lowongan PNS Dibuka, Saya Bimbang: Melamar, Tidak, Melamar, Tidak, Melamar, Tidak…

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Lowongan PNS Dibuka, Saya Bimbang: Melamar, Tidak, Melamar, Tidak, Melamar, Tidak…

Lowongan PNS Dibuka, Saya Bimbang: Melamar, Tidak, Melamar, Tidak, Melamar, Tidak…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co