3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nava-Sāgarāvarteṣu, Sembilan Teluk Mengitari Bali – Catatan Harian Sugi Lanus

Sugi Lanus by Sugi Lanus
November 14, 2019
in Esai
Nava-Sāgarāvarteṣu, Sembilan Teluk Mengitari Bali  – Catatan Harian Sugi Lanus

Foto Sugi Lanus

Simpul awal peradaban Bali dan parameter kerusakan Bali bisa dilihat di sembilan teluk yang mengitari Bali.

Sembilan teluk yang istimewa (NAVA-SĀGARĀVARTEṢU) dari awal masehi menjadi titik-titik bertumbuhnya peradaban Bali. Bahkan jauh sebelum itu. Dari kesembilan teluk itu, merujuk berbagai temuan arkeologi dan rujukan prasasti, berkembang menjadi hunian, masih sampai kini menjadi titik yang disucikan. Disakralkan oleh masyarakat Bali. Namun, karena istimewa kesemua teluk ini, banyak kepentingan masuk, umumnya dengan alasan pengembangan fasilitas pariwisata, yang ujung-ujungnya diprivatisasi, 9 teluk ini bisa menjadi titik-titik parameter mengukur kerusakan Bali.

Apa saja 9 teluk tersebut?

1. Teluk Gilimanuk, disebut juga sebagai Teluk Lumpur. Terletak di bagian ujung barat pulau Bali. Dikenal sebagai Pelabuhan Gilimanuk oleh masyarakat umum. Tapi jika masuk ke dalam ke Teluk Lumpur, kawasan adalah salah satu kawasan terindah dan penuh ikan dan burung yang paling menarik di Bali. Dari jaman prasejarah kawasan ini dihuni oleh manusia Bali yang menjadi cikal-bakal kita sekarang. Peninggalannya sampai kini masih terkubur dan sudah teliti tersedia bukti-buktinya di Museum Gilimanuk. Sayang, Museum Gilimanuk yang menjadi bukti dari 100 tahun sebelum masehi manusia Bali telah melakukan “ritual potong gigi” ini tidak dikelola dengan memadai, padahal Museum Gilimanuk dan kawasan Teluk Gilimanuk sudah jelas menjadi bukti-bukti awal dari peradaban Bali yang sangat penting. Kawasan ini bisa menjadi pusat belajar bagi generasi muda Bali mengenal leluhurnya secara arkeologis dan melihat peradaban Bali di awal masehi. Teluk ini meliputi hutan menuju kawasan Segara Rupek yang menjadi salah satu pusat spiritual yang banyak dikunjungi umat Hindu.

2. Teluk Terima dikenal sebagai teluk yang menjadi penyembarangan ke Pulau Menjangan. Teluk ini meliputi kawasan Hutan Bali Barat, Sumerkelampok-Sumberbatok-Terima, yang dikenal legendanya sebagai tempat berpulangnya Jayaprana, kini Pura Teluk Terima (Jayaprana distanakan) berada di pinggir hutan Teluk Terima. Titik dimana terjadi perang dalam kisah Jayaprana dan tumpah darah akibat kepentingan penguasa yang ingin menyerobot istri bawahannya. Pulau Menjangan yang menjadi bagian wilayah Teluk Terima berkembang menjadi tujuan dharmayatra, berdiri berbagai Pura, tapi sekaligus tempat plesiran dan berjamuran hotel di sekitarnya. Bola liar yang bisa melalap kelestarian hutan dan teluk. Investasi yang masuk telah ada yang menerima penolakan warga.

3. Teluk Banyuwedang masih berada di Kawasan Hutan Bali Barat. Masuk kawasan Desa Goris dan sekitarnya, menjadi kawasan pariwisata Bali yang sangat pesat perkembangannya di tengah-tengah hutan bakau dan pantai kawasan hutan. Perkembangan dan masuknya investasi di teluk ini telah memunculkan sederatan kasus masalah pelanggaran terhadap kawasan hutan negara. Pura yang disucikan di sini adalah Pura Banyuwedang dengan mata air panas yang secara turun-temurun menjadi tempat nunas tamba (memohon kesembuhan/obat).

4. Teluk Penerusan-Sumberkima dengan Gisi Kisik dan Gili Putih, salah satu teluk yang keindahannya luar biasa dengan dua pulau munggil berpasir putih. Menjadi incaran banyak pengembang. Kawasan telah dilirik Pemerintah Kolonial Belanda menjadi kawasan pertambakan perintis ditahun 1930-an, dan sampai kini potensinya masih sangat besar. Kini nasibnya diserbu investor pengembangan fasilitas wisata. Telah muncul berbagai kerumitan urusan pertanahan sangat besar, beberapa konflik tanah belakangan mengemuka di kawasan ini.

5. Teluk Sendang, dengan Pura Pucak Gunung Beratan yang menaunginya. Kawasan ini masih sedikit terisolasi dan tidak banyak dikenal kecuali menjadi budidaya mutiara. Teluk ini bisa dilihat dari Pucak Gunung Beratan, Desa Pemuteran, Gerokgak, Buleleng.

6. Teluk Bawang (Celukan Bawang), sebelum kemerdekaan celuk ini masuk wilayah Desa Pengulon, teluk yang disakralkan dikenal sebagai tempat ‘tenget’, dengan pelabuan, sekarang kawasan ini menjadi pintu masuk batubara untuk PLTU Celukan Bawang yang telah menuai penolakan keras dari warga. Bermula dari keluhan sejumlah warga atas polusi PLTU Celukan Bawang I, yang beroperasi sejak 2015. Warga memperkirakan jika pembangkit listrik kedua beroperasi, polusi udara dan polusi suara yang mereka alami akan semakin buruk. Bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI-LBH) Bali dan lembaga pemerhati lingkungan Greenpeace, warga melayangkan gugatan pertama ke PTUN Denpasar pada 24 Januari 2018.

