2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nava-Sāgarāvarteṣu, Sembilan Teluk Mengitari Bali – Catatan Harian Sugi Lanus

Sugi Lanus by Sugi Lanus
November 14, 2019
in Esai
Nava-Sāgarāvarteṣu, Sembilan Teluk Mengitari Bali  – Catatan Harian Sugi Lanus

Foto Sugi Lanus

Simpul awal peradaban Bali dan parameter kerusakan Bali bisa dilihat di sembilan teluk yang mengitari Bali.

Sembilan teluk yang istimewa (NAVA-SĀGARĀVARTEṢU) dari awal masehi menjadi titik-titik bertumbuhnya peradaban Bali. Bahkan jauh sebelum itu. Dari kesembilan teluk itu, merujuk berbagai temuan arkeologi dan rujukan prasasti, berkembang menjadi hunian, masih sampai kini menjadi titik yang disucikan. Disakralkan oleh masyarakat Bali. Namun, karena istimewa kesemua teluk ini, banyak kepentingan masuk, umumnya dengan alasan pengembangan fasilitas pariwisata, yang ujung-ujungnya diprivatisasi, 9 teluk ini bisa menjadi titik-titik parameter mengukur kerusakan Bali.

Apa saja 9 teluk tersebut?

1. Teluk Gilimanuk, disebut juga sebagai Teluk Lumpur. Terletak di bagian ujung barat pulau Bali. Dikenal sebagai Pelabuhan Gilimanuk oleh masyarakat umum. Tapi jika masuk ke dalam ke Teluk Lumpur, kawasan adalah salah satu kawasan terindah dan penuh ikan dan burung yang paling menarik di Bali. Dari jaman prasejarah kawasan ini dihuni oleh manusia Bali yang menjadi cikal-bakal kita sekarang. Peninggalannya sampai kini masih terkubur dan sudah teliti tersedia bukti-buktinya di Museum Gilimanuk. Sayang, Museum Gilimanuk yang menjadi bukti dari 100 tahun sebelum masehi manusia Bali telah melakukan “ritual potong gigi” ini tidak dikelola dengan memadai, padahal Museum Gilimanuk dan kawasan Teluk Gilimanuk sudah jelas menjadi bukti-bukti awal dari peradaban Bali yang sangat penting. Kawasan ini bisa menjadi pusat belajar bagi generasi muda Bali mengenal leluhurnya secara arkeologis dan melihat peradaban Bali di awal masehi. Teluk ini meliputi hutan menuju kawasan Segara Rupek yang menjadi salah satu pusat spiritual yang banyak dikunjungi umat Hindu.

2. Teluk Terima dikenal sebagai teluk yang menjadi penyembarangan ke Pulau Menjangan. Teluk ini meliputi kawasan Hutan Bali Barat, Sumerkelampok-Sumberbatok-Terima, yang dikenal legendanya sebagai tempat berpulangnya Jayaprana, kini Pura Teluk Terima (Jayaprana distanakan) berada di pinggir hutan Teluk Terima. Titik dimana terjadi perang dalam kisah Jayaprana dan tumpah darah akibat kepentingan penguasa yang ingin menyerobot istri bawahannya. Pulau Menjangan yang menjadi bagian wilayah Teluk Terima berkembang menjadi tujuan dharmayatra, berdiri berbagai Pura, tapi sekaligus tempat plesiran dan berjamuran hotel di sekitarnya. Bola liar yang bisa melalap kelestarian hutan dan teluk. Investasi yang masuk telah ada yang menerima penolakan warga.

3. Teluk Banyuwedang masih berada di Kawasan Hutan Bali Barat. Masuk kawasan Desa Goris dan sekitarnya, menjadi kawasan pariwisata Bali yang sangat pesat perkembangannya di tengah-tengah hutan bakau dan pantai kawasan hutan. Perkembangan dan masuknya investasi di teluk ini telah memunculkan sederatan kasus masalah pelanggaran terhadap kawasan hutan negara. Pura yang disucikan di sini adalah Pura Banyuwedang dengan mata air panas yang secara turun-temurun menjadi tempat nunas tamba (memohon kesembuhan/obat).

4. Teluk Penerusan-Sumberkima dengan Gisi Kisik dan Gili Putih, salah satu teluk yang keindahannya luar biasa dengan dua pulau munggil berpasir putih. Menjadi incaran banyak pengembang. Kawasan telah dilirik Pemerintah Kolonial Belanda menjadi kawasan pertambakan perintis ditahun 1930-an, dan sampai kini potensinya masih sangat besar. Kini nasibnya diserbu investor pengembangan fasilitas wisata. Telah muncul berbagai kerumitan urusan pertanahan sangat besar, beberapa konflik tanah belakangan mengemuka di kawasan ini.

5. Teluk Sendang, dengan Pura Pucak Gunung Beratan yang menaunginya. Kawasan ini masih sedikit terisolasi dan tidak banyak dikenal kecuali menjadi budidaya mutiara. Teluk ini bisa dilihat dari Pucak Gunung Beratan, Desa Pemuteran, Gerokgak, Buleleng.

6. Teluk Bawang (Celukan Bawang), sebelum kemerdekaan celuk ini masuk wilayah Desa Pengulon, teluk yang disakralkan dikenal sebagai tempat ‘tenget’, dengan pelabuan, sekarang kawasan ini menjadi pintu masuk batubara untuk PLTU Celukan Bawang yang telah menuai penolakan keras dari warga. Bermula dari keluhan sejumlah warga atas polusi PLTU Celukan Bawang I, yang beroperasi sejak 2015. Warga memperkirakan jika pembangkit listrik kedua beroperasi, polusi udara dan polusi suara yang mereka alami akan semakin buruk. Bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI-LBH) Bali dan lembaga pemerhati lingkungan Greenpeace, warga melayangkan gugatan pertama ke PTUN Denpasar pada 24 Januari 2018.

