1 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasca Minikino Film Week 5: Bali International Short Film Festival Gelar Workshop dan Layar Tancap di Lombok

tatkala by tatkala
November 3, 2019
in Lingkungan
Pasca Minikino Film Week 5: Bali International Short Film Festival Gelar Workshop dan Layar Tancap di Lombok

Foto Dok Minikino

Tim Penulis: I Made Suarbawa, Fransiska Prihadi, Rickdy Vanduwin S

Setelah kegembiraan festival film pendek selama sepekan penuh di pulau Bali, Minikino Film Week 5 dilanjutkan dengan mengadakan Pop Up Cinema Roadshow kembali ke pulau Lombok pada 31 Oktober – 5 November 2019. Minikino kembali mengadakan POST FESTIVAL POP-UP CINEMA ke Lombok, bekerja sama dengan Rotary Disaster Relief (RDR) D3420 dan Rotary Club Mataram, didukung oleh PICTURES PURIN, Yayasan KINO MEDIA dan Program Anak-Anak Festival Film Pendek Clermont-Ferrand.

Roadshow Minikino Film Week 5 di Lombok dimulai pada hari Jumat, 1 November 2019. Para relawan berjumlah tujuh orang berangkat sehari sebelumnya dan menempuh perjalanan selama hampir tujuh jam dengan dua kendaraan membawa berbagai perlengkapan pemutaran layar tancap atau yang disebut pop-up cinema. Pagi hari dibuka melakukan workshop visual story telling bersama remaja di Desa Karang Bajo, Lombok Utara. Peserta workshop sejumlah 8 orang dengan beragam profil. Ada dua orang peserta yang masih kuliah sambil menjadi guru TK, ada yang sekolah tingkat SMU, bahkan ada yang masih bersekolah dan memutuskan untuk menjadi Youtuber. Rata-rata para peserta workshop sudah kenal produksi video. Pengambilan gambar dilakukan dengan HP, mengedit, serta menyebarkan hasil videonya ke sosial media dan platform seperti Youtube.

Fasilitator workshop I Made Suarbawa dan Edo Wulia memulai pelatihan dengan perkenalan diri, mulai dari seluruh tim kerja Minikino sampai peserta; dengan teknik visual storytelling. Keseluruhan peserta yang hadir diminta untuk melakukan visualisasi dirinya masing-masing ke dalam gambar. Ada yang membuat 3 gambar pada sehelai kertas, ada juga yang 4. Dari situlah mereka bercerita siapa mereka, apa yang mereka lakukan dan apa harapan mereka ke depan.

Sesi kedua workshop adalah membaca gambar. Ada dua teknik yang diterapkan pada lokakarya, yaitu Deskripsi dan Narasi. Teknik Deskripsi mengungkap apa yang ada dalam gambar. Sementara teknik Narasi diarahkan membuat cerita apa yang mungkin terjadi di balik gambar. Langkah berikutnya adalah membangun narasi dari beberapa gambar. Sebenarnya bagian ini adalah pengenalan teknik editing. Dalam artian, susunan gambar ketika 3 buah gambar disusun menghasilkan cerita. Kemudian semua peserta diajak mencoba salah satu gambar digantikan dengan gambar lain. Para peserta menemukan cerita serta efek yang berbeda dari susunan gambar yang baru itu.

Sesi ketiga adalah bagian dimana para fasilitator workshop memancing teman-teman remaja untuk menceritakan sesuatu tentang desa mereka. Ada beberapa usulan di sana; menceritakan Desa Adat Bayan, yang merupakan desa asal-usul dari masyarakat Karang Bajo. Para remaja menganggap desa tersebut sebagai asal-usul mereka. Mereka masih mengikuti upacara dan kegiatan di rumah adat serta masjid tua yang ada di sana. Ide lain saat workshop adalah menceritakan tentang kondisi desa mereka; tentang masjid, lapangan, ruang publik dan rumah mereka.