7. Celuk Padang (Padang Bai), dikenal sebagai Pelabuhan Padang Bai, dengan Pura Silayukti dan pasraman Mpu Kuturan yang termasyur sebagai salah satu Maharsi  terpenting yang menjadi arsitek kebudayaan Bali. Dalam naskah lontar Negarakrtagama dan Calonarang, teluk ini telah disebutkan sebagai Teluk Padang di desa Padang — kini disebut Padang Bai (baai, bahasa Belanda untuk teluk). Dari data ini kita mengetahui setidaknya dari abad ke 11 teluk ini menjadi salah satu pusat peradaban spiritual Bali yang penting.

8. Teluk Benoa, kawasan spiritual agung Pura Sakenan dan sekitarnya. Semenjak Orde Baru menjadi multi kompleks persoalan. Multi kepentingan dan rawan dicaplok raksasa investasi. Patut disyukuri sekalipun belum tentu ajeg pelaksanaannya di lapangan, baru saja Teluk Benoa ditetapkan sebagai kawasan maritim, melalui KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46/KEPMEN-KP/2019 TENTANG KAWASAN KONSERVASI MARITIM TELUK BENOA DI PERAIRAN PROVINSI BALI. Setelah didemo 5 tahun oleh puluhan desa pakraman dan pemuda Bali, yang tiada henti menuntut pembatalan rencana reklamasi teluk ini. Teluk ini menyimpan sejarah panjang perjalanan para rsi yang berlabuh dan bermukim di Sakenan/Serangan dan sekitar kawasan teluk ini.

9. Teluk Jimbaran telah berkembang menjadi kawasan pantai Jimbaran yang menjadi tujuan wisata terpilih. Teluk Jimbaran telah dihuni dari masa prasejarah. Temuan sekitar teluk Jimbaran telah diteliti dengan baik. Dan Pura Ulun Siwi di Jimbaran adalah salah satu kulminasi dari perkembangan penduduk yang mukim di Teluk Jimbaran. Teluk ini sebelum dibangun Airport Ngurah Rai membentang sampai Kuta dan Pantai Peti Tenget dengan Pura Peti Tenget yang telah ada dari berabad sebelum Danghyang Nirartha ke Bali. Kemungkinan peninggalan zaman Raja Udayana, bersamaan juga dengan Pura Uluwatu dan Tanah Lota yang satu garis kawasan bersimpul di Teluk Jimbaran.

NAVA-SĀGARĀVARTEṢU yaitu SEMBILAN TELUK MENGITARI BALI tersebut adalah kosmologi yang menyerupai genggaman kosmik penyangga pantai dan tepian melingkari Pulau Bali.

Masih ajeg atau mulai roboh konsep “SEGARA-GUNUNG” yang dimuliakan di Bali, yang menjadi dasar kesadaran menata Pulau Bali, bisa dilihat di 9 titik teluk ini. Jika teluk-teluk ini dipreteli dengan sembarang dan dikuasai demi pentingan investasi semata yang menghapuskan atau meniadakan nilai-nilai sejarah, nilai-nilai instrinsik, dan merusak kelestarian alamnya, maka di sinilah titik-titik robohnya konsepsi “segara-gunung”. Roboh pula seluruh tatanan pulau.

Sembilan teluk ini adalah hilir dari “Segara-Gunung”. Titik SEGARA-nya. Jika rusak di hilir, tinggal menunggu menjalar ketuk-tular ke daratan dan pegunungan mewabah sampai danau dan simpul-simpul air di kaki pegunungan, titik-titik ‘SEGARA-GUNUNG’ yang ada di hulu pulau.

Sembilan teluk ini benteng terdepan “SEGARA-GUNUNG”, benteng terdalamnya Sanghyang Catur Danu, empat danau yang menjadi pusat peradaban Bali Aga dan Bali Mula yang bertahan kukuh dari berabad di masa silam bertahan di kerimbunan dan kelebatan pohon pegunungan yang kini sudah mulai keok digunduli dan diserbu berbagai pengerusakan.

Sembilan teluk dan empat danau ini akan menjadi ruang pertarungan (KALA MASA) abadi di Bali dalam penegakan TRI ANGGA (tiga tubuh sekala niskala Bali) yang berwujud tatanan PARAHYANGAN, PALEMAHAN, PAWONGAN. Robohnya semua itu bisa dilihat pertama-tama di SEMBILAN TELUK YANG MENGITARI BALI tersebut.[T]

Catatan Harian 28 Oktober 2019

Tags: balitelukTeluk Benoa
Share57TweetSendShareSend
Previous Post

Kuliah di Pendidikan Teknik Informatika, Nanggung, Nggak Cukup S-1

Next Post

Lowongan PNS Dibuka, Saya Bimbang: Melamar, Tidak, Melamar, Tidak, Melamar, Tidak…

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Lowongan PNS Dibuka, Saya Bimbang: Melamar, Tidak, Melamar, Tidak, Melamar, Tidak…

Lowongan PNS Dibuka, Saya Bimbang: Melamar, Tidak, Melamar, Tidak, Melamar, Tidak…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co