7. Celuk Padang (Padang Bai), dikenal sebagai Pelabuhan Padang Bai, dengan Pura Silayukti dan pasraman Mpu Kuturan yang termasyur sebagai salah satu Maharsi  terpenting yang menjadi arsitek kebudayaan Bali. Dalam naskah lontar Negarakrtagama dan Calonarang, teluk ini telah disebutkan sebagai Teluk Padang di desa Padang — kini disebut Padang Bai (baai, bahasa Belanda untuk teluk). Dari data ini kita mengetahui setidaknya dari abad ke 11 teluk ini menjadi salah satu pusat peradaban spiritual Bali yang penting.

8. Teluk Benoa, kawasan spiritual agung Pura Sakenan dan sekitarnya. Semenjak Orde Baru menjadi multi kompleks persoalan. Multi kepentingan dan rawan dicaplok raksasa investasi. Patut disyukuri sekalipun belum tentu ajeg pelaksanaannya di lapangan, baru saja Teluk Benoa ditetapkan sebagai kawasan maritim, melalui KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46/KEPMEN-KP/2019 TENTANG KAWASAN KONSERVASI MARITIM TELUK BENOA DI PERAIRAN PROVINSI BALI. Setelah didemo 5 tahun oleh puluhan desa pakraman dan pemuda Bali, yang tiada henti menuntut pembatalan rencana reklamasi teluk ini. Teluk ini menyimpan sejarah panjang perjalanan para rsi yang berlabuh dan bermukim di Sakenan/Serangan dan sekitar kawasan teluk ini.

9. Teluk Jimbaran telah berkembang menjadi kawasan pantai Jimbaran yang menjadi tujuan wisata terpilih. Teluk Jimbaran telah dihuni dari masa prasejarah. Temuan sekitar teluk Jimbaran telah diteliti dengan baik. Dan Pura Ulun Siwi di Jimbaran adalah salah satu kulminasi dari perkembangan penduduk yang mukim di Teluk Jimbaran. Teluk ini sebelum dibangun Airport Ngurah Rai membentang sampai Kuta dan Pantai Peti Tenget dengan Pura Peti Tenget yang telah ada dari berabad sebelum Danghyang Nirartha ke Bali. Kemungkinan peninggalan zaman Raja Udayana, bersamaan juga dengan Pura Uluwatu dan Tanah Lota yang satu garis kawasan bersimpul di Teluk Jimbaran.

NAVA-SĀGARĀVARTEṢU yaitu SEMBILAN TELUK MENGITARI BALI tersebut adalah kosmologi yang menyerupai genggaman kosmik penyangga pantai dan tepian melingkari Pulau Bali.

Masih ajeg atau mulai roboh konsep “SEGARA-GUNUNG” yang dimuliakan di Bali, yang menjadi dasar kesadaran menata Pulau Bali, bisa dilihat di 9 titik teluk ini. Jika teluk-teluk ini dipreteli dengan sembarang dan dikuasai demi pentingan investasi semata yang menghapuskan atau meniadakan nilai-nilai sejarah, nilai-nilai instrinsik, dan merusak kelestarian alamnya, maka di sinilah titik-titik robohnya konsepsi “segara-gunung”. Roboh pula seluruh tatanan pulau.

Sembilan teluk ini adalah hilir dari “Segara-Gunung”. Titik SEGARA-nya. Jika rusak di hilir, tinggal menunggu menjalar ketuk-tular ke daratan dan pegunungan mewabah sampai danau dan simpul-simpul air di kaki pegunungan, titik-titik ‘SEGARA-GUNUNG’ yang ada di hulu pulau.

Sembilan teluk ini benteng terdepan “SEGARA-GUNUNG”, benteng terdalamnya Sanghyang Catur Danu, empat danau yang menjadi pusat peradaban Bali Aga dan Bali Mula yang bertahan kukuh dari berabad di masa silam bertahan di kerimbunan dan kelebatan pohon pegunungan yang kini sudah mulai keok digunduli dan diserbu berbagai pengerusakan.

Sembilan teluk dan empat danau ini akan menjadi ruang pertarungan (KALA MASA) abadi di Bali dalam penegakan TRI ANGGA (tiga tubuh sekala niskala Bali) yang berwujud tatanan PARAHYANGAN, PALEMAHAN, PAWONGAN. Robohnya semua itu bisa dilihat pertama-tama di SEMBILAN TELUK YANG MENGITARI BALI tersebut.[T]

Catatan Harian 28 Oktober 2019

Tags: balitelukTeluk Benoa
Share57TweetSendShareSend
Previous Post

Kuliah di Pendidikan Teknik Informatika, Nanggung, Nggak Cukup S-1

Next Post

Lowongan PNS Dibuka, Saya Bimbang: Melamar, Tidak, Melamar, Tidak, Melamar, Tidak…

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Lowongan PNS Dibuka, Saya Bimbang: Melamar, Tidak, Melamar, Tidak, Melamar, Tidak…

Lowongan PNS Dibuka, Saya Bimbang: Melamar, Tidak, Melamar, Tidak, Melamar, Tidak…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co