Keseluruhan workshop seharusnya selesai pada pukul 12, tapi karena para peserta masih antusias maka seluruh ide cerita tadi dicatat. Sesi workshop tetap dibubarkan sementara karena para peserta harus pergi ke masjid untuk sholat Jumat. Seusai sholat jumat, kami berkumpul lagi, dan akhirnya diputuskan untuk mengangkat ide cerita tentang masjid. Masijd desa saat gempa Lombok 2018 rusak dan banyak retak sehingga tak ada yang berani menggunakan. Akhirnya Masjid tersebut diratakan dengan tanah dan rencananya akan dibangun. Saat ini mereka menggunakan Masjid sementara, sebuah Masjid darurat yang dibangun di atas lapangan yang semula merupakan lapangan voli.

Pada sesi setelah sholat Jumat, para remaja peserta workshop menceritakan masjid sebagai subjek ide cerita. Mereka bercerita bagaimana kondisi Masjid sebelum gempa, setelah gempa, dan apa rencana untuk masjid itu ke depannya. Cerita mereka lengkap tentang renovasi sampai rencana pembangunan yang tahan gempa. Di sana tercermin harapan mereka dan desanya. Mereka juga menceritakan tentang trauma yang masih ada, dan bagaimana caranya mengatasi trauma tersebut.

Setelah para peserta workshop merekam suara dan cerita, mereka melanjutkan pengambilan gambar. Ada yang mengambil gambar puing-puing Masjid, kemudian saat Masjid darurat digunakan, serta lingkungan lapangan yang menjadi pasar sekaligus Masjid juga. Saat gempa Lombok 2018, lapangan luas bernama Ancak tersebut menjadi titik pusat pengungsian, baik warga dari Karang Bajo sendiri, maupun luar Desa Karang Bajo.

Ada para peserta yang sangat aktif sekali selama workshop. Mereka bercerita dengan artikulatif dan memiliki pengetahuan yang baik tentang desa mereka. Baihaqi dan Febi, merupakan beberapa peserta yang memiliki channel Youtube dengan followers 20 ribuan. Mereka menciptakan karakter; seorang ibu yang mereka sebut sebagai ibu terkuat di Lombok. Uniknya, yang memerankan karakter Ibu adalah Febi, seorang laki-laki remaja. Genrenya adalah komedi, kerap meliput berbagai kegiatan di seputaran Lombok, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan isu-isu kebersihan dan sampah.

Tak terasa sore mulai menjelang dan sudah saatnya membangun layar untuk memutar film di pop-up cinema alias layar tancap malam pertama ini di Desa Karang Bajo. Pemutaran film malam ini diadakan di Lapangan Ancak, tepat di sebelah Masjid darurat merupakan tempat pemutaran layar tancap malam ini. Saat ini proses editing sedang berlangsung dan diputar pada akhir sesi layar tancap. Pemutaran baru bisa dilakukan setelah sholat Isha sekitar pukul 8 malam atau lewat 15 malam ini.

Film-film pendek yang diputar malam ini ialah program film pendek untuk semua umur, termasuk program film pendek untuk usia 7-10 tahun yang dipilih khusus oleh Festival Film Pendek Internasional Clermont-Ferrand untuk Minikino Film Week 5 yaitu SNEJINKA karya sutradara Natalia Chernysheva dari Rusia, PANIEK! karya Joost Lieuwma & Daan Velsink dari Netherland, LE LION ET LE SINGE karya Benoit Feroumont dari Belgia,

DVA TRAMVAYA karya Svetlana Andrianova dari Rusia, THE BIRD & THE WHALE karya Carol Freeman dari Irlandia, VIVAT MUSKETEERS! karya Anton Dyakov dari Russia, LE RENARD MINUSCULE karya Aline Quertain & Sylwia Szkiladz dari Prancis, Belgia dan Switzerland serta HORS PISTE karya sutradara Léo Brunel, Loris Cavalier, Camille Jalabert, Oscar Malet dari Prancis. Selain itu juga diputar empat film pendek dari Indonesia yaitu ARA NGIDAANG NAANANG karya sutradara Putu Yuli Supriyandana,

SALAH TAMPI karya I Made Suisen, FADE OUT karya Achmad Rezi Fahlevie, dan PENDEKAR TAFSIR MIMPI karya sutradara Kevin Muhammad yang juga merupakan pemenang kompetisi pembuatan film pendek 34 Jam Begadang Filmmaking Competition 2019. [T]

Tags: filmfilm pendekLombokMinikinoMinikino Film WeekNTB
Share10TweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Bagaimana Peristiwa ‘65 Disembunyikan Lewat Karya Sastra

Next Post

Anomali Diri dalam “Api Kata”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

by tatkala
August 21, 2026
0
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

Read moreDetails

Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
June 11, 2026
0
Beach Cleaning di Pantai Mertasari, Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Fakultas Vokasi IPB Internasional

KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi...

Read moreDetails

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
0
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

Read moreDetails

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

by Son Lomri
April 21, 2026
0
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

by tatkala
March 29, 2026
0
Kolaborasi Internasional Tanam 1000 Pohon di Kawasan Danau Tamblingan

SEBANYAK lebih dari 100 orang melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan, Buleleng, Bali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka berasal...

Read moreDetails

Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

by Radha Dwi Pradnyani
February 22, 2026
0
Ni Luh Djelantik dan Ribuan Bibit Pohon: Dari Rumah Aspirasi ke Hutan Desa

RUMAH kecil bernomor 76 di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, tepatnya di Kelurahan Banyuasri, Kabupaten Buleleng, Bali, siang itu mendadak ramai....

Read moreDetails

Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

by tatkala
September 1, 2025
0
Pemimpin Desa Luang Barat dan Timur, Maluku Barat Daya, Belajar Konservasi Penyu di TCEC Bali Bersama WWF

TIGA orang perwakilan pemimpin Desa Luang Barat dan Desa Luang  Timur, Maluku Barat Daya, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang di Turtle...

Read moreDetails

Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

by tatkala
March 23, 2025
0
Minimalkan Sampah, Ini 5 “Pangeling-eling” untuk Umat saat “Ngusaba Kadasa” di Pura Batur

NGUSABA Kadasa Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1947 (tahun 2025) akan dimulai pada Tilem Kasanga, 28 Maret 2025. Selama...

Read moreDetails

Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

by tatkala
March 19, 2025
0
Kolaborasi Internasional Tanam Pohon di Pedawa: PBJ Undiksha, Universitas Iwate Jepang dan Kayoman

INI benar-benar kolaborasi internasional antara mahasiswa dan komunitas di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng-Bali. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ)...

Read moreDetails

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

by tatkala
September 3, 2024
0
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

PERUBAHAN iklim semakin mendesak perhatian global, didorong oleh emisi karbon yang kian meningkat. Hal ini tak hanya mengancam lingkungan, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Anomali Diri dalam “Api Kata”

Anomali Diri dalam “Api Kata”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Ketika Api Menjadi Cermin

ADA sesuatu yang terasa ganjil dari api. Ia kecil ketika kita menyalakan kompor. Ia jinak ketika berada di tungku. Ia...

by Ahmad Sihabudin
September 1, 2026
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026
Kuliner

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
Apakah Buku Fisik Masih Asik?
Esai

Apakah Buku Fisik Masih Asik?

KITA mungkin mengingat bahwa pandemi membekaskan banyak hal dalam kehidupan hari ini. Saat-saat dimana secara fisik tubuh kita diharuskan terpisah...

by Made Chandra
August 31, 2026
Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota
Esai

Dongeng Sebelum Tidur: Simfoni Abu-Abu di Pelataran Kota

KOTA ini tidak pernah benar-benar tidur; ia hanya ditenangkan oleh dongeng-dongeng yang ditulis oleh jemari tak berwajah. Di atas aspalnya...

by Wayan Gde Yudane
August 31, 2026
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan
Tualang

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu
Esai

Berhenti Menjadikan Hidup Sebagai Ruang Tunggu

SEMAKIN kita menginginkan sesuatu, semakin jelas pula rasanya bahwa kita tidak memilikinya. Ada ironi yang cukup melelahkan dalam cara kerja...

by T.H. Hari Sucahyo
August 31, 2026
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana
Khas

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan
Khas

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
Perkara Anarkis dan Anarkistis
Bahasa

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

by I Made Sudiana
August 30, 2026
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?
Esai

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto
Cerpen

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas
Puisi

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

by Supali Kasim
August 